• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Bontang

Sudah Pulang ke Rumah, Korban yang Dipotong Telinganya Alami Trauma

by BontangPost
2 Maret 2017, 13:02
in Bontang
Reading Time: 2 mins read
0
ALAMI TRAUMA: Korban pemotongan telinga alami trauma jika sedang tertidur. (MEGA ASRI/BONTANG POST)

ALAMI TRAUMA: Korban pemotongan telinga alami trauma jika sedang tertidur. (MEGA ASRI/BONTANG POST)

Share on FacebookShare on Twitter

 

BONTANG – Korban pemotongan kuping oleh pamannya, Ardiansyah (33) sudah pulang ke rumah orang tuanya di Jalan Sultan Hasanudin RT 25 Kelurahan Berebas Tengah setelah dirawat di RSUD Taman Husada. Dirinya mengaku masih trauma dan tak bisa tertidur lelap.

Karena saat tertidur, selalu terbayang ada tangan yang hendak menyakitinya. “Saya di rumah sakit tak bisa tidur, terbayang terus seperti ada yang mau menyakiti saya,” ujar Ardiansyah saat ditemui di kediamannya, Rabu (1/3) kemarin.

Diceritakan dia, menurutnya pelaku yang tak lain ialah pamannya sendiri Aco Fadlan Fajar (25) melihat ada jin ganas di tubuh korban. Sehingga pelaku mendapat bisikan gaib untuk membunuhnya. Namun karena Ardiansyah tidur dengan menggunakan sarung dan hanya terlihat telinganya saja, maka telinganya saja yang terpotong. “Mungkin saat melakukan itu bukan dirinya (bukan Aco, Red.) tetapi pas saya teriak, dia langsung sadar dan panik, akhirnya melarikan diri, bagusnya juga dia langsung menyerahkan diri ke Polsek Bontang Selatan,” ungkapnya.

Baca Juga:  Nekat Mencuri demi Sabu-Sabu

Ardiansyah yang ditemani ibunya, Anis Nurhayati menceritakan sifat Aco yang sebenarnya merupakan anak yang baik. Namun, 2 bulan terakhir ini sikapnya berubah setelah mengikuti pengajian di wilayah Kilometer 8 Desa Suka Rahmat Teluk Pandan Kutai Timur.

Aco menjadi sangat pendiam, dan jika berkumpul bersama keluarga pasti dirinya seperti berceramah yang kata-katanya selalu sama. “Jadi hilang keceriaannya, padahal dia itu selalu bikin kami ketawa kalau lagi ngumpul,” ujarnya.

Semenjak mengikuti pengajian pula, Aco menjadi banyak berhutang. Bahkan, tanah warisannya di Sulawesi dia jual tanpa sepengetahuan keluarga. “Padahal tanahnya itu seharga Rp 57 juta, tapi uangnya dikasih semua ke pengajiannya itu, sekarang saja banyak utangnya di sini, padahal gajinya sudah lumayan,” ceritanya.

Baca Juga:  Piton 4 Meter Masuk Halaman Masjid

“Kalau dibilangin juga kenapa tanahmu dijual, dia jawabnya, nanti itu keganti lebih dari harga tanah itu,” sambungnya.

Dia menyatakan pengajian di Kilometer 8 itu setiap Jumat sampai pukul 01.30 Wita. Ardiansyah menduga, Aco berniat membunuhnya karena dirinya sempat mau mengobati Aco. Pasalnya, dia juga diminta saudara lainnya terutama bapaknya Aco untuk menyembuhkan Aco. “Saya ada niat mau ngobatin dia, entah kebetulan atau apa, malamnya sebelum saya mau ngobatin dia, malah dia berniat mau bunuh saya dan potong kuping saya,” tuturnya.

Sehingga, dalam proses pemulihannya itu, Ardiansyah ingin mengunjungi Aco di Polsek Bontang Selatan. Dirinya ingin bertanya langsung mengapa sampai bisa berbuat seperti itu kepada keponakannya sendiri. “Tunggu agak sehat, nanti mau saya datangi ke Polsek,” ungkap dia.

Baca Juga:  BEM Unijaya Gelar Omaba 2018

Sementara itu, Bontang Post mencoba mencari tahu tentang keberadaan pesantren yang dimaksud. Dalam perjalanan, beberapa menunjukkan lokasinya di Kilometer 8, namun ada juga warga yang tidak mengetahui pengajian tersebut. Hingga akhirnya, penelusuran dihentikan karena belum mendapat petunjuk yang jelas.

Sebelumnya, diberitakan bahwa pelaku melakukan pemotongan kuping sepupunya di RT 25 Kelurahan Berebas Tengah sekira pukul 02.30 Wita Senin (27/2) dini hari lalu. Pelaku menyerahkan dirinya ke Polsek Bontang Selatan pada pukul 03.00 Wita. Polisi pun langsung mendatangi TKP dan membawa korban ke rumah sakit. Untuk kasusnya masih dalam pengembangan karena pelaku masih sulit dimintai keterangan akibat ilmunya yang kadang kambuh.(mga)

Print Friendly, PDF & Email
Tags: bontangpenganiayaan
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Wakil Bontang Dukung Pembangunan Kilang, DPRD Kaltim Bakal Tinjau Lokasi

Next Post

BREAKING NEWS, Dinihari Bus Patas Samarinda Lestari Terbalik di Jalur Tengkorak

Related Posts

Mayat Pegawai Disimpan di Freezer, Dua Karyawan Kios Ayam Geprek di Bekasi Ditangkap
Bontang

Mayat Pegawai Disimpan di Freezer, Dua Karyawan Kios Ayam Geprek di Bekasi Ditangkap

30 Maret 2026, 09:53
Cekcok di THM Bontang Berujung Penganiayaan, Perempuan 21 Tahun Diamankan Polisi
Kriminal

Cekcok di THM Bontang Berujung Penganiayaan, Perempuan 21 Tahun Diamankan Polisi

21 Januari 2026, 14:42
Viral Video Pengeroyokan di Simpang Tiga Berebas Tengah Bontang, Polisi Lakukan Penyelidikan
Bontang

Viral Video Pengeroyokan di Simpang Tiga Berebas Tengah Bontang, Polisi Lakukan Penyelidikan

1 Januari 2026, 18:59
Berebut Lahan, Dua Warga Bontang Bacok Keluarga Sendiri
Bontang

Berebut Lahan, Dua Warga Bontang Bacok Keluarga Sendiri

27 Desember 2025, 12:20
Tersinggung Ditegur Tak Boleh Merokok, Debt Collector di Samarinda Tusuk Warga dengan Pisau Lipat
Kaltim

Tersinggung Ditegur Tak Boleh Merokok, Debt Collector di Samarinda Tusuk Warga dengan Pisau Lipat

25 November 2025, 10:00
BMKG Ingatkan Potensi Hujan Menengah–Tinggi di Kaltim Sampai 20 November
Kaltim

BMKG Ingatkan Potensi Hujan Menengah–Tinggi di Kaltim Sampai 20 November

15 November 2025, 13:00

Terpopuler

  • Tak Sanggup Kembalikan Rp226 Juta, “Sultan UMKM” Bontang Pilih Akui Perbuatan di Sidang Perdana

    Tak Sanggup Kembalikan Rp226 Juta, “Sultan UMKM” Bontang Pilih Akui Perbuatan di Sidang Perdana

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gerindra Kaltim Semprot Rudy Mas’ud usai Bandingkan Diri dengan Hashim Djojohadikusumo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mini Soccer HOP 1 Bontang Ditutup Mulai Mei, Proyek Lanjutan Rp17,5 Miliar Segera Dikerjakan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dugaan Investasi Bodong Emas Digital di Bontang, Terlapor Mulai Diperiksa Polisi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Antrean Truk Solar di SPBU Tanjung Laut Bontang Kian Parah, Usaha Warga Terdampak

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.