BONTANG – Paguyuban Wargi Sunda Bontang (PWSB) resmi dikukuhkan Minggu, (19/3) kemarin. Tak hanya organisasinya, pengurusnya pun resmi dilantik. Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni berharap program dari PWSB bisa bersinergi dengan pembangunan di Bontang.
Diawali dengan penyambutan kedatangan Neni Moerniaeni yang kental dengan adat Sunda, serta tarian tradisional Sunda, acara pengukuhan dimulai sekira pukul 10.00 Wita.
Neni yang juga berasal dari Sunda melantik pengurus PWSB yang dipimpin oleh Ketua PWSB, Yayat Ruhiat sesuai dengan Surat Keputusan Dewan Formatur PWSB nomor SKEP-03/PWSB/XI/2016. Dengan susunan pembina yakni Neni Moerniaeni, Meizer Effendi, dan Yhenda Permana.
Serta dewan penasehat yakni Yos Yoyo Susanto, Yoyo Subagyo, Jaeni, Dadang Iskandar, Sumarno, dan Herman Turki.
Ketua panitia acara pelantikan, Rusli Sadikin menyampaikan bahwa tujuan dibentuknya PWSB adalah untuk mengumpulkan warga Sunda di perantauan. “Tentunya untuk menjalin silaturahim serta mengingat budaya di kampung halaman,” jelas Rusli di GOR Pupuk Kaltim, Minggu (19/3) kemarin.
Setelah resmi dilantik, Ketua PWSB Yayat Ruhiat mengucapkan terima kasih atas kehadiran sesepuh Sunda dari Provinsi Kaltim. Dikatakan dia, salah satu kekayaan Indonesia adalah beragam kebudayaan dan suku yang berkontribusi terhadap kemajuan Indonesia.
Kebudayaan Sunda adalah salah satu di antara banyak kebudayaan dan beragam etnis di Indonesia. Budaya Sunda sendiri, populer karena kelestarian alamnya, keseniannya, juga nilai-nilai kebudayaan, serta bahasanya. Melihat hal tersebut, ada potensi budaya Sunda berkembang di Bontang, maka terbentuklah budaya orang Sunda yang lebih dikenal PWSB.
PWSB ini, berperan memberikan wadah bagi para warga Sunda di Bontang untuk mengembangkan jati dirinya. Mengikat peran Pasundan, bukan dirasakan oleh anggota PWSB saja, tetapi oleh Pemkot Bontang, Pemprov Jawa Barat dan Banten dengan slogan ngahiji (bersatu), ngabukti (membuktikan) serta ngabakti (berbakti).
“Saya berharap, di kepemimpinan saya ini memberikan dampak positif yang membuat lebih maju dan bersinergi dengan Pemkot Bontang,” ujarnya.
Yayat juga mengajak semua masyarakat Bontang dari Sunda untuk selalu sauyunan (bersama-sama) dan sabilulungan (gotong royong). “Ayo buktikan bahwa PWSB dapat berkontribusi besar terhadap pembangunan Kota Bontang,” serunya.
Sementara itu, Yhenda Permana yang juga Direktur dan COO Badak LNG menyampaikan bahwa PWSB bukan hanya bertujuan untuk silaturahmi atau mengikat tali persaudaraan dengan warga Bontang yang merantau.
Tetapi, yang paling penting adalah semua dapat menjadi bagian dari masyarakat Bontang. Artinya, PWSB harus memberikan sesuatu, ikut serta dalam membangun Bontang. Anggota PWSB, cukup banyak di Bontang, dan telah banyak memberikan manfaat dan hasil bagi Bontang.
“Alhamdulillah, Wali Kota Bontang juga berasal dari Sunda. Oleh karena itu, support dan dukungan terhadap kegiatan PWSB perlu diberikan dengan nyata dan sebaik-baiknya agar PWSB dapat lebih berperan dan maju,” ungkapnya.
Rencana pembangunan kilang refinery pun, bukan hanya akan bermanfaat bagi PWSB, tetapi seluruh masyarakat Bontang akan terkena multiplier effect-nya.
Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni yang didampingi suaminya Andi Sofyan Hasdam yang menggunakan pakaian adat Sunda, kehadiran PWSB merupakan bukti peribahasa; dimana bumi dipijak, disitu langit dijunjung.
Sehingga, sebagai salah satu sesepuh Sunda di Bontang, Neni mengucapkan banyak terima kasih atas sabilulungan para warga Bontang yang berasal dari Sunda. “Sebelumnya memang direncanakan pelantikan PWSB ini akan dihadiri Wali Kota Bandung Ridwan Kamil dan Gubernur Jawa Barat Ahmad Heriawan, namun keduanya dalam kondisi sibuk sehingga hanya menitipkan salam untuk para wargi (warga, Red.) Sunda di Bontang, dan memohon agar semua wargi Sunda silih asih, silih asah dan silih asuh (saling menyayangi, saling membelajari, saling mengayomi), ” ujarnya.
Para warga Bontang yang berasal dari Sunda juga diharapkan bisa memberikan kontribusi terhadap pembangunan di Bontang, agar jangan hanya jadi penonton. Karena, suksesnya pembangunan di Bontang merupakan suksesnya masyarakat Bontang. “Tolong bantu Pemkot Bontang, karena orang Sunda dasarnya gotong royong (sabilulungan), InsyaAllah jika bersatu akan kuat,” ungkapnya. “Buktikan warga Bontang yang berasal dari Sunda dapat memberikan karyanya untuk pembangunan Bontang,” sambungnya.
Neni juga mengatakan pihaknya tak akan membeda-bedakan semua masyarakat Bontang. Karena semua harus mendapat perhatian yang sama. Semoga saja, semua program-program di kepemimpinan Neni Moerniaeni dan Basri Rase dapat dinikmati oleh semuanya. “Doakan saja, semoga kami diberi kekuatan untuk memimpin dan memajukan Bontang, dan tolong buat program yang disinergikan dengan Pemkot Bontang,” pungkasnya.(mga)

