• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Kesehatan

Kenali Gejala TBC pada Anak yang Harus Diwaspadai

by Redaksi Bontang Post
24 Maret 2022, 17:00
in Kesehatan
Reading Time: 2 mins read
0
Dokter spesialis anak dr. Nurhidayah.

Dokter spesialis anak dr. Nurhidayah.

Share on FacebookShare on Twitter

bontangpost.id – Hari tuberkulosis sedunia diperingati setiap tanggal 24 Maret setiap tahunnya. Hari tersebut diperingati untuk membangun kesadaran tentang wabah tuberkulosis, serta upaya mengurangi penyebaran penyakit tersebut. Berdasarkan data WHO Global Tuberculosis Report 2020, Indonesia menempati urutan kedua sebagai negara dengan kasus tuberkulosis (TBC) terbanyak di dunia setelah India. Estimasi kasus pada tahun 2019 terdapat 845.000 orang yang menderita TBC dan 17% di antaranya adalah anak-anak.

Anak, terutama balita, merupakan kelompok umur yang rentan tertular bakteri TBC karena imunitas yang rendah. Deteksi dini TBC pada balita diperlukan karena sakit TBC pada anak, terutama TB berat, bila tidak mendapat pengobatan tepat, dapat barakibat kecacatan bahkan kematian. Tuberkulosis yang sering disebut flek pada anak merupakan penyakit menular bukan keturunan, yang disebabkan oleh kuman TB (Mycobacterium Tuberculosis). Untuk menegakkan sakit TBC pada anak diperoleh melalui gejala klinis dan pemeriksaan penunjang.

Adapun gejala umum TBC yang sering ditemui pada anak yakni;

1. Demam selama kurang lebih 2 pekan dan/atau berulang tanpa sebab yang jelas (etiologi demam kronik yang lain telah disingkirkan, seperti infeksi saluran kemih (ISK), demam tifoid, atau malaria). Demam umumnya tidak tinggi.

2. Batuk selama 2 minggu yang bersifat non-remitting (tidak pernah reda atau intensitas semakin lama semakin parah)

3. Berat badan (BB) tidak naik atau turun dalam dua bulan berturut-turut

4. Lesu atau malaise, anak kurang aktif bermain.

Gejala umum TBC pada anak sering juga ditemui pada penyakit lain. Akan tetapi, salah satu karakteristik gejala TBC bersifat menetap (berlangsung lebih dari 2 pekan) dan tidak membaik meski dengan terapi standar. TBC juga bisa mengenai berbagai organ di luar paru. Gejalanya pun sesuai dengan organ yang terkena, seperti pembesaran kelenjar getah bening di leher pada TBC kelenjar, kejang dan penurunan kesadaran pada TBC otak, lumpuh atau kesulitan berjalan pada TBC tulang.

Pemeriksaan penunjang untuk menegakkan diagnosis TBC pada anak meliputi pemeriksaan bakteriologis. Meliputi pemeriksaan mikroskopis BTA sputum atau spesimen lain, tes cepat molekuler (TCM) TBC, pemeriksaan biakan sputum. Pemeriksaan penunjang lain terdiri dari uji tuberkulin (Mantoux) atau IGRA, foto rontgen toraks, dan pemeriksaan histopatologi.

Perlu diketahui bahwa tidak semua kuman TBC yang masuk k dalam tubuh selalu menyebabkan sakit TBC. Ada 3 kemungkinan yang bisa terjadi yakni sehat, infeksi laten tuberkulosis, dan sakit TBC. “Kita bisa tetap sehat karena sistem pertahanan tubuh mampu menghilangkan kuman tuberkulosis dari tubuh. Namun jika kuman masuk ke dalam tubuh tetapi tidak menimbulkan gejala TBC, karena kuman tersebut dipagari oleh sel-sel pertahanan tubuh, kondisi ini disebut sebagai infeksi laten tuberkulosis,” jelas Dokter Spesialis Anak Rumah Sakit Amalia Bontang dr. Nurhidayah.

Kemungkinan ketiga yakni penderita sakit TBC, kondisi ini terjadi karena sistem pertahanan tubuh tidak mampu melawan kuman TBC sehingga menimbulkan gejala TBC. Pasien yang telah dinyatakan sakit TBC wajib mengonsumsi obat secara teratur dan tuntas. Lama pengobatan untuk TBC ringan selama 6 bulan, namun untuk TBC berat seperti TBC otak dan TBC tulang perlu pengobatan mencapai 12 bulan.

Anak yang kontak erat dengan pasien TBC paru dewasa mesti diperiksa ke dokter untuk memastikan ada tidaknya sakit TBC. “Jika sakit TBC segera diberikan obat TBC. Tapi kalau tidak sakit TBC, tetap perlu konsumsi obat yang disebut dengan terapi pencegahan tuberkulosis,” ujarnya.

“Jadi pesan saya untuk masyarakat, segera ke dokter bila ada gejala TBC pada anak, maupun jika anak kontak dengan pasien TBC paru dewasa. Periksa TBC sekarang untuk masa depan lebih sehat,” pungkasnya. (*)

Tags: TBC pada anak
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Banjir di Sangatta, Pemprov Kaltim Bilang Bukan karena Tambang

Next Post

Menuju PTM 100 Persen, PKT Gelar Vaksinasi Booster bagi Siswa SMA YPK

Related Posts

No Content Available

Terpopuler

  • 25 Atlet Bontang Dicoret dari Porprov Kaltim 2026, Terbukti Cabutan dari Luar Daerah

    25 Atlet Bontang Dicoret dari Porprov Kaltim 2026, Terbukti Cabutan dari Luar Daerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bontang Berharap Masuk Daftar Penerima Tambahan Dana Rp20,5 Triliun dari Pusat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bontang Absen di Singa Cup

    1 shares
    Share 1 Tweet 0
  • Ragam Alasan Masyarakat Pilih Golput

    2 shares
    Share 2 Tweet 0
  • (1) Madura United vs Borneo FC (1)  Penuhi Target

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.