• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Bontang

Dipamerkan Netizen di Medsos, Kenali Sejarah Celup Tinta Usai Mencoblos

by Redaksi Bontang Post
14 Februari 2024, 15:45
in Bontang
Reading Time: 2 mins read
0
Ilustrasi

Ilustrasi

Share on FacebookShare on Twitter

bontangpost.id – Kala membuka media sosial (medsos) hari ini, Kamis (14/2), kita akan banyak menjumpai posting-an berupa jari yang sudah dicelup tinta. Hal tersebut menandakan bahwa kita sudah melakukan tugas kita sebagai warga negara yakni memilih calon pemimpin yang akan menjalankan pemerintahan selama lima tahun ke depan.

Beberapa platform medsos seperti Facebook dan Instagram bahkan menandai momen seputar Pemilihan Umum atau Pemilu dengan fitur khusus. Sementara itu, Facebook hari ini menampilkan fitur khusus alert untuk memberitahu pengguna bahwa hari ini digelar Pemilu 2024.

Jika pengguna membuka Facebook untuk pertama kalinya di hari ini, Facebook akan mengeluarkan tulisan, “Pemilihan Umum di Indonesia berlangsung hari ini!”. Fitur ini disertai dengan berapa jumlah orang yang membagikan Info Pemilu 2024. Tombol share dan tombol ‘Lihat Info Pemilu’ yang akan dilarikan ke situs resmi KPU.

Instagram tak lupa memeriahkan Pemilu 2024 hari ini. Mereka meluncurkan stiker Pemilu bergambar tangan memasukkan kertas suara ke kotak suara. Jika mau variasi lain, tinggal ketik ‘Pemilu’ di pencarian stiker untuk mencari pilihan stiker Pemilu lainnya.

Baca Juga:  Optimis Menangkan Pileg, Partai Golkar Berpotensi Rebut Tujuh Kursi DPRD Bontang

Sementara di X (sebelumnya Twitter), momentum Pemilu ditandai dengan naiknya beberapa tagar yang jadi penanda bahwa hal tersebut banyak dibicarakan. Salah satunya adal ‘Tinta’. Seperti sudah disinggung di atas, jari tercelup tinta menjadi penanda bahwa kita sudah memilih.

Terkait tinta pemilu, tahukah kamu mengenai sejarah di belakangnya? Oke. Mari kita bahas.

Seperti sudah disinggung di atas, tujuan menyelupkan jari ke tinta berwarna ungu atau bahkan sekarang ada yang berwarna agak keemasan dan kebiruan merupakan penanda seseorang sudah menggunakan hak suara.

Bukan hanya di Indonesia, penggunaan tinta dalam sejarahnya juga dilakukan di berbagai negara, lho. Bahkan, hal ini sudah berlangsung selama lebih dari 50 tahun.

Kala itu terjadi pencurian identitas. Banyak pemilih yang menggunakan hak suaranya dua kali. Pemerintah India kemudian menggunakan tinta saat pelaksanaan Pemilu 1962. Lantas, setiap orang yang sudah menggunakan hak politiknya, diminta menandai salah satu kukunya dengan tinta tersebut.

Baca Juga:  Real Count KPU Terkini Tembus 70 Persen; Prabowo-Gibran 58,3 Persen

Di Indonesia, belakangan ada kebiasaan seseorang setelah mencoblos mengunggah foto jari kelingking bertinta di media sosial. Sejatinya tidak ada aturan yang mengharuskan jari kelingking dicelupkan ke dalam tinta. Boleh saja jari lain, asalkan tidak berlebihan, demikian dilansir dari Radar Madiun (JawaPos Group).

Dirangkum dari sumber lainnya, pemerintah India kala itu memutuskan untuk menggunakan tinta khusus yang dibuat oleh perusahaan Mysore Paints and Varnishes Ltd. sebagai penanda bahwa seseorang sudah memilih. Setelah India menerapkan metode mencelupkan jari ke tinta ungu saat pemilu, negara lain seperti Malaysia, Turki, Mesir, Filipina, Afganistan, dan Indonesia mengikuti tindakan tersebut.

Indonesia pertama kali menggunakan tinta pemilu celup pada 1995 di masa Orde Baru. Saat itu, tinta pemilu harus memenuhi spesifikasi khusus, seperti daya lekat kuat pada kuku atau kulit serta tidak mudah terhapus.

Baca Juga:  PN Jakarta Pusat Perintahkan Pemilu 2024 Ditunda, KPU Bakal Ajukan Banding

Tinta pemilu yang digunakan di Indonesia mengandung senyawa perak nitrat (AgNO3) yang berfungsi sebagai bahan pengikat warna pada kuku dan kulit manusia. Warna baru akan pudar seiring lapisan kutikula atau epidermis kulit baru yang tumbuh.

Umumnya, tinta itu hilang dalam satu sampai tiga hari. Bisa hilang dengan sendirinya. Jadi tak perlu khawatir.

Namun, penggunaan senyawa perak nitrat berisiko menyebabkan iritasi dan pengaruh buruk pada saraf dalam jangka waktu panjang. Karena itu, Kementerian Perindustrian (Kemenperin) bekerja sama dengan Balai Riset dan Standardisasi Industri Padang untuk membuat tinta pemilu dari bahan dasar gambir dan zat warna alami, seperti inai atau henna.

Tinta pemilu gambir yang digunakan di Indonesia telah bersertifikat halal dari LPPOM MUI dan dapat dipakai berwudhu. Informasi terkait tinta pemilu dan bahan pembuatnya juga bisa ditemui detail di laman P3DN Kemenperin. (jawapos)

Tags: Pemilu 2024tinta pemilu
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Sejumlah Surat Suara DPRD Dapil Bontang Barat Nyasar di Gunung Elai

Next Post

PT Pamapersada Dukung LDKS di SMPN 6 Bontang

Related Posts

Anggota KPPS Meninggal Bakal Dapat Santunan Rp46 Juta
Nasional

71 Petugas Pemilu Meninggal, 4.567 Orang Sakit

20 Februari 2024, 15:00
Real Count KPU Terkini Tembus 70 Persen; Prabowo-Gibran 58,3 Persen
Nasional

Real Count KPU Terkini Tembus 70 Persen; Prabowo-Gibran 58,3 Persen

19 Februari 2024, 09:08
Optimis Menangkan Pileg, Partai Golkar Berpotensi Rebut Tujuh Kursi DPRD Bontang
Bontang

Optimis Menangkan Pileg, Partai Golkar Berpotensi Rebut Tujuh Kursi DPRD Bontang

16 Februari 2024, 15:14
13 Petugas KPPS Meninggal Dunia, Rata-rata Punya Komorbid
Nasional

13 Petugas KPPS Meninggal Dunia, Rata-rata Punya Komorbid

16 Februari 2024, 15:00
Surat Suara Sempat Kurang bahkan Nyasar ke Dapil Lain, KPU Bontang Akui Ada Kesalahan
Bontang

Surat Suara Sempat Kurang bahkan Nyasar ke Dapil Lain, KPU Bontang Akui Ada Kesalahan

15 Februari 2024, 19:10
Ribuan Surat Suara Disebar ke Empat Wilayah Pesisir di Bontang
Bontang

Ribuan Surat Suara Disebar ke Empat Wilayah Pesisir di Bontang

13 Februari 2024, 16:31

Terpopuler

  • Wanita di Loktuan Bontang Diringkus Polisi, Sabu Ditemukan di Pinggir Jalan

    Wanita di Loktuan Bontang Diringkus Polisi, Sabu Ditemukan di Pinggir Jalan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seng Penutup Jalan Gotong Royong Dibongkar Paksa, Wali Kota Neni; Fasilitas Publik Tidak Boleh Ditutup

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Jalan yang Dibangun dengan APBD Rp13 Miliar Ditutup Seng, Warga Kampung Gotong Royong Bontang Terdampak

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pemadaman Listrik Ganggu Usaha Kuliner Bontang, Mesin Kopi Rusak hingga Pesanan Batal

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Disdikbud Bontang Beri Opsi PJJ, Sekolah Diminta Sesuaikan Kondisi Kabut Asap

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.