• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Kaltim

Harga Batu Bara Merangkak Naik, Ramai-ramai Perpanjang Izin

by BontangPost
8 Februari 2017, 13:01
in Kaltim
Reading Time: 2 mins read
0
BERUSAHA BANGKIT: Bisnis batu bara sempat mengalami penurunan omzet. (Dok/KPG)

BERUSAHA BANGKIT: Bisnis batu bara sempat mengalami penurunan omzet. (Dok/KPG)

Share on FacebookShare on Twitter

 

Mencari Celah Batu Bara di Tengah Ekonomi Sulit

Kebijakan Tiongkok yang meningkatkan produksi batu bara domestik berefek besar. Permintaan Negeri Tirai Bambu pun terpenuhi tanpa harus impor. Kaltim sebagai salah satu penghasil terkena dampak. Harga emas hitam anjlok.

Turunnya harga berdampak pada keinginan pemerintah mendukung industri hilirisasi pertambangan.

Tapi dampak terhadap perekonomian, belum tentu. Sebab prinsip bagi hasil ditentukan pemerintah pusat. Yakni bagi hasil dari sektor batu bara itu ke sejumlah daerah.

Meski ada kecenderungan penurunan perekonomian terjadi lagi, Amrullah optimistis ekspor Kaltim masih membuat ekonomi terjaga. Dari ekspor minyak dan gas (migas) maupun non-migas. Namun dampak bagi kegiatan ekonomi lain, tentu tidak bisa dicegah.

“Kita (Kaltim) ini hanya bisa terima saja bagaimana bagi hasil dari pertambangan batu bara oleh pemerintah pusat,” imbuhnya.

Diterangkannya, pemerintah saat ini hanya bisa sekadar membatasi pembuatan izin baru. Yakni melalui Pergub Nomor 17 Tahun 2015 tentang Penataan Pemberian Ijin dan Non Perijinan serta Penyempurnaan Tata Kelola Perijinan di Sektor Pertambangan, Kehutanan dan Perkebunan Kelapa Sawit di Provinsi Kaltim. Peraturan ini juga diharapkan bisa mengendalikan suplai di pasaran.

Diwartakan sebelumnya, para pengusaha telah ramai-ramai memperpanjang izin usaha pertambangan di Kaltim lantaran melihat harga batu bara yang naik hingga USD 110 per metrik ton (MT) pada Desember 2016. Apalah daya, harga turun kembali pada Januari hingga USD 86,23 per MT.

Amrulah menyatakan, pemerintah tidak menghalangi pengusaha untuk bergerak, lantaran adanya Pergub 17/2015 tersebut. Tidak menghambat pertumbuhan jumlah pengusaha. Justru pihaknya mendukung pengusaha agar bisa melakukan aktivitas ekonomi di Kaltim. “Hanya, pemerintah membuat beberapa aturan yang perlu ditaati. Yakni kami kelola penataan pertambangan batu bara di daerah,” ucap dia.

Dikatakannya, pemerintah selalu ingin mendukung dunia usaha, supaya pertambangan dapat memberi multiplier effect. “Pemerintah ini sebagai peregulator, namun juga sebagai pembina. Kami ingin ekonomi berkembang, tapi lingkungan juga mesti terus diperhatikan,” tuturnya.

Disebutnya, harga yang saat ini menurun membuat pergerakan usaha pertambangan batu bara sulit menembus kejayaan layaknya masa keemasan pada 2011-2012. “Kami tentu dukung hilirisasi. Tapi dalam situasi harga yang saat ini, tentu sulit.

Diketahui, harga batu bara acuan (HBA) yang dirilis Kementerian ESDM pada Januari 2017 sebesar USD 86,23 per metrik ton (MT). Menurun dibanding Desember 2016 yang menembus USD 110 per MT.

Wakil Ketua Umum Bidang Investasi (Kadin) Kaltim Alexander Sumarno mengatakan, saat harga tinggi pada Desember tersebut merupakan keuntungan, meski sesaat. Saat banyak negara memerlukan, sehingga harus beli.

“Kalau sekarang, harga turun, persediaan batu bara banyak. Tentu tak bisa dipaksa untuk membeli karena banyak pihak yang berproduksi,” imbuh dia.

Namun, sisi positifnya menurut lelaki yang disapa Alex ini adalah, dampak terhadap lingkungan. Aktivitas pertambangan tentu jadi berkurang karena harganya yang sedang menurun, meski masih terhitung ekonomis. “Sebab ini yang dijual masih barang yang tidak terbarukan. Tidak ada perkembangan terhadap itu,” ulasnya. (mon/lhl/kpg/gun)

Print Friendly, PDF & Email
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Poling Pilgub Kaltim, Saling Geser di Bursa Cagub

Next Post

Hetifah Sjaifudian “Saya Tak Berambisi Maju”

Related Posts

Tiang Lapuk, Penampungan Sampah di Kampung Malahing Bontang Ambruk ke Laut
Bontang

Penampungan Ambruk ,DLH Bontang Tambah Jadwal Pengangkutan Sampah di Malahing

25 April 2026, 15:48
Gerindra Kaltim Semprot Rudy Mas’ud usai Bandingkan Diri dengan Hashim Djojohadikusumo
Kaltim

Gerindra Kaltim Semprot Rudy Mas’ud usai Bandingkan Diri dengan Hashim Djojohadikusumo

25 April 2026, 15:27
Mini Soccer HOP 1 Bontang Ditutup Mulai Mei, Proyek Lanjutan Rp17,5 Miliar Segera Dikerjakan
Bontang

Mini Soccer HOP 1 Bontang Ditutup Mulai Mei, Proyek Lanjutan Rp17,5 Miliar Segera Dikerjakan

25 April 2026, 14:44
Keponakan 23 Tahun Terpilih Jadi Ketua Kadin Kaltim, Rudy Mas’ud Bantah Isu KKN
Kaltim

Keponakan 23 Tahun Terpilih Jadi Ketua Kadin Kaltim, Rudy Mas’ud Bantah Isu KKN

25 April 2026, 12:30
Tujuh Saksi Dugaan Kasus Pelecehan di Ponpes Diperiksa, Polisi; Kemungkinan Bertambah
Kriminal

Dugaan Investasi Bodong Emas Digital di Bontang, Terlapor Mulai Diperiksa Polisi

25 April 2026, 11:11
Antrean Solar di SPBU Tanjung Laut Disorot, Pemkot Bontang Jadwalkan Monitoring
Bontang

Antrean Solar di SPBU Tanjung Laut Disorot, Pemkot Bontang Jadwalkan Monitoring

25 April 2026, 10:25

Terpopuler

  • Tak Sanggup Kembalikan Rp226 Juta, “Sultan UMKM” Bontang Pilih Akui Perbuatan di Sidang Perdana

    Tak Sanggup Kembalikan Rp226 Juta, “Sultan UMKM” Bontang Pilih Akui Perbuatan di Sidang Perdana

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gerindra Kaltim Semprot Rudy Mas’ud usai Bandingkan Diri dengan Hashim Djojohadikusumo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mini Soccer HOP 1 Bontang Ditutup Mulai Mei, Proyek Lanjutan Rp17,5 Miliar Segera Dikerjakan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Antrean Truk Solar di SPBU Tanjung Laut Bontang Kian Parah, Usaha Warga Terdampak

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dugaan Investasi Bodong Emas Digital di Bontang, Terlapor Mulai Diperiksa Polisi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.