• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Kaltim

Investigasi Ungkap Tanggul Tambang di Sungai Kelay Berisiko Jebol, JATAM Sebut Bom Waktu Bencana Berau

by Redaksi Bontang Post
22 Januari 2026, 15:37
in Kaltim
Reading Time: 3 mins read
0
Lubang tambang terbuka (open pit) dengan aliran utama Sungai Kelay, berdekatan, berpotensi memicu bencana ekologis serius.

Lubang tambang terbuka (open pit) dengan aliran utama Sungai Kelay, berdekatan, berpotensi memicu bencana ekologis serius.

Share on FacebookShare on Twitter

Aktivitas pertambangan batu bara di Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, kembali menjadi sorotan. Investigasi lapangan mengungkap jarak yang sangat dekat antara lubang tambang terbuka (open pit) dengan aliran utama Sungai Kelay, kondisi yang dinilai berpotensi memicu bencana ekologis serius.

Investigasi dilakukan menyusul viralnya video udara yang direkam dari pesawat, memperlihatkan kedekatan ekstrem area tambang dengan badan sungai. Penelusuran lanjutan dilakukan oleh Jaringan Penulis Alam (JPA), forum jurnalis lintas media yang fokus pada isu lingkungan dan tata kelola sumber daya alam.

Dari dokumentasi foto udara hasil investigasi, terlihat aktivitas pengerukan batu bara hanya dipisahkan oleh tanggul tanah alami yang sangat sempit dari Sungai Kelay. Kondisi tersebut dinilai berisiko tinggi, terutama saat intensitas curah hujan meningkat.

Tak hanya itu, di atas punggungan tanggul juga tampak jalur operasional kendaraan berat. Getaran dan beban kendaraan yang melintas secara terus-menerus dikhawatirkan memperlemah struktur tanggul, sehingga meningkatkan potensi longsor atau jebolnya pembatas antara sungai dan lubang tambang.

“Risikonya ganda. Jika tanggul jebol, air sungai bisa langsung menggenangi pit tambang. Sebaliknya, material tambang juga berpotensi runtuh dan mencemari sungai,” demikian catatan hasil investigasi JPA yang diperoleh media ini.

Sungai Kelay merupakan sungai utama bagi masyarakat Berau. Selain sebagai sumber air baku, sungai ini juga berfungsi sebagai jalur transportasi dan penopang utama ekosistem serta mata pencaharian warga di sepanjang alirannya.

Temuan ini mengingatkan pada peristiwa jebolnya tanggul tambang PT RUB di Kecamatan Sambaliung pada Mei 2021. Saat itu, luapan Sungai Kelay merendam pit tambang aktif dan berdampak langsung pada masyarakat, termasuk terputusnya akses darat menuju Kampung Bena Baru, pengungsian warga, serta ketiadaan sistem peringatan dini.

“Melihat kondisi saat ini, potensi kejadian serupa bisa terulang, bahkan dengan skala lebih besar. Kedalaman lubang tambang yang ada jauh lebih mengkhawatirkan,” tulis JPA dalam laporan investigasinya.

Sementara itu, Jaringan Advokasi Tambang (JATAM) Kalimantan Timur menegaskan kondisi pertambangan di Berau telah melampaui batas kewajaran risiko lingkungan. Dinamisator JATAM Kaltim, Mustari Sihombing, menyebut lubang tambang di wilayah Daerah Aliran Sungai (DAS) Kelay bahkan lebih dalam dibandingkan aliran sungainya sendiri.

“Ini bukan lagi sekadar persoalan pencemaran atau sedimentasi. Ketika lubang tambang lebih dalam dari sungai, maka kita sedang berhadapan dengan ancaman bencana nyata,” ujar Mustari.

Menurut JATAM Kaltim, Kabupaten Berau merupakan salah satu wilayah dengan kepadatan izin tambang tertinggi di Kalimantan Timur. Data overlay menunjukkan terdapat 94 konsesi tambang batu bara, dengan tujuh di antaranya berada di wilayah hulu dan tengah DAS Kelay.

Aktivitas pertambangan tersebut dinilai telah mengubah bentang alam secara masif. Pembukaan hutan, pengerukan tanah hingga puluhan meter, serta lubang tambang yang dibiarkan menganga tanpa pemulihan lingkungan memadai disebut memperbesar risiko bencana.

JATAM mencatat, lubang-lubang tambang kini berfungsi layaknya perangkap bencana. Saat hujan deras, air dari kawasan hulu yang kehilangan tutupan hutan langsung mengalir membawa lumpur, sedimen, dan limbah tambang ke Sungai Kelay. Akibatnya, pendangkalan sungai semakin parah dan ancaman banjir berulang kian nyata.

“Banjir besar pada Mei 2021 dan kejadian serupa di akhir 2025 membuktikan bahwa bencana ini bukan peristiwa alam semata, melainkan dampak kerusakan ekologis akibat tambang,” tegas Mustari.

Ia juga menyoroti pernyataan sejumlah pejabat yang menilai banjir di Berau sebagai kejadian rutin tanpa keterkaitan dengan aktivitas pertambangan. Menurutnya, pandangan tersebut justru menutup mata terhadap akar persoalan.

“Lubang tambang yang lebih dalam dari sungai adalah simbol kegagalan negara dalam melindungi ruang hidup rakyatnya,” ujarnya.

Atas kondisi tersebut, JATAM Kaltim mendesak pemerintah segera melakukan audit lingkungan menyeluruh terhadap seluruh perusahaan tambang di Berau, membekukan sementara aktivitas tambang selama proses audit, menegakkan hukum secara transparan, serta memulihkan kerusakan lingkungan akibat pertambangan batu bara.

“Jika kondisi ini terus dibiarkan, yang digali bukan hanya tanah Berau, tetapi juga masa depan dan keselamatan warganya,” pungkas Mustari. (KP)

Print Friendly, PDF & Email
Tags: tanggul jebol
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Telkomsel dan IndiHome Error Bersamaan, Dugaan Masalah Jaringan Inti Nasional

Next Post

Mantan Honorer DKUMPP Bontang Akui Penipuan SPK, Korban Rugi Rp1 Miliar

Related Posts

No Content Available

Terpopuler

  • Kronologi Dua Siswa Hidayatullah Terseret Arus Sungai Bontang hingga Meninggal

    Kronologi Dua Siswa Hidayatullah Terseret Arus Sungai Bontang hingga Meninggal

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dua Santri Ponpes Hidayatullah Bontang Tewas Diduga Terseret Arus Sungai

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • RT Bontang Barat Desak Pemkot Tunda Proyek Percantik Kota, Fokus Jalan Rusak dan Longsor

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bontang Banjir, Ini Rekayasa dan Pengalihan Lalu Lintas

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Banjir Rendam Empat Kelurahan di Bontang, 5.819 Jiwa Terdampak

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
No Result
View All Result

Komentar Terbaru

    Arsip

    • Februari 2026
    • Januari 2026
    • Desember 2025
    • November 2025
    • Oktober 2025
    • September 2025
    • Agustus 2025
    • Juli 2025
    • Juni 2025
    • Mei 2025
    • April 2025
    • Maret 2025
    • Februari 2025
    • Januari 2025
    • Desember 2024
    • November 2024
    • Oktober 2024
    • September 2024
    • Agustus 2024
    • Juli 2024
    • Juni 2024
    • Mei 2024
    • April 2024
    • Maret 2024
    • Februari 2024
    • Januari 2024
    • Desember 2023
    • November 2023
    • Oktober 2023
    • September 2023
    • Agustus 2023
    • Juli 2023
    • Juni 2023
    • Mei 2023
    • April 2023
    • Maret 2023
    • Februari 2023
    • Januari 2023
    • Desember 2022
    • November 2022
    • Oktober 2022
    • September 2022
    • Agustus 2022
    • Juli 2022
    • Juni 2022
    • Mei 2022
    • April 2022
    • Maret 2022
    • Februari 2022
    • Januari 2022
    • Desember 2021
    • November 2021
    • Oktober 2021
    • September 2021
    • Agustus 2021
    • Juli 2021
    • Juni 2021
    • Mei 2021
    • April 2021
    • Maret 2021
    • Februari 2021
    • Januari 2021
    • Desember 2020
    • November 2020
    • Oktober 2020
    • September 2020
    • Agustus 2020
    • Juli 2020
    • Juni 2020
    • Mei 2020
    • April 2020
    • Maret 2020
    • Februari 2020
    • Januari 2020
    • Desember 2019
    • November 2019
    • Oktober 2019
    • September 2019
    • Agustus 2019
    • Juli 2019
    • Juni 2019
    • Mei 2019
    • April 2019
    • Maret 2019
    • Februari 2019
    • Januari 2019
    • Desember 2018
    • November 2018
    • Oktober 2018
    • September 2018
    • Agustus 2018
    • Juli 2018
    • Juni 2018
    • Mei 2018
    • April 2018
    • Maret 2018
    • Februari 2018
    • Januari 2018
    • Desember 2017
    • November 2017
    • Oktober 2017
    • September 2017
    • Agustus 2017
    • Juli 2017
    • Juni 2017
    • Mei 2017
    • April 2017
    • Maret 2017
    • Februari 2017
    • Januari 2017
    • Desember 2016

    Kategori

    • Advertorial
    • Bontang
    • Breaking News
    • Catatan
    • Celoteh Edwin
    • Cerpen
    • Dahlan Iskan
    • Dispopar
    • DPRD Bontang
    • ekonomi
    • Entertainment
    • Feature
    • Hikmah
    • Hoaks atau Tidak?
    • Infografis
    • Internasional
    • Kaltim
    • Kesehatan
    • Kolom Redaksi
    • Kriminal
    • Kriminal
    • Kuliner
    • Lensa
    • Lifestyle
    • Lingkungan
    • Loker Bontang
    • Nasional
    • Olahraga
    • Opini
    • Pemkot Bontang
    • Pendidikan
    • Pilihan Editor
    • Politik
    • Polling
    • PON 2021 Papua
    • Pupuk Kaltim
    • Ragam
    • Society

    Meta

    • Masuk
    • Feed entri
    • Feed komentar
    • WordPress.org
    • Indeks Berita
    • Redaksi
    • Mitra
    • Disclaimer
    • Kebijakan Privasi
    • Pedoman Media Siber
    • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
    • Kontak

    © 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

    No Result
    View All Result
    • Home
    • Bontang
    • Kaltim
    • Nasional
    • Advertorial
      • Advertorial
      • Pemkot Bontang
      • DPRD Bontang
    • Ragam
      • Infografis
      • Internasional
      • Olahraga
      • Feature
      • Resep
      • Lensa
    • LIVE

    © 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.