SANGATTA – Jalan Prof. DR Wirjono Prodjodikoro kawasan Perkantoran Bukit Pelangi Sangatta Utara nyaris memakan korban. Pasalnya, jalan tersebut terbelah dua. Nyaris putus. Hanya menyisakan satu meter untuk kendaraan roda dua. Lubang dan lebar longsor cukup dalam. Sekira dua meter lebih.
Yang menjadi sorotan, ialah warga yang nyaris tertimbun tanah lantaran tidak mengetahui terjadinya longsor.
“Saat saya lewat terjadi longsor. Hampir saja saya menjadi korban. Saya kaget sekali,” kata Rudi.
Jalan yang menuju ke Dinas Perhubungan dan tembus ke Dinas PU tersebut, sebenarnya sudah lama berlubang. Hanya saja belum separah saat ini.
Meskipun begitu, tak kunjung mendapatkan perhatian. Jalan tersebut dicampakkan begitu saja. Mungkin tiba masanya, jalan ini akhirnya terbelah dua.
Beruntung, pada saat kejadian tidak menelan korban. Meskipun begitu, cukup membuat masyarakat yang sedang melintas was was. Ditambah arus lalu lintas terganggu.
“Mungkin karena beberapa hari ini hujan terus. Itukan seperti anak sungai. Karena airnya deras, akhirnya jalan ini amblas,” kata Takim warga sekitar.
Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Aswandini Eka Tirta menuturkan sudah bergerak untuk mengatasi jalan tersebut.
Bersama Dishub Kutim, jalan ditutup untuk sementara. Semua kendaraan dilarang melintas. Baik roda empat maupun dua.
“Hari ini kami kerjakan. Yakni dengan membongkar habis badan jalan dan melakukan pemasangan gorong gorong, ” katanya.
Dirinya mengaku, belum adanya pembenahan jalan tersebut lantaran belum adanya anggaran untuk perbaikan jalan tersebut.
“Tetapi kami tetap anggaran melalui pembiayaan swakelola dan menggunakan peralatan milik PU. Kami kan punya alat sendiri. Jadi biar anggaran tidak ada bisa kami kerjakan,” katanya. (dy)







