bontangpost.id – Jembatan yang menghubungkan antara gerbang sekolah menuju gedung SMP Negeri 5 Bontang nyaris lumpuh akibat dipenuhi luapan air danau. Nahas kondisi tersebut sudah lima kali terjadi sepanjang 2023.
“Kalau tidak salah jembatan itu sudah lima kali terendam,” ucap Ketua Komite SMP Negeri 5 Kartolo Rimba saat dikonfirmasi, Rabu (22/2/2023).
Diungkapkannya, luapan danau terjadi akibat intensitas hujan yang tinggi dalam beberapa hari terakhir. Pun, kondisi semakin parah dengan mampetnya gorong-gorong yang menjadi tempat pembuangan air.
“Nah disini kan dedaunan lebat. Kemungkinan gorong-gorong itu mampet karena dipenuhi daun dan material seperti lumpur. Yang belum saya ketahui di mana titik utama gorong-gorong itu,” sebutnya.
Kata dia, luapan air terjadi sejak pagi hari sekira pukul 07.00 hingga sore hari. Ketinggian air pun mencapai lutut orang dewasa alias setengah meter. Para siswa diimbau untuk mengenakan sandal ketika sekolah.
Melihat kondisi tersebut, ia sangat khawatir hal yang tidak diinginkan terjadi kepada pelajar. Seperti, adanya hewan buas dan sebagainya.
“Kan anak saya sekolah di situ juga. Jadi saya tahu. Sebagai komite pun kami khawatir juga kalau nantinya ada yang terpeleset dan lainnya,” bebernya.
Menjawab hal itu, Kepala Bidang Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Bontang Saparudin mengatakan bahwa banjir yang menggenangi jembatan sepanjang 70 meter tidak bisa dihindari. Sebab menjadi akses utama menuju gedung sekolah.
Langkah cepat yang diambil ialah dengan membuat jalan alternatif dengan cara menjebol pagar di belakang sekolah untuk mengurai intensitas banjir.
“Besok sudah kami lakukan pembongkaran pagar. Alurnya nanti akan tembus dengan SD Alam,” ungkapnya.
Berdasarkan pantauan redaksi bontangpost.id, sampai saat ini jembatan masih digenangi air. Meski begitu, redaksi berusaha mengonfirmasi Kepala SMP Negeri 5 Bontang. Namun, belum mendapat respons.
Informasi yang dihimpun, mulai besok Kamis (23/2/2022), siswa SMP Negeri 5 diminta untuk melakukan pembelajaran secara dalam jaringan (Daring) dari rumah masing-masing. (*)

