• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Kaltim

Pabrik Semen Masuk RPJMD, LSM Minta Pemerintah Tak Gegabah 

by BontangPost
31 Maret 2018, 11:34
in Kaltim
Reading Time: 3 mins read
0
FOTO WAJAH: Rustam, Pradarma Rupang(MUBIN/METRO SAMARINDA)

FOTO WAJAH: Rustam, Pradarma Rupang(MUBIN/METRO SAMARINDA)

Share on FacebookShare on Twitter

SAMARINDA – Keinginan Pemprov Kaltim memasukkan pabrik semen di Benua Etam, sepertinya bukan sekedar rencana. Pemprov diketahui telah memasukkan rencana tersebut ke dalam Rencana Pembangunan Jangka Panjang (RPJP). Terutama yang berada di Kecamatan Biduk-biduk dan Batu Putih, Kabupaten Berau.

Seperti yang sudah-sudah, langkah pemerintah tersebut mendapat reaksi penolakan dari beberapa lembaga swadaya masyarakat (LSM), termasuk dari organisasi lingkungan yang ada di Kaltim. Jaringan Advokasi Tambang (Jatam) adalah salah satu yang menyuarakan penolakan tersebut.

Dinamisator Jatam Kaltim, Pradarma Rupang meminta, supaya Pemprov Kaltim meninjau ulang rencana pembangunan semen tersebut. Menurutnya, keberadaan pabrik semen di daerah Biduk-biduk ataupun Batu Putih dapat mengancam mata pencaharian nelayan di daerah itu.

“Sudah jelas, 80 persen sampai 90 persen masyarakat di sana bekerja sebagai nelayan. Hanya sebagian kecil di bidang pariwisata. Hadirnya pabrik semen tentu akan mengubah ekosistem perikanan di daerah sekitar,” sebut Pradarma, Jumat (30/3) kemarin.

Selain itu, setelah pabrik semen dibuka, perairan di Biduk-biduk dan Batu Putih akan dijadikan lalu lintas pengangkutan batu bara. Sebab ketika pabrik semen beroperasi, maka akan membutuhkan emas hitam dalam jumlah besar. Umumnya batu bara diangkut menggunakan ponton melalui perairan, maka lalu lintas pengangkutan batu bara akan menghambat aktivitas penangkapan ikan.

“Batu bara tidak bisa datang begitu saja, pasti melewati perairan Biduk-biduk. Ketika Kapal melewati perairan itu, maka menghasilkan masalah baru. Kawasan perikanan  yang sebelumnya tidak tercemar, berlabuhnya tongkang di situ berisiko pada rusaknya terumbu karang sebagai habitat flora dan fauna,” ungkapnya.

Baca Juga:  Impor Kaltim Capai 3,75 Miliar Dolar 

Kemudian hal paling mendasar, kata Pradarma, Kaltim tidak harus membuka pabrik semen. Karena kebutuhan semen sudah tercukupi dengan masuknya pasokan yang berlimpah dari Jawa dan Sulawesi.

Kata dia, setiap tahun Kaltim membutuhkan 1,7 juta ton semen. Nyatanya kebutuhan tersebut selalu terpenuhi. “Kaltim tidak pernah mengalami kelangkaan semen. Lalu untuk apa pabrik semen dibuka?” tanyanya heran.

Begitu pula dengan kebutuhan nasional. Produksi semen dalam negeri sudah melimpah. Bahkan setiap tahun produksi semen lebih banyak daripada kebutuhan dalam negeri. Karenanya bagi daerah industri seperti Kaltim tak perlu membuka pabrik semen.

“Dilihat dari kenyataan itu, harusnya pemerintah daerah menjaga kelangsungan hidup masyarakat dengan memelihara lingkungan di sana. Tidak ada problem ekonomi di sana, karena masyarakat dapat hidup dari sektor perikanan dan pariwisata,” ucapnya.

Jika pabrik semen diizinkan beroperasi, justru akan membuka peluang munculnya pengangguran baru. “Sekarang serapan tenaga kerja dari sektor perikanan dan pariwisata sudah terbukti memberikan peluang kerja bagi masyarakat. Ketika pabrik semen dibuka, kemungkinan hanya 50 persen tenaga kerja terserap, kemudian ada peralihan profesi dari nelayan sebagai buruh pabrik. Belum tentu semua masyarakat di sana bekerja di pabrik semen. Itu namanya menambah beban pengangguran,” katanya.

Pengamat lingkungan dari Universitas Mulawarman (Unmul) Samarinda, Rustam menuturkan, rencana pembangunan pabrik semen di dua kecamatan tersebut bukan isu baru, tetapi sudah lama dicanangkan pemerintah.

Baca Juga:  Rusmadi-Ferdian Pecah Kongsi? 

Namun penerbitan izin tertunda karena munculnya riak-riak penolakan dari berbagai organisasi lingkungan. “Karena ada aksi penolakan, pemerintah mengerem supaya tidak ramai di publik. Padahal keinginan penerbitan izin itu sudah ada dari gubernur dan Bupati Berau,” sebutnya.

Penolakan pendirian pabrik semen, lanjut dia, memiliki alasan yang kuat. Daerah pesisir sangat membutuhkan karst. Pasalnya, karst sebagai sumber air tawar. Jika karst dihancurkan, maka akan mengancam sumber penghidupan masyarakat setempat.

“Masyarakat pesisir itu pasti nelayan. Karst itu menghasilkan air tawar. Adakah di sana sungai besar? Daerah Batu Putih, Sangkulirang, dan Biduk-biduk itu tidak ada sungai besar sebagai sumber air tawar, maka satu-satunya air tawar hanya berasal dari karst,” ungkapnya.

Di sisi lain, karst juga berfungsi untuk menghidupkan pohon mangrove yang tumbuh di pinggir pantai. Sebab pohon tersebut tidak bisa tumbuh tanpa air payau. Sedangkan air payau terbentuk dari air asin dan tawar yang berasal dari karst.

Ikan laut pada umumnya menjadikan mangrove sebagai habitat. Ketika karst hancur, maka sumber air tawar akan ikut terancam keberadaannya. Pada saat bersamaan, produksi air tawar akan menipis. Dalam keadaan demikian, hanya air asin yang lebih dominan.

Jika air asin yang dominan ketimbang air tawar, pelan-pelan mangrove akan mati. “Karena mangrove tidak bisa hidup hanya dengan air asin. Jika mangrove mati, habitat ikan akan terancam,” katanya.

Kata Rustam, pada umumnya ikan laut berkembang biak di hutan mangrove. Karena sumber makanan ikan sebagian besar berasal dari pohon tersebut. Bila sumber makanannya mati karena tidak tersedia air payau, pelan-pelan ikan akan punah.

Baca Juga:  Kantor Masih Banyak “Numpang” 

“Di situlah nelayan akan berkurang tangkapan ikannya. Jika tangkapan berkurang, nelayan akan berhenti menangkap ikan. Mereka beralih pada sektor lain yang belum tentu menjamin kehidupan mereka. Padahal, sebagai masyarakat pesisir, aktivitas penangkapan ikan adalah profesi utama,” tegasnya.

Alasan lain, di daerah tersebut ditemukan 35 spesies kelelawar. Beragam jenis spesien tersebut tidak sepenuhnya ada di daerah lain. Sementara itu, setiap ekor kelelawar memakan 10 jenis serangga.

“Ketika karst sebagai sumber produksi vegetasi endemik dirusak, maka kelelawar akan bermigrasi ke tempat lain. Pada saat yang sama, serangga akan berkembang biak, karena tidak ada lagi kelelawar yang memakannya,” ungkap dia.

Saat populasi serangga meningkat tajam, lama-lama akan menjadi hama. Efeknya, hama tidak hanya berbahaya bagi manusia, tapi juga bagi pertanian. “Di sinilah bahaya besar itu muncul. Itu akan sangat fatal bagi masyarakat Kaltim,” katanya.

Karena itu, dilihat dari beragam efek negatif pendirian pabrik semen tersebut, ia menyarankan Jatam dan akademisi yang berkompeten di bidangnya, agar melakukan penolakan pada penerbitan izin perusahaan tersebut.

“Bisa ditolak lewat lingkungan seperti UKL, UPL, Amdal, dan Kajian Lingkungan Hidup Strategis. Pabrik semen itu tidak bisa beroperasi tanpa izin lingkungan. Kalau perusahaan beroperasi tanpa izin lingkungan, itu namanya pidana. Bisa dituntut secara hukum,” sarannya. (*/um)

Print Friendly, PDF & Email
Tags: kaltimMetro SamarindaPabrik Semen
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Lima Cawawali NasDem Dipanggil DPP

Next Post

Elpiji 3 Kg Alami Kelangkaan 

Related Posts

Kemnaker Rilis Biaya Hidup Layak di 38 Provinsi, Kaltim Rp5,7 Juta
Kaltim

Kemnaker Rilis Biaya Hidup Layak di 38 Provinsi, Kaltim Rp5,7 Juta

24 Desember 2025, 12:08
Kaltim Masuk 10 Besar Provinsi Paling Korup, Nilai Suap Capai Rp16,36 Miliar
Kaltim

Kaltim Masuk 10 Besar Provinsi Paling Korup, Nilai Suap Capai Rp16,36 Miliar

11 Oktober 2025, 08:00
Penduduk Kaltim Tembus Rp 4,05 Juta Jiwa, Pertumbuhan Tertinggi di PPU
Bontang

Penduduk Kaltim Tembus Rp 4,05 Juta Jiwa, Pertumbuhan Tertinggi di PPU

13 Maret 2024, 10:00
Gubernur Isran Sebut Kaltim Kaya Tapi Penduduk Miskin Masih Tinggi
Bontang

Gubernur Isran Sebut Kaltim Kaya Tapi Penduduk Miskin Masih Tinggi

1 Agustus 2023, 20:51
Wali Kota Basri Masuk Bursa Calon Gubernur Kaltim dari PKB
Kaltim

Wali Kota Basri Masuk Bursa Calon Gubernur Kaltim dari PKB

17 September 2022, 19:00
Satu Terduga Teroris Ditangkap di Kaltim
Kaltim

Satu Terduga Teroris Ditangkap di Kaltim

19 Mei 2022, 16:55

Terpopuler

  • Proyek Renovasi Rujab Kaltim Rp25 Miliar Sampai ke Pusat, Kemendagri Turunkan Tim Periksa Belanja

    Proyek Renovasi Rujab Kaltim Rp25 Miliar Sampai ke Pusat, Kemendagri Turunkan Tim Periksa Belanja

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Parkiran Semrawut di Tanjung Laut Bontang, Warga Keluhkan Akses Tertutup

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 2.753 Warga Bontang Tak Lagi Ditanggung BPJS Gratis dari Pusat, Ini Solusi Pemkot

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Rute Kapal Bontang–Mamuju Segera Dibuka, ASDP Masih Hitung Biaya Operasional

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dishub Bontang Siapkan Penataan Parkir Kafe di Tanjung Laut Bontang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.