bontangpost.id – Pengelolaan sampah di Bontang masih terus dikaji. Utamanya untuk mengurangi jumlah sampah di tempat pemrosesan akhir (TPA). Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bontang rencananya akan membangun tempat pembuangan sampah terpadu (TPST) dengan pengolahan sampah 3R (Reduce, Reuse, Recycle) di setiap kelurahan.
Kepala DLH Bontang Heru Triatmojo mengatakan, TPST 3R yang dibangun juga berfungsi sebagai depo pengolahan sementara. Hal itu sejalan dengan upaya untuk mereduksi jumlah sampah sebelum dibawa ke TPA.
“Sampah yang masih bisa diolah di TPST 3R, ya diolah di sana. Jadi nanti yang dibawa ke TPA itu residunya saja,” ujarnya.
Dengan adanya TPST 3R, masyarakat di Bontang akan memiliki akses untuk mengelola sampah dengan benar. Melalui partisipasi aktif masyarakat pula, diharapkan jumlah sampah yang dihasilkan dapat berkurang secara signifikan.
Diketahui secara nasional, target terkait TPA sampah ialah pengurangan 30 persen. Sementara 70 persen lainnya ialah proses pengolahan. Sehingga dengan adanya TPST 3R, pemaksimalan penanganan sampah bisa dilakukan. Pun bisa membuat umur TPA lebih panjang. Mengingat saat ini lahan TPA pun sudah semakin sempit dengan perkiraan usia pakai lima tahun lagi.
Kendati demikian, pembangunan dan skema TPST 3R nantinya masih digodok. Pun soal penempatan, masih akan dibahas ke masing-masing kelurahan dan pihak-pihak terkait.
“Rencananya TPST 3R ditempatkan di wilayah-wilayah komunal perusahaan dan kelurahan. Tapi secara garis besar pun masih kami kaji,” pungkasnya. (*)







