bontangpost.id – Pasca putusan Mahkamah Konstitusi terkait pilkada, jumlah bakal calon pasangan berpotensi bertambah. Teranyar tiga partai telah menjalin komunikasi untuk membuat poros kelima. Tiga partai itu yakni NasDem, Hanura, dan PPP.
Ketua DPC Hanura Bontang Arif membenarkan bahwasanya pendekatan dan komunikasi sudah berjalan. Kini pihaknya tinggal menunggu restu dari DPD dan DPP Hanura.
“Semoga NasDem, Hanura, dan PPP menjadi poros kelima,” kata Arif.
Ia pun melihat setelah putusan MK ini membuat ada potensi dari parpol yang gagal lolos di parlemen. Apalagi dengan tokoh baru diharapkan bisa mendapatkan simpati dari warga Bontang.
“Kalau menurut saya masyarakat lagi mencari poros baru,” ucapnya.
Isu yang berhembus yakni untuk bacawali dipilih Ismail dari NasDem. Sementara bacawawali kader PPP Sumaryono. Pertimbangan Sumaryono karena bacawali ingin mendapatkan dukungan dari etnis jawa di Bontang.
DPD Hanura Kaltim sendiri memberikan batas pengajuan yakni 25 Agustus. Sehari kemudian pengajuan itu akan diserahkan ke DPP.
Sementara Ketua DPC PPP Bontang Sulhan mengaku sejatinya pada 19 Agustus telah menyodorkan tiga nama ke DPW PPP Kaltim. “Dari tiga nama itu sepakat ke Basri,” tutur dia.
Tetapi karena ada keputusan MK, proses perubahan komunikasi pun berjalan cepat. Bahkan DPP pun meminta dokumen Sumaryono segera dikirimkan. “Prosesnya pun cepat sekali. Jadinya seperti apa belum tahu,” sebutnya.
Diketahui NasDem 6.933 suara. Partai besutan Surya Paloh ini memiliki dua wakil di Bontang Lestari (Sekretariat DPRD Bontang). Melalui Faisal dan Muhammad Sahib. Sementara PPP mendulang 1.541 suara pada Pileg, Februari silam. Serta Hanura meraup 2.313 suara. Dua partai belakang ini tidak lolos parlemen.
Jika diakumulasi maka totalnya 10.787. Mengacu putusan MK maka gabungan partainon parlemen dapat mengusung pasangan calon jika memenuhi 10 persen suara sah pada pileg. Adapun suara sah pada pileg yakni 104.338. Artinya 10 persennya yaitu 10.434.
“Tiga parpol ini cukup untuk memenuhi syarat. Sejauh ini belum ada komunikasi dengan parpol lain,” pungkasnya. (ak)







