BONTANGPOST.ID, Bontang – Keberhasilan Kota Bontang dalam pengelolaan lingkungan, khususnya sektor persampahan, hingga meraih 15 kali Piala Adipura menjadikannya rujukan di Kalimantan Timur.
Atas capaian tersebut, Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, diundang sebagai narasumber dalam Seminar Nasional Lingkungan yang diselenggarakan Pascasarjana Universitas Mulawarman (UNMUL).
Undangan itu disampaikan saat audiensi panitia Seminar Nasional Lingkungan Pascasarjana UNMUL bersama Wali Kota Bontang, Sabtu (30/1/2026).
Koordinator Program Studi Magister Ilmu Lingkungan Pascasarjana UNMUL, Yunianto Setiawan, mengatakan pemilihan Wali Kota Bontang sebagai narasumber didasarkan pada konsistensi dan keberhasilan daerah tersebut dalam pengelolaan sampah.
“Bontang telah meraih Adipura sebanyak 15 kali. Pengalaman ini penting untuk dibagikan sebagai pembelajaran bagi daerah lain,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Neni Moerniaeni menyatakan kesiapannya menjadi narasumber pada Seminar Nasional Lingkungan yang akan digelar pada 12 Februari 2026 di Aula Hexagon Universitas Mulawarman, Samarinda.
Seminar ini mengusung tema “Peningkatan Tata Kelola dan Sinergi Para Pihak dalam Pengelolaan Sampah di Kalimantan Timur dan IKN 2026”, dengan tujuan mendorong kolaborasi antara pemerintah, akademisi, dan pemangku kepentingan lainnya.
Melalui forum tersebut, praktik pengelolaan sampah di Kota Bontang diharapkan dapat menjadi referensi bagi kabupaten/kota di Kalimantan Timur, khususnya dalam menghadapi tantangan lingkungan seiring pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN).
“Kami siap berbagi pengalaman dan mendorong sinergi semua pihak untuk menjaga kelestarian lingkungan di Kalimantan Timur,” pungkas Neni. (*)








