Jago Merah Lalap Rumah Makan
SANGATTA – Malam yang sunyi dan dingin di Sangatta Utara, seketika berubah suasana. Bunyi sirine dari kendaraan pemadam memecah keheningan malam, suara-suara warga meneriakkan “kebakaran” membuat sebagian orang terbangun dari tidur lelap.
Ya, lagi-lagi jago merah muncul di Kutim. Kali ini, terjadi di Jalan Hidayatullah RT 04, Desa Teluk Lingga, Sangatta Utara.Kejadian yang membuat satu kepala keluarga (KK) dengan empat orangkehilangan tempat tinggal itu, berlangsung kemarin (13/10), sekira pukul 02.35 Wita.
Bangunan satu unit yang terbakar, merupakan sebuah warung makan, terletak di depan rumah milik Ketua DPRD Kutim Mahyunadi. Api tak sempat membuat bangunan di sekitarnya ikuthangus. Sampai paginya, bangunan yang dijilat jago merah tersebut sudah sisa arang, seakan rata dengan tanah.
Pemilik warung tersebut adalah Jasmiah Nurbaini, seorang perempuan berusia 46 tahun yang merupakan tulang punggung keluarganya. Lainnya, ada anak-anaknya yang merupakan seorang mahasiswa bernama Tamarul (18), pelajar SMP bernama Renal (15), dan Helmi (23).Mereka saat itu dalam keadaan tertidur lelap.
Ketua RT 04 Teluk Lingga Chairul Anwar mengatakan, pada saat api mulai menyala, seorang sekuriti di rumah Ketua DPRD Mahyunadi yang menjadi saksi pertama. Dia lalu berteriak memberitahukan bahwa ada kebakaran.
“Tapi, saat itu, penghuni rumah yang terbakar sedang tidur, mungkin karena kelelahan setelah sibuk bekerja. Hingga api membesar, akhirnya mereka terbangun dan segera melarikan diri dari tempat kejadian,” terang Chairul.
Tak dinyana, kejadian tersebut membuat tangan Jasmiah ikut dijilat api, sehingga menjadi luka bakar. “Dia (Jasmiah) saat kejadian berlangsung berusaha menyelamatkan anak-anaknya, mungkin tidak merasa bahwa tangannya terbakar.Namun, luka melepuh itu sudah dibantu dengan pengobatan oleh tim PMI (Palang Merah Indonesia). Bahkan telah ada bantuan sosial dari warga sekitar langsung datang pada pagi,” ungkapnya.
Sampai matahari terbit, kesedihan keluarga kecil tersebut belum usai. Rumah mereka sudah hangus begitu saja, rata dengan tanah. Kepolisian setempat sudah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).
“Dugaan sementara, penyebab kebakaran itu adalah korsleting listrik. Tapi tidak tahu seperti apa teknisnya sehingga bisa terjadi kebakaran,” ungkap dia.
Terpisah, Kapolres Kutim AKBP Rino Eko melalui Kasat Reskrim Andika Dharma Sena mengatakan, kejadian tersebut masih terus dalam penyelidikan pihaknya. Tindakan sejauh ini, adalah mengamankan lokasi kejadian dengan melakukan olah TKP, dan mengumpulkan informasi dari saksi-saksi.
“Hasil pemeriksaan sejauh ini, penyebab kebakaran adalah karena korsleting listrik. Kami akan lanjutkan pemeriksaan,” tutur Sena, kemarin. (hd/kpg)







