<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>antrean solar Arsip - Bontang Post</title>
	<atom:link href="https://bontangpost.id/tag/antrean-solar/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://bontangpost.id/tag/antrean-solar/</link>
	<description>Mencerdaskan dan Menginspirasi</description>
	<lastBuildDate>Mon, 27 Jul 2026 12:29:10 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.1.4</generator>

<image>
	<url>https://bontangpost.id/wp-content/uploads/2018/04/bp-cropped-favicon-bpost1-2-32x32.png</url>
	<title>antrean solar Arsip - Bontang Post</title>
	<link>https://bontangpost.id/tag/antrean-solar/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Antrean Solar Bersubsidi di Bontang Berubah, Pemkot Uji Sistem Antrean Dua Hari</title>
		<link>https://bontangpost.id/antrean-solar-bersubsidi-di-bontang-berubah-pemkot-uji-sistem-antrean-dua-hari/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[BontangPost]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 27 Jul 2026 12:22:23 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bontang]]></category>
		<category><![CDATA[Antrean BBM]]></category>
		<category><![CDATA[antrean solar]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://bontangpost.id/?p=152901</guid>

					<description><![CDATA[<p>BONTANGPOST.ID, Bontang &#8211; Mekanisme antrean pembelian solar bersubsidi di SPBU Tanjung Laut mulai diatur oleh Pemkot Bontang. Langkah ini bertujuan mengurai kepadatan antrean sekaligus membatasi praktik penguasaan nomor antrean oleh pihak tertentu. Skema baru tersebut masih berstatus uji coba dan akan terus dievaluasi sebelum diterapkan secara lebih luas. Kepala Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/antrean-solar-bersubsidi-di-bontang-berubah-pemkot-uji-sistem-antrean-dua-hari/">Antrean Solar Bersubsidi di Bontang Berubah, Pemkot Uji Sistem Antrean Dua Hari</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<div class="rt-Box rt-r-my-4 w-full min-w-0">
<div class="rt-Text">
<p><strong>BONTANGPOST.ID, Bontang &#8211;</strong> Mekanisme antrean pembelian solar bersubsidi di SPBU Tanjung Laut mulai diatur oleh Pemkot Bontang. Langkah ini bertujuan mengurai kepadatan antrean sekaligus membatasi praktik penguasaan nomor antrean oleh pihak tertentu. Skema baru tersebut masih berstatus uji coba dan akan terus dievaluasi sebelum diterapkan secara lebih luas.</p>
</div>
<div class="rt-Text">
<p>Kepala Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam (PSDA) Sekkot Bontang Moch Arif Rochman mengatakan, perubahan sistem dilakukan setelah pemerintah menerima banyak keluhan dari masyarakat, terutama terkait sulitnya memperoleh nomor antrean setiap hari.</p>
</div>
<div class="rt-Text">
<p>Menurutnya, selama ini kuota antrean yang dibuka setiap hari berkisar 150 hingga 160 nomor. Kondisi tersebut membuat banyak kendaraan tidak kebagian antrean, sementara keesokan harinya mereka harus kembali bersaing dari awal.</p>
</div>
<div class="rt-Text">
<div id="iklan-desktop-rectangle1" class="rt-Box rt-r-display-none md:rt-r-display-block rt-r-w rt-r-h rt-r-min-h iklan-desktop relative left-0 right-0 mx-auto bg-gray-50 dark:bg-gray-800 rounded-md transition-all duration-300 ease-in-out transform-gpu opacity-100 mb-10 translate-y-0 overflow-visible">
<div class="rt-Box rt-r-w rt-r-min-h flex flex-1 items-center justify-center overflow-hidden rounded-md">
<div>&#8220;Untuk sementara kami mengubah metode antreannya. Kalau sebelumnya antrean dibuka untuk kebutuhan satu hari, sekarang dibuka sekaligus untuk dua hari,&#8221; kata Arif, Minggu (26/7/2026).</div>
</div>
</div>
</div>
<div class="rt-Text">
<p>Dalam skema baru itu, jumlah antrean yang diterbitkan langsung menjadi sekitar 300 nomor. Namun, nomor tersebut dibagi untuk dua hari pelayanan, masing-masing sekitar 150 kendaraan per hari. Dengan demikian, pemilik nomor antrean sudah mengetahui jadwal pengisian sejak awal dan tidak perlu kembali berebut antrean setiap hari.</p>
</div>
<div class="rt-Text">
<p>Arif menjelaskan, pola tersebut juga diharapkan dapat mengurangi peluang oknum yang selama ini diduga mampu memperoleh nomor antrean setiap hari menggunakan berbagai cara. &#8220;Kalau sistemnya dua hari sekali, otomatis kesempatan orang yang setiap hari mendapatkan antrean menjadi lebih kecil. Ini yang ingin kami kurangi,&#8221; ucapnya.</p>
</div>
<div class="rt-Text">
<div id="iklan-desktop-rectangle2" class="rt-Box rt-r-display-none md:rt-r-display-block rt-r-w rt-r-h rt-r-min-h iklan-desktop relative left-0 right-0 mx-auto bg-gray-50 dark:bg-gray-800 rounded-md transition-all duration-300 ease-in-out transform-gpu opacity-100 mb-10 translate-y-0 overflow-visible">
<div class="rt-Box rt-r-w rt-r-min-h flex flex-1 items-center justify-center overflow-hidden rounded-md">
<div>Meski demikian, pemerintah menyadari skema tersebut masih memiliki potensi kekurangan. Salah satunya apabila masyarakat gagal memperoleh nomor antrean pada periode tertentu, maka mereka harus menunggu hingga periode antrean berikutnya.</div>
</div>
</div>
<p>Karena itu, Pemkot Bontang memilih menerapkan sistem tersebut dalam bentuk uji coba terlebih dahulu sambil memantau dampaknya di lapangan. &#8220;Kami tetap evaluasi terus. Ini masih tahap percobaan. Kalau ternyata efektif dan tidak menimbulkan persoalan baru, tentu akan dilanjutkan,&#8221; tutur dia.</p>
</div>
<div class="rt-Text">
<p>Selain solusi jangka pendek, pemerintah juga menyiapkan pembenahan sistem antrean dalam jangka panjang. Saat ini Bagian Perekonomian dan SDA telah berkoordinasi dengan Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) untuk membangun sistem antrean digital yang terintegrasi.</p>
</div>
<div class="rt-Text">
<p>Melalui sistem tersebut, seluruh antrean pembelian solar di beberapa SPBU nantinya akan berada dalam satu platform sehingga setiap kendaraan hanya dapat memperoleh satu nomor antrean pada satu SPBU dalam satu periode.</p>
</div>
<div class="rt-Text">
<p>Arif menuturkan, konsep tersebut serupa dengan sistem antrean layanan di fasilitas kesehatan maupun Samsat yang telah menggunakan basis digital terpusat. &#8220;Ke depan kami ingin dibuatkan sistem yang terintegrasi. Jadi masyarakat hanya bisa memperoleh satu antrean di satu SPBU. Tidak bisa lagi hari ini mendapat antrean di satu SPBU lalu berpindah ke SPBU lain untuk mengambil antrean lagi,&#8221; terangnya.</p>
</div>
<div class="rt-Text">
<p>Menurutnya, sistem tersebut diyakini akan membuat distribusi solar bersubsidi lebih adil karena peluang setiap kendaraan memperoleh kuota menjadi lebih merata. Namun, penerapan kebijakan itu belum dapat dilakukan di seluruh SPBU penyalur solar bersubsidi. Untuk saat ini, uji coba difokuskan di SPBU Tanjung Laut karena memiliki pola distribusi yang lebih memungkinkan dibandingkan SPBU lain.</p>
</div>
<div class="rt-Text">
<p>Sementara itu, SPBU AKWI masih dalam tahap kajian lantaran pasokan solar di lokasi tersebut tidak tersedia setiap hari. Dalam satu pekan, distribusi solar hanya dilakukan sekitar dua hingga tiga kali sehingga memerlukan pengaturan berbeda. Adapun SPBU di kawasan Kilometer 3 dan Kilometer 8 belum dapat menerapkan pola serupa karena melayani banyak kendaraan lintas daerah, sehingga karakteristik antreannya dinilai lebih kompleks. <strong>(ak/riz/kp)</strong></p>
</div>
</div>
<div class="rt-Box rt-r-w sm:rt-r-w">
<div class="rt-Box">
<div id="iklan-desktop-skyscrapper" class="rt-Box rt-r-display-none md:rt-r-display-block rt-r-w rt-r-h rt-r-min-h iklan-desktop relative left-0 right-0 mx-auto bg-gray-50 dark:bg-gray-800 rounded-md transition-all duration-300 ease-in-out transform-gpu opacity-100 mb-10 translate-y-0 overflow-visible">
<div class="rt-Box rt-r-w rt-r-min-h flex flex-1 items-center justify-center overflow-hidden rounded-md"></div>
</div>
</div>
</div>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/antrean-solar-bersubsidi-di-bontang-berubah-pemkot-uji-sistem-antrean-dua-hari/">Antrean Solar Bersubsidi di Bontang Berubah, Pemkot Uji Sistem Antrean Dua Hari</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Truk Mengular hingga ke Jalan, Pertamina Tegur Pengelola SPBU Tanjung Laut Bontang</title>
		<link>https://bontangpost.id/truk-mengular-hingga-ke-jalan-pertamina-tegur-pengelola-spbu-tanjung-laut-bontang/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Dwi Kurniawan Nugroho]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 28 Apr 2026 02:01:50 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bontang]]></category>
		<category><![CDATA[antrean solar]]></category>
		<category><![CDATA[spbu bontang]]></category>
		<category><![CDATA[SPBU Tanjung Laut]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://bontangpost.id/?p=149707</guid>

					<description><![CDATA[<p>BONTANGPOST.ID, Bontang – Antrean truk pengisi solar di SPBU Tanjung Laut kembali menuai sorotan. Kendaraan yang mengantre bahkan meluber hingga ke badan jalan dan mengganggu arus lalu lintas. Pertamina Regional Kalimantan Timur pun menegur pengelola SPBU tersebut. Branch Manager (SBM) Kaltimut III Fuel Pertamina, Hermawan Bagus Prabowo, menilai pengaturan antrean belum berjalan maksimal. Menurutnya, sistem [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/truk-mengular-hingga-ke-jalan-pertamina-tegur-pengelola-spbu-tanjung-laut-bontang/">Truk Mengular hingga ke Jalan, Pertamina Tegur Pengelola SPBU Tanjung Laut Bontang</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<section class="text-token-text-primary w-full focus:outline-none [--shadow-height:45px] has-data-writing-block:pointer-events-none has-data-writing-block:-mt-(--shadow-height) has-data-writing-block:pt-(--shadow-height) [&amp;:has([data-writing-block])&gt;*]:pointer-events-auto [content-visibility:auto] supports-[content-visibility:auto]:[contain-intrinsic-size:auto_100lvh] R6Vx5W_threadScrollVars scroll-mb-[calc(var(--scroll-root-safe-area-inset-bottom,0px)+var(--thread-response-height))] scroll-mt-[calc(var(--header-height)+min(200px,max(70px,20svh)))]" dir="auto" data-turn-id="request-WEB:5bf2f287-1fed-490a-b4fa-076d991436a9-39" data-testid="conversation-turn-80" data-scroll-anchor="false" data-turn="assistant">
<div class="text-base my-auto mx-auto pb-10 [--thread-content-margin:var(--thread-content-margin-xs,calc(var(--spacing)*4))] @w-sm/main:[--thread-content-margin:var(--thread-content-margin-sm,calc(var(--spacing)*6))] @w-lg/main:[--thread-content-margin:var(--thread-content-margin-lg,calc(var(--spacing)*16))] px-(--thread-content-margin)">
<div class="[--thread-content-max-width:40rem] @w-lg/main:[--thread-content-max-width:48rem] mx-auto max-w-(--thread-content-max-width) flex-1 group/turn-messages focus-visible:outline-hidden relative flex w-full min-w-0 flex-col agent-turn">
<div class="flex max-w-full flex-col gap-4 grow">
<div class="min-h-8 text-message relative flex w-full flex-col items-end gap-2 text-start break-words whitespace-normal outline-none keyboard-focused:focus-ring [.text-message+&amp;]:mt-1" dir="auto" tabindex="0" data-message-author-role="assistant" data-message-id="c817f948-26e4-4848-806c-2e304bdfd26c" data-message-model-slug="gpt-5-3" data-turn-start-message="true">
<div class="flex w-full flex-col gap-1 empty:hidden">
<div class="markdown prose dark:prose-invert w-full wrap-break-word dark markdown-new-styling">
<p data-start="197" data-end="393"><strong data-start="197" data-end="224">BONTANGPOST.ID, Bontang</strong> <strong>–</strong> Antrean truk pengisi solar di SPBU Tanjung Laut kembali menuai sorotan. Kendaraan yang mengantre bahkan meluber hingga ke badan jalan dan mengganggu arus lalu lintas.</p>
<p data-start="395" data-end="593">Pertamina Regional Kalimantan Timur pun menegur pengelola SPBU tersebut. Branch Manager (SBM) Kaltimut III Fuel Pertamina, Hermawan Bagus Prabowo, menilai pengaturan antrean belum berjalan maksimal.</p>
<p data-start="595" data-end="721">Menurutnya, sistem antrean yang lebih tertib perlu segera diterapkan agar kendaraan tidak datang bersamaan dalam jumlah besar.</p>
<p data-start="723" data-end="877">“Minimal ada pengaturan yang jelas, misalnya menggunakan nomor antrean. Jadi kendaraan tidak datang sekaligus dan antreannya bisa lebih tertata,” ujarnya.</p>
<p data-start="879" data-end="1024">Ia menegaskan, pengelolaan antrean sepenuhnya menjadi tanggung jawab pihak SPBU. Tanpa sistem yang baik, penumpukan kendaraan akan terus terjadi.</p>
<p data-start="1026" data-end="1198">Di sisi lain, Pertamina memastikan penyaluran solar ke SPBU Tanjung Laut tetap berjalan sesuai alokasi. Tidak ada pengurangan kuota, melainkan hanya penyesuaian distribusi.</p>
<p data-start="1200" data-end="1287">“Pengalihan kuota bulanan saja. Jadi permintaan dari SPBU tetap kami penuhi,” jelasnya.</p>
<p data-start="1289" data-end="1496">Saat ini, Pertamina juga masih melakukan rekapitulasi data penyaluran BBM di wilayah Bontang. Tercatat ada tiga SPBU yang menerima pasokan solar subsidi, yakni SPBU Tanjung Laut, Kilometer 3, dan SPBU Akawy.</p>
<p data-start="1498" data-end="1582">“Data masih kami catat karena pergerakan distribusi terjadi setiap hari,” tambahnya.</p>
<p data-start="1584" data-end="1782">Sebelumnya, antrean panjang kendaraan di SPBU Tanjung Laut juga mendapat perhatian Pemerintah Kota Bontang. Dugaan awal, kondisi ini dipicu oleh gangguan distribusi serta tingginya permintaan solar.</p>
<p data-start="1784" data-end="1926">Kabag Perekonomian dan Sumber Daya Alam Setkot Bontang, Moch Arif Rochman, mengatakan pihaknya telah melakukan peninjauan sejak 22 April lalu.</p>
<p data-start="1928" data-end="2054">“Jika kondisi tidak membaik, akan kami bahas bersama lintas instansi. Monitoring akan kembali dilakukan pekan depan,” ujarnya. <strong>(*)</strong></p>
</div>
</div>
</div>
</div>
<div class="mt-3 w-full empty:hidden">
<div class="text-center"></div>
</div>
</div>
</div>
</section>
<div class="pointer-events-none -mt-px h-px translate-y-[calc(var(--scroll-root-safe-area-inset-bottom)-14*var(--spacing))]" aria-hidden="true"></div>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/truk-mengular-hingga-ke-jalan-pertamina-tegur-pengelola-spbu-tanjung-laut-bontang/">Truk Mengular hingga ke Jalan, Pertamina Tegur Pengelola SPBU Tanjung Laut Bontang</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Truk Mengular di SPBU Tanjung Laut Bontang, Kuota Solar Disinyalir Dipangkas</title>
		<link>https://bontangpost.id/truk-mengular-di-spbu-tanjung-laut-bontang-kuota-solar-disinyalir-dipangkas/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Bontang Post]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 27 Apr 2026 04:50:18 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bontang]]></category>
		<category><![CDATA[antrean solar]]></category>
		<category><![CDATA[spbu bontang]]></category>
		<category><![CDATA[SPBU Tanjung Laut]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://bontangpost.id/?p=149671</guid>

					<description><![CDATA[<p>BONTANGPOST.ID, Bontang – Antrean panjang kendaraan, khususnya truk pengangkut, di SPBU Tanjung Laut mendapat perhatian Pemerintah Kota Bontang. Dugaan sementara, kondisi ini dipicu oleh berkurangnya pasokan bahan bakar jenis solar. Kabag Perekonomian dan Sumber Daya Alam Setkot Bontang, Moch Arif Rochman, mengatakan pihaknya telah melakukan peninjauan sejak Rabu (22/4/2026). Jika kondisi tidak kunjung membaik, pembahasan [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/truk-mengular-di-spbu-tanjung-laut-bontang-kuota-solar-disinyalir-dipangkas/">Truk Mengular di SPBU Tanjung Laut Bontang, Kuota Solar Disinyalir Dipangkas</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<div class="text-base my-auto mx-auto [--thread-content-margin:var(--thread-content-margin-xs,calc(var(--spacing)*4))] @w-sm/main:[--thread-content-margin:var(--thread-content-margin-sm,calc(var(--spacing)*6))] @w-lg/main:[--thread-content-margin:var(--thread-content-margin-lg,calc(var(--spacing)*16))] px-(--thread-content-margin)">
<div class="[--thread-content-max-width:40rem] @w-lg/main:[--thread-content-max-width:48rem] mx-auto max-w-(--thread-content-max-width) flex-1 group/turn-messages focus-visible:outline-hidden relative flex w-full min-w-0 flex-col agent-turn">
<div class="flex max-w-full flex-col gap-4 grow">
<div class="min-h-8 text-message relative flex w-full flex-col items-end gap-2 text-start break-words whitespace-normal outline-none keyboard-focused:focus-ring [.text-message+&amp;]:mt-1" dir="auto" data-message-author-role="assistant" data-message-id="5b36ca07-b191-4061-ac91-c02beb816a99" data-message-model-slug="gpt-5-3">
<div class="flex w-full flex-col gap-1 empty:hidden">
<div class="markdown prose dark:prose-invert w-full wrap-break-word dark markdown-new-styling">
<p data-start="80" data-end="316"><strong data-start="80" data-end="107">BONTANGPOST.ID, Bontang</strong> <strong>–</strong> Antrean panjang kendaraan, khususnya truk pengangkut, di SPBU Tanjung Laut mendapat perhatian Pemerintah Kota Bontang. Dugaan sementara, kondisi ini dipicu oleh berkurangnya pasokan bahan bakar jenis solar.</p>
<p data-start="318" data-end="549">Kabag Perekonomian dan Sumber Daya Alam Setkot Bontang, Moch Arif Rochman, mengatakan pihaknya telah melakukan peninjauan sejak Rabu (22/4/2026). Jika kondisi tidak kunjung membaik, pembahasan lintas instansi akan segera dilakukan.</p>
<p data-start="551" data-end="627">“Kami akan lakukan monitoring lagi pekan depan,” ujarnya, Jumat (24/4/2026).</p>
<p data-start="629" data-end="863">Arif mengungkapkan, pihaknya telah berkoordinasi dengan Pertamina terkait persoalan tersebut. Berdasarkan informasi awal, terjadi pengurangan kuota distribusi solar ke SPBU Tanjung Laut, dari 16 kiloliter per hari menjadi 8 kiloliter.</p>
<p data-start="865" data-end="984">Namun demikian, ia belum dapat memastikan penyebab pengurangan tersebut karena sepenuhnya menjadi kewenangan Pertamina.</p>
<p data-start="986" data-end="1050">“Ini baru informasi awal, nanti akan kami dalami lagi,” katanya.</p>
<p data-start="1052" data-end="1282">Sebelumnya, sempat beredar informasi bahwa antrean panjang dipicu keterlambatan distribusi di SPBU Akawy selama satu hari. Dampaknya, kendaraan menumpuk di SPBU lain, termasuk Tanjung Laut. Namun antrean masih terjadi hingga kini.</p>
<p data-start="1284" data-end="1524">Terkait pengaturan antrean, pemerintah menyerahkan teknisnya kepada instansi terkait seperti Dinas Perhubungan dan Satlantas Polres Bontang. Sebelumnya, skema antrean sempat diatur melalui informasi di media sosial untuk mengurai kepadatan.</p>
<p data-start="1526" data-end="1601">“Untuk pengaturan antrean bisa dikonfirmasi ke instansi terkait,” jelasnya.</p>
<p data-start="1603" data-end="1855">Di sisi lain, kenaikan harga BBM nonsubsidi oleh pemerintah pusat juga turut menjadi sorotan. Saat ini, harga Pertamax berada di kisaran Rp12.600 per liter, Pertamax Turbo Rp19.850, dan Dexlite Rp24.150 per liter, naik signifikan dari harga sebelumnya. <strong>(ak)</strong></p>
</div>
</div>
</div>
</div>
</div>
</div>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/truk-mengular-di-spbu-tanjung-laut-bontang-kuota-solar-disinyalir-dipangkas/">Truk Mengular di SPBU Tanjung Laut Bontang, Kuota Solar Disinyalir Dipangkas</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Antrean Solar di SPBU Tanjung Laut Disorot, Pemkot Bontang Jadwalkan Monitoring</title>
		<link>https://bontangpost.id/antrean-solar-di-spbu-tanjung-laut-disorot-pemkot-bontang-jadwalkan-monitoring/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Bontang Post]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 25 Apr 2026 02:25:27 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bontang]]></category>
		<category><![CDATA[antrean solar]]></category>
		<category><![CDATA[spbu bontang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://bontangpost.id/?p=149638</guid>

					<description><![CDATA[<p>BONTANGPOST.ID, Bontang – Antrean panjang kendaraan, khususnya truk pengisi solar di SPBU Tanjung Laut, mendapat perhatian Pemerintah Kota Bontang. Pemkot memastikan akan melakukan monitoring lanjutan untuk mencari solusi atas persoalan tersebut. Kabag Perekonomian dan Sumber Daya Alam Setkot Bontang, Moch Arif Rochman, mengatakan pihaknya telah melakukan peninjauan sejak Rabu (22/4/2026) lalu. “Kalau dalam waktu dekat [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/antrean-solar-di-spbu-tanjung-laut-disorot-pemkot-bontang-jadwalkan-monitoring/">Antrean Solar di SPBU Tanjung Laut Disorot, Pemkot Bontang Jadwalkan Monitoring</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p data-start="238" data-end="475"><strong>BONTANGPOST.ID, Bontang –</strong> Antrean panjang kendaraan, khususnya truk pengisi solar di SPBU Tanjung Laut, mendapat perhatian Pemerintah Kota Bontang. Pemkot memastikan akan melakukan monitoring lanjutan untuk mencari solusi atas persoalan tersebut.</p>
<p data-start="477" data-end="627">Kabag Perekonomian dan Sumber Daya Alam Setkot Bontang, Moch Arif Rochman, mengatakan pihaknya telah melakukan peninjauan sejak Rabu (22/4/2026) lalu.</p>
<p data-start="629" data-end="785">“Kalau dalam waktu dekat tidak ada perubahan, kami akan lakukan pembahasan lebih lanjut. Kami juga akan monitoring pekan depan,” ujarnya, Jumat (24/4/2026).</p>
<p data-start="787" data-end="971">Arif mengungkapkan, pihaknya telah berkoordinasi dengan Pertamina terkait penyebab antrean. Berdasarkan informasi awal, terjadi pengurangan kuota pengiriman solar ke SPBU Tanjung Laut.</p>
<p data-start="973" data-end="1043">“Dari sebelumnya 16 kiloliter per hari menjadi 8 kiloliter,” jelasnya.</p>
<p data-start="1045" data-end="1170">Namun demikian, ia belum dapat memastikan penyebab pengurangan kuota tersebut karena sepenuhnya menjadi kewenangan Pertamina.</p>
<p data-start="1172" data-end="1231">“Ini masih informasi awal, kami akan dalami lagi,” katanya.</p>
<p data-start="1233" data-end="1443">Sebelumnya, antrean sempat dipicu keterlambatan distribusi di SPBU Akawy selama satu hari, yang menyebabkan penumpukan kendaraan di SPBU lain. Namun, kondisi antrean panjang masih terus terjadi hingga saat ini.</p>
<p data-start="1445" data-end="1590">Terkait pengaturan antrean, Arif menyebut hal tersebut menjadi kewenangan instansi teknis seperti Dinas Perhubungan dan Satlantas Polres Bontang.</p>
<p data-start="1592" data-end="1778">Sebelumnya, pengaturan antrean sempat dilakukan melalui sistem pemanggilan via media sosial. Skema ini dinilai sempat efektif karena mengurangi jumlah truk yang menumpuk di sekitar SPBU.</p>
<p data-start="1780" data-end="1863">“Untuk teknis pengaturan antrean bisa dikonfirmasi ke instansi terkait,” tambahnya.</p>
<p data-start="1865" data-end="2058">Di sisi lain, pemerintah pusat juga telah menaikkan harga BBM nonsubsidi. Saat ini, harga Pertamax berada di kisaran Rp12.600 per liter, Pertamax Turbo Rp19.850, dan Dexlite Rp24.150 per liter.<strong>(ak)</strong></p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/antrean-solar-di-spbu-tanjung-laut-disorot-pemkot-bontang-jadwalkan-monitoring/">Antrean Solar di SPBU Tanjung Laut Disorot, Pemkot Bontang Jadwalkan Monitoring</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Sanksi bagi Sopir Truk yang Melanggar, dari Penilangan hingga Blokir Barcode BBM Subsidi</title>
		<link>https://bontangpost.id/sanksi-bagi-sopir-truk-yang-melanggar-dari-penilangan-hingga-blokir-barcode-bbm-subsidi/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Bontang Post]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 27 Jul 2024 04:09:36 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bontang]]></category>
		<category><![CDATA[antrean solar]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://bontangpost.id/?p=129135</guid>

					<description><![CDATA[<p>bontangpost.id &#8211; Satlantas Polres Bontang menindak antrean truk solar di Jalan Arief Rahman Hakim Kilometer 3, pada Jumat (26/07/2024). Kapolres Bontang AKBP Alex Frestian Lumban Tobing, melalui Kanit Kamsel Satlantas Polres Bontang, Ipda Nurul Akbar mengatakan, masih ada beberapa pengendara yang melanggar arus di SPBU Kilometer 3. “Sudah berapa kali kami tegur sopir truk tapi [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/sanksi-bagi-sopir-truk-yang-melanggar-dari-penilangan-hingga-blokir-barcode-bbm-subsidi/">Sanksi bagi Sopir Truk yang Melanggar, dari Penilangan hingga Blokir Barcode BBM Subsidi</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>bontangpost.id &#8211;</strong> Satlantas Polres Bontang menindak antrean truk solar di Jalan Arief Rahman Hakim Kilometer 3, pada Jumat (26/07/2024).</p>
<p>Kapolres Bontang AKBP Alex Frestian Lumban Tobing, melalui Kanit Kamsel Satlantas Polres Bontang, Ipda Nurul Akbar mengatakan, masih ada beberapa pengendara yang melanggar arus di SPBU Kilometer 3.</p>
<p>“Sudah berapa kali kami tegur sopir truk tapi masih saja dilakukan. Ini yang terakhir kalinya kami beri teguran,”katanya</p>
<p>Satlantas juga akan memberikan sanksi kepada sopir yang masih mengulami kesalahan, seperti berupa tilangan dan akan memblokir barcode BBM solar subsidi.</p>
<p>“Kami juga sudah berkoordinasi dengan pihak pertamina. Nantinya akan diberlakukan seperti itu kepada sopir yang mengulangi kesalahannya” tuturnya</p>
<p>Sebelumnya, akun instagram SMA Negeri 3 Bontang, memberikan keluhannya melalui media sosial. ” Lagi dan lagi laka lantas terjadi di depan SMAN 3 Bontang akibat truk antre solar yang memotong jalan. Harus menunggu sampai ada korban selanjutnya dan viral dulu baru ditertibkan. Mau sampe kapan?,” tulis akun SMA Negeri 3 Bontang. <strong>(Hasyim)</strong></p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/sanksi-bagi-sopir-truk-yang-melanggar-dari-penilangan-hingga-blokir-barcode-bbm-subsidi/">Sanksi bagi Sopir Truk yang Melanggar, dari Penilangan hingga Blokir Barcode BBM Subsidi</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Antrean Truk Depan SMA 3 Bontang Dikeluhkan</title>
		<link>https://bontangpost.id/antrean-truk-depan-sma-3-bontang-dikeluhkan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[BontangPost]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 08 Jun 2024 05:06:55 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bontang]]></category>
		<category><![CDATA[Antrean BBM]]></category>
		<category><![CDATA[antrean solar]]></category>
		<category><![CDATA[Antrean truk]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://bontangpost.id/?p=127343</guid>

					<description><![CDATA[<p>bontangpost.id &#8211;  Sejumlah truk memarkirkan kendaraan di depan SMA 3 Bontang, yang terletak di Jalan Arief Rahman Hakim. Truk-truk tersebut mengantre untuk mengisi BBM yang berada di seberang sekolah. Antrean membuat nyaris separuh badan jalan tertutup. &#8220;Minta tolong pihak terkait, antrean truk kambuh lagi di depan sekolah, mengganggu lalu-lintas yg lewat, mengganggu kendaraan yg mau putar [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/antrean-truk-depan-sma-3-bontang-dikeluhkan/">Antrean Truk Depan SMA 3 Bontang Dikeluhkan</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>bontangpost.id &#8211;  </strong>Sejumlah truk memarkirkan kendaraan di depan SMA 3 Bontang, yang terletak di Jalan Arief Rahman Hakim.</p>
<p>Truk-truk tersebut mengantre untuk mengisi BBM yang berada di seberang sekolah. Antrean membuat nyaris separuh badan jalan tertutup.</p>
<p>&#8220;Minta tolong pihak terkait, antrean truk kambuh lagi di depan sekolah, mengganggu lalu-lintas yg lewat, mengganggu kendaraan yg mau putar balik di kapsulan &amp; merusak pembatas jalan di kapsulan..&#8221; tulis akun Facebook Sma Negeri Tiga Bontang.</p>
<p>Bontang Post masih berupaya untuk meminta konfirmasi kepada Dinas Perhubungan Bontang terkait antrean tersebut. <strong>(*)</strong></p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/antrean-truk-depan-sma-3-bontang-dikeluhkan/">Antrean Truk Depan SMA 3 Bontang Dikeluhkan</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Antrean di SPBU Tanjung Laut Kembali Mengular, Ternyata karena Ini</title>
		<link>https://bontangpost.id/antrean-di-spbu-tanjung-laut-kembali-mengular-ternyata-karena-ini/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Lutfi Rahmatunnisa']]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 07 Oct 2023 10:22:34 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bontang]]></category>
		<category><![CDATA[antrean solar]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://bontangpost.id/?p=119912</guid>

					<description><![CDATA[<p>bontangpost.id &#8211; Antrean panjang kendaraan di sejumlah SPBU Bontang kembali terlihat. Salah satunya di SPBU Tanjung Laut, Jalan Jendral Soedirman. Sejauh pantauan lokasi, antrean kendaraan roda empat terlihat sejak pagi hari pada lajur pengisian BBM jenis solar. Lalu antrean mulai menyusut saat malam hari. Antrean tersebut didominasi oleh truk dan mobil. Panjang antrean pun hingga [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/antrean-di-spbu-tanjung-laut-kembali-mengular-ternyata-karena-ini/">Antrean di SPBU Tanjung Laut Kembali Mengular, Ternyata karena Ini</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p class="p1"><span class="s1"><strong>bontangpost.id &#8211;</strong> Antrean panjang kendaraan di sejumlah SPBU Bontang kembali terlihat. Salah satunya di SPBU Tanjung Laut, Jalan Jendral Soedirman.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Sejauh pantauan lokasi, antrean kendaraan roda empat terlihat sejak pagi hari pada lajur pengisian BBM jenis solar. Lalu antrean mulai menyusut saat malam hari.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Antrean tersebut didominasi oleh truk dan mobil. Panjang antrean pun hingga Kantor Pelayanan Pajak Prarama Bontang atau sekitar 300 meter dari SPBU.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Salah seorang petugas SPBU yang enggan disebutkan identitasnya mengungkapkan antrean kendaraan terjadi akibat adanya kebijakan baru dari Pertamina pusat. Yang mana setiap pemilik kendaraan diminta untuk menggunakan aplikasi pada setiap pengisian.</span></p>
<p>Dari aplikasi tersebut, pengendara harus mendaftarkan diri untuk mendapatkan nomor antrean. Jika tidak mendapat nomor antrean maka tidak bisa melakukan pengisian BBM jenis solar.</p>
<p>&#8220;Mereka yang mau mengisi solar di sini harus daftar dulu lewat aplikasi. Seperti antrean di rumah sakit gitu harus pakai nomor. Kalau sudah mendekati nomornya kami panggil mobilnya. Jadi langsung ngantre,&#8221; bebernya, Sabtu (7/10/2023).</p>
<p>Sementara itu, salah seorang pengendara truk Sunarno mengaku ribet dengan sistem yang diterapkan saat ini. Sebab, harus rebutan mendapat nomor antrean melalui aplikasi.</p>
<p>Tak hanya itu, selain harus menggunakan aplikasi, pengguna kendaraan BBM solar juga harus memiliki fuel card dan kartu barcode. Bila salah satunya tidak ada maka tidak bisa melakukan pengisian solar.</p>
<p>Kata Sunarno, mendapat nomor antrean saja tidak menjamin mendapat jatah solar. Sebab, acap kali usai mengantongi nomor antrean, ia beberapa kali tidak mendapat solar.</p>
<p>&#8220;Walaupun sudah daftar pagi-pagi sekali belum tentu dapat solar. Saya dua kali ngantre di kilo enam dan di sini enggak dapat solar. Padahal dapat nomor antrean. Kalau kaya gitu rugi waktu. Sudah ngantre enggak kerja pula,&#8221; urainya.</p>
<p>Kendati sistem yang ada saat ini dinilai ribet, ia mengaku pasrah dan mengikuti aturan yang ada.</p>
<p>&#8220;Mau bagaimana lagi. Namanya sudah diatur. Saya selalu mengisi solar maksimal. Walaupun paling banyak saya mendapat 80 liter saja. Padahal kapasitas tank saya 120 liter,&#8221; tutupnya. <strong>(*) </strong></p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/antrean-di-spbu-tanjung-laut-kembali-mengular-ternyata-karena-ini/">Antrean di SPBU Tanjung Laut Kembali Mengular, Ternyata karena Ini</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Dukung Kebijakan Baru Penyaluran Solar, AH;  Penambahan Kuota Solar Perlu Dilakukan</title>
		<link>https://bontangpost.id/dukung-kebijakan-baru-penyaluran-solar-ah-penambahan-kuota-solar-perlu-dilakukan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Bontang Post]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 11 Sep 2022 13:00:17 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bontang]]></category>
		<category><![CDATA[antrean solar]]></category>
		<category><![CDATA[bbm bersubsidi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://bontangpost.id/?p=104450</guid>

					<description><![CDATA[<p>bontangpost.id &#8211; Anggota DPRD Bontang ramai-ramai mendukung kebijakan baru yang diterapkan SPBU Bontang terkait penyaluran BBM jenis solar sejak, Sabtu (10/9) kemarin. Wakil Ketua DPRD Bontang Agus Haris berpendapat bahwa langkah yang diambil oleh Pemkot Bontang sudah tepat. Untuk membenahi karut marut antrean solar subsidi di SPBU Bontang. &#8220;Ini bagian dari solusi atas permasalahan yang [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/dukung-kebijakan-baru-penyaluran-solar-ah-penambahan-kuota-solar-perlu-dilakukan/">Dukung Kebijakan Baru Penyaluran Solar, AH;  Penambahan Kuota Solar Perlu Dilakukan</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>bontangpost.id &#8211;</strong> Anggota DPRD Bontang ramai-ramai mendukung kebijakan baru yang diterapkan SPBU Bontang terkait penyaluran BBM jenis solar sejak, Sabtu (10/9) kemarin.</p>
<p>Wakil Ketua DPRD Bontang Agus Haris berpendapat bahwa langkah yang diambil oleh Pemkot Bontang sudah tepat. Untuk membenahi karut marut antrean solar subsidi di SPBU Bontang.</p>
<p>&#8220;Ini bagian dari solusi atas permasalahan yang selama ini terjadi. Akhirnya ada keputusan yang dibuat pemerintah untuk menjawab keluhan warganya,&#8221; ucap legislator yang disapa AH ini.</p>
<p>Terpusatnya pengisian solar bagi kendaraan besar di  SPBU Km 3 Jalan Arif Rahman Hakim dan Km 8 Jalan Poros Bontang-Samarinda perlu mendapat perhatian lebih.</p>
<p>Ada dua hal yang perlu dilakukan pemerintah untuk memastikan penyaluran di dua SPBU itu berjalan lancar. Yakni menjamin ketersedian solar serta adanya pengawasan yang dilakukan oleh aparat keamanan.</p>
<p>Menurut politikus Gerindra itu, 8 ton liter solar per hari yang disediakan SPBU belum mencukupi kebutuhan solar kendaraan besar.  Untuk itu, dia meminta pemkot untuk melakukan koordinasi ke pihak Pertamina perihal penambahan kuota solar untuk Bontang.</p>
<p>&#8220;Tidak menutup kemungkinan kendaraan besar dari luar daerah akan singgah untuk melakukan pengisian di dua SPBU tersebut. Maka dari itu penambahan kuota perlu dilakukan. Apalagi satu kendaraan besar yang menggunakan fuel card merah menampung 150 liter dalam sekali pengisian,&#8221; urainya.</p>
<p>Pengawasan ketat kepada dua SPBU itu menurutnya perlu dilakukan agar praktik penimbunan BBM bersubsidi tidak terjadi lagi.</p>
<p>&#8220;Kalau kuota ditambah otomatis pengawasan juga harus ditambah. Kejadian sebelumnya harus dijadikan pertimbangan untuk hal ini,&#8221; tandasnya.</p>
<p>Dukungan lain datang dari anggota Komisi III DPRD Bontang Faisal. Ia mengaku sangat mengapresiasi keputusan Pemkot atas perubahan jam penyaluran yang sebelumnya pukul 14.00 menjadi pukul 08.00 Wita. Sebab dinilai mampu mengurai kemacetan akibat antrean kendaraan.</p>
<p>&#8220;Semoga dengan dibukanya jam penyaluran baru bisa mengurai kemacetan dan antrean,&#8221; ujarnya, Ahad (11/9/202).</p>
<p>Meski mendukung kebijakan tersebut, Faisal meminta pemerintah untuk tidak mengabaikan evaluasi dalam pekan pertama.</p>
<p>Menurutnya, hal itu perlu menjadi atensi agar kebijakan baru tidak terkesan sia-sia. Ia khawatir keluhan masyarakat khususnya pelaku usaha kembali mencuat akibat antrean kendaraan yang menutupi usaha mereka.</p>
<p>&#8220;Kalau dalam beberapa hari ini mampu mengurai kemacetan maka silakan dilanjut. Tapi, kalau kondisinya masih sama sebaiknya jadwal semula diterapkan kembali,&#8221; sebutnya. <strong>(*)</strong></p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/dukung-kebijakan-baru-penyaluran-solar-ah-penambahan-kuota-solar-perlu-dilakukan/">Dukung Kebijakan Baru Penyaluran Solar, AH;  Penambahan Kuota Solar Perlu Dilakukan</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Urai Antrean, Polres Bontang Usul Penyaluran Solar Jam 12 Malam</title>
		<link>https://bontangpost.id/urai-antrean-polres-bontang-usul-penyaluran-solar-jam-12-malam/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Yulianti Basri]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 01 Sep 2022 09:37:14 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bontang]]></category>
		<category><![CDATA[antrean solar]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://bontangpost.id/?p=104012</guid>

					<description><![CDATA[<p>bontangpost.id &#8211; Penerapan fuel card di seluruh SPBU Bontang, ternyata tak mampu mengurai kemacetan di Bontang. Kondisi ini pun banyak dikeluhkan oleh masyarakat maupun pedagang yang terkena imbas, akibat antrean menghalangi tempat usaha mereka. Kapolres Bontang AKBP Yusep Dwi Prastiya menyebut, ada beberapa skema baru yang direkomendasikan pihaknya kepada pemerintah maupun pertamina, guna mengurai antrean di [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/urai-antrean-polres-bontang-usul-penyaluran-solar-jam-12-malam/">Urai Antrean, Polres Bontang Usul Penyaluran Solar Jam 12 Malam</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>bontangpost.id &#8211; </strong>Penerapan fuel card di seluruh SPBU Bontang, ternyata tak mampu mengurai kemacetan di Bontang. Kondisi ini pun banyak dikeluhkan oleh masyarakat maupun pedagang yang terkena imbas, akibat antrean menghalangi tempat usaha mereka.</p>
<p>Kapolres Bontang AKBP Yusep Dwi Prastiya menyebut, ada beberapa skema baru yang direkomendasikan pihaknya kepada pemerintah maupun pertamina, guna mengurai antrean di setiap SPBU.</p>
<p>Yang pertama yakni penyaluran BBM bersubsidi jenis solar diusulkan pukul 00.00. Mengingat, solar tiba di Bontang sekira pukul 18.00 hingga 21.00. Adapun pengisian kerap membutuhkan waktu sekira satu jam. Sehingga memungkinkan jika penyaluran dilakukan pada pukul 00.00. Menurutnya, di jam itu, tidak banyak aktivitas masyarakat.</p>
<p>&#8220;Mengurangi komplain masyarakat, juga berdampak baik terhadap keamanan dan kerawanan lalu lintas, sudah tidak banyak kendaraan melintas,&#8221; ungkapnya usai memimpin rapat koordinasi antisipasi kenaikan BBM bersama instansi terkait dari Pemkot Bontang dan stakeholder, Kamis (1/9/2022).</p>
<p>Selanjutnya, setiap SPBU juga diminta ikut bertanggung jawab atas antrean mengular yang kerap terjadi. Masing-masing SPBU diminta menurunkan pihak keamanan untuk ikut mengatur antrean. Sekaligus menyiapkan rambu-rambu seperti halnya traffic cone.</p>
<p>&#8220;Ini tanggung jawab bersama tidak hanya polisi dan Dishub Bontang saja, jadi bukan hanya tentang bisnis,&#8221; katanya.</p>
<p>Sementara Ketua Persatuan Leveransir Bahan Bangunan (PLBB) Ical justru menilai usulan tersebut kurang pas, mengingat fuel card hanya berlaku hingga pukul 00.00. Dia menyarankan agar jam pendistribusian solar di Bontang dapat dimajukan dari semula pukul 14.00 menjadi pukul 12.00 siang. Hal ini menurutnya lebih dapat mengurai antrean. Jika jam penyaluran bersamaan dengan SPBU yang ada di luar Bontang, seperti di Kenari KM 24 jalan poros Bontang.</p>
<p>&#8220;Di sana (SPBU jalan poros Bontang) mulai penyaluran jam 10.00 sampai jam 14.00, otomatis, setelah dari sana mereka ikut antre lagi truk-truk dari luar Bontang itu, karena kan dibatasi kapasitasnya, sementara tangki belum penuh,&#8221; jelasnya.</p>
<p>Sebelumnya, Dinas Perhubungan Bontang berencana menghapus jadwal pengisian BBM solar subsidi di semua SPBU. Penghapusan jadwal pengisian itu sebagai upaya untuk menekan jumlah antrean truk di SPBU. <strong>(*)</strong></p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/urai-antrean-polres-bontang-usul-penyaluran-solar-jam-12-malam/">Urai Antrean, Polres Bontang Usul Penyaluran Solar Jam 12 Malam</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>750 Kendaraan Kantongi Fuel Card, Pemkot Bontang Wacanakan Perubahan Jam Antrean</title>
		<link>https://bontangpost.id/750-kendaraan-kantongi-fuel-card-pemkot-bontang-wacanakan-perubahan-jam-antrean/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Lutfi Rahmatunnisa']]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 14 Aug 2022 07:03:26 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bontang]]></category>
		<category><![CDATA[antrean solar]]></category>
		<category><![CDATA[Fuel card]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://bontangpost.id/?p=103263</guid>

					<description><![CDATA[<p>bontangpost.id &#8211;  Sebanyak 750 kendaraan di telah mengantongi fuel card untuk pengisian BBM jenis solar bersubsidi. &#8220;Kalau SPBU Kilometer tiga besok baru menerapkan fuel card. Sesuai jadwal sebelumnya harusnya sih hari ini,&#8221;  ujar petugas Bank Rakyat Indonesia (BRI) Uli, Ahad (14/8/2022). Menanggapi hal tersebut, Asisten Ekonomi Kota Bontang Taufik merasa bersyukur lantaran berdampak positif terutama [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/750-kendaraan-kantongi-fuel-card-pemkot-bontang-wacanakan-perubahan-jam-antrean/">750 Kendaraan Kantongi Fuel Card, Pemkot Bontang Wacanakan Perubahan Jam Antrean</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p class="p1"><span class="s1"><strong>bontangpost.id &#8211; </strong> </span><span class="s2">Sebanyak 750 kendaraan di telah mengantongi fuel card untuk pengisian BBM jenis solar bersubsidi. </span></p>
<p class="p1"><span class="s2">&#8220;Kalau SPBU Kilometer tiga besok baru menerapkan fuel card. Sesuai jadwal sebelumnya harusnya sih hari ini,&#8221;  ujar petugas Bank Rakyat Indonesia (BRI) Uli, Ahad (14/8/2022). </span></p>
<p class="p1"><span class="s2">Menanggapi hal tersebut, Asisten Ekonomi Kota Bontang Taufik merasa bersyukur lantaran berdampak positif terutama bagi pengguna jalan. Yang mana antrean kendaraan terlihat lengang di bahu jalan. </span></p>
<p class="p1"><span class="s2">Dengan begitu, pengguna jalan raya tak lagi khawatir akan kemacetan akibat kendaraan yang mengular. &#8220;Meski antrean tetap ada tapi tidak separah sebelum menerapkan fuel card,&#8221; ucap Taufik. </span></p>
<p class="p1"><span class="s2">Kondisi pengisian solar menggunakan fuel card diBontang kian tertib. Taufik berencana melakukan evaluasi dengan pihak Pertamina serta seluruh pengelola SPBU di Bontang untuk mengatur kembali jam operasional BBM Solar. Sebelumnya, kendaraan berbahan bakar solar hanya bisa melakukan pengisian pukul 14.00 siang. </span></p>
<p class="p1"><span class="s2">&#8220;Dalam waktu dekat akan kami rapatkan. Kami akan bahas apakah jam operasionalnya bisa diubah atau tidak. Semoga saja jam operasionalnya bisa diubah,&#8221; bebernya. </span></p>
<p class="p1"><span class="s2">Terpisah, Sales Branch Manajer III Kaltimut Roby Kurniawan menyambut baik wacana kebijakan tersebut. Pada dasarnya, hal itu bisa diterpakan berdasarkan kondisi di lapangan dan keputusan bersama. </span></p>
<p class="p1"><span class="s2">&#8220;Tinggal SPBU Kilometer 8 yang belum. Karena itu masuk SPBU area Bontang. Kalau semua sudah menerapkan baru bisa dievaluasi,&#8221; tuturnya. </span><span class="s1">(*)</span></p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/750-kendaraan-kantongi-fuel-card-pemkot-bontang-wacanakan-perubahan-jam-antrean/">750 Kendaraan Kantongi Fuel Card, Pemkot Bontang Wacanakan Perubahan Jam Antrean</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
