<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>bandara samarinda Arsip - Bontang Post</title>
	<atom:link href="https://bontangpost.id/tag/bandara-samarinda/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://bontangpost.id/tag/bandara-samarinda/</link>
	<description>Mencerdaskan dan Menginspirasi</description>
	<lastBuildDate>Mon, 03 Aug 2026 00:34:39 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.1.4</generator>

<image>
	<url>https://bontangpost.id/wp-content/uploads/2018/04/bp-cropped-favicon-bpost1-2-32x32.png</url>
	<title>bandara samarinda Arsip - Bontang Post</title>
	<link>https://bontangpost.id/tag/bandara-samarinda/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Kaltim Siapkan Jalur Kereta Api, Bandara APT Pranoto Bakal Terhubung Langsung ke IKN</title>
		<link>https://bontangpost.id/kaltim-siapkan-jalur-kereta-api-bandara-apt-pranoto-bakal-terhubung-langsung-ke-ikn/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Bontang Post]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 03 Aug 2026 00:00:49 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kaltim]]></category>
		<category><![CDATA[bandara apt pranoto samarinda]]></category>
		<category><![CDATA[bandara samarinda]]></category>
		<category><![CDATA[kereta api]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://bontangpost.id/?p=153038</guid>

					<description><![CDATA[<p>BONTANGPOST.ID, Samarinda – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur mulai menyiapkan pengembangan jaringan perkeretaapian yang akan menghubungkan sejumlah wilayah strategis, termasuk Bandara APT Pranoto Samarinda dengan Ibu Kota Nusantara (IKN). Rencana tersebut tertuang dalam Peraturan Gubernur (Pergub) Kalimantan Timur Nomor 60 Tahun 2025 tentang Rencana Induk Perkeretaapian Daerah. Secara keseluruhan, panjang jaringan rel yang direncanakan mencapai 1.579,54 [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/kaltim-siapkan-jalur-kereta-api-bandara-apt-pranoto-bakal-terhubung-langsung-ke-ikn/">Kaltim Siapkan Jalur Kereta Api, Bandara APT Pranoto Bakal Terhubung Langsung ke IKN</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p class="isSelectedEnd"><strong>BONTANGPOST.ID, Samarinda</strong> <strong>–</strong> Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur mulai menyiapkan pengembangan jaringan perkeretaapian yang akan menghubungkan sejumlah wilayah strategis, termasuk Bandara APT Pranoto Samarinda dengan Ibu Kota Nusantara (IKN).</p>
<p class="isSelectedEnd">Rencana tersebut tertuang dalam Peraturan Gubernur (Pergub) Kalimantan Timur Nomor 60 Tahun 2025 tentang Rencana Induk Perkeretaapian Daerah. Secara keseluruhan, panjang jaringan rel yang direncanakan mencapai 1.579,54 kilometer untuk mendukung konektivitas antardaerah sekaligus memperkuat jaringan transportasi menuju IKN.</p>
<p class="isSelectedEnd">Kepala Bidang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Dinas Perhubungan Kalimantan Timur, Heru Sentosa, mengatakan jalur kereta api dari Bandara APT Pranoto menuju IKN telah masuk dalam rencana pengembangan. Selain itu, jaringan kereta di kawasan IKN juga akan diintegrasikan dengan jalur utama Trans Kalimantan sebagai jalur pengumpan (<em>feeder</em>).</p>
<p class="isSelectedEnd">Menurutnya, integrasi tersebut diharapkan mampu meningkatkan mobilitas penumpang sekaligus memperlancar distribusi logistik menuju kawasan industri, pelabuhan, dan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru di Kalimantan.</p>
<p class="isSelectedEnd">Sejumlah koridor strategis juga telah dipetakan dalam pergub tersebut. Di antaranya jalur Tabang–Pelabuhan Santan Bontang sepanjang 216,50 kilometer, Bandara APT Pranoto–Tenggarong sepanjang 31,34 kilometer, hingga jaringan menuju Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Maloy, Sangatta, Tanjung Redeb, Mahakam Ulu, dan perbatasan Kalimantan Barat.</p>
<p class="isSelectedEnd">Apabila seluruh jaringan tersebut terealisasi, kereta api diproyeksikan menjadi tulang punggung transportasi darat baru di Kalimantan. Moda ini diharapkan mampu menekan biaya logistik sekaligus memperlancar distribusi komoditas unggulan seperti batu bara, hasil perkebunan, dan peti kemas.</p>
<p class="isSelectedEnd">Dari sisi teknis, jaringan perkeretaapian dirancang menggunakan lebar rel standar internasional 1.435 milimeter. Dengan spesifikasi tersebut, kereta penumpang diproyeksikan dapat melaju hingga 160 kilometer per jam, sedangkan kereta barang hingga 100 kilometer per jam.</p>
<p class="isSelectedEnd">Pendanaan proyek akan menggabungkan berbagai sumber, mulai dari APBN, APBD sesuai kewenangan, hingga investasi pemerintah bersama badan usaha.</p>
<p class="isSelectedEnd">Selain kereta konvensional, Pemprov Kaltim juga membuka peluang penerapan moda transportasi berteknologi tinggi dan rendah emisi. Beberapa opsi yang dipertimbangkan antara lain kereta listrik, <em>Autonomous Rapid Transit</em> (ART), kereta gantung, kereta <em>maglev</em>, hingga kereta berbahan bakar hidrogen yang disesuaikan dengan kondisi geografis Kalimantan.</p>
<p>Pengamat transportasi Universitas Tanjungpura, Said, menilai pembangunan jaringan kereta api di Kalimantan merupakan langkah realistis seiring meningkatnya kebutuhan angkutan logistik setelah hadirnya IKN. Namun, ia mengingatkan keberhasilan proyek sangat bergantung pada konsistensi kebijakan, penyelesaian pembebasan lahan, serta kemampuan pemerintah menarik minat investor agar proyek Kereta Api Trans Kalimantan dapat terealisasi. <strong>(prokal)</strong></p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/kaltim-siapkan-jalur-kereta-api-bandara-apt-pranoto-bakal-terhubung-langsung-ke-ikn/">Kaltim Siapkan Jalur Kereta Api, Bandara APT Pranoto Bakal Terhubung Langsung ke IKN</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Bukan Temindung, Inilah Bandara Pertama di Samarinda</title>
		<link>https://bontangpost.id/bukan-temindung-inilah-bandara-pertama-di-samarinda/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Bontang Post]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 03 Jan 2026 04:02:25 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kaltim]]></category>
		<category><![CDATA[bandara samarinda]]></category>
		<category><![CDATA[temindung]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://bontangpost.id/?p=146083</guid>

					<description><![CDATA[<p>BONTANGPOST.ID, Samarinda &#8211; Sebelum Bandara Temindung resmi dibuka pada 1974, Kota Samarinda ternyata sudah lebih dulu mencicipi transportasi udara. Bedanya, pesawat tidak mendarat di daratan, melainkan di Sungai Mahakam. Sungai terpanjang di Kalimantan itu menjadi lokasi pendaratan pesawat amfibi jenis Catalina yang bahkan pernah membawa Presiden pertama Republik Indonesia, Sukarno. Fakta tersebut menjadikan Mahakam sebagai [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/bukan-temindung-inilah-bandara-pertama-di-samarinda/">Bukan Temindung, Inilah Bandara Pertama di Samarinda</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p data-start="129" data-end="322"><strong>BONTANGPOST.ID, Samarinda &#8211;</strong> Sebelum Bandara Temindung resmi dibuka pada 1974, Kota Samarinda ternyata sudah lebih dulu mencicipi transportasi udara. Bedanya, pesawat tidak mendarat di daratan, melainkan di Sungai Mahakam.</p>
<p data-start="324" data-end="592">Sungai terpanjang di Kalimantan itu menjadi lokasi pendaratan pesawat amfibi jenis Catalina yang bahkan pernah membawa Presiden pertama Republik Indonesia, Sukarno. Fakta tersebut menjadikan Mahakam sebagai bagian penting dalam sejarah penerbangan di Kalimantan Timur.</p>
<p data-start="594" data-end="861">Penulis buku <em data-start="607" data-end="663">Sungai Mahakam Dalam Arus Sejarah dan Budaya Samarinda</em>, Muhammad Sarip, menyebut Sungai Mahakam sebagai “bandara pertama” Kota Tepian. Menurutnya, pada era 1960-an, pesawat amfibi Catalina kerap digunakan sebagai sarana transportasi udara di Samarinda.</p>
<p data-start="863" data-end="1167">Bentangan sungai yang lebar dengan arus relatif tenang menjadikan Mahakam lokasi pendaratan yang ideal bagi pesawat amfibi. Namun, penggunaan sungai sebagai lapangan terbang tidak berlangsung lama. Kontak air yang terus-menerus dengan bodi dan mesin pesawat menyebabkan peralatan cepat mengalami keausan.</p>
<p data-start="1169" data-end="1308">Kondisi tersebut mendorong kebutuhan akan landasan darat, yang kemudian diwujudkan melalui pembangunan Bandara Temindung pada awal 1970-an.</p>
<p data-start="1310" data-end="1637">Momen paling bersejarah dari era “bandara sungai” terjadi pada 1949, saat Presiden Sukarno berkunjung ke Samarinda menggunakan pesawat amfibi PB Catalina. Sarip mencatat, pesawat tersebut merupakan satu dari delapan unit hibah bekas Angkatan Udara Hindia Belanda yang diterima pemerintah Indonesia setelah pengakuan kedaulatan.</p>
<p data-start="1639" data-end="1869">Pesawat Catalina memiliki dimensi cukup mencolok untuk ukuran pesawat sungai, dengan panjang 19,35 meter, tinggi 6,85 meter, dan bentang sayap mencapai 31,69 meter. Dua baling-baling besar terpasang di sisi kiri dan kanan pesawat.</p>
<p data-start="1871" data-end="2057">Saat mendarat di tengah Sungai Mahakam, Presiden Sukarno tidak langsung turun ke daratan. Ia berpindah ke kapal kecil yang menjemputnya menuju batang, sebutan lokal untuk dermaga sungai.</p>
<p data-start="2059" data-end="2433">Pendaratan pesawat Catalina kembali tercatat pada 17 September 1950. Peristiwa serupa juga terdokumentasi dalam foto wartawan Belanda, Oltmans Willie, pada 19 Juli 1957. Dalam foto-foto tersebut, Bung Karno terlihat mengenakan kacamata hitam dan memegang payung hitam saat menaiki kapal kecil menuju dermaga Samarinda, dengan latar kapal-kapal dan bangunan di tepian sungai.</p>
<p data-start="2435" data-end="2593">Di dalam kapal yang sama, tampak pula Aji Pangeran Tumenggung Pranoto, Gubernur pertama Kalimantan Timur, yang mendampingi Presiden dalam perjalanan tersebut.</p>
<p data-start="2595" data-end="2794">“Dua kali pendaratan pesawat yang membawa kepala negara pertama di Mahakam semakin mengukuhkan sungai ini sebagai lokasi penuh nostalgia dan bernilai sejarah dalam penerbangan Indonesia,” ujar Sarip.</p>
<p data-start="2796" data-end="3138">Kini Sungai Mahakam tak lagi menjadi lokasi pendaratan pesawat. Namun, jejak sejarah itu masih tersimpan dalam ingatan kolektif. Setelah Bandara Temindung beroperasi pada 1974, aktivitas penerbangan beralih dari sungai ke daratan. Temindung kemudian digantikan oleh Bandara APT Pranoto yang melayani penerbangan Samarinda hingga saat ini. <strong>(KP)</strong></p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/bukan-temindung-inilah-bandara-pertama-di-samarinda/">Bukan Temindung, Inilah Bandara Pertama di Samarinda</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Tahun Depan, Halaman Bandara APT Pranoto Dipercantik</title>
		<link>https://bontangpost.id/tahun-depan-halaman-bandara-apt-pranoto-dipercantik/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Bontang Post]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 02 Oct 2021 01:05:22 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kaltim]]></category>
		<category><![CDATA[bandara APT Pranoto]]></category>
		<category><![CDATA[bandara samarinda]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://bontangpost.id/?p=91030</guid>

					<description><![CDATA[<p>bontangpost.id &#8211; Pembangunan taxiway atau jalur penghubung landasan pacu (runway) dengan apron (areal parkir pesawat) di Bandara APT Pranoto Samarinda ditargetkan rampung tahun ini. Hingga akhir September 2021, progres kegiatan yang dibiayai dengan skema Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) atau Sukuk Negara 2021 ini, sudah 60 persen. Untuk diketahui, pembangunan pararel dan right angle taxiway Bandara APT Pranoto Samarinda merupakan tender tidak mengikat. [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/tahun-depan-halaman-bandara-apt-pranoto-dipercantik/">Tahun Depan, Halaman Bandara APT Pranoto Dipercantik</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>bontangpost.id &#8211;</strong> Pembangunan <em>taxiway </em><em>atau </em>jalur penghubung landasan pacu (<em>runway</em>) dengan <em>apron</em> (areal parkir pesawat) di Bandara APT Pranoto Samarinda ditargetkan rampung tahun ini. Hingga akhir September 2021, progres kegiatan yang dibiayai dengan skema Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) atau Sukuk Negara 2021 ini, sudah 60 persen.</p>
<p>Untuk diketahui, pembangunan <em>pararel</em> dan <em>right angle taxiway</em> Bandara APT Pranoto Samarinda merupakan tender tidak mengikat. Dikerjakan PT Subota International Contractor asal Jakarta Pusat dengan total anggaran Rp 88,62 miliar. “Sempat ada <em>review </em>dokumen. Tapi progresnya cukup bagus. Hampir 60 persen. Jadi tidak usah dikhawatirkan. Insyaallah Desember nanti sudah bisa selesai,” kata Kepala Kantor Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) Kelas I Bandara APT Pranoto Samarinda Agung Pracayanto kepada <em>Kaltim Post (induk bontangpost.id), </em>Rabu (29/9).</p>
<p>Spesifikasi panjang <em>taxiway </em>yang dibangun adalah18 meter x 148,5 meter. Sementara <em>pararel</em> 18 meter x 607 meter. Selain pembangunan <em>taxiway, </em><em>infrastruktur</em> lain yang dibiayai dengan sukuk negara di Bandara APT Pranoto adalah pembuatan sistem drainase. Kegiatan ini dikerjakan PT Mina Fajar Abadi yang beralamat di Aceh Timur. Nilai kegiatannya sebesar Rp 69,5 miliar. “(Pembuatan drainase) kemungkinan baru 10 persen. Karena baru persiapan kegiatan,” terangnya.</p>
<p>Agung melanjutkan, pengerjaan drainase Bandara APT Pranoto akan dikebut Oktober ini. ”Walaupun nanti hujan, akan dikerjakan dengan dua sif. Pagi dan malam, agar penyelesaian kegiatan bisa selesai di akhir kontrak. Sehingga, akhir tahun ini bisa 100 persen,” harap Agung. Meski dilakukan beberapa pembenahan sisi udara, Agung mengatakan, <em>belum ada rencana menambah rute baru penerbangan. Hal itu disebabkan pandemi Covid-19 yang membuat tingkat keterisian penumpang anjlok. Maskapai penerbangan berpikir dua kali untuk menambah rute penerbangan baru.</em></p>
<p>Adapun saat ini, Bandara APT Pranoto baru melayani rute penerbangan ke Makassar, Jakarta, Kendari, Palu, Balikpapan, dan Surabaya. “Dengan kondisi seperti ini, operator banyak yang tidak berani menambah rute penerbangan dari APT Pranoto,” ungkapnya. Terpisah, Irwan, anggota Komisi V DPR yang membidangi infrastruktur mengatakan, tahun depan giliran pembangunan landscape atau halaman depan bandara yang diusulkan dibiayai Kementerian Perhubungan.</p>
<p>Irwan mengungkapkan, bagian depan Bandara APT Pranoto Samarinda saat ini tampak gersang. Padahal ketika sudah memasuki gedung bandara, kondisinya sudah relatif bagus. “Sehingga saya mendorong, agar tahun depan dilaksanakan pembangunan <em>landscape</em> untuk Bandara APT Pranoto ini,” katanya. Dengan demikian, dia berharap, Bandara APT Pranoto yang mulai beroperasi pada 2018 tidak kumuh dan mendukung fasilitas bandara lain yang sudah bagus dan layak. “Sudah disetujui di Komisi V DPR RI. Saat ini, juga masuk rencana program dan kegiatan lanjutan untuk Bandara APT Pranoto di APBN tahun anggaran 2022,” imbuh wasekjen DPP Partai Demokrat ini.</p>
<p>Bandara yang sebelumnya dibiayai menggunakan APBD Kaltim itu, juga masuk program strategis Ditjen Perhubungan Udara Kemenhub tahun anggaran 2022. Rincian kegiatan yang akan dialokasikan adalah rekonstruksi, <em>leveling runway </em>atau penebalan ketinggian landasan pacu, <em>overlay taxiway</em> atau perkerasan akses penghubung pesawat dengan <em>runway</em>, <em>apron</em>, <em>hangar,</em> dan terminal. <strong>(kip/riz/k16)</strong></p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/tahun-depan-halaman-bandara-apt-pranoto-dipercantik/">Tahun Depan, Halaman Bandara APT Pranoto Dipercantik</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Tes GeNose Sudah Bisa Dilakukan di APT Pranoto</title>
		<link>https://bontangpost.id/tes-genose-sudah-bisa-dilakukan-di-apt-pranoto/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[BontangPost]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 09 Apr 2021 11:00:58 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kaltim]]></category>
		<category><![CDATA[bandara samarinda]]></category>
		<category><![CDATA[te genose]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://bontangpost.id/?p=85452</guid>

					<description><![CDATA[<p>bontangpost.id &#8211; Usai diuji coba di beberapa bandara di Indonesia, Jumat (9/4/2021) Bandara APT Pranoto Samarinda resmi membuka layanan tes GeNose. Seperti diketahui, sesuai Surat Edaran No 12 Tahun 2021 Satgas Penanganan Covid-19 tentang Ketentuan Perjalanan Orang Dalam Negeri Dalam Masa Pandemi Covid-19, hasil alat deteksi GeNose Covid-19 dapat menjadi salah satu opsi dokumen pelengkap [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/tes-genose-sudah-bisa-dilakukan-di-apt-pranoto/">Tes GeNose Sudah Bisa Dilakukan di APT Pranoto</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>bontangpost.id &#8211; </strong>Usai diuji coba di beberapa bandara di Indonesia, Jumat (9/4/2021) Bandara APT Pranoto Samarinda resmi membuka layanan tes GeNose. Seperti diketahui, sesuai Surat Edaran No 12 Tahun 2021 Satgas Penanganan Covid-19 tentang Ketentuan Perjalanan Orang Dalam Negeri Dalam Masa Pandemi Covid-19, hasil alat deteksi GeNose Covid-19 dapat menjadi salah satu opsi dokumen pelengkap syarat melakukan perjalanan, termasuk transportasi udara.</p>
<p>Kepala UPBU Kelas I APT Pranoto Samarinda Agung Pracayanto, mengatakan, saat ini pihaknya telah membuka website pendaftaran online tes GeNose bagi calon penumpang. Pendaftaran tersebut dapat dilakukan dengan mengunjungi website http://genose.mediafarmapranoto.com/. Meski begitu, bagi masyarakat yang sudah terlanjur tiba di terminal bandara, pihaknya juga menyiapkan pendaftaran di klinik bandara.</p>
<p>&#8220;Tidak semua terinfokan (pendaftaran online), yang tidak terinfo atau handphone tidak mendukung pun tetap bisa mendaftar <em>on site</em>,&#8221; ujar Agung.</p>
<p>Terdapat beberapa tahapan dan persiapan yang harus dilakukan calon peserta tes, hal ini agar hasil tes lebih akurat.</p>
<p>Persiapan Tes GeNose C-19:</p>
<p>a. Tidak merokok 1 jam sebelum peniupan kantung.</p>
<p>b. Tidak makan makanan yang menyengat dan minum *(teh , kopi, dll) 30 menit sebelum test (dianjurkan berkumur dan minum air putih bila tidak puasa).</p>
<p>d. Tidak menggunakan parfum/minyak berbau menyengat.</p>
<p>e. Jika hasil positif, tidak bisa beralih ke pemeriksaan antigen. Untuk konfirmasi dilakukan pemeriksaan RT-PCR 3 hari kemudian.</p>
<p>Sementara untuk tarif yang harus dikeluarkan calon penumpang untuk mengikuti tes GeNose di Bandara APT Pranoto yakni Rp 50 ribu. Tarif ini lebih murah jika dibandingkan skrining tes lainnya seperti rapid test ataupun swab antigen Covid-19. <strong>(*)</strong></p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/tes-genose-sudah-bisa-dilakukan-di-apt-pranoto/">Tes GeNose Sudah Bisa Dilakukan di APT Pranoto</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
