<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Catatan Dari Roma Arsip - Bontang Post</title>
	<atom:link href="https://bontangpost.id/tag/catatan-dari-roma/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://bontangpost.id/tag/catatan-dari-roma/</link>
	<description>Mencerdaskan dan Menginspirasi</description>
	<lastBuildDate>Thu, 22 Jun 2017 13:32:36 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.1.4</generator>

<image>
	<url>https://bontangpost.id/wp-content/uploads/2018/04/bp-cropped-favicon-bpost1-2-32x32.png</url>
	<title>Catatan Dari Roma Arsip - Bontang Post</title>
	<link>https://bontangpost.id/tag/catatan-dari-roma/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Tukang Roti yang Jadi Chef KBRI Roma </title>
		<link>https://bontangpost.id/tukang-roti-yang-jadi-chef-kbri-roma/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[BontangPost]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 23 Jun 2017 04:19:47 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hikmah]]></category>
		<category><![CDATA[Catatan Dari Roma]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://bontangpost.id/?p=15504</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh: Khumaini Rosadi, SQ., M.Pd.I Dai Ambassador Cordofa 2017 Kisah Inspiratif Sahur ini selasa (12/6), saya merasakan masakan sederhana ala Indonesia yang lezat sekali, akrab di lidah, meskipun berada di Italia . Oseng-oseng pare dicampur potongan cabai merah, ditambah tiga potong tahu goreng buatan orang Indonesia di Roma, semakin mengobati rasa kangen masakan di rumah. [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/tukang-roti-yang-jadi-chef-kbri-roma/">Tukang Roti yang Jadi Chef KBRI Roma </a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Oleh:</p>
<ol>
<li>Khumaini Rosadi, SQ., M.Pd.I</li>
</ol>
<p>Dai Ambassador Cordofa 2017</p>
<p>Kisah Inspiratif</p>
<p>Sahur ini selasa (12/6), saya merasakan masakan sederhana ala Indonesia yang lezat sekali, akrab di lidah, meskipun berada di Italia . Oseng-oseng pare dicampur potongan cabai merah, ditambah tiga potong tahu goreng buatan orang Indonesia di Roma, semakin mengobati rasa kangen masakan di rumah. Saya tidak tahu, apakah selera saya yang terlalu Indonesia. Atau memang makanan ala italia-nya yang terlalu istimewa. Sayangnya, tahu dan tempe di sini tidak dijual bebas di pasar, karena harus dipesan dulu, baru dibuatkan tempe dan tahu tersebut sesuai pesanan. Mungkin belum familiar atau belum berani modal.</p>
<p>Suliah namanya. Terdengar seperti nama lokal, tetapi nasibnya sudah Internasional. Jarang-jarang, orang bisa ke luar negeri, mencari rejeki yang halal, bebas beribadah tanpa tekanan, dan bisa sekalian jalan-jalan menambah pengalaman.  Ini merupakan nikmat yang harus disyukuri.Dari penjual roti bakar di Indonesia, sekarang menjadi Chef di KBRI Roma.</p>
<p>Menjadi Chef, atau bahasa kerennya Lokal Staff di KBRI, bukan kali pertama bagi suliah. Sebelumnya pernah juga menjadi lokal Staff di negara Ukraina. Pernah juga di Denhaag – Neteherland menjadi Assiten rumah tangga. Banyak pengalaman-pengalaman di luar negeri yang diceritakannya.</p>
<p>Tidak semua orang bisa mendapatkan kesempatan seperti ini, apalagi luar negerinya Eropa, yang terkenal ketat sekali keimigrasiannya dan mahal beaya hidupnya.Tapi semua itu bagi suliah tidak ada masalah. Gaji yang didapatkan setiap bulannya bisa dikatakan utuh. Alhamdulillah, kalau masalah makan mah di sini melimpah ruah. Kulkas saja penuh terus. Pokoknya tidak akan kelaparan. Ungkap suliah.</p>
<p>Saya di Roma ini, baru datang. Sekitar baru satu bulan satengah. Mulai dari awal bulan Mei. Karena tugas utama saya adalah membantu membuatmasakan kesukaan ibu Esti,Ungkap Suliah.Esti Andayani adalah Dubes RI untuk Italia yang baru dilantik pada pertengahan Maret lalu, di Istana Negara &#8211; Jakarta.</p>
<p>Sebagai Duta Besar, pasti banyak sekali pekerjaan-pekerjaan negara yang diemban berkaitan dengan diplomatik, politik, hukum, sosial, budaya, pertahanan, keagamaan, dan lain-lain. Tidak kalah pentingnya,urusan pribadi. seperti makanan, pekerjaan rumah tangga, termasuk juga sekretaris.</p>
<p>Selain suliah yang membantu di bagian konsumsi, menjadi chef KBRI Roma. Ada juga bagian yang mengurus administrasi wisma, namanya Rahmadi, bertugas menjadi kepala rumah tangga. Priska, sebagai sekeretaris pribadi yang mengatur jadual acara. Mereka inilah orang-orang di belakang layar, yang membantu kesuksesan ibu Esti sebagai Duta Besar Republik Indonesia untuk Italia.</p>
<p>Saya teringat akan sebuah pepatah menyebutkan, di balik orang hebat ada isteri yang hebat. Di belakang orang sukses ada orang tua yang ikhlas. Seperti pohon menjulang tinggi ke atas di bawahnya ada akar yang kuat menopang. Intinya adalah kerjasama dan saling menghargai bahwa di balik kesuksesan seseorang jangan remehkan orang-orang di belakang yang telah membantu meringankan beban pekerjaan. (***)</p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/tukang-roti-yang-jadi-chef-kbri-roma/">Tukang Roti yang Jadi Chef KBRI Roma </a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Berdakwah dengan Pendekatan Budaya di Italia</title>
		<link>https://bontangpost.id/berdakwah-dengan-pendekatan-budaya-di-italia/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[BontangPost]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 22 Jun 2017 04:18:28 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hikmah]]></category>
		<category><![CDATA[Catatan Dari Roma]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://bontangpost.id/?p=15431</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh: Khumaini Rosadi, SQ., M.Pd.I Dai Ambassador Cordofa 2017 ROMA &#8211;  “Dakwahkan Islam di luar negeri dengan pendekatan budaya,” ujar Parni Hadi, pendiri dan ketua dewan pembina Dompet Dhuafa, berpesan kepada kami, Dai Ambassador Cordofa 2017, setelah selesai memerankan tokoh sunan kalijaga, pada pementasan seni ketoprak, 21 Mei 2017 lalu di Rumah Budaya Nusantara Puspo [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/berdakwah-dengan-pendekatan-budaya-di-italia/">Berdakwah dengan Pendekatan Budaya di Italia</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Oleh:</p>
<ol>
<li>Khumaini Rosadi, SQ., M.Pd.I</li>
</ol>
<p>Dai Ambassador Cordofa 2017</p>
<p>ROMA &#8211;  “Dakwahkan Islam di luar negeri dengan pendekatan budaya,” ujar Parni Hadi, pendiri dan ketua dewan pembina Dompet Dhuafa, berpesan kepada kami, Dai Ambassador Cordofa 2017, setelah selesai memerankan tokoh sunan kalijaga, pada pementasan seni ketoprak, 21 Mei 2017 lalu di Rumah Budaya Nusantara Puspo Budoyo, Ciputat,Banten.</p>
<p>“Sebagaimana dulu Islam masuk ke Indonesia dengan santun, damai, dan tidak saling menyalahkan. Islam berkembang dengan adaptasi. Penyesuaian budaya namun tetap menjaga etika. tetap menghormati ajaran pendahulunya dan membenarkannya secara perlahan,” ujar Parni Hadi.</p>
<p>Sejarah walisongo patut menjadi referensi berdakwah bagi para dai. Baik di dalam negeri apalagi di luar negeri. Budaya saling menghargai satu sama lain untuk menciptkan toleransi sangat dianjurkan dalam Islam. Selama tidak berlebihan. Selama ada batasan. Bila berkaitan dengan masalah sosial dan kebangsaan, wajib bertoleransi. Tetapi jika sudah menyentuh ranah aqidah dan ibadah, maka tidak boleh ditoleransi. Ini prinsip.</p>
<p>Sunan kalijaga contohnya. Menerapkan model dakwah dengan pendekatn budaya, yaitu dengan melalui lagu dan wayang. Kita mengenal lagu ilir-ilir, itu ciptaan sunan kalijaga. Wayang dengan tiket masuk nontonnya membaca Kalimosodo, artinya dua kalimat syahadat. Dan di dalamnya ada peran tokoh lakon Yudhistitira, bima, Arjuna, Nakula, dan Sadewa. Itu semua digambarkan sebagai Rukun Islam. Dua kalimat Syahadat – Yudhistira. Sholat – Bima. Puasa – Arjuna. Zakat – Nakula. Haji &#8211; Sadewa.</p>
<p>Begitu indah cara dan model walisongo menyebarkan Islam. Pengajarannya disampaikan dengan santun, tidak serta merta langsung menyalahkan, dan tidak langsung menghilangkan tradisi lama yang sudah turun temurun. Pendidikannya disampaikan secara pelan-pelan tapi pasti.<em>Slowly but sure</em>.</p>
<p>Sebagaimana kisah Rasulullah menenangkan orang Baduy yang buang air kecil di masjid, sedangkan ada sahabat yang ingin memarahinya. Tetapi Rasulullah katakan biarkan sampai habis dulu air seninya, jangan dikejutkan sehingga berantakan atau berceceran ke mana-mana. Bila sudah selesai, nanti tinggal disiram dengan air, baru diberikan nasihat bahwa ini masjid, suci. Tidak boleh sembarangan buang air kecil. Subhanallah. Begitu santun ajaran Islam. Ini budaya Islam, saling mengingatkan.</p>
<p>Contoh lain, ketika Rasulullah berhadapan setiap pagi dengan nenek-nenek buta yang selalu berteriak, jangan dekati Muhammad! Jangan percaya Muhammad! dan menuduhkan tuduhan-tuduhan yang tidak baik kepada Rasulullah. Padahal Rasulullah ada di depannya. Dengan santunnya Rasulullah menyuapinya setiap pagi dan menyembunyikan identitasnya. Setelah beliau wafat, dan sunnah ini diteruskan oleh Abu Bakar Shiddiq, barulah si nenek tahu dari keterangan Abu Bakar ternyata yang biasa menyuapinya setiap pagi adalah Muhammad, terkejut bukan kepalang. Lantas seketika itu juga di hadapan Abu Bakar, nenek tersebut mengucapkan dua kalimat syahadat. Subhanallah. Budaya santun yang baik sekali. Ini Islam. Akhlak Rasulullah yang begitu mulia.</p>
<p>Sebagaimana Allah mengharamkan Khamr dan Judi secara perlahan.Tersebut dalam alquran, proses pengharaman Khamr dan judi secara Pelan-pelan, tidak langsung memvonis haram. Disampaikan dulu perbandingan halal dan haram, lalu dijelaskan manfaat dan mudlaratnya, yang ternyata mudharatnya lebih besar daripada manfaatnya, lalu disampaikan tidak boleh sholat dalam keadaan mabuk, padahal sholat adalah cara mendekatkan diri dengan Allah, baru tahapan akhir dijelaskan bahwa Khamr dan judi hukumny haram. Sampai empat kali tahapan, Khamr dan judi baru diharamkan secara jelas.Bertahap-tahap pengharamannya, karena tradisi khamr dan judi pada saat itu sudah menjadi budaya tidak baik pada zaman itu.</p>
<p>Menjadi seorang dai harus mampu menyebarkan ajaran Islam dengan pendekatan budaya. Bukan hanya di dalam negeri. Tetapi di luar negeri pun mengenalkan Islam harus dengan pendekatan budaya. Tentunya budaya yang baik. Budaya Indonesia yang santun. Budaya Islam yang mencerahkan. Budaya saling sapa ketika beretemu. Budaya saling menghormati dan menghargai pendapat orang lain. Budaya saling mengingatkan dalam kebaikan dan kesabaran. Indahnya Islam, disebarkan melalui kesantunan Budaya.</p>
<p>Saya berdakwah di Italia, khususnya di kota Roma, juga dengan pendekatan budaya. Budaya saling bersalaman ketika bertemu. Budaya berdzikir bersama setelah sholat. Budaya membaca sholawat sebelum dan sesudah sholat dan kajian. Semua jamaah senang, terlihat bahagia. Indahnya budaya Islam. Indahnya budaya Indonesia.(***)</p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/berdakwah-dengan-pendekatan-budaya-di-italia/">Berdakwah dengan Pendekatan Budaya di Italia</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Jas Merah Romawi di Italia</title>
		<link>https://bontangpost.id/jas-merah-romawi-di-italia/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[BontangPost]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 21 Jun 2017 04:18:21 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hikmah]]></category>
		<category><![CDATA[Catatan Dari Roma]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://bontangpost.id/?p=15327</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh: Khumaini Rosadi, SQ., M.Pd.I Dai Ambassador Cordofa 2017 Jangan sekali-kali melupakan sejarah. Kata itu mungkin tidak asing di telinga kita. Karena ini juga menjadi salah satu judul mata acara di sebuah stasiun televisi swasta di Indonesia. Meminjam dari kata Bung Karno. Presiden pertama Republik Indonesia yang kharismatik. &#8220;Jasmerah&#8221; adalah semboyan yang terkenal yang diucapkan [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/jas-merah-romawi-di-italia/">Jas Merah Romawi di Italia</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Oleh:</p>
<ol>
<li>Khumaini Rosadi, SQ., M.Pd.I</li>
</ol>
<p>Dai Ambassador Cordofa 2017</p>
<p>Jangan sekali-kali melupakan sejarah. Kata itu mungkin tidak asing di telinga kita. Karena ini juga menjadi salah satu judul mata acara di sebuah stasiun televisi swasta di Indonesia.</p>
<p>Meminjam dari kata Bung Karno. Presiden pertama Republik Indonesia yang kharismatik. &#8220;<strong>Jasmerah</strong>&#8221; adalah semboyan yang terkenal yang diucapkan oleh Soekarno, dalam pidatonya yang terakhir pada Hari Ulang Tahun (HUT) Republik Indonesia tanggal 17 Agustus 1966.</p>
<p>Sejarah akan membuat kita bijaksana, berpikir dewasa, dan menghormati peradaban dan budaya. Termasuk sejarah tentang peradaban Romawi kuno yang telah banyak menyumbangkan berbagai macam disiplin ilmu pengetahuan. Arsitek bangunan yang super kokoh. Filsafat-filsafat Yunani yang juga tidak terlepas dari hubungannya yang dekat dengan Romawi. Warisan-warisan kebudayaan dan pemikirn yang menjadi peradaban.</p>
<p>Kemarin, minggu (11/6) saya menyaksikan kehebatan bangunan-bangunan Romawi Kuno yang sampai sekarang masih terpelihara kekokohannya. Bayangkan, pada zaman dulu, belum ada alat-alat berat super canggih seperti sekarang ini. Tetapi bangunannya menjulang tinggi lebar memanjang bertahan hingga ribuan tahun.</p>
<p>Mungkin kita tidak akan bisa melupakan salah satu sumbangan besar peninggalan Romawi Kuno adalah simbol-simbol angka Romawi yang masih kita gunakan sampai sekarang ini. Betul-betul ilmu pengetahuan yang hebat. Pantas di dalam alquran pun disinggung tentang kehebatan Romawi zaman dulu. Bahkan diabadikan menjadi nama dalam satu surat-surat alquran, Ar-Ruum.</p>
<p>Berbatasan dekat sekali dengan kota Roma adalah negara Istimewa, Vatikan. Negara yang berada di dalam negara. Kata Asraruddin Salam – Diplomat Konsuler KBRI di Roma. Hanya dibatasi dengan tembok dan dijaga ketat oleh tentara yang berdiri kekar di setiap pintu masuk Vatikan. Di sinilah terletak Pusat Gereja Katolik, Basilica. Di kawasan ini juga berdiri sebuah tugu yang ditulis dengan angka Romawi, MDLXXXVI, yang menjelaskan bahwa tugu tersebut dibangun pada tahun 1526 M.</p>
<p>Hanya sekedar mengingatkan pengetahuan tentang cara menghitung angka romawi, bila di depan angkanya lebih besar maka menunjukkan ditambah. Bil angka di depannya lebih kecil, maka dikurang. Angka  dasarnya adalah I = 1, II = 2, III = 3, IV = 4, V = 5, VI = 6, VII = 7, VIII = 8, IX = 9, X = 10. Inilah salah satunya ilmu hebat peninggalan Romawi. Ada  lagi simbol-simbol angka penting yang disimbolkan dengan huruf. L = 50, C = 100, D = 500, M = 1000.</p>
<p>Semoga kita menjadi orang yang bijaksana dalam menghormati sejarah. Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghormati jasa pahlawannya. Pahlawan adalah bagian dari sejarah itu.(***)</p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/jas-merah-romawi-di-italia/">Jas Merah Romawi di Italia</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Semangat Diplomat Saat Berzakat</title>
		<link>https://bontangpost.id/semangat-diplomat-saat-berzakat/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[BontangPost]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 20 Jun 2017 04:18:08 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hikmah]]></category>
		<category><![CDATA[Catatan Dari Roma]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://bontangpost.id/?p=15255</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh: Khumaini Rosadi, SQ., M.Pd.I Dai Ambassador Cordofa 2017 Satu persatu, hari demi hari, sedikit-sedikit mulai berdatangan para diplomat di KBRI Roma menghampiri saya &#8211;  Dai Dompet Dhuafa sekaligus Amil Ambassador di Italia &#8211;  untuk menunaikan kewajibannya dalam berzakat, Senin (11/6) lalu. Semangat para diplomat untuk berzakat memang patut diberikan apresiasi. Meskipun jauh di luar [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/semangat-diplomat-saat-berzakat/">Semangat Diplomat Saat Berzakat</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Oleh:</p>
<ol>
<li>Khumaini Rosadi, SQ., M.Pd.I</li>
</ol>
<p>Dai Ambassador Cordofa 2017</p>
<p>Satu persatu, hari demi hari, sedikit-sedikit mulai berdatangan para diplomat di KBRI Roma menghampiri saya &#8211;  Dai Dompet Dhuafa sekaligus Amil Ambassador di Italia &#8211;  untuk menunaikan kewajibannya dalam berzakat, Senin (11/6) lalu. Semangat para diplomat untuk berzakat memang patut diberikan apresiasi.</p>
<p>Meskipun jauh di luar negeri, tetapi masih perduli dengan masyarakat di Indonesia dengan menyisihkan sebagian rezekinya untuk bersedekah, dan utamanya adalah kewajibannya untuk berzakat. Para diplomat meyakini bahwa dengan zakat yang mereka keluarkan kepada mustahiknya akan membuat rejeki mereka berkah dan bertambah.</p>
<p>Menunaikan kewajiban sebagai seorang muslim dalam setiap perintah-Nya merupakan kebahagiaan bagi pelakunya. Baik perintah itu kewajiban setiap hari, seperti sholat lima waktu. Maupun perintah itu kewajiban mingguan, seperti salat Jumat. Ataupun perintah itu kewajiban bulanan seperti berpuasa pada Ramadan. Juga perintah itu kewajiban tahunan seperti zakat. Dan ada juga perintah itu kewajiban sekali seumur hidup jika mampu seperti ibadah haji. Sebagaimana yang telah tertanam kuat dalam prinsip Islam,  rukun Islam yang lima.</p>
<p>Dalam menunaikan kewajiban di dalam hukum-hukum Islam dikenal sebuah istilah dengan nama taklif. Artinya setiap Muslim yang sudah baligh dan berakal wajib melaksanakan perintah yang telah ditetapkan dalam agama. ketika seseorang itu belum mencukupi syarat tiga tersebut, maka tidak ada kewajiban baginya untuk melakukannya.</p>
<p>Dengan mengucapkan sepenuh hati dua kalimat syahadat – <em>Asyhadu An laa Ilaaha Illallah wa Asyhadu Anna Muhammadan Rasulullah</em> – maka sudah cukup syarat baginya disebut sebagai Muslim. Maka ketika seorang muslim laki-laki atau perempuan itu sudah balig – ditandai dengan menstruasi bagi perempuan dan bermimpi keluar sperma bagi laki-laki atau sudah mencapai umur 16 tahun – wajib hukumnya untuk melakukan salat lima waktu dan berpuasa sebulan penuh pada Ramadan.</p>
<p>Di samping syarat sudah balig, muslim itu juga harus berakal sehat. Meskipun muslim sudah balig tapi akalnya tidak sehat – gila – maka tidak ada kewajiban untuk melakukan salat, puasa, dan haji.</p>
<p>Berbeda dengan zakat. Dalam berzakat tidak disyaratkan muslim itu harus berakal dan baligh. Selama seseorang itu muslim, maka wajib membayar zakat. Kalau dia belum baligh atau akalnya tidak sehat tetap wajib membayar zakat.</p>
<p>Jangankan yang masih kecil, bayi baru lahir saja pada bulan Ramadhan wajib dibayarkan zakat. Jangankan yang masih hidup. Orang yang meninggal pada bulan Ramadhan pun wajib dibayarkan zakat. Siapa  yang membayarkannya? Tentunya, orang tuanya atau orang yang menanggung biaya hidupnya. Zakat yang dimaksud di sini adalah zakat Fitrah.</p>
<p>Marilah menunaikan zakat. Zakat dapat membuat berkah harta. Zakat dapat menentramkan hati pelakunya. Zakat dapat mensucikan hati dan harta. Zakat dapat menghapuskan dosa-dosa. <em>Amin y</em><em>a</em><em> robbal alamin</em>. (***)</p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/semangat-diplomat-saat-berzakat/">Semangat Diplomat Saat Berzakat</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Cara Hemat Ala Mahasiswa di Italia</title>
		<link>https://bontangpost.id/cara-hemat-ala-mahasiswa-di-italia/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[BontangPost]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 18 Jun 2017 04:19:01 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hikmah]]></category>
		<category><![CDATA[Catatan Dari Roma]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://bontangpost.id/?p=15136</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh: H Khumaini Rosadi, SQ., M.Pd.I Ketua PPI atau persatuan pelajar Indonesia, Anas menyebutkan, ada sekitar dua puluh mahasiswa Indonesia yang sedang menempuh studi di Roma. Sudah termasuk S1, S2, dan S3. Dijelaskan oleh anas saat menghadiri acara buka bersama di KBRI Roma, pada hari sabtu kemarin. Memang kalau di Roma sedikit saja, yang banyak [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/cara-hemat-ala-mahasiswa-di-italia/">Cara Hemat Ala Mahasiswa di Italia</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Oleh:</p>
<p>H Khumaini Rosadi, SQ., M.Pd.I</p>
<p>Ketua PPI atau persatuan pelajar Indonesia, Anas menyebutkan, ada sekitar dua puluh mahasiswa Indonesia yang sedang menempuh studi di Roma. Sudah termasuk S1, S2, dan S3. Dijelaskan oleh anas saat menghadiri acara buka bersama di KBRI Roma, pada hari sabtu kemarin. Memang kalau di Roma sedikit saja, yang banyak nanti di Milan. Bapak nanti akan melihat PPI di sana saat acara buka bersama tanggal 17 Juni mendatang. Ucap anas. Setiap hari anas dan teman-teman satu kosannya pergi ke masjid untuk berbuka puasa, karena disediakan takjil gratis. Ungkap anas sambil mengatakan cara hidup hemat ala mahasiswa.</p>
<p>Acara buka bersama yang diadakan di KBRI Roma, tidak hanya mengundang masyarkat islam saja, tetapi seluruh masyarakat yang ada di Roma diundang untuk ikut meramaikan dan menyempatkan bertemu dengan warga Indonesia di Roma. Dan menu makanan yang disediakan diperkirakan mencapai dua ratus porsi lebih. ungkap Suliah dan Rahmadi, sebagai penanggung jawab konsumsi. Dan betul-betul terlihat akrab sekali persaudaraan Indonesia di sini. Hidup rukun berdampingan, saling menghargai dan menghormati. Bahkan saling membawa oleh-oleh makanan hasil masakan sendiri untuk dihidangkan saat berbuka bersama. Acara buka bersama ini bukan hanya dilakukan di Roma saja, tetapi nanti akan diadakan bergantian ke milan dan vatikan.</p>
<p>Sekilas tentang diaspora di Milan, ungkap agie,  keadaannya kurang lebih sama seperti di Roma.Banyakpekerja informal, beberapa pernikahan campur dengan native italia, ada yang convert ke Islam ada juga yang tidak. Rata-rata mereka sudah tinggal disini lama, belasan tahun sampai dengan 25 tahun. Anak-anak mereka lahir dan besar disini malah beberapa ada yang tidak lancar bahasa Indonesianya.</p>
<p>Tapi untuk pelajar jauh lebih banyak di milan, daripada Roma, bisa dikatakan 10 kali lipatnya. Oleh karena itu, Diaspora di Milan butuh sekali pencerahan keagamaan, seperti yang diungkapkan oleh agie. Ingin ikut bergabung ke Roma, tetapi perjalanan Milan – Roma harus menempuh sekitar 7 jam kurang lebih. Ibarat di Indonesia, jauhnya seperti Jakarta – Jogjakarta.</p>
<p>Mudah-mudahan dengan acara buka bersama ini,kultum yang disampaikan dapat diterima dan bermanfaat dunia akhirat. Ramah tamah yang digelar dapat mengakrabkan dan bisa menyambung serta mempererat tali persaudaraan orang-orang Indonesia di Italia. Baik yang di Roma, Milan, Vatikan, dan kota-kota lainnya yang ada di Italia. (***)</p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/cara-hemat-ala-mahasiswa-di-italia/">Cara Hemat Ala Mahasiswa di Italia</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Serasa di Indonesia meski di Italia</title>
		<link>https://bontangpost.id/serasa-di-indonesia-meski-di-italia/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[BontangPost]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 17 Jun 2017 04:21:09 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hikmah]]></category>
		<category><![CDATA[Catatan Dari Roma]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://bontangpost.id/?p=15067</guid>

					<description><![CDATA[<p>Kagum, ketika saya berhadapan dengan Duta Besar Republik Indonesia untuk Italia di Roma, Ibu Esti Andayani.Ternyata Ibu dubes sangat bersahabat dan berselera humor juga. Tidak disangka, ketika saya mendengar kata mukena. Ibu Esti – sebutan akrabnya &#8211;  mengatakan kepada Priska – Polwan asal Padang yang terpilih menjadi Sekretaris Pribadi ibu Esti melalui seleksi yang ketat [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/serasa-di-indonesia-meski-di-italia/">Serasa di Indonesia meski di Italia</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Kagum, ketika saya berhadapan dengan Duta Besar Republik Indonesia untuk Italia di Roma, Ibu Esti Andayani.Ternyata Ibu dubes sangat bersahabat dan berselera humor juga. Tidak disangka, ketika saya mendengar kata mukena. Ibu Esti – sebutan akrabnya &#8211;  mengatakan kepada Priska – Polwan asal Padang yang terpilih menjadi Sekretaris Pribadi ibu Esti melalui seleksi yang ketat – Priska, coba tolong ambilkan mukena ibu di ruangan itu! Mukena yang warna apa bu? Tanya Priska.</p>
<p>Mukena mukaga, terserah aja deh. Jawab bu Esti sambil tertawa. Hehe. Ternyata Ibu dubes senang bercanda juga. Humor tingkat tinggi, yang tidak terbayang kata itu bisa diplesetkan.</p>
<p>Dalam bayangan saya, harus kaku dan jaga sikap di hadapan Ibu Dubes, ternyata salah. Sebenarnya bu dubes itu baik sekali. Dekat dengan seluruh Staff dan santun dengan ibu-ibu Dharma Wanita Perastuan Kemlu. Di saat saya menyampaikan kultum berbuka puasa di hadapan jamaah masyarakat muslim di KBRI, ada pertanyaan tentang hal-hal yang membatalkan wudlu.</p>
<p>Apakah batal wudlunya kalau mencebokkan anaknya? Tanya salah seorang Ibu DWP. Saya menyebutkan hal-hal yang membatalkan wudlu, dari mulai keluarnya sesuatu dari qubul dan dubur, bersentuhan kulit laki-laki dan perempuan  bukan muhrim, termasuk dengan suami – membatalkan wudlu. Dan menyentuh qubul dan dubur itu juga membatalkan wudlunya.</p>
<p>Ada yang bertanya bagaimana kalau pakai sarung tangan pak ustadz. Ternyata ibu dubes juga menimpali, bagaimana kalau disemprot saja pak ustadz. Hehe. Tidak terpikir ternyata masalah keseharian ibu-ibu ini sangat detail sekali. Memang sangat seru, semakin menarik untuk dikupas dan dibahaspermasalahan fiqih ini, agar ibadah yang dilakukan bertambah baik dan sesuai tuntunan.</p>
<p>Terkadang pertanyaan itu standar tapi lucu. Seperti menanyakan tentang niat mandi wajib, padahal sudah punya cucu lima. Mengejar rakaat agar sama dengan imam, padahal sudah ketinggalan satu rakaat. Tapi itulah nikmatnya berbagi ilmu. Sharing penegtahuan. Apalagi jamaahnya orang Indonesia semua, tidak menyulitkan saya untuk ceramah dengan bahasa asing sebagaimana ketika audisi perekrutan dai ambassador yang syaratnya harus bisa berbahasa asing, minimal bahasa Arab atau inggris.</p>
<p>Serasa di Indonesia meski ada di Italia. Menu makanan setiap sahur dan berbuka juga makanan ala Indonesia. Setiap hari mengisi kajian bada zuhur pun dengaan berbahasa Indonesia. Setiap hari sabtu ada acara buka bersama dengan masyarakat Indonesia. Seni budaya yang dimainkan oleh DWP juga angklung Indonesia. Kumpul-kumpul pun asyik dengan gaya Indonesia. Setiap kumpul pasti ada makanan. Setiap kumpul pasti ada prasmanan. (***)</p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/serasa-di-indonesia-meski-di-italia/">Serasa di Indonesia meski di Italia</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Zikir Berjemaah Tentramkan Muslim di Roma</title>
		<link>https://bontangpost.id/zikir-berjemaah-tentramkan-muslim-di-roma/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[BontangPost]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 16 Jun 2017 02:00:56 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hikmah]]></category>
		<category><![CDATA[Catatan Dari Roma]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://bontangpost.id/?p=14967</guid>

					<description><![CDATA[<p>Sebagai muslim, hidup di dalam negara minoritas memang butuh emosional spiritual yang kuat. Salah-salah, bisa terbawa arus pergaulan ala eropa yang terkadang ada saja  yang dilarang oleh aturan agama. Seperti contohnya bermesraan di taman atau tempat terbuka dianggap biasa. Sebagaimana yang pernah saya saksikan sendiri di taman Villa Bhorghese, Roma. “Untuk spiritual, Bisa mengaji Iqro [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/zikir-berjemaah-tentramkan-muslim-di-roma/">Zikir Berjemaah Tentramkan Muslim di Roma</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Sebagai muslim, hidup di dalam negara minoritas memang butuh emosional spiritual yang kuat. Salah-salah, bisa terbawa arus pergaulan ala eropa yang terkadang ada saja  yang dilarang oleh aturan agama. Seperti contohnya bermesraan di taman atau tempat terbuka dianggap biasa. Sebagaimana yang pernah saya saksikan sendiri di taman Villa Bhorghese, Roma.</p>
<p>“Untuk spiritual, Bisa mengaji Iqro sampai khatam saja, sudah bersyukur alhamdulillah ustadz, apalagi sampai bisa membaca alquran lancar dan menghafalkannya. Itu sih udah hebat banget,” ungkap siti Rahayu, salah seorang Home Staff KBRI Roma asli Betawi, PNS Kementrian Luar Negeri yang sebelumnya pernah bertugas di Melbourne, Australia.</p>
<p>Yang dibutuhkan oleh Muslim Indonesia di Roma ini adalah nasihat-nasihat keagamaan yang menentramkan. Menyejukkan hati, mencerahkan, dan menyentuh pelan-pelan. Bukan nasihat yang membuat resah, menyinggung masalah politik antar negara, yang boleh jadi, Ustadz-nya sendiri belum pernah berkunjung ke negara tersebut, dan akhirnya nasihat yang disampaikannya tidak menyentuh kepada Jamaah yang mayoritas adalah Diplomat yang telah bertugas di berbagai negara. Ungkap Adnan, salah seorang staff KBRI di Roma. Adnan menambahkan, berilah nasihat-nasihat yang menyejukkan dan sederhana. Jangan yang berat-berat, yang dasar saja dan meringankan.</p>
<p>Alhamdulillah, sudah dua minggu saya menjalankan tugas sebagai dai ambassador di Italia. Masih dari Roma saya menyampaikan tentang perlunya pengajian alquran teruntuk khususnya keluarga staff KBRI dan umumnya untuk masyarakat muslim di Roma. Selama dua minggu ini, saya mengamati dan mempelajari keadaan dan kebiasaan keagamaan di sini, ternyata masalahnya adalah, masih kurangnya tenaga pengajar Alquran. Kasihan anak-anak yang tadinya sudah pernah bisa membaca Alquran di Indonesia, sesampainya di Roma karena ikut orang tua, lama-kelamaan lupa. Paling tidak, ada guru pembimbing agar mereka bisa menjaga kemampuan membacanya, syukur-syukur bisa melancarkan dan menghafalkannya.</p>
<p>Memang sekarang sudah ada pengajian di masjid Roma setiap pekan, yang dipandu oleh Ustadz Adnan, tetapi masih belum bisa menutupi kebutuhan keagamaan muslim Indonesia. Harus ada tambahan guru yang bersedia ditempatkan di sini untuk membimbing keagamaan dan mengajarkan bacaan alquran. Karena dengan agama insyaallah akan tentram. Dengan bacaan Alquran akan tenang.</p>
<p>Setiap bakda salat, sebelum mengisi kajian, saya biasakan untuk membaca zikir bersama-sama. Semua membaca dengan suara yang lantang. Terdengar sekali keasyikkan membaca kalimat-kalimat dzikir tersebut. Memperbanyak istighfar, membaca tasbih, tahmid, takbir sebanyak 33 kali diakhiri dengan Hauqolah. Dilengkapi dengan doa-doa yang memohonkan keberkahan dan kebaikan dunia akhirat. Bersama-sama jamaah mengaminkan. Terasa damai sekali. Indah menyenangkan. Sepertinya inilah waktu yang paling berharga untuk menentramkan hati setelah disibukkan dengan pekerjaan yang menyita waktu.</p>
<p>Dzikir bersama seperti inilah yang dibutuhkan di tengah minoritas, yang tidak pernah terdengar alunan murottal Alquran. Bukan hanya sebagai bacaan yang menetramkan, tetapi ini juga sebagai bentuk pendidikan dan pengajaran kepada anak-anak tentang doa-doa harian yang mereka hafalkan. Salah satunya adalah doa untuk orangtua. Allahummaghfilii waliwalidayya warhamhumaa kamaa robbayaanii sghiiroo. (***)</p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/zikir-berjemaah-tentramkan-muslim-di-roma/">Zikir Berjemaah Tentramkan Muslim di Roma</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Zakat dari Roma untuk Indonesia</title>
		<link>https://bontangpost.id/zakat-dari-roma-untuk-indonesia/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[BontangPost]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 15 Jun 2017 04:19:53 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hikmah]]></category>
		<category><![CDATA[Catatan Dari Roma]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://bontangpost.id/?p=14905</guid>

					<description><![CDATA[<p>Tujuh euro per kepala besaran zakat fitrah di kota Roma. Jika dirupiahkan dengan kurs rupiah saat ini yang berkisar Rp 15.500, maka setara dengan Rp 108.500, besaran ini terasa masih kecil, karena harga hidup di Roma terbilang tinggi. Untuk sekali makan dan minum mungkin bisa mencapai 12 euro. Itu pun sudah harga yang paling rendah [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/zakat-dari-roma-untuk-indonesia/">Zakat dari Roma untuk Indonesia</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Tujuh euro per kepala besaran zakat fitrah di kota Roma. Jika dirupiahkan dengan kurs rupiah saat ini yang berkisar Rp 15.500, maka setara dengan Rp 108.500, besaran ini terasa masih kecil, karena harga hidup di Roma terbilang tinggi. Untuk sekali makan dan minum mungkin bisa mencapai 12 euro.</p>
<p>Itu pun sudah harga yang paling rendah untuk makan di luar rumah. Jika masyarakat Indonesia di sini mau irit dan memiliki tabungan yang agak bengkak, maka harus pandai-pandai menyiasatinya, yaitu dengan memilih masak sendiri di rumah. Supaya nanti kalau pulang kampung ke Indonesia, bisa bawa oleh-oleh yang banyak untuk bagi-bagi rezeki anak soleh.</p>
<p>Tetapi ada cara yang paling irit di bulan Ramadan ini,tapi cara ini bukan untuk ditiru apalagi menjadi kebiasaan. Cara hemat bagi mahasiswa yang sedang menuntut ilmu di Roma ini, yaitu memburu takjil di masjid.</p>
<p>“Setiap hari saya ke sini ustaz,” Ungkap Anas, mahasiswa S2 asal Surabaya jurusan teknik mesin yang mendapatkan beasiswa dari LPDP di Indonesia. Anas menyebutkan angka beasiswa yang diraihnya sampai selesai studi jumlahnya sekitar dua miliar Rupiah, yang pembayarannya ditransfer setiap satu semester.</p>
<p>Anas menceritakan, bahwa ia dan teman-temannya setiap hari mengikuti takjil Ifthor, Karena di masjid ini disediakan hidangan berbuka lengkap dengan minum dan buahnya. Asal selera saja dengan menu makanannya, yang biasanya adalah masakan ala bangladesh, maroko, dan turki.</p>
<p>Masyarakat Muslim Indonesia yang ada di Roma semakin semangat memberikan zakat infaq dan sedekahnya setelah mendapatkan penjelasan tentang hukum zakat dan manfaatnya dari Ustadz Khumaini Rosadi, Dai Ambassador yang bertugas selama Ramadan di Italia.</p>
<p>“Baru tahun ini kami membayar zakat melalui dompet dhuafa, kami jadi dimudahkan, tidak seperti tahun lalu, agak repot untuk mengirimkannya ke Indonesia,” ungkap Bapak Imam salah satu lokal staff KBRI Roma yang juga ikut membayarkan zakat fitrah atas namanya dan keluarganya. “Biasanya tahun-tahun yang lalu kami membayarkannya ke masjid di Roma atau mengirimkannya ke Indonesia dengan transfer ke kerabatnya untuk dibagikan kepada tetangga-tetangga di kampung,” kata dia</p>
<p>Setiap hari ada selalu jamaah yang membayarkan zakatnya melalui saya sebagai duta dompet dhuafa, dan akan didistribusikan oleh dompet dhuafa di Indonesia kepada mustahik yang berhak menerimanya. Dan jumlah zakat fitrah yang harus didistribusikan kepada mustahiknya sebelum khotib naik ke atas mimbar, akan ditalangi dahulu oleh dompet dhuafa dengan kurs rupiah. Setelah saya mengabarkan jumlah zakat yang diterima dan harus disalurkan kepada mustahiknya.</p>
<p>Begitu terasa manfaat zakatnya untuk Indonesia. Zakat dari Roma untuk Mustahik di Indonesia. Semoga diberikan balasan yang berlipat ganda dan diberkahkan hartanya. (***)</p>
<p>TENTANG PENULIS</p>
<p>H Khumaini Rosadi, SQ., M.Pd.I</p>
<p>Dai Ambassador Cordofa 2017</p>
<p>Tidim LDNU</p>
<p>Penulis Buku:</p>
<ul>
<li>Amroden Belbre; Perjalanan Dakwah 45 hari di Eropa</li>
<li>Fathul Khoir; Metode Mudah Memahami Ilmu Tajwid</li>
</ul>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/zakat-dari-roma-untuk-indonesia/">Zakat dari Roma untuk Indonesia</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Salat Jumat Dua Bahasa di Masjid Almarkaz Roma</title>
		<link>https://bontangpost.id/salat-jumat-dua-bahasa-di-masjid-almarkaz-roma/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[BontangPost]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 14 Jun 2017 04:27:05 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hikmah]]></category>
		<category><![CDATA[Catatan Dari Roma]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://bontangpost.id/?p=14815</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh: Khumaini Rosadi, SQ., M.Pd.I Dai Ambassador Cordofa 2017 Bahasa Arab dan bahasa Italia sudah tidak asing lagi terdengar menyejukkan dan menyirami hati kaum muslim yang tinggal di Roma. Diucapkan dengan fasih dan lantang oleh seorang khatib yang berasal dari maroko ini. Khutbah berlangsung sekitar empat puluh menit. Khutbah pertama dikumandangkan dengan bahasa Arab, dan [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/salat-jumat-dua-bahasa-di-masjid-almarkaz-roma/">Salat Jumat Dua Bahasa di Masjid Almarkaz Roma</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Oleh:</p>
<ol>
<li>Khumaini Rosadi, SQ., M.Pd.I</li>
</ol>
<p>Dai Ambassador Cordofa 2017</p>
<p>Bahasa Arab dan bahasa Italia sudah tidak asing lagi terdengar menyejukkan dan menyirami hati kaum muslim yang tinggal di Roma. Diucapkan dengan fasih dan lantang oleh seorang khatib yang berasal dari maroko ini. Khutbah berlangsung sekitar empat puluh menit. Khutbah pertama dikumandangkan dengan bahasa Arab, dan khutbah kedua dibacakan dengan bahasa italia.</p>
<p>Pelaksanaan khutbah di Roma memang agak lama, karena menunggu seluruh jamaah yang berada di sekitar Roma berkumpul dari segala aktifitasnya yang berbeda-beda. Pedagang, pegawai, pengusaha, bahkan ada juga turis. Dimulai pukul 13.45 waktu Roma, khotib menaiki mimbar dan engucapkan salam, lalu dikumandangkan adzan oleh seorang bilal yang berasal dari sudan.</p>
<p>Tidak seperti biasanya. Jika di tempat lain khutbah dimulai ketika masuk waktu dzuhur, dimana saat ini waktu dzuhur di Roma jatuh pada 13. 11, di masjid ini tidak harus seperti itu. Karena kalau mau tepat seperti itu, kasihan jamaah yang berdatangan dari jauh dengan kereta dan bus, pasti akan ketinggalan. Inilah perlunya adaptasi, inilah fiqih minoritas. Fiqih yang mengedepankan kebersamaan dan penyesuaian, namun tetap menjaga keabsahan beribadah. Tidak fanatik, tidak menyulitkan. Inilah Islam yang rahmatan lil alamin.</p>
<p>Dua bahasa ini juga sering terdengar setiap hari di masjid almarkaz al-Islamiy Roma ini baik di saat khutbah jumat atau  di saat pengajian-pengajian di luar sholat. Karena masjid ini, satu-satunya masjid pusat kebudayaan Islam di Roma, maka tidak heran jika banyak kegiatan keislaman dengan berbagai bahasa dan warga negara di sini.</p>
<p>Apalagi pada bulan Ramadhan seperti sekarang ini, banyak kaum muslim yang singgah ke masjid untuk meningkatkan ibadah mereka dengan membaca alquran, mendengarkan pengajian, mengikuti sholat taraweh berjamaah, berbuka puasa bersama, dan lain-lain. Mereka melakukan banyak kegiatan keislaman pada bulan Ramadhan sebagai bentuk perintah alquran fastabiqul khoirot, yaitu berlomba-lomba dalam kebaikan.</p>
<p>Musabaqoh tilawah alquran juga selalu diadakan di masjid ini sebagai pengisi kegiatan bulan Ramadhan yang dikenal bulannya alquran diturunkan. Kegiatan ini dimaksudkan untuk menambah gairah kaum muslim Roma meningkatkan keilmuannya dan kemahirannya dalam membaca alquran.</p>
<p>Ada banyak cabang yang diperlombakan. Dari cabang tilawah murottal, tahfidz, dan adzan bagi anak-anak. Musabaqoh ini dilaksanakan pada tanggal 11 Juni 2017, hari minggu bada zuhur waktu setempat.</p>
<p>Semoga dengan banyaknya media penamnbah pengetahuan keislaman dan budaya di Masjid Roma,  semakin menggemakan Islam yang ramah. Islam yang santun meskipun di dalam minoritas. Islam rahmatan lil alamin. (*)</p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/salat-jumat-dua-bahasa-di-masjid-almarkaz-roma/">Salat Jumat Dua Bahasa di Masjid Almarkaz Roma</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Vlog Ramadan di Taman Borghese Roma</title>
		<link>https://bontangpost.id/vlog-ramadan-di-taman-borghese-roma/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[BontangPost]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 13 Jun 2017 04:27:35 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hikmah]]></category>
		<category><![CDATA[Catatan Dari Roma]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://bontangpost.id/?p=14728</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh: H Khumaini Rosadi, SQ., M.Pd.I Zaman sekarang sudah bukan musimnya lagi menyampaikan ceramah hanya dibatasi mimbar. Apalagi pendengar ceramah atau biasa disebut jamaah pada saat ini disibukkan dengan mengusap layar androidnya setiap kali ada kultum, taushiyah, mauidhoh hasanah, kajian, dan semua pola atau bentuk-bentuk ceramah yang lainnya, sehingga tidak full mendengar pesan-pesan ceramah karena [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/vlog-ramadan-di-taman-borghese-roma/">Vlog Ramadan di Taman Borghese Roma</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Oleh:</p>
<p>H Khumaini Rosadi, SQ., M.Pd.I</p>
<p>Zaman sekarang sudah bukan musimnya lagi menyampaikan ceramah hanya dibatasi mimbar. Apalagi pendengar ceramah atau biasa disebut jamaah pada saat ini disibukkan dengan mengusap layar androidnya setiap kali ada kultum, taushiyah, mauidhoh hasanah, kajian, dan semua pola atau bentuk-bentuk ceramah yang lainnya, sehingga tidak full mendengar pesan-pesan ceramah karena pikirannya berada di depan layar androidnya.</p>
<p>Pola ceramah zaman sekarang justru harus kreatif dan inovatif. Tidak memungkiri adanya perkembangan teknologi yang semakin pesat dan bersaing. Meskipun di dalam kemajuan teknologi itu ada juga hal-hal yang negatif, tetapi juga pastinya ada hal-hal yang positif. Bagian yang positif inilah yang harus digunakan oleh dai untuk mengemas penyampaian pesannya agar lebih menarik dan diminati oleh jamaah terutama pasar-pasar anak muda dan ibu-ibu majlis taklim.</p>
<p>Karena biasanya yang mengikuti perkembangan sosialita adalah anak-anak muda dan ibu-ibu majlis taklim. Bapak-bapaknya sibuk mencari nafkah untuk anak isterinya, sehingga tidak terlalu perduli dengan perkembangan gadget sampai saat ini. Hpnya pun masih monokrom alias jadul.</p>
<p>Pesan ceramah harus sampai kepada pendengarnya dengan cara yang efektif, sehingga dapat diresapi dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari. Bahkan bukan hanya efektif, bisa jadi ceramah sekarang harus diselingi selera humor yang sekedar menghilangkan ketegangan dan ngantuk. Seorang dai harus sadar dan pandai membaca keadaan jamaahnya, kapan jamaahnya mulai bosan, kapan jamaahnya sudah mulai resah, dan kapan jamaahnya harus diberi semangat untuk berbuat kebaikan.</p>
<p>Kesempatan mendengarkan ceramah pada zaman sekarang sudah semakin sedikit. Paling-paling di media mimbar jumat baru bisa ikut bergabung mendengar ceramah dengan khusyuk. Diharapkan ini dapat menambah pengetahuan keislamannya, tetapi malah justeru ketika mendengarkan ceramah melalui khutbah, asyik tertidur karena lelah dengan pekerjaan kantor.</p>
<p>Maka dibutuhkan cara efektif untuk menyampaikan pesan kepada jamaah yang bisa didengar kapan saja dan dimana saja, yaitu melalui media video. Istilah anak muda sekarang namanya adalah vlog atau video pendek yang menarik dan lucu. Inilah salah satu media yang bisa digunakan oleh dai untuk mengambil hal positif dari vlog dengan mengisi pesan-pesan ceramah di dalamnya dan disebarkan melalui youtube, whatshapp, line, dan lain-lain. Jadi dai pun harus melihat perkembangan jaman, jangan monoton atau kaku sehingga jamaah pun lama-lama meninggalkan.</p>
<p>Saya sebagai cordofa, corps dai dompet dhuafa,  ala kulli hal, bersyukur alhamdulillah dibekali dengan andoroid yang lumayan bagus oleh isteri saya. Terimakasih saya ucapkan untuk isteri saya – Nina Risdiana, SE.,  karena telah memperhatikan suaminya berdakwah ke Italia, agar foto-foto yang saya jepretkan hasilnya bagus, dibelikanlah HP android berbasis kamera yang bagus untuk saya. Subhanallah. Ternyata memang benar, dengan mengikuti perkembangan teknologi dapat mempermudah dakwah saya. salah satunya adalah berdakwah dengan menggunakan vlog.</p>
<p>Banyak yang bisa dimanfaatkan oleh dai untuk mengeksplor kemampuannya dengan vlog. Di antaranya adalah Penyampaian pesan yang singkat padat namun berisi. Saya juga banyak membuat vlog-vlog singkat, sehingga setelah selasai langsung bisa di-<em>share</em> kepada jemaah dan media-media sosial lainnya.</p>
<p>Roma – Italia, adalah kota tua bersejarah. Sayang sekali jika sudah sampai di sini tidak membuat vlog di tempat-tempat yang menjadi icon nya kota tersebut. Saya ingin membuat vlog di depan menara Pisa, di depan Colloseum, di depan gereja besar Vatikan, dan tempat-tempat bersejarah di Italia.</p>
<p>Sekarang ini saya baru sempat membuat vlog di sebuah taman di pusat kota Roma, namanya Villa Bhorghese. Taman ini luas sekali. Setiap sorenya banyak masyarkat sekitar berolahraga dengan berbagai macam jenisnya. Ada yang bersepeda, ada yang jogging mengitari area taman, ada juga anak-anak muda yang terlihat bermesraan. Maklum pak ustadz ini Eropa. Kata Pak Glen, salah seorang Lokal Staff di KBRI Roma. Macam-macam tujuan orang ke taman villa Bhorghese ini.</p>
<p>Tetapi ada yang menarik adalah gedung-gedung khas Romawi kuno yang masih terjaga rapih, pohon-pohon pinus rindang yang terlihat tua dan kokoh, juga kebun binatang dan pancuran air di setiap pojokan yang langsung bisa diminum. Betul-betul pemandangan yang sayang dilewatkan jika tidak diabadikan dengan jepretan foto dan sedikit rekaman vlog yang mencerahkan. (***)</p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/vlog-ramadan-di-taman-borghese-roma/">Vlog Ramadan di Taman Borghese Roma</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
