Oleh:
H Khumaini Rosadi, SQ., M.Pd.I
Zaman sekarang sudah bukan musimnya lagi menyampaikan ceramah hanya dibatasi mimbar. Apalagi pendengar ceramah atau biasa disebut jamaah pada saat ini disibukkan dengan mengusap layar androidnya setiap kali ada kultum, taushiyah, mauidhoh hasanah, kajian, dan semua pola atau bentuk-bentuk ceramah yang lainnya, sehingga tidak full mendengar pesan-pesan ceramah karena pikirannya berada di depan layar androidnya.
Pola ceramah zaman sekarang justru harus kreatif dan inovatif. Tidak memungkiri adanya perkembangan teknologi yang semakin pesat dan bersaing. Meskipun di dalam kemajuan teknologi itu ada juga hal-hal yang negatif, tetapi juga pastinya ada hal-hal yang positif. Bagian yang positif inilah yang harus digunakan oleh dai untuk mengemas penyampaian pesannya agar lebih menarik dan diminati oleh jamaah terutama pasar-pasar anak muda dan ibu-ibu majlis taklim.
Karena biasanya yang mengikuti perkembangan sosialita adalah anak-anak muda dan ibu-ibu majlis taklim. Bapak-bapaknya sibuk mencari nafkah untuk anak isterinya, sehingga tidak terlalu perduli dengan perkembangan gadget sampai saat ini. Hpnya pun masih monokrom alias jadul.
Pesan ceramah harus sampai kepada pendengarnya dengan cara yang efektif, sehingga dapat diresapi dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari. Bahkan bukan hanya efektif, bisa jadi ceramah sekarang harus diselingi selera humor yang sekedar menghilangkan ketegangan dan ngantuk. Seorang dai harus sadar dan pandai membaca keadaan jamaahnya, kapan jamaahnya mulai bosan, kapan jamaahnya sudah mulai resah, dan kapan jamaahnya harus diberi semangat untuk berbuat kebaikan.
Kesempatan mendengarkan ceramah pada zaman sekarang sudah semakin sedikit. Paling-paling di media mimbar jumat baru bisa ikut bergabung mendengar ceramah dengan khusyuk. Diharapkan ini dapat menambah pengetahuan keislamannya, tetapi malah justeru ketika mendengarkan ceramah melalui khutbah, asyik tertidur karena lelah dengan pekerjaan kantor.
Maka dibutuhkan cara efektif untuk menyampaikan pesan kepada jamaah yang bisa didengar kapan saja dan dimana saja, yaitu melalui media video. Istilah anak muda sekarang namanya adalah vlog atau video pendek yang menarik dan lucu. Inilah salah satu media yang bisa digunakan oleh dai untuk mengambil hal positif dari vlog dengan mengisi pesan-pesan ceramah di dalamnya dan disebarkan melalui youtube, whatshapp, line, dan lain-lain. Jadi dai pun harus melihat perkembangan jaman, jangan monoton atau kaku sehingga jamaah pun lama-lama meninggalkan.
Saya sebagai cordofa, corps dai dompet dhuafa, ala kulli hal, bersyukur alhamdulillah dibekali dengan andoroid yang lumayan bagus oleh isteri saya. Terimakasih saya ucapkan untuk isteri saya – Nina Risdiana, SE., karena telah memperhatikan suaminya berdakwah ke Italia, agar foto-foto yang saya jepretkan hasilnya bagus, dibelikanlah HP android berbasis kamera yang bagus untuk saya. Subhanallah. Ternyata memang benar, dengan mengikuti perkembangan teknologi dapat mempermudah dakwah saya. salah satunya adalah berdakwah dengan menggunakan vlog.
Banyak yang bisa dimanfaatkan oleh dai untuk mengeksplor kemampuannya dengan vlog. Di antaranya adalah Penyampaian pesan yang singkat padat namun berisi. Saya juga banyak membuat vlog-vlog singkat, sehingga setelah selasai langsung bisa di-share kepada jemaah dan media-media sosial lainnya.
Roma – Italia, adalah kota tua bersejarah. Sayang sekali jika sudah sampai di sini tidak membuat vlog di tempat-tempat yang menjadi icon nya kota tersebut. Saya ingin membuat vlog di depan menara Pisa, di depan Colloseum, di depan gereja besar Vatikan, dan tempat-tempat bersejarah di Italia.
Sekarang ini saya baru sempat membuat vlog di sebuah taman di pusat kota Roma, namanya Villa Bhorghese. Taman ini luas sekali. Setiap sorenya banyak masyarkat sekitar berolahraga dengan berbagai macam jenisnya. Ada yang bersepeda, ada yang jogging mengitari area taman, ada juga anak-anak muda yang terlihat bermesraan. Maklum pak ustadz ini Eropa. Kata Pak Glen, salah seorang Lokal Staff di KBRI Roma. Macam-macam tujuan orang ke taman villa Bhorghese ini.
Tetapi ada yang menarik adalah gedung-gedung khas Romawi kuno yang masih terjaga rapih, pohon-pohon pinus rindang yang terlihat tua dan kokoh, juga kebun binatang dan pancuran air di setiap pojokan yang langsung bisa diminum. Betul-betul pemandangan yang sayang dilewatkan jika tidak diabadikan dengan jepretan foto dan sedikit rekaman vlog yang mencerahkan. (***)







