• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Breaking News

SADISS!!! Nagih Utang Setoran Double L Rp 200 Ribu, Siswa SMK Ditikam 4 Kali, Leher Digorok 

by BontangPost
13 Juni 2017, 12:26
in Breaking News
Reading Time: 2 mins read
0
SADIS: Kasatreskrim Polres Kutim AKP Andhika Darma Sena saat menggelar konferensi pers, Senin (12/6) kemarin. Tampak AL dan Rh (baju orange) tertunduk lesu.(DIRHAN/SANGATTA POST)

SADIS: Kasatreskrim Polres Kutim AKP Andhika Darma Sena saat menggelar konferensi pers, Senin (12/6) kemarin. Tampak AL dan Rh (baju orange) tertunduk lesu.(DIRHAN/SANGATTA POST)

Share on FacebookShare on Twitter

 

SANGATTA – Aksi dua pembunuh siswa SMK 1 Bengalon Ramadi tergolong sadis. Pelaku tega menikam dan menggorok leher korban hingga tewas. Padahal persoalannya sepele, hanya karena geram ditagih utang sebesar Rp 200 ribu.

Kasus ini menjadi terang benderang setelah polisi berhasil meringkus kedua pelaku, AL (19) dan Rh (21). Keterangan yang berhasil didapatkan polisi, ide membunuh korban datang dari AL. Gara-gara AL geram terus ditagih setoran hasil penjualan doubel L sebesar Rp 200 ribu oleh korban. Puncaknya terjadi pada Selasa (16/5) lalu. AL bersama rekannya Rh menyusun rencana untuk membunuh korban.

“Ide datang dari AL, kemudian Rh yang merencanakan lokasi,” kata Kalpores Kutim AKBP Rino Eko didampingi Kasatreskrim AKP Andhika Darma Sena, saat menggelar konferensi pers, kemarin.

Di hari itu, korban yang datang menagih diajak oleh kedua pelaku untuk menghisap sabu. Mereka pun menuju kawasan kandang ayam di sekitar Simpang Perdau Desa Sepaso Selatan Kecamatan Bengalon. Korban yang tak menaruh curiga langsung mengiyakan. Padahal, sebilah badik sudah terselip di balik baju AL saat itu. Setibanya di lokasi itu, korban dibekap oleh AL. Rh lalu mengambil badik dan menusuk pinggang korban dua kali dan leher dua kali. Terakhir menggorok leher korban.

Baca Juga:  Terserap Rp 192 Miliar, 78 Paket Proyek Telah Dilelang

“Lalu kedua pelaku kabur dengan membawa motor dan uang miliki korban sebesar Rp 100 ribu. Kemudian korban ditemukan warga setempat dalam keadaan tewas dan bersimbah darah,” terangnya.

Setelah dilakukan pemeriksaan saksi-saksi. Kasus itu akhirnya terungkap. Hasil kerja sama Polsek Bengalon, Satreskrim Polres Kutim, dan Satreskrim Bontang, kedua pelaku berhasil ditangkap pada Kamis (8/6). RH diringkus di Bontang dan AL diamankan di Bengalon.

“Persoalannya karena dendam selalu ditagih. Sebelumnya juga ada perselisihan, tapi hal sepele. Misalnya soal pinjam-meminjam motor,” katanya.

Kedua pelaku diancam pasal berlapis dengan ancaman hukuman mati atau pidana seumur hidup. Mereka dijerat pasal tentang pembunuhan berencana dan pembunuhan terhadap anak. (hd)

Baca Juga:  3 Ribu TK2D Bakal Dipangkas?

Kronologis

  1. Korban Rahmadi menagih uang setoran hasil penjualan double L sebesar Rp 200 ribu kepada AL, Selasa (16/5). Sebelumnya, keduanya sudah berselisih karena persoalan itu.
  2. Di hari yang sama, AL mempunyai ide membunuh korban karena jengkel terus ditagih. Ide itu lalu didiskusikan dengan Rh, rekannya. Rh lalu merencanakan lokasi pembunuhan.
  3. Saat bertemu Korban yang menagih, AL tidak membayar utang itu. Tapi berpura-pura mengajak korban menghisap sabu di kandang ayam sekitar Simpang Perdau Desa Sepaso Selatan Kecamatan Bengalon, bersama Rh.
  4. Tiba di TKP, Korban langsung dibekap oleh AL dan Rh. Kemudian Rh mengambil badik yang sebelumnya dibawa oleh AL. Sementara AL menindis dan mengunci badan korban, Rh menusuk pinggang korban dua kali dan leher dua kali. Aksi sadis itu diakhiri dengan menggorok leher korban.
  5. Kedua pelaku kabur dengan membawa motor dan uang miliki korban sebesar Rp 100 ribu.
  6. Korban ditemukan warga setempat dalam keadaan tewas dan bersimbah darah. Kasus itu langsung dilaporkan ke polisi.
  7. Hasil kerja sama Polsek Bengalon, Satreskrim Polres Kutim, dan Satreskrim Bontang, kedua pelaku berhasil ditangkap pada Kamis (8/6). RH diringkus di Bontang dan AL diamankan di Bengalon.
Print Friendly, PDF & Email
Tags: pembunuhanSangatta Post
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Warga Digegerkan Temuan Mayat Pemuda

Next Post

Vlog Ramadan di Taman Borghese Roma

Related Posts

Mayat Pegawai Disimpan di Freezer, Dua Karyawan Kios Ayam Geprek di Bekasi Ditangkap
Bontang

Mayat Pegawai Disimpan di Freezer, Dua Karyawan Kios Ayam Geprek di Bekasi Ditangkap

30 Maret 2026, 09:53
Penikaman di Samarinda, Tersangka Dibekuk di TKP
Kriminal

Penikaman di Samarinda, Tersangka Dibekuk di TKP

5 Januari 2026, 20:56
Ibu Muda dan Balitanya Ditemukan Tewas Bersimbah Darah di Rumahnya
Kriminal

BREAKING NEWS! Pria Paruh Baya Diduga Ditembak di Depan Kantor Pos Balikpapan

13 Desember 2025, 16:13
Rebutan Cewek Berujung Maut, Pemuda di Banjarmasin Tewas Ditikam
Kriminal

Rebutan Cewek Berujung Maut, Pemuda di Banjarmasin Tewas Ditikam

24 September 2025, 20:55
Pembantaian 5 Anggota Keluarga di Indramayu, Dipicu Uang Sewa Mobil Rp750 Ribu
Kriminal

Pembantaian 5 Anggota Keluarga di Indramayu, Dipicu Uang Sewa Mobil Rp750 Ribu

10 September 2025, 13:08
Kriminal

Ayah di Samarinda Diduga Cekik Dua Anak Hingga Tewas dan Lukai Perempuan Lansia

25 Juli 2025, 21:23

Terpopuler

  • Modus Bujuk Rayu hingga Pemaksaan, Residivis Pelecehan Anak di Bontang Utara Akui Ada 4 Korban

    Modus Bujuk Rayu hingga Pemaksaan, Residivis Pelecehan Anak di Bontang Utara Akui Ada 4 Korban

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sekolah Swasta Bontang Tolak Penambahan Kelas di SMA 1 dan 2, Guru Terancam Menganggur

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Polisi Ringkus Perempuan di Jalan Parikesit Bontang, Sabu Disembunyikan dalam Dompet

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Residivis Kekerasan Seksual Anak di Bontang Kembali Berulah, 4 Orang Diduga Jadi Korban

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • UPTD PPA Dampingi Korban Asusila di Bontang Utara, Fokus Pemulihan Psikologis Anak

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.