• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Hikmah

Mencari Barang Bekas di Italia

by BontangPost
10 Juni 2017, 12:25
in Hikmah
Reading Time: 2 mins read
0
ILUSTRASI/ blog.studentsville.it

ILUSTRASI/ blog.studentsville.it

Share on FacebookShare on Twitter

Oleh:

  1. Khumaini Rosadi, SQ., M.Pd.I

Jangan dikira Eropa itu serba mewah dan elegan. Buktinya banyak juga di negara-negara Eropa yang suka barang-barang bekas. Orang indonesia ada yang menyebutnya barang loak, ada yang menyebutnya cakar, ada yang menyebutnya barang sisa ekspor, dan sebagainya. Apapun itu sebutnnya, Judulnya yang pasti adalah barang bekas.

Ketika saya ke Belanda tahun lalu, ada juga pasar yang menyediakan barang-barang bekas, namanya pasar beverwijk. Di Roma ternyta ada juga barang bekas yang dijajakan di pinggiran jalan menuju masjid Roma. Barang-barang yang dijual pun beragam. Dari mulai baterai laptop, entah itu hasil curian atau bekas laptop yng rusak. Sampai panci presto pun ada.

Baca Juga:  Salat Jumat Dua Bahasa di Masjid Almarkaz Roma

Dan tidak ada jaminan juga barangnya masih bagus atau tidak. Kalau masih bagus untung kalau rusak, yah namanya juga barang bekas. Harap maklum. Masalah harga memang bisa ditawar semurah mungkin sesuai dengan keadaan kantong. Kalau uang cukup, bisa dapat barang yang diinginkan, kalau kurang budgetnya, cukup mengincar dan booking saja. Maka minggu depan akan disediakan kembali.

Bukan hanya barang-barang elektronik yang ditawarkan di sepanjang jalan menuju Masjid besar di Roma ini. Berbagi makanan khas pun dijual. Dari yang mentah sampai yang sudah matang. Ibaratnya seperti pasar malam, di Indonesia, semua serba ada. Bahkan sampai daging frozen pun dijual di sana.

Baca Juga:  Vlog Ramadan di Taman Borghese Roma

Ini peluang bisnis atau mungkin kesempatan berharga bagi para penjual untuk menjajakan segala macam barang dagangannya. Termasuk kulinernya, ketika orng-orang capek muter-muter mencari barang bekas, pastiny butuh mkan dan minum.

Penjualnya pun beragam kulit, dari yang hitam sampai yang putih. Ada yang dari Afrika biasanya berkulit gelap, juga ada yang berkulit putih berambut pirang biasanya berasal dari rumania. Kata Taufik, chef dan assisten rumah tangga dari wakil kedubes RI di Roma, pak Des Alwi.

Untuk sampai ke pasar barang bekas ini, kami menempuh dengan mengendarai metro bawah tanah. Dari stasiun Barberini, spagna, dan Flaminio, kami berhenti di sini. Lanjut lagi pindah ke kereta yang melewati empat stasiun, dan berhenti di campi sportiva, karena di stasiun ini dekat dengan gelanggang olahraga.

Baca Juga:  Toleransi dari Sekolah di Roma 

Dari sini kami jalan sekitar 2 km untuk sampai ke masjid. Di sepanjang jalan inilah pasar barang-barang bekas itu mengampar di pinggir jalan. Ada yang suka berteduh, dan tidak masalah juga bagi mereka berdagang di bawah terik matahari menyengat. Mungkin itu yang mereka sukai. Biasanya orang bule suka sekali dengan panasnya sinar matahari. Untuk menghitamkan kulitnya. Mungkin. (***)

Print Friendly, PDF & Email
Tags: Catatan Dari Roma
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Khawatir Punah,  Menetaskan Telur Biawak di Inkubator, Pet Lovers Sangatta Ajak Lindungi Hewan

Next Post

Hari Ini, SMK Negeri I Buka Pendaftaran, Batas Kuota 384 Siswa 

Related Posts

Tukang Roti yang Jadi Chef KBRI Roma 
Hikmah

Tukang Roti yang Jadi Chef KBRI Roma 

23 Juni 2017, 12:19
Berdakwah dengan Pendekatan Budaya di Italia
Hikmah

Berdakwah dengan Pendekatan Budaya di Italia

22 Juni 2017, 12:18
Jas Merah Romawi di Italia
Hikmah

Jas Merah Romawi di Italia

21 Juni 2017, 12:18
Semangat Diplomat Saat Berzakat
Hikmah

Semangat Diplomat Saat Berzakat

20 Juni 2017, 12:18
Cara Hemat Ala Mahasiswa di Italia
Hikmah

Cara Hemat Ala Mahasiswa di Italia

18 Juni 2017, 12:19
Serasa di Indonesia meski di Italia
Hikmah

Serasa di Indonesia meski di Italia

17 Juni 2017, 12:21

Terpopuler

  • Proyek Renovasi Rujab Kaltim Rp25 Miliar Sampai ke Pusat, Kemendagri Turunkan Tim Periksa Belanja

    Proyek Renovasi Rujab Kaltim Rp25 Miliar Sampai ke Pusat, Kemendagri Turunkan Tim Periksa Belanja

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Residivis Bontang Berulah Lagi, Uang Curian Rp20 Juta Ludes untuk Judi Online

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Parkiran Semrawut di Tanjung Laut Bontang, Warga Keluhkan Akses Tertutup

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 30 Penginapan di Bontang Kuala, Baru 2 yang Bayar Pajak

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • SPMB Bontang 2026 Dibuka Mei, Jalur Afirmasi Dapat Kuota 25 Persen

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.