Populasi biawak dikhawatirkan terus menurun. Salah satu indikasinya, banyak masyarakat yang gemar mengkonsumsi hewan sebangsa reptil itu. Sebagai bentuk keprihatinan, Pet Lovers Sangatta (PLS) gencar mensosialisasikan agar masyarakat melindungi hewan itu.
Teranyar, para pecinta hewan itu melakukan sosialisasi yang dikemas dengan agenda bagi takjil gratis. Kegiatan yang berlangsung di simpang empat Jalan Soekarno Hatta Kamis (9/6) itu, juga diikuti awak jurnalis yang tergabung di dalam Aliansi Jurnalis Kutim (AJKT).
Menariknya, sebagian anggota PLS ada yang membawa hewan peliharaan, salah satunya ular. Tak jarang pengendara yang melintas menyempatkan waktu berfoto dengan hewan melata itu.
Ketua PLS Puput Ayuri mengatakan, kegiatan tersebut memang diselipi dengan sosialisasi untuk melindungi binatang. Salah satunya biawak. Menurutnya, populasi biawak saat ini terus menurun.
“Karena kalau manusia ketemu biawak, malah dikonsumsi, atau dibunuh. Padahal hewan itu harus dilindungi,” ujar perempuan berhijab itu.
Menurut Puput, kesadaran sebagian masyarakat melindungi binatang memang masih minim. Makanya, sebagai penyayang binatang, mereka ingin seluruh masyarakat dapat memahami.
“Biawak juga makhluk hidup, apalagi mereka tidak menganggu manusia,” katanya.
Hal senada diungkapkan Bayu, Sekretaris PLS. Kendati belum memiliki data, namun dia meyakini populasi biawak terus tergerus. Pasalnya, tak jarang ditemui biawak yang dikonsumsi atau dibunuh warga. Padahal, biawak termasuk salah satu hewan yang sulit berkembang biak.
“Apalagi di sini, sulit berkembang biak, itu karena pengaruh suhu,” terang Bayu.
Di sisi lain, dia mengaku sudah berhasil menetaskan telur biawak dengan inkubator. Kendati proses itu memakan cukup panjang, yakni selama 8 bulan. Dalam kurun waktu tersebut, dia harus menjaga kualitas suhu dan kelembaban di inkubator.
Namun perjuangannya itu tak sia-sia. Pasalnya, dia berhasil menetaskan telur biawak.
“Saya bereksperimen dengan telur itu, dan ternyata berhasil menetas. Saat ini sudah banyak anggota PLS yang memelihara biawak. Selain itu juga memelihara ular, iguana, kucing, dan beberapa hewan lain,” ungkapnya.
Sementara itu, Sekretaris AJKT M Sukri mengatakan agenda sosialisasi PLS dengan berbagi takjil cukup menarik. Menurutnya, kegiatan yang bersifat positif tersebut sudah pasti didukung oleh AJKT. Pasalnya, jika hewan punah, maka keseimbangan alam akan rusak.
“Kami ucapkan terima kasih karena AJKT diajak untuk bergabung di kegiatan ini. Mudah-mudahan lewat kegiatan ini kesadaran mencintai binatang terus tumbuh,” singkatnya. (hd)







