BONTANGPOST.ID, Bontang – Kabut asap yang menyelimuti sejumlah wilayah di Bontang membuat aktivitas belajar mengajar di sekolah menjadi perhatian. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Bontang telah mengarahkan satuan pendidikan untuk mempertimbangkan pembelajaran jarak jauh (PJJ) jika kondisi lingkungan dinilai tidak memungkinkan untuk pembelajaran tatap muka.
Sekretaris Disdikbud Bontang, Saparuddin, mengatakan keputusan penerapan PJJ diserahkan kepada masing-masing sekolah. Pihak sekolah diminta melihat kondisi kabut asap di lingkungan mereka sebelum menentukan metode pembelajaran.
“Arahan sudah ada, tinggal sekolah memutuskan seperti apa. PJJ atau tidak,” kata Saparuddin, Kamis (29/10/2026).
Sebelumnya, informasi mengenai kemungkinan pelaksanaan PJJ pada Kamis (29/10/2026) hingga Jumat (30/10/2026) telah beredar di kalangan wali murid. Salah satunya melalui pesan dari sebuah taman kanak-kanak (TK) negeri di Bontang.
Dalam pesan tersebut, orang tua diminta menjemput anak yang masih berada di sekolah. Penjemputan dilakukan di dalam kelas, sementara guru dan murid diarahkan tidak beraktivitas di luar ruangan.
Kabut asap yang muncul dalam beberapa hari terakhir diduga berkaitan dengan kebakaran lahan di kawasan Guntung dan Bontang Lestari. Kondisi ini dikhawatirkan berdampak terhadap kesehatan, terutama bagi anak-anak yang rentan mengalami gangguan pernapasan akibat paparan asap.
Meski demikian, informasi PJJ selama dua hari yang beredar di kalangan wali murid bukan berarti berlaku seragam untuk seluruh sekolah. Disdikbud telah memberikan arahan, sedangkan keputusan pelaksanaannya menyesuaikan situasi di masing-masing satuan pendidikan.
Orang tua pun diminta tetap berkoordinasi dengan pihak sekolah untuk mengetahui perkembangan kegiatan belajar mengajar dan langkah antisipasi selama kabut asap masih menyelimuti Bontang. (ak)







