<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>cuaca ekstrem Arsip - Bontang Post</title>
	<atom:link href="https://bontangpost.id/tag/cuaca-ekstrem/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://bontangpost.id/tag/cuaca-ekstrem/</link>
	<description>Mencerdaskan dan Menginspirasi</description>
	<lastBuildDate>Fri, 06 Feb 2026 04:51:14 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.1.4</generator>

<image>
	<url>https://bontangpost.id/wp-content/uploads/2018/04/bp-cropped-favicon-bpost1-2-32x32.png</url>
	<title>cuaca ekstrem Arsip - Bontang Post</title>
	<link>https://bontangpost.id/tag/cuaca-ekstrem/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>BPBD Kaltim Kirim Peringatan Dini Cuaca Ekstrem ke Daerah, Personel dan Alat Evakuasi Disiagakan</title>
		<link>https://bontangpost.id/bpbd-kaltim-kirim-peringatan-dini-cuaca-ekstrem-ke-daerah-personel-dan-alat-evakuasi-disiagakan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Bontang Post]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 06 Feb 2026 05:00:23 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kaltim]]></category>
		<category><![CDATA[cuaca ekstrem]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://bontangpost.id/?p=147172</guid>

					<description><![CDATA[<p>BONTANGPOST.ID – Ancaman cuaca ekstrem kembali menghantui wilayah Kalimantan Timur (Kaltim). Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kaltim mengimbau seluruh pemerintah kabupaten dan kota meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana dalam waktu dekat. Sekretaris BPBD Kaltim, Yasir, mengatakan pihaknya telah mengirimkan surat peringatan dini kepada seluruh pemerintah daerah sebagai langkah antisipasi. Peringatan tersebut didasarkan pada evaluasi kondisi [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/bpbd-kaltim-kirim-peringatan-dini-cuaca-ekstrem-ke-daerah-personel-dan-alat-evakuasi-disiagakan/">BPBD Kaltim Kirim Peringatan Dini Cuaca Ekstrem ke Daerah, Personel dan Alat Evakuasi Disiagakan</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p data-start="186" data-end="449"><strong>BONTANGPOST.ID –</strong> Ancaman cuaca ekstrem kembali menghantui wilayah Kalimantan Timur (Kaltim). Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kaltim mengimbau seluruh pemerintah kabupaten dan kota meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana dalam waktu dekat.</p>
<p data-start="451" data-end="724">Sekretaris BPBD Kaltim, Yasir, mengatakan pihaknya telah mengirimkan surat peringatan dini kepada seluruh pemerintah daerah sebagai langkah antisipasi. Peringatan tersebut didasarkan pada evaluasi kondisi sepanjang 2025 yang menunjukkan cuaca semakin tidak menentu.</p>
<p data-start="726" data-end="901">“Curah hujan tinggi berpotensi memicu banjir dan longsor. Di sisi lain, panas ekstrem juga membuka peluang terjadinya kebakaran hutan dan lahan,” ujar Yasir, Kamis (5/2/2026).</p>
<p data-start="903" data-end="1182">Ia menjelaskan, kondisi cuaca saat ini sangat fluktuatif. Hujan deras bisa turun secara tiba-tiba, lalu berganti panas terik dalam waktu singkat. Karena itu, BPBD Kaltim tengah memproses penetapan status siaga bencana meteorologi untuk wilayah Kaltim selama satu tahun penuh.</p>
<p data-start="1184" data-end="1328">“Kami melihat pola cuaca yang tidak stabil ini berpotensi terjadi sepanjang tahun. Maka kesiapsiagaan harus dilakukan sejak sekarang,” jelasnya.</p>
<p data-start="1330" data-end="1677">Dalam menghadapi potensi bencana tersebut, BPBD Kaltim memperkuat kesiapan melalui peningkatan kapasitas sumber daya manusia serta pembenahan sarana dan prasarana kebencanaan. Personel di tingkat provinsi hingga kabupaten/kota terus dilatih agar siap merespons situasi darurat, sementara peralatan evakuasi dipastikan dalam kondisi siap digunakan.</p>
<p data-start="1679" data-end="1880">Yasir menegaskan, upaya penanggulangan bencana tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah. Diperlukan peran aktif seluruh pemangku kepentingan dan masyarakat agar risiko bencana dapat ditekan sejak dini.</p>
<p data-start="1882" data-end="1940">“Kesiapsiagaan adalah tanggung jawab bersama,” pungkasnya. <strong>(KP)</strong></p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/bpbd-kaltim-kirim-peringatan-dini-cuaca-ekstrem-ke-daerah-personel-dan-alat-evakuasi-disiagakan/">BPBD Kaltim Kirim Peringatan Dini Cuaca Ekstrem ke Daerah, Personel dan Alat Evakuasi Disiagakan</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Pemancing di Bontang Kuala Selamat Setelah Terombang-ambing Diterpa Badai</title>
		<link>https://bontangpost.id/pemancing-di-bontang-kuala-selamat-setelah-terombang-ambing-diterpa-badai/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Dwi Kurniawan Nugroho]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 04 Nov 2025 02:29:14 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bontang]]></category>
		<category><![CDATA[cuaca ekstrem]]></category>
		<category><![CDATA[Pemancing]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://bontangpost.id/?p=143940</guid>

					<description><![CDATA[<p>BONTANGPOST.ID, Bontang – Seorang pemancing bernama Taufik Hidayat Lumban Tobing (40) sempat dikabarkan hilang setelah kapalnya diterjang badai dan terombang-ambing di perairan Bontang Kuala, Selasa (4/10/2025). Informasi diterima Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bontang pada dini hari. Menindaklanjuti laporan itu, tim langsung dikerahkan ke lokasi untuk melakukan pencarian. “Korban ditemukan dalam kondisi selamat, meski [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/pemancing-di-bontang-kuala-selamat-setelah-terombang-ambing-diterpa-badai/">Pemancing di Bontang Kuala Selamat Setelah Terombang-ambing Diterpa Badai</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p data-start="114" data-end="335"><strong>BONTANGPOST.ID, Bontang –</strong> Seorang pemancing bernama Taufik Hidayat Lumban Tobing (40) sempat dikabarkan hilang setelah kapalnya diterjang badai dan terombang-ambing di perairan Bontang Kuala, Selasa (4/10/2025).</p>
<p data-start="337" data-end="523">Informasi diterima Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bontang pada dini hari. Menindaklanjuti laporan itu, tim langsung dikerahkan ke lokasi untuk melakukan pencarian.</p>
<p data-start="525" data-end="722">“Korban ditemukan dalam kondisi selamat, meski kapalnya sempat terombang-ambing akibat badai,” ujar Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Bontang Ismail, mewakili Kepala Pelaksana BPBD, Usman.</p>
<p data-start="724" data-end="890">Diketahui, korban merupakan pemancing yang menyewa kapal ketinting untuk melaut. Ia berangkat pada sore hari tanpa mengenakan alat pelindung diri seperti pelampung.</p>
<p data-start="892" data-end="1067">“Padahal mesinnya masih hidup, tapi korban tidak berani melanjutkan perjalanan karena angin dan ombak besar. Kondisi itu membuat kapal hanya terombang-ambing,” jelas Ismail.</p>
<p data-start="1069" data-end="1214">BPBD mengimbau para nelayan dan pemancing agar lebih memperhatikan faktor keselamatan saat melaut, terutama di tengah cuaca yang tidak menentu.</p>
<p data-start="1216" data-end="1347">“Kami imbau masyarakat agar selalu memperhatikan prakiraan cuaca dan melengkapi alat keselamatan, minimal pelampung,” pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/pemancing-di-bontang-kuala-selamat-setelah-terombang-ambing-diterpa-badai/">Pemancing di Bontang Kuala Selamat Setelah Terombang-ambing Diterpa Badai</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Sepanjang April Kaltim Berpotensi Dilanda Curah Hujan Ekstrim</title>
		<link>https://bontangpost.id/sepanjang-april-kaltim-berpotensi-dilanda-curah-hujan-ekstrim/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Bontang Post]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 09 Apr 2025 02:27:51 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kaltim]]></category>
		<category><![CDATA[cuaca ekstrem]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://bontangpost.id/?p=137628</guid>

					<description><![CDATA[<p>BONTANGPOST.ID, Samarinda &#8211; Hasil pemantauan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menunjukkan curah hujan ekstrem melanda Kalimantan Timur (Kaltim) sepanjang bulan Maret lalu. Beberapa wilayah mencatatkan curah hujan harian melebihi 100 milimeter, sebuah indikasi intensitas hujan yang sangat tinggi. Secara akumulatif bulanan, beberapa wilayah di Kaltim mengalami curah hujan yang masuk kategori tinggi. Wilayah-wilayah tersebut [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/sepanjang-april-kaltim-berpotensi-dilanda-curah-hujan-ekstrim/">Sepanjang April Kaltim Berpotensi Dilanda Curah Hujan Ekstrim</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>BONTANGPOST.ID, Samarinda &#8211; </strong>Hasil pemantauan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menunjukkan curah hujan ekstrem melanda Kalimantan Timur (Kaltim) sepanjang bulan Maret lalu. Beberapa wilayah mencatatkan curah hujan harian melebihi 100 milimeter, sebuah indikasi intensitas hujan yang sangat tinggi.</p>
<p data-reader-unique-id="6">Secara akumulatif bulanan, beberapa wilayah di Kaltim mengalami curah hujan yang masuk kategori tinggi. Wilayah-wilayah tersebut meliputi Mahakam Ulu, Kutai Barat, Kutai Timur, dan Berau.</p>
<p data-reader-unique-id="11">Namun kondisi yang sama diperkirakan juga terjadi pada April ini.</p>
<p data-reader-unique-id="11">“Data ini menunjukkan bahwa pola hujan di Kaltim pada bulan Maret berada di atas normal, melebihi rata-rata curah hujan dalam kurun waktu 30 tahun terakhir,” ungkap Kepala Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan, BMKG Balikpapan, Kukuh Ribudiyanto saat menjadi pembicara terkait Pemantauan BMKG terkait Perubahan iklim, Selasa (8/4/2025).</p>
<p data-reader-unique-id="12">Selain curah hujan ekstrem, BMKG juga mencatat peningkatan kejadian cuaca ekstrem dalam jangka pendek. Fenomena yang paling terasa adalah kenaikan suhu udara di Kaltim, yang mencapai lebih dari 1 derajat Celsius, bahkan hingga 1,5 derajat Celsius di Samarinda. Kenaikan suhu ini tercatat sebagai yang tertinggi dibandingkan rata-rata suhu normal.</p>
<p><center data-reader-unique-id="13"></center></p>
<p data-reader-unique-id="17">Meskipun puncak musim hujan di Kaltim diperkirakan terjadi pada Maret dan April, BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap waspada di bulan April ini.</p>
<p data-reader-unique-id="21">&#8220;Secara perkiraan yang kami perkirakan dan informasikan di awal tadi, puncak musim di Kaltim ini di bulan Maret dan April, sehingga harus tetap waspada di bulan April ini karena puncak kedua masih terjadi di wilayah Kaltim,&#8221; ujar perwakilan BMKG dalam keterangannya.</p>
<p data-reader-unique-id="22">BMKG menjelaskan bahwa Kaltim memiliki pola musim hujan unik dengan dua kali puncak. Puncak pertama terjadi pada Desember-Januari, diikuti penurunan curah hujan di Februari meskipun tetap ada hujan.</p>
<p data-reader-unique-id="23">Kemudian, curah hujan kembali meningkat di Maret dan April, sebelum kembali menurun di Mei-Juni dan memasuki musim kemarau pada Juli. Pola ini dipengaruhi oleh faktor ekstratorial yang menyebabkan dua kali puncak musim penghujan.</p>
<p data-reader-unique-id="30">Untuk mengantisipasi dampak cuaca ekstrem, BMKG telah berupaya maksimal dalam menyampaikan informasi dini kepada masyarakat. Upaya ini dilakukan melalui berbagai saluran, termasuk koordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan komunitas kebencanaan melalui grup WhatsApp, serta melalui media sosial. <strong>(*) </strong></p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/sepanjang-april-kaltim-berpotensi-dilanda-curah-hujan-ekstrim/">Sepanjang April Kaltim Berpotensi Dilanda Curah Hujan Ekstrim</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Februari Curah Hujan Turun tapi Warga Kaltim Tetap Waspada Cuaca Ekstrem</title>
		<link>https://bontangpost.id/februari-curah-hujan-turun-tapi-warga-kaltim-tetap-waspada-cuaca-ekstrem/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Bontang Post]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 07 Jan 2025 11:00:16 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kaltim]]></category>
		<category><![CDATA[cuaca ekstrem]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://bontangpost.id/?p=134693</guid>

					<description><![CDATA[<p>BONTANGPOST.ID, Balikpapan &#8211; Curah hujan di Kaltim baru mulai mengalami penurunan pada Februari. Itu berdasarkan prediksi Stasiun Meteorologi Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Sepinggan Balikpapan. Kepala Stasiun Meteorologi SAMS Sepinggan Balikpapan Kukuh Ribudiyanto mengatakan, puncak musim hujan di Kaltim berlangsung selama Desember dan Januari. Sementara curah hujan akan menurun pada Februari hingga akhir Maret. Namun, [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/februari-curah-hujan-turun-tapi-warga-kaltim-tetap-waspada-cuaca-ekstrem/">Februari Curah Hujan Turun tapi Warga Kaltim Tetap Waspada Cuaca Ekstrem</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>BONTANGPOST.ID, Balikpapan &#8211;</strong> Curah hujan di Kaltim baru mulai mengalami penurunan pada Februari. Itu berdasarkan prediksi Stasiun Meteorologi Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Sepinggan Balikpapan.</p>
<p>Kepala Stasiun Meteorologi SAMS Sepinggan Balikpapan Kukuh Ribudiyanto mengatakan, puncak musim hujan di Kaltim berlangsung selama Desember dan Januari. Sementara curah hujan akan menurun pada Februari hingga akhir Maret.</p>
<p>Namun, hal yang terpenting tetap ada potensi hujan ekstrem selama Februari hingga akhir Maret. Meski intensitas hujan turun, kondisi curah hujan deras secara normal berkisar 50–100 milimeter.</p>
<p>“Sementara lebih dari 100 milimeter, masuk kategori hujan ekstrem,” tuturnya. Dia mengimbau masyarakat tetap harus waspada terhadap bencana hidrometeorologi basah imbas cuaca ekstrem.</p>
<p>Seperti banjir dan tanah longsor. “Terutama warga yang berada di kawasan rawan bencana,” imbuhnya. Sebab ada pola hujan sporadis yang menimbulkan hujan lebat dengan durasi pendek.</p>
<p>Kemudian potensi gelombang laut perlu menjadi perhatian nelayan. Khususnya jenis kapal kecil. “Gelombang laut pada Januari ini kisaran 1,5 meter untuk di laut lepas,” ujarnya.</p>
<p>Sedangkan gelombang di wilayah pesisir pantai 0,5 meter &#8211; 0,75 meter. Menurutnya itu sudah masuk kategori sedang. “Nelayan harus waspada untuk gelombang 0,75 meter bisa saja mengganggu nelayan,” katanya.</p>
<p>Nelayan perlu waspada terhadap perubahan cuaca yang mendadak. “Kondisi angin kencang dan gelombang tinggi masih mungkin terjadi. Nelayan perlu berhati-hati,” imbuhnya.</p>
<p>Sementara itu, intensitas hujan di Kaltim kembali meningkat memasuki April hingga Juli. “Namun, curah hujan tidak setinggi seperti Desember dan Januari yang menjadi puncak musim hujan,” ucapnya.</p>
<p>Artinya tetap lebih rendah dari kondisi sekarang. Kukuh menjelaskan, musim kemarau di Kaltim baru terjadi pada Agustus. Sekaligus menandakan fenomena La Nina telah berakhir.</p>
<p>“Suhu Muka Laut (SML) di Samudera Pasifik bagian tengah mengalami pendinginan di bawah kondisi normal,” tuturnya.</p>
<p>Hal iti berpengaruh pada penurunan potensi pertumbuhan awan di Samudera Pasifik. Lalu mampu meningkatkan curah hujan. <strong>(*)</strong></p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/februari-curah-hujan-turun-tapi-warga-kaltim-tetap-waspada-cuaca-ekstrem/">Februari Curah Hujan Turun tapi Warga Kaltim Tetap Waspada Cuaca Ekstrem</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>BPBD Bontang Ingatkan Waspada Cuaca Ekstrem hingga Awal Tahun</title>
		<link>https://bontangpost.id/bpbd-bontang-ingatkan-waspada-cuaca-ekstrem-hingga-awal-tahun/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Jelita Nur Khasanah]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 21 Dec 2024 01:42:07 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bontang]]></category>
		<category><![CDATA[cuaca ekstrem]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://bontangpost.id/?p=134245</guid>

					<description><![CDATA[<p>BONTANGPOST.ID, Bontang &#8211; Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bontang meminta masyarakat agar tetap waspada terhadap cuaca ekstrem dan potensi bencana hidrometeorologi. Kondisi ini diperkirakan berlangsung sampai awal 2025. Dikatakan Kepala BPBD Bontang Usman melalui Kabid Kedaruratan dan Logistik (KL) Ismail, kondisi tersebut berhubungan dengan situasi musim penghujan saat ini. Pihaknya pun bakal mengambil langkah [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/bpbd-bontang-ingatkan-waspada-cuaca-ekstrem-hingga-awal-tahun/">BPBD Bontang Ingatkan Waspada Cuaca Ekstrem hingga Awal Tahun</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>BONTANGPOST.ID, Bontang &#8211;</strong> Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bontang meminta masyarakat agar tetap waspada terhadap cuaca ekstrem dan potensi bencana hidrometeorologi.</p>
<p>Kondisi ini diperkirakan berlangsung sampai awal 2025.</p>
<p>Dikatakan Kepala BPBD Bontang Usman melalui Kabid Kedaruratan dan Logistik (KL) Ismail, kondisi tersebut berhubungan dengan situasi musim penghujan saat ini.</p>
<p>Pihaknya pun bakal mengambil langkah antisipasi. Terutama yang berkaitan dengan pemantauan curah hujan dan tinggi muka air, potensi wilayah terdampak, hingga identifikasi kebutuhan logistik dan peralatan.</p>
<p>&#8220;Kami juga lakukan koordinasi dengan stakeholder dalam penyiapan tim siaga bencana,&#8221; katanya.</p>
<p>Sementara untuk masyarakat di wilayah yang kerap terdampak banjir, turut diminta untuk tetap waspada. Salah satunya dengan menyimpan barang penting di tempat yang aman.</p>
<p>&#8220;Masyarakat yang beraktivitas di luar rumah juga sebaiknya menghindari pohon besar, baliho, hingga saluran air,&#8221; tandasnya. <strong>(*) </strong></p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/bpbd-bontang-ingatkan-waspada-cuaca-ekstrem-hingga-awal-tahun/">BPBD Bontang Ingatkan Waspada Cuaca Ekstrem hingga Awal Tahun</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Ada Badai Petir Ekstrem, Peringatan Dini Banjir Terjadi di Sebagian Besar Indonesia, Termasuk Kaltim</title>
		<link>https://bontangpost.id/ada-badai-petir-ekstrem-peringatan-dini-banjir-terjadi-di-sebagian-besar-indonesia-termasuk-kaltim/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[BontangPost]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 13 Nov 2023 04:00:58 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[bmkg]]></category>
		<category><![CDATA[cuaca]]></category>
		<category><![CDATA[cuaca ekstrem]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://bontangpost.id/?p=120989</guid>

					<description><![CDATA[<p>bontangpost.id &#8211; Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan terkait potensi cuaca buruk di wilayah-wilayah di Indonesia. Kondisi itu diperkirakan dapat terjadi dalam rentang waktu dari 10 hingga 16 November. Peringatan itu menunjukkan pentingnya kewaspadaan masyarakat dan pihak terkait terhadap potensi dampak cuaca ekstrem yang dapat melibatkan fenomena seperti hujan lebat, angin kencang, atau [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/ada-badai-petir-ekstrem-peringatan-dini-banjir-terjadi-di-sebagian-besar-indonesia-termasuk-kaltim/">Ada Badai Petir Ekstrem, Peringatan Dini Banjir Terjadi di Sebagian Besar Indonesia, Termasuk Kaltim</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>bontangpost.id &#8211;</strong> Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan terkait potensi cuaca buruk di wilayah-wilayah di Indonesia. Kondisi itu diperkirakan dapat terjadi dalam rentang waktu dari 10 hingga 16 November.</p>
<p>Peringatan itu menunjukkan pentingnya kewaspadaan masyarakat dan pihak terkait terhadap potensi dampak cuaca ekstrem yang dapat melibatkan fenomena seperti hujan lebat, angin kencang, atau bahkan risiko banjir, dan longsor.</p>
<p>BMKG juga memantau dan mewaspadai kemungkinan kondisi cuaca ekstrem di beberapa wilayah Indonesia. Perhatian khusus diberikan terhadap potensi hujan lebat, badai petir, hujan es, dan bahkan risiko banjir, yang dapat terjadi sebagai dampak dari pergerakan Madden Julian Oscillation (MJO) serta adanya gelombang aktif atmosfer Khatulistiwa dan Kelvin di wilayah tertentu.</p>
<p>Fenomena itu diyakini berkontribusi terhadap potensi pengembangan iklim dan formasi awan hujan yang dapat memengaruhi secara signifikan kondisi meteorologis di daerah terkait. Adanya bibit siklon tropis 94W turut menjadi faktor menonjol yang berpotensi memperburuk kondisi cuaca di berbagai wilayah Indonesia.</p>
<p>BMKG memperhatikan perkembangan tersebut sebagai elemen penting dalam analisis cuaca ekstrem. Karena bibit siklon tropis dapat memicu intensifikasi hujan, angin kencang, dan risiko banjir, yang semakin menambah kompleksitas situasi meteorologis di wilayah-wilayah yang terdampak.</p>
<p>Dilansir <em>JawaPos.com</em> dari laman berita <em>thestar.com.my</em>, menurut informasi yang terdapat di laman BMKG, sejumlah wilayah di Indonesia dihadapkan pada potensi terjadinya hujan lebat.</p>
<p>Daerah-daerah yang mungkin terpengaruh antara lain Aceh, Sumatera Barat, Sumatera Utara, Sumatera Selatan, Bengkulu, Lampung, Riau, Jawa Barat, Nusa Tenggara Barat, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Utara, Kalimantan Timur, Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, Gorontalo, dan Papua Barat.</p>
<p>Peringatan dini itu penting bagi masyarakat dan pihak terkait di wilayah-wilayah tersebut untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi dampak cuaca ekstrem. Cuaca ekstrem bisa saja muncul seperti banjir, longsor, dan gangguan lainnya yang dapat timbul akibat hujan lebat yang berkepanjangan.</p>
<p>Menurut peringatan BMKG, beberapa wilayah di Indonesia dapat menghadapi potensi badai petir. Termasuk di antaranya Aceh, Sumatera Barat, Sumatera Selatan, Bengkulu, Banten, Jawa Barat, Jakarta, Jawa Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Utara, Kalimantan Timur, Sulawesi Tengah, Gorontalo, dan Papua Barat.</p>
<p>BMKG menyatakan, pada November, proyeksi curah hujan secara umum tergolong rendah hingga sedang dengan rentang 0-150 mm dalam kurun waktu 10 hari. Dengan demikian, walaupun perkiraan curah hujan tidak mencapai tingkat tinggi, potensi badai petir di sejumlah wilayah tetap menimbulkan kebutuhan untuk tetap waspada terhadap potensi dampak cuaca ekstrem yang mungkin terjadi.</p>
<p class="class-paragraph">”Potensi cuaca ekstrem pada masa transisi cukup besar, antara lain hujan lebat disertai petir, angin kencang, bahkan hujan es,” kata Kepala BMKG Dwikorita Karnawati.</p>
<p>Dia menegaskan, arah angin akan mengalami variasi yang mencolok, dapat menyebabkan perubahan cuaca yang cepat dari panas ke hujan atau sebaliknya. Meskipun demikian, secara keseluruhan, cuaca cenderung cerah pada pagi hari, kemudian awan mulai terbentuk pada sore hari, dengan perkiraan hujan turun pada periode sore atau malam hari. <strong>(*)</strong></p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/ada-badai-petir-ekstrem-peringatan-dini-banjir-terjadi-di-sebagian-besar-indonesia-termasuk-kaltim/">Ada Badai Petir Ekstrem, Peringatan Dini Banjir Terjadi di Sebagian Besar Indonesia, Termasuk Kaltim</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Hadapi Cuaca Ekstrem di Bontang, Ini Imbauan Dinas Kesehatan</title>
		<link>https://bontangpost.id/hadapi-cuaca-ekstrem-di-bontang-ini-imbauan-dinas-kesehatan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Lutfi Rahmatunnisa']]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 01 May 2023 04:59:20 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bontang]]></category>
		<category><![CDATA[cuaca ekstrem]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://bontangpost.id/?p=113498</guid>

					<description><![CDATA[<p>bontangpost.id &#8211; Dinas Kesehatan Kota Bontang mulai mengeluarkan sejumlah imbauan untuk mengurangi dampak panas yang ditimbulkan oleh cuaca panas ekstrem yang melanda semua daerah di Indonesia. Kota Bontang salah satunya. Dalam satu bulan terakhir, cuaca panas di Kota Bontang lebih menyengat dari biasanya. Bahkan dari pantauan yang dilakukan oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/hadapi-cuaca-ekstrem-di-bontang-ini-imbauan-dinas-kesehatan/">Hadapi Cuaca Ekstrem di Bontang, Ini Imbauan Dinas Kesehatan</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>bontangpost.id &#8211;</strong> Dinas Kesehatan Kota Bontang mulai mengeluarkan sejumlah imbauan untuk mengurangi dampak panas yang ditimbulkan oleh cuaca panas ekstrem yang melanda semua daerah di Indonesia. Kota Bontang salah satunya.</p>
<p>Dalam satu bulan terakhir, cuaca panas di Kota Bontang lebih menyengat dari biasanya. Bahkan dari pantauan yang dilakukan oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), suhu tertinggi di Kota Bontang mencapai 33 derajat celcius bahkan berpotensi meningkat.</p>
<p>Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Diskes Bontang Jamila Suyuthi mengatakan cuaca panas ekstrem mengakibatkan aktivitas harian terganggu dan berpotensi mengganggu kesehatan tubuh.</p>
<p>Oleh sebab itu, pihaknya mengimbau beberapa hal kepada masyarakat. Di antaranya ialah mengimbau masyarakat untuk banyak mengonsumsi air putih. Selain itu, masyarakat juga diminta hindari minuman berkafein, minuman berenergi, alkohol, hingga minuman manis.</p>
<p>&#8220;Jangan menunggu haus baru minum air putih,&#8221; ucapnya singkat.</p>
<p>Selanjutnya, masyarakat diminta untuk menghindari kontak dengan sinar matahari secara langsung. Serta mengimbau masyarakat mengenakan baju berbahan ringan dan menghindari baju berwarna gelap.</p>
<p>&#8220;Agar tidak menyerap panas. Kalau bisa gunakan pakaian yang terang sama pakai penutup kepala. Seperti topi,&#8221; tandasnya.</p>
<p>Kemudian, Jamila mengimbau masyarakat sebisa mungkin berteduh antara jam 11.00 sampai jam 15.00. Diminta pula jangan meninggalkan siapapun di dalam kendaraan yang sedang terparkir dan menggunakan tabir surya minimal 30 SPF bila keluar rumah.</p>
<p>&#8220;Sedia juga semprotan air. Soalnya kalau seharian beraktivitas di bawah sinar matahari kulit itu terasa seperti terbakar. Umumnya tips dari kami itu berdasarkan rekomendasi dari pusat (Kemenkes),&#8221; bebernya.</p>
<p>Kendati demkian, apabila masyarakat memiliki gejala tubuh tidak seperti biasa seperti keringat berlebih, kulit terasa panas dan kering, rasa berdebar atau jantung terasa berdetak lebih cepat,<br />
mual, muntah, pusing atau sebagainya maka diminta untuk langsung ke fasilitas kesehatan terdekat.</p>
<p>&#8220;Dampak ke tubuh pasti ada. Setiap orang memiliki imun yang berbeda. Tapi, sejauh ini kami belum memetakan penyakita apa yang lagi merebak pasca terjadinya cuaca panas ekstrame,&#8221; tutupnya. <strong>(*) </strong></p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/hadapi-cuaca-ekstrem-di-bontang-ini-imbauan-dinas-kesehatan/">Hadapi Cuaca Ekstrem di Bontang, Ini Imbauan Dinas Kesehatan</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Waspada Kekeringan hingga Kebakaran Hutan di Kaltim</title>
		<link>https://bontangpost.id/waspada-kekeringan-hingga-kebakaran-hutan-di-kaltim/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Bontang Post]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 28 Apr 2023 01:02:34 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kaltim]]></category>
		<category><![CDATA[cuaca ekstrem]]></category>
		<category><![CDATA[cuaca panas]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://bontangpost.id/?p=113409</guid>

					<description><![CDATA[<p>bontangpost.id &#8211; Cuaca panas ekstrem terus dirasakan masyarakat di sejumlah wilayah di Indonesia, termasuk di Kaltim. Rabu (26/4), suhu di sejumlah daerah di Benua Etam mencapai 31 derajat Celsius. Kondisi serupa diperkirakan tidak jauh berbeda pada Kamis (27/4) kemarin. Walau demikian, cuaca panas disebut tidak akan berdampak pada kekeringan ataupun kebakaran hutan. Kepala Pusat Layanan Informasi [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/waspada-kekeringan-hingga-kebakaran-hutan-di-kaltim/">Waspada Kekeringan hingga Kebakaran Hutan di Kaltim</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>bontangpost.id &#8211; </strong>Cuaca panas ekstrem terus dirasakan masyarakat di sejumlah wilayah di Indonesia, termasuk di Kaltim. Rabu (26/4), suhu di sejumlah daerah di Benua Etam mencapai 31 derajat Celsius.</p>
<p>Kondisi serupa diperkirakan tidak jauh berbeda pada Kamis (27/4) kemarin. Walau demikian, cuaca panas disebut tidak akan berdampak pada kekeringan ataupun kebakaran hutan.</p>
<p data-reader-unique-id="3">Kepala Pusat Layanan Informasi Iklim Terapan BMKG Ardhasena Sopaheluwakan menyatakan, suhu naik karena masa transisi dari musim hujan ke musim kemarau. Pada saat transisi ini, suhu akan lebih tinggi 1 atau 2 derajat.</p>
<p data-reader-unique-id="3">&#8220;Kenaikan 1 atau 2 derajat di Indonesia ini masih masa lembap. Karena sisa musim hujan,&#8221; ungkapnya.</p>
<p data-reader-unique-id="12">Kombinasi temperatur dan kelembapan tinggi ini membuat kondisi tubuh gerah. Apalagi tubuh susah berkeringat dan ini menyebabkan panas di tubuh susah dilepaskan.</p>
<p data-reader-unique-id="12">Sena juga menyatakan temperatur udara di Indonesia juga naik. Ini karena perubahan iklim secara gradual.</p>
<p data-reader-unique-id="12">&#8220;Faktor lainnya, gerah ini terjadi di wilayah perkotaan karena banyak beton yang menyerap panas,&#8221; bebernya.</p>
<p data-reader-unique-id="13">Lanjut dia, kekeringan akan terjadi setelah musim kemarau. Ini karena kelembapan turun. Sementara angin muson timur dari Australia berembus dan menyebabkan suhu turun.</p>
<p data-reader-unique-id="13">&#8220;Tetap panas tapi biasa saja atau tanpa rasa tidak nyaman,&#8221; ujarnya.</p>
<p data-reader-unique-id="13">Pada musim kemarau, selain kekeringan juga berpotensial kebakaran hutan. Musim kemarau di sebagian wilayah Indonesia mulai pada Mei.</p>
<p data-reader-unique-id="14">Sementara itu, dalam keterangan resminya, Kepala BMKG Stasiun Kelas I Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan Balikpapan, Erika Mardiyanti menambahkan, secara dinamika atmosfer, cuaca panas akhir-akhir ini dapat terjadi karena adanya udara panas yang terperangkap di suatu wilayah.</p>
<p data-reader-unique-id="14">Disebabkan anomali dinamika atmosfer yang mengakibatkan aliran udara tidak bergerak dalam skala yang luas.</p>
<p data-reader-unique-id="23">Sedangkan dari sisi geografis, wilayah Indonesia berada di sekitar wilayah ekuatorial, sehingga memiliki karakteristik dinamika atmosfer yang berbeda dengan wilayah lintang menengah-tinggi.</p>
<p data-reader-unique-id="23">Selain itu, wilayah Indonesia memiliki variabilitas perubahan cuaca yang cepat. Dengan perbedaan karakteristik dinamika atmosfer tersebut, dia menyebut dapat dikatakan bahwa di wilayah Indonesia tidak terjadi fenomena yang dikenal dengan gelombang panas.</p>
<p data-reader-unique-id="24">Berdasarkan hasil pengamatan BMKG, suhu maksimum saat ini belum melampaui kondisi pada 16 Mei 2021.</p>
<p data-reader-unique-id="24">Saat itu, suhu di angka 33-35,2 derajat Celsius terjadi di Surabaya. Erika melanjutkan, saat ini sebagian besar wilayah Indonesia akan memasuki awal musim kemarau.</p>
<p data-reader-unique-id="24">Dia berharap masyarakat mengantisipasi kondisi cuaca yang cukup panas dengan meningkatkan daya tahan tubuh dan menjaga kesehatan serta lingkungan. <strong>(lyn/jpg/riz/k16)</strong></p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/waspada-kekeringan-hingga-kebakaran-hutan-di-kaltim/">Waspada Kekeringan hingga Kebakaran Hutan di Kaltim</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Dampak Cuaca Ekstrem di Kaltim Diprediksi Berlangsung sampai Desember</title>
		<link>https://bontangpost.id/dampak-cuaca-ekstrem-di-kaltim-diprediksi-berlangsung-sampai-desember/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Bontang Post]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 18 Oct 2022 01:00:23 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kaltim]]></category>
		<category><![CDATA[cuaca ekstrem]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://bontangpost.id/?p=106071</guid>

					<description><![CDATA[<p>bontangpost.id &#8211; BMKG telah mengeluarkan rilis potensi cuaca ekstrem sebelumnya untuk periode 02-08 Oktober 2022, dan berdasarkan analisis terkini bahwa kondisi dinamika atmosfer di wilayah Indonesia masih cukup signifikan berpotensi mengakibatkan peningkatan potensi cuaca ekstrem di beberapa wilayah dalam sepekan ke depan. Berdasarkan kondisi tersebut, BMKG memprediksikan potensi curah hujan dengan intensitas sedang-lebat yang dapat disertai [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/dampak-cuaca-ekstrem-di-kaltim-diprediksi-berlangsung-sampai-desember/">Dampak Cuaca Ekstrem di Kaltim Diprediksi Berlangsung sampai Desember</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>bontangpost.id &#8211; </strong>BMKG telah mengeluarkan rilis potensi cuaca ekstrem sebelumnya untuk periode 02-08 Oktober 2022, dan berdasarkan analisis terkini bahwa kondisi dinamika atmosfer di wilayah Indonesia masih cukup signifikan berpotensi mengakibatkan peningkatan potensi cuaca ekstrem di beberapa wilayah dalam sepekan ke depan.</p>
<p>Berdasarkan kondisi tersebut, BMKG memprediksikan potensi curah hujan dengan intensitas sedang-lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang untuk periode 09-15 Oktober 2022 di 32 wilayah di Indonesia termasuk Kaltim.</p>
<p>Merespons hal ini, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kaltim HM Agus Hari Kesuma, mengaku telah jauh melakukan mitigasi terhadap dampak kerusakan yang mungkin ditimbulkan kondisi cuaca ekstrem.</p>
<p>&#8220;Jadi di kita ini ada pra bencana. Pra bencana sudah kami sampaikan ke seluruh masyarakat bahwa dari bulan Agustus sampai dengan Desember memang masuk cuaca ekstrem,&#8221; ujar Agus, pada Kamis (13/10/2022).</p>
<p>Pria yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Dinas Sosial Kaltim ini mengatakan, kabar akan adanya cuaca ekstrem ini telah diinformasikan seluruh pemerintah kabupaten/kota. Sehingga segala langkah persiapan bisa dilakukan.</p>
<p>&#8220;Seluruh kabupaten kota sudah diinformasikan, itu namanya pra bencana. Setelah darurat ini tentunya ada persiapan-persiapan dari kabupaten kota. Jadi sudah paham mereka soal kedaruratan,&#8221; tambahnya.</p>
<p>Selain melakukan mitigasi, BPBD Kaltim juga telah siap jika nantinya diperlukan upaya penurunan personel ke lokasi bencana.</p>
<p>&#8220;Adapun masyarakat yang butuh bantuan kita seperti pasca bencana terkait bangunan, bendungan, dan saluran-saluran itu kami lakukan perencanaan yang sangat tepat. Namanya kalau di BPBD perhitungan pengkajian pasca bencana. Setelah itu tentunya terkait masalah sembako itu di bagian kedaruratan. Kita sudah siap,&#8221; tuturnya.</p>
<p>Ia juga menyebutkan bahwa kondisi curah hujan tinggi seperti saat ini, banjir dan pergerakan tanah menjadi salah satu hal yang diantisipasi.</p>
<p>&#8220;Kalau dari pantauan sekarang Balikpapan yang agak parah. Cuma masih dalam kondisi terkendali. Belum ada tanggap darurat. Curah hujan di sana tinggi sampai dengan Desember,&#8221; pungkasnya. <strong>(Selasar) </strong></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/dampak-cuaca-ekstrem-di-kaltim-diprediksi-berlangsung-sampai-desember/">Dampak Cuaca Ekstrem di Kaltim Diprediksi Berlangsung sampai Desember</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>BMKG Ingatkan Waspada Cuaca Ekstrem di Kaltim, Termasuk Bontang</title>
		<link>https://bontangpost.id/bmkg-ingatkan-waspada-cuaca-ekstrem-di-kaltim-termasuk-bontang/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Bontang Post]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 10 Oct 2022 03:00:12 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bontang]]></category>
		<category><![CDATA[bmkg]]></category>
		<category><![CDATA[cuaca ekstrem]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://bontangpost.id/?p=105710</guid>

					<description><![CDATA[<p>bontangpost.id &#8211; Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Balikpapan mengeluarkan kewaspadaan dini terhadap perkiraan cuaca ekstrem berupa hujan lebat yang dapat disertai angin kencang dan petir di Provinsi Kalimantan Timur pada 9-12 Oktober 2022. &#8220;Selama empat hari atau pada 9-12 Oktober cuaca ekstrem diperkirakan terjadi di sejumlah kawasan di Kaltim sehingga semua pihak harus [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/bmkg-ingatkan-waspada-cuaca-ekstrem-di-kaltim-termasuk-bontang/">BMKG Ingatkan Waspada Cuaca Ekstrem di Kaltim, Termasuk Bontang</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>bontangpost.id &#8211; </strong>Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Balikpapan mengeluarkan kewaspadaan dini terhadap perkiraan cuaca ekstrem berupa hujan lebat yang dapat disertai angin kencang dan petir di Provinsi Kalimantan Timur pada 9-12 Oktober 2022.</p>
<p>&#8220;Selama empat hari atau pada 9-12 Oktober cuaca ekstrem diperkirakan terjadi di sejumlah kawasan di Kaltim sehingga semua pihak harus waspada,&#8221; ujar Kepala Stasiun Kelas I Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Sepinggan BMKG Balikpapan Erika Mardiyanti di Balikpapan.</p>
<p>Ada sirkulasi siklonik yang membentuk pola belokan angin, kemudian perlambatan kecepatan angin yang dapat meningkatkan aktivitas konvektif dan pertumbuhan awan hujan di sekitar wilayah Kaltim.</p>
<p>Ditambah dengan masih hangatnya suhu permukaan laut di Selat Makassar, sehingga hal ini mendukung peluang pembentukan beberapa kelompok awan hujan di Kaltim, khususnya pada periode 9 hingga 12 Oktober 2022.</p>
<p>Kondisi ini, katanya, menyebabkan cuaca pada periode tersebut berpotensi terjadinya hujan dengan intensitas sedang hingga lebat serta dapat disertai petir dan angin kencang di Kaltim.</p>
<p>Ia merinci wilayah yang diperkirakan dengan cuaca ekstrem tersebut, yakni seluruh wilayah di Kota Balikpapan, Samarinda, Bontang, Kabupaten Kutai Timur, Kutai Kartanegara, Berau, Mahakam Ulu, Kutai Barat, Paser, dan Kabupaten Penajam Paser Utara.</p>
<p>&#8220;Kami juga mengimbau kepada masyarakat untuk selalu waspada terhadap dampak cuaca ekstrem yang dapat memicu terjadinya bencana hidrometeorologi seperti genangan air di Kota Samarinda, Balikpapan, Bontang, Kutai Kartanegara, dan Kabupaten Kutai Timur,&#8221; ujar Erika.</p>
<p>Ia melanjutkan, pada Senin, 10 Oktober, wilayah di Kaltim yang berpotensi terjadi hujan lebat disertai petir dan angin kencang berdurasi singkat adalah Sengatta, Muara Wahau, Sendawar, Kelay, Pulau Derawan, Tabalar, Damai.</p>
<p>Kemudian Kecamatan Long Iram, Kaliorang, Sandaran, Laham, Bongan, Tabang, Karangan, Kongbeng, Bengalon, Long Bagun, Bentian Besar, Melak, Muara Pahu, Muara Ancalong, Muara Koman, Batu Sopang, Tanah Grogot, Penajam, semua kecamatan di Bontang dan Balikpapan.</p>
<p>&#8220;Sedangkan pada Selasa, 11 Oktober diperkirakan di Kecamatan Sengatta, Sendawar, Tabalar, Long Iram, Batu Ampar, Kaliorang, Babulu, Laham, Tabang, Kongbeng, Melak, Muara Pahu, Muara Ancalong, dan Kecamatan Muara Muntai,&#8221; ucap Erika. <strong>(antara)</strong></p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/bmkg-ingatkan-waspada-cuaca-ekstrem-di-kaltim-termasuk-bontang/">BMKG Ingatkan Waspada Cuaca Ekstrem di Kaltim, Termasuk Bontang</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
