BONTANGPOST.ID – Ancaman cuaca ekstrem kembali menghantui wilayah Kalimantan Timur (Kaltim). Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kaltim mengimbau seluruh pemerintah kabupaten dan kota meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana dalam waktu dekat.
Sekretaris BPBD Kaltim, Yasir, mengatakan pihaknya telah mengirimkan surat peringatan dini kepada seluruh pemerintah daerah sebagai langkah antisipasi. Peringatan tersebut didasarkan pada evaluasi kondisi sepanjang 2025 yang menunjukkan cuaca semakin tidak menentu.
“Curah hujan tinggi berpotensi memicu banjir dan longsor. Di sisi lain, panas ekstrem juga membuka peluang terjadinya kebakaran hutan dan lahan,” ujar Yasir, Kamis (5/2/2026).
Ia menjelaskan, kondisi cuaca saat ini sangat fluktuatif. Hujan deras bisa turun secara tiba-tiba, lalu berganti panas terik dalam waktu singkat. Karena itu, BPBD Kaltim tengah memproses penetapan status siaga bencana meteorologi untuk wilayah Kaltim selama satu tahun penuh.
“Kami melihat pola cuaca yang tidak stabil ini berpotensi terjadi sepanjang tahun. Maka kesiapsiagaan harus dilakukan sejak sekarang,” jelasnya.
Dalam menghadapi potensi bencana tersebut, BPBD Kaltim memperkuat kesiapan melalui peningkatan kapasitas sumber daya manusia serta pembenahan sarana dan prasarana kebencanaan. Personel di tingkat provinsi hingga kabupaten/kota terus dilatih agar siap merespons situasi darurat, sementara peralatan evakuasi dipastikan dalam kondisi siap digunakan.
Yasir menegaskan, upaya penanggulangan bencana tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah. Diperlukan peran aktif seluruh pemangku kepentingan dan masyarakat agar risiko bencana dapat ditekan sejak dini.
“Kesiapsiagaan adalah tanggung jawab bersama,” pungkasnya. (KP)








