<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>ethiopian airlines Arsip - Bontang Post</title>
	<atom:link href="https://bontangpost.id/tag/ethiopian-airlines/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://bontangpost.id/tag/ethiopian-airlines/</link>
	<description>Mencerdaskan dan Menginspirasi</description>
	<lastBuildDate>Fri, 05 Apr 2019 07:46:41 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.1.4</generator>

<image>
	<url>https://bontangpost.id/wp-content/uploads/2018/04/bp-cropped-favicon-bpost1-2-32x32.png</url>
	<title>ethiopian airlines Arsip - Bontang Post</title>
	<link>https://bontangpost.id/tag/ethiopian-airlines/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Hasil Investigasi Ethiopian Airlines Keluar: Pilot Berkali-kali Ulangi Sistem, Pesawat Tetap Menukik Tajam</title>
		<link>https://bontangpost.id/hasil-investigasi-ethiopian-airlines-keluar-pilot-berkali-kali-ulangi-sistem-pesawat-tetap-menukik-tajam/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[M Zulfikar Akbar]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 05 Apr 2019 09:00:20 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Internasional]]></category>
		<category><![CDATA[boeing 737 max 8]]></category>
		<category><![CDATA[ethiopian airlines]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://bontangpost.id/?p=60853</guid>

					<description><![CDATA[<p>ADDIS ABABA – Otoritas Ethiopia baru saja menjabarkan hasil investigasi awal terkait penyebab kecelakaan penerbangan Ethiopian Airlines 302. Rilis tersebut kembali menyudutkan produsen pesawat Boeing. Bahkan, Federal Aviation Administration (FAA), otoritas keselamatan penerbangan yang terkenal paling ketat sedunia, ikut terseret dalam kasus tersebut. Menteri Tranportasi Ethiopia Dagmawit Moges memberi sinyal bahwa tidak ada human error [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/hasil-investigasi-ethiopian-airlines-keluar-pilot-berkali-kali-ulangi-sistem-pesawat-tetap-menukik-tajam/">Hasil Investigasi Ethiopian Airlines Keluar: Pilot Berkali-kali Ulangi Sistem, Pesawat Tetap Menukik Tajam</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>ADDIS ABABA – Otoritas Ethiopia baru saja menjabarkan hasil investigasi awal terkait penyebab kecelakaan penerbangan Ethiopian Airlines 302. Rilis tersebut kembali menyudutkan produsen pesawat Boeing. Bahkan, Federal Aviation Administration (FAA), otoritas keselamatan penerbangan yang terkenal paling ketat sedunia, ikut terseret dalam kasus tersebut.</p>
<p>Menteri Tranportasi Ethiopia Dagmawit Moges memberi sinyal bahwa tidak ada human error dalam insiden tersebut. Menurut data penerbangan dan rekaman suara yang ditemukan di bangkai pesawat berkode ET-AVJ tersebut, pilot dipastikan sudah bertindak benar. &#8221;Semua awak sudah bertindak sesuai prosedur pabrikan,&#8221; ujarnya seperti dilansir AFP.</p>
<p>Menurut Associated Press, pilot sudah memutuskan sistem Maneuvering Characteristics Augmentation System (MCAS) saat gangguan terasa kali pertama. MCAS merupakan sistem keselamatan yang akan menurunkan moncong pesawat jika anggle of attack (sudut moncong pesawat, Red) dinilai terlalu tinggi.</p>
<p>Namun, langkah mematikan fitur MCAS itu gagal. Pesawat masih berkali-kali menukik. Di saat-saat terakhir, pilot akhirnya menghidupkan lagi sistem tersebut. &#8221;Pilot beberapa kali mematikan dan menghidupkan MCAS. Soal beberapa kali, semua akan diungkapkan pada laporan terakhir,&#8221; ujar Moges kepada New York Times seusai konfrensi pers.</p>
<p>Pemerintah Ethiopia terkesan sangat hati-hati. Mereka tak menyebutkan kerusakan sensor atau perangkat pesawat. Mereka hanya menyebutkan bahwa moncong pesawat berkali-kali turun. Mereka hanya meminta agar sistem kontrol penerbangan bisa dievaluasi kembali oleh Boeing. &#8221;Kami butuh satu tahun untuk menganalisa seluruh permasalahan,&#8221; ujar Amdiye Ayalew, kepala tim investigasi kasus Ethiopian Airlines.</p>
<p>CEO Ethiopian Airlines Tewolde GebreMariam menyambut baik laporan tersebut. Menurutnya, hal itu membuktikan bahwa pilot Yared Getachew dan kopilot Ahmed Nur Mohammod Nur tak bersalah. &#8221;Kami bangga menyatakan bahwa pilot kami mengikuti prosedur secara profesional. Sayangnya, upaya itu tak bisa mengubah arah pesawat yang terus menukik,&#8221; ungkapnya.</p>
<p>Pihak Boeing masih menolak memberikan komentar karena dokumen laporan belum muncul. Memang, Kementerian Tranportasi Ethiopia belum merilis dokumen hasil investigasi awal meski sudah menjabarkannya dalam konferensi pers. Namun, hal itu tak mencegah banyak pengamat menekan raksasa industri aviasi tersebut.</p>
<p>&#8221;Yang spesial adalah dua kasus (Ethiopian Airlines dan Lion Air, Red) punya penyebab serupa. Pertanyaannya, apakah Boeing harusnya dihukum setelah jatuhnya Lion Air dan sebelum kecelakaan Ethiopien Airlines,&#8221; ujar pakar penerbangan David Hasse.</p>
<p>Oktober tahun lalu, pesawat Lion Air JT-610 jatuh di laut Jawa 12 menit setelah bertolak dari Bandara Soekarno-Hatta. Total 189 jiwa di dalam pesawat meninggal sebelum sampai tujuan di Bandara Depati Amir, Pangkal Pinang. Lima bulan kemudian, Penerbangan Ethiopian Airlines 320 dengan pesawat yang sama, Boeing 737-Max 8, jatuh enam menit setelah lepas landas. &#8221;Jika pilot duduk di kokpit dan mengikuti semua aturan pabrik, harusnya mereka merasa aman karena melakukan semua dengan benar,&#8221; imbuh Hasse.</p>
<p>Tekanan tersebut jelas mempengaruhi kinerja Boeing. Apalagi, menurut CNN, Boeing bakal melalui serangkaian kegiatan penting bulan ini. Pada 9 April, mereka akan melaporkan jumlah armada yang diantar dan pesanan pesawat. 24 April, mereka akan mengumumkan laporan keuangan kuartal pertama 2019. Lalu, pada 29 April, eksekutif Boeing bertemu pemegang saham dalam rapat tahunan.</p>
<p>Analis aviasi Cai von Rumohr memperkirakan Boeing sudah menghabiskan USD 2 miliar (Rp 28 triliun) sebagai bentuk kompensasi kepada maskapai. Kompensasi itu terus bertambah semakin lama pesawat mereka dilarang terbang.</p>
<p>Parahnya, reputasi FAA ikut jatuh akibat kasus tersebut. Banyak yang mempertanyakan kenapa FAA tak menghukum Boeing pasca kecelakaan Lion Air. Bahkan, dalam kecelakaan kedua, FAA menjadi lembaga terakhir yang melarang 737-Max 8 mengudara.</p>
<p>Pakar penerbangan Maru Schiavo mengatakan, FAA harusnya sejak awal menggagalkan sertifikat laik terbang bagi pesawat seri tersebut. &#8221;FAA akhirnya menghancurkan citra hebat mereka sendiri,&#8221; paparnya. Dia menjelaskan, standar keamanan ideal harusnya memiliki tiga tolok ukur. Sehingga, jika salah satu tolok ukur rusak, masih ada dua yang mencegah sistem malfungsi. &#8221;Kenapa tidak sejak awal menempatkan dua atau lebih sensor dalam unit mereka? Dan kenapa FAA setuju saja?&#8221; tanyanya. (bil/oni/jpg)</p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/hasil-investigasi-ethiopian-airlines-keluar-pilot-berkali-kali-ulangi-sistem-pesawat-tetap-menukik-tajam/">Hasil Investigasi Ethiopian Airlines Keluar: Pilot Berkali-kali Ulangi Sistem, Pesawat Tetap Menukik Tajam</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Tamasya, Sekeluarga Akhirnya Habis</title>
		<link>https://bontangpost.id/tamasya-sekeluarga-akhirnya-habis/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[M Zulfikar Akbar]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 13 Mar 2019 12:45:23 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Feature]]></category>
		<category><![CDATA[ethiopian airlines]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://bontangpost.id/?p=60281</guid>

					<description><![CDATA[<p>Jatuhnya pesawat Ethiopian Airlines ET 302 meninggalkan kisah pilu. Banyak di antara keluarga korban yang masih tak percaya bahwa orang-orang tercinta mereka telah tiada dengan cara yang begitu tragis. KAKI Kebebew Legesse terasa lemas saat melihat lokasi jatuhnya pesawat Ethiopian Airlines ET 302. Dua kerabat lelakinya terpaksa menyangga tubuhnya. Tangis dan erangan pilu terus keluar [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/tamasya-sekeluarga-akhirnya-habis/">Tamasya, Sekeluarga Akhirnya Habis</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Jatuhnya pesawat Ethiopian Airlines ET 302 meninggalkan kisah pilu. Banyak di antara keluarga korban yang masih tak percaya bahwa orang-orang tercinta mereka telah tiada dengan cara yang begitu tragis.</p>
<p>KAKI Kebebew Legesse terasa lemas saat melihat lokasi jatuhnya pesawat Ethiopian Airlines ET 302. Dua kerabat lelakinya terpaksa menyangga tubuhnya. Tangis dan erangan pilu terus keluar dari bibirnya.</p>
<p>Legesse Dia masih tak percaya putrinya, Ayantu Girmay, ikut menjadi korban tewas dalam kecelakaan nahas yang terjadi Minggu (10/3). Girmay adalah salah seorang kru maskapai milik pemerintah Ethiopia tersebut.</p>
<p>Kesedihan itu kian menjadi karena jasad Girmay tak bisa dikebumikan secepatnya. Para korban memang hampir-hampir tak bisa dikenali lagi. ”Proses identifikasi korban bakal memakan waktu setidaknya lima hari,” terang Juru Bicara Ethiopian Airlines Asrat Begashaw seperti dikutip Reuters.</p>
<p>Pesawat nahas itu dikemudikan Yared Mulugeta Getachew, seorang kapten pilot senior. Meski begitu, pria 29 tahun itu merupakan kapten termuda di maskapai pelat merah tersebut. Karirnya cemerlang dengan masa depan cerah yang membentang. Tapi, semuanya berakhir saat pesawat Boeing 737 Max-8 yang dikemudikannya menghantam tanah lapang di Hejerem dekat Bishoftu, Etiopia.</p>
<p>Sebelum kejadian nahas itu, pilot berkewarganegaraan ganda, Kenya dan Ethiopia, tersebut sudah satu dekade bergabung dengan Ethiopian Airlines. Tepatnya pada November 2007.</p>
<p>Dia mengantongi lebih dari 8 ribu jam terbang. Alumnus Ethiopian Airlines Aviation Academy tersebut bekerja hampir tanpa cela. Dalam pernyataan resminya, pihak keluarga menyatakan luar biasa bangga dengan prestasi yang dicapai Getachew. ”Dia memiliki rekor terbang yang luar biasa,” terang CEO Ethiopian Airlines Tewolde Gebre Mariam.</p>
<p>Kemarin (12/3) asosiasi pilot Ethiopia menggelar upacara penghormatan terakhir untuk semua kru Ethiopian Airlines yang menjadi korban. Ruang duka dipenuhi dengan isak tangis. Mereka rata-rata masih tak percaya dengan kecelakaan nahas itu terjadi. ”Saya tak bisa tidur. Shock. Ini sulit dipercaya,” ujar Hassan Katende, salah seorang kawan Getachew pada BBC.</p>
<p>Kisah para penumpang juga tak kalah tragis. Mahasiswa Georgetown University Cedric Asiavugwa terbang ke Nairobi untuk menghadiri pemakaman salah seorang kerabatnya. Tapi, kenyataannya justru dia yang harus dimakamkan.</p>
<p>Kehilangan yang luar biasa juga dirasakan keluarga Vaidya. Enam anggota keluarga yang berasal dari Brampton, Kanada, itu ikut menjadi korban.</p>
<p>Mereka adalah Kosha Vaidya, 37; dan sang suami Prerit Dixit, 45. Dua putri mereka, Ashka Dixit, 14; dan Anushka Dixit, 13, ikut tiada. Kedua orang tua Kosha, Pannagesh Vaidya, 73; dan Hansini Vaidya, 68, juga tewas.</p>
<p>”Dia adalah satu-satunya saudari saya. Saya kehilangan orang tua dan saudari saya. Kini saya tak punya siapa-siapa lagi,” ujar Manant Vaidya.</p>
<p>Manant mengungkapkan bahwa dirinya tahu tentang kecelakaan tersebut dari kawannya. Mereka menelepon tengah malam mengabarkan tentang kecelakaan tersebut. Antara percaya dan tidak, mereka akhirnya berangkat ke bandara untuk memastikan. Kepastian yang mereka terima menjadi pukulan yang begitu menyakitkan.</p>
<p>Manant mengungkapkan, dirinya kali terakhir melihat mereka saat mengantar ke Bandara Internasional Toronto Pearson. Rombongan tersebut rencananya pergi untuk wisata sekali seumur hidup di taman safari Kenya.</p>
<p>Perjalanan itu direncanakan jauh hari sebelumnya dan mereka memutuskan saat liburan Maret ini adalah waktu yang tepat untuk melakukannya. ”Saya bertanya pada ayah saya kenapa dia ingin ikut pergi dan dia berkata pada saya bahwa dia ingin merasakan bepergian sekali lagi,” ungkapnya.</p>
<p>Legislator Slovakia Anton Hrnko juga harus kehilangan seluruh anggota keluarganya. Istrinya, Blankam, serta putra dan putrinya –Martin dan Michala¬– menjadi korban tewas ET 302.</p>
<p>Pakar pariwisata kutub Sarah Auffret juga harus kehilangan nyawa. Perempuan berkewarganegaraan Inggris dan Prancis itu berencana ke Nairobi untuk menghadiri acara PBB.</p>
<p>Dia akan menjadi pembicara tentang bagaimana mencegah polusi plastik pada binatang laut. Perempuan 30 tahun tersebut pernah tinggal di Australia, Jerman, Argentina, Jepang, dan Semenanjung Antartika.</p>
<p>Dalam daftar korban, beberapa di antaranya adalah anggota PBB yang akan menghadiri pertemuan di Nairobi seperti halnya Auffret. Salah satunya adalah pekerja Badan Pangan Dunia dan Agrikultur (FAO) Joanna Toole. ”Dia adalah orang yang lembut dan penyayang,” ujar sang ayah, Adrian.</p>
<p>Kesedihan ayah yang kehilangan putrinya itu memang tak bisa digambarkan. Tapi, sekali lagi, meski menyesakkan, kenyataan harus diterima dengan lapang dada. (sha/c25/dos/jpg)</p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/tamasya-sekeluarga-akhirnya-habis/">Tamasya, Sekeluarga Akhirnya Habis</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Maskapai Indonesia Dilarang Terbangkan Pesawat Boeing 737 Max 8</title>
		<link>https://bontangpost.id/maskapai-indonesia-dilarang-terbangkan-pesawat-boeing-737-max-8/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[M Zulfikar Akbar]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 12 Mar 2019 00:30:55 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[boeing 737 max 8]]></category>
		<category><![CDATA[ethiopian airlines]]></category>
		<category><![CDATA[Kemenhub]]></category>
		<category><![CDATA[lion air jt610]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://bontangpost.id/?p=60218</guid>

					<description><![CDATA[<p>Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan mengambil langkah untuk melarang terbang sementara pesawat Boeing 733 MAX 8 di Indonesia. Langkah ini diambil terkait jatuhnya pesawat Ethiopian Airlines berjenis Boeing 737-8 MAX. Kebijakan ini diambil untuk memastikan bahwa pesawat yang beroperasi di Indonesia dalam kondisi laik terbang. Direktur Jenderal Perhubungan Udara, Polana B. Pramesti menjelaskan langkah [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/maskapai-indonesia-dilarang-terbangkan-pesawat-boeing-737-max-8/">Maskapai Indonesia Dilarang Terbangkan Pesawat Boeing 737 Max 8</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan mengambil langkah untuk melarang terbang sementara pesawat Boeing 733 MAX 8 di Indonesia.</p>
<p>Langkah ini diambil terkait jatuhnya pesawat Ethiopian Airlines berjenis Boeing 737-8 MAX. Kebijakan ini diambil untuk memastikan bahwa pesawat yang beroperasi di Indonesia dalam kondisi laik terbang.</p>
<p>Direktur Jenderal Perhubungan Udara, Polana B. Pramesti menjelaskan langkah tersebut diambil untuk menjamin keselamatan penerbangan di Indonesia.</p>
<p>&#8220;Salah satu langkah yang akan dilakukan oleh Ditjen Hubud adalah melakukan inspeksi dengan cara larang terbang sementara (temporary grounded), untuk memastikan kondisi pesawat jenis tersebut laik terbang dan langkah tersebut telah disetujui oleh Menteri Perhubungan,” kata Polana di Jakarta, Senin (11/3).</p>
<p>Inspeksi akan dimulai secepatnya mulai hari ini, Selasa (12/3). Apabila ditemukan masalah pada saat inspeksi, maka pesawat tersebut akan dilarang terbang sementara sampai dinyatakan selesai oleh inspektur penerbangan.</p>
<p>&#8220;Sejauh ini, pengawasan untuk pengoperasian pesawat jenis Boeing 737-8 MAX sudah dilakukan sejak 30 Oktober 2018 lalu pascakecelakaan JT610, bilamana jika terjadi masalah atau temuan hasil inspeksi pesawat langsung digrounded di tempat,&#8221; kata Polana.</p>
<p>Untuk itu, Polana menghimbau kepada seluruh maskapai penerbangan untuk mematuhi aturan yang berlaku demi terciptanya keselamatan<strong>.(chi/jpnn)</strong></p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/maskapai-indonesia-dilarang-terbangkan-pesawat-boeing-737-max-8/">Maskapai Indonesia Dilarang Terbangkan Pesawat Boeing 737 Max 8</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Ethiopian Airlines Jatuh, Sejenis dengan Lion Air JT 610</title>
		<link>https://bontangpost.id/ethiopian-airlines-jatuh-sejenis-dengan-lion-air-jt-610/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[M Zulfikar Akbar]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 11 Mar 2019 07:40:03 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Internasional]]></category>
		<category><![CDATA[boeing max 8]]></category>
		<category><![CDATA[ethiopian airlines]]></category>
		<category><![CDATA[lion air]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://bontangpost.id/?p=60182</guid>

					<description><![CDATA[<p>ADDIS ABABA – Wendy Otieno tak kuasa menahan air mata. Berkali-kali dia berusaha menelepon ibunya, tapi tak kunjung berhasil. Ibu Otieno adalah salah satu penumpang pesawat Ethiopian Airlines dengan nomor penerbangan ET302. Pesawat yang terbang dari Addis Ababa, Ethiopia, menuju Nairobi, Kenya, itu jatuh. Tiada korban selamat. ”Kami berharap dia naik pesawat yang berbeda atau [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/ethiopian-airlines-jatuh-sejenis-dengan-lion-air-jt-610/">Ethiopian Airlines Jatuh, Sejenis dengan Lion Air JT 610</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>ADDIS ABABA – Wendy Otieno tak kuasa menahan air mata. Berkali-kali dia berusaha menelepon ibunya, tapi tak kunjung berhasil. Ibu Otieno adalah salah satu penumpang pesawat Ethiopian Airlines dengan nomor penerbangan ET302. Pesawat yang terbang dari Addis Ababa, Ethiopia, menuju Nairobi, Kenya, itu jatuh. Tiada korban selamat.</p>
<p>”Kami berharap dia naik pesawat yang berbeda atau penerbangannya ditunda,” ucap Otieno seperti dikutip Reuters. Dia masih terus berharap selama belum ada kepastian bahwa ibunya termasuk korban meninggal dunia.</p>
<p>Dia dan ratusan kerabat penumpang lain kini hanya bisa menanti kepastian di Bandara Internasional Jomo Kenyatta, Nairobi. Beberapa jam setelah jatuhnya pesawat nahas itu, keluarga korban tidak mendapatkan informasi apa pun dari pihak bandara maupun maskapai. Mereka mengetahui perkembangan situasi lewat pemberitaan di media.</p>
<p>”Kami hanya bisa berdiri di sini, berharap yang terbaik,” terang Robert Mutanda. Padahal, saat itu sudah lebih dari tiga jam pesawat dikabarkan jatuh. Pria 46 tahun tersebut menanti saudara iparnya yang datang dari Kanada.</p>
<p>Pesawat jenis Boeing 737 Max-8 milik Ethiopian Airlines itu lepas landas dari Bandara Internasional Bole, Addis Ababa, pukul 08.38 waktu setempat. Enam menit kemudian pesawat itu jatuh di Bishoftu yang berjarak 62 kilometer dari Addis Ababa. Di antara 157 orang di dalamnya, tak ada yang selamat. Perinciannya, 149 penumpang dan 8 kru pesawat.</p>
<p>”Penumpang dari 33 negara ada di dalam pesawat itu,” ujar CEO Ethiopian Airlines Tewolde Gebremariam. Dari keterangan resmi maskapai, ada seorang warga negara Indonesia yang turut menjadi penumpang. Namun hingga kini masih belum diketahui identitasnya.</p>
<p>Dari berbagai foto yang beredar, tampak pesawat tersebut sudah hancur berkeping-keping. Sepatu, tas, dan kursi pesawat terlempar ke berbagai penjuru. Pun demikian pecahan pesawat tersebut. Gebremariam sudah berada di lokasi jatuhnya pesawat. Melalui akun resmi perusahaannya, dia mengucapkan belasungkawa untuk semua korban.</p>
<p>Boeing 737 Max-8 milik Ethiopian Airlines merupakan jenis yang sama dengan pesawat Lion Air yang jatuh akhir Oktober tahun lalu. Kala itu pesawat yang terbang dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Jakarta, menuju Bandara Depati Amir, Pangkal Pinang, tersebut jatuh sekitar 12 menit setelah lepas landas. Sebanyak 189 orang di dalamnya tewas. Itu adalah jenis pesawat baru milik Boeing yang dirilis pada 2016. Ethiopian Airlines menggunakan Boeing 737 Max-8 sejak Juli tahun lalu.</p>
<p>Penyebab pasti kecelakaan kemarin masih diselidiki. Website Flightradar24 mengungkapkan, kecepatan vertikal pesawat Ethiopian Airlines tidak stabil setelah lepas landas. Di pihak lain, Pemimpin Redaksi Airline Ratings Geoffrey Thomas mengungkapkan, kecelakaan Lion Air berbeda dengan Ethiopian Airlines.</p>
<p>Pada kecelakaan Lion Air, kecepatan udara pesawat mengalami fluktuasi yang tidak teratur. Data sejak pesawat bermasalah hingga jatuh tetap terekam. Nah, pada kecelakaan Ethiopian Airlines, tidak ada gejolak di udara dan transmisi pesawat tiba-tiba hilang. ”Transmisi yang berhenti itu menunjukkan bahwa kegagalan besar telah terjadi di udara,” terang dia seperti dikutip CNN.</p>
<p>Jatuhnya pesawat ET302 tersebut menjadi pukulan bagi Boeing. Sebab, pesawat itu adalah produk baru Boeing dan terjadi kecelakaan dua tahun berturut-turut. ”Tim teknis Boeing disiapkan untuk membantu jika diminta dan atas pengarahan Badan Keselamatan Transportasi Nasional (NTSB) AS,” bunyi pernyataan Boeing.</p>
<p>Sementara itu, salah satu penumpang berhasil lolos dari maut. Dia adalah Ahmed Khalid yang terbang dari Dubai. Seharusnya, dia berada dalam pesawat ET302. Tapi, dia ketinggalan pesawat. Dia lalu terbang dengan pesawat lain menuju Kenya. Khalid berhasil sampai di Bandara Internasional Jomo Kenyatta dengan selamat dan disambut ayahnya.</p>
<p>Maskapai Ethiopian Airlines selama ini dikenal sebagai yang paling aman di Afrika. Pesawat milik maskapai tersebut kali terakhir celaka pada Januari 2010. Kala itu pesawat yang terbang dari Beirut jatuh di Laut Mediterania. Akibatnya, 90 orang di dalamnya tewas. (sha/c11/sof/jpg)</p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/ethiopian-airlines-jatuh-sejenis-dengan-lion-air-jt-610/">Ethiopian Airlines Jatuh, Sejenis dengan Lion Air JT 610</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
