• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Internasional

Ethiopian Airlines Jatuh, Sejenis dengan Lion Air JT 610

by M Zulfikar Akbar
11 Maret 2019, 15:40
in Internasional
Reading Time: 2 mins read
0
Ethiopian Airlines Jatuh. Puing-puing yang diduga berasal dari pesawat Ethiopian Airlines yang jatuh ditemukan di Hejere, 50 km dari Addis Ababa, Kenya (10/3). (AP)

Ethiopian Airlines Jatuh. Puing-puing yang diduga berasal dari pesawat Ethiopian Airlines yang jatuh ditemukan di Hejere, 50 km dari Addis Ababa, Kenya (10/3). (AP)

Share on FacebookShare on Twitter

ADDIS ABABA – Wendy Otieno tak kuasa menahan air mata. Berkali-kali dia berusaha menelepon ibunya, tapi tak kunjung berhasil. Ibu Otieno adalah salah satu penumpang pesawat Ethiopian Airlines dengan nomor penerbangan ET302. Pesawat yang terbang dari Addis Ababa, Ethiopia, menuju Nairobi, Kenya, itu jatuh. Tiada korban selamat.

”Kami berharap dia naik pesawat yang berbeda atau penerbangannya ditunda,” ucap Otieno seperti dikutip Reuters. Dia masih terus berharap selama belum ada kepastian bahwa ibunya termasuk korban meninggal dunia.

Dia dan ratusan kerabat penumpang lain kini hanya bisa menanti kepastian di Bandara Internasional Jomo Kenyatta, Nairobi. Beberapa jam setelah jatuhnya pesawat nahas itu, keluarga korban tidak mendapatkan informasi apa pun dari pihak bandara maupun maskapai. Mereka mengetahui perkembangan situasi lewat pemberitaan di media.

”Kami hanya bisa berdiri di sini, berharap yang terbaik,” terang Robert Mutanda. Padahal, saat itu sudah lebih dari tiga jam pesawat dikabarkan jatuh. Pria 46 tahun tersebut menanti saudara iparnya yang datang dari Kanada.

Baca Juga:  Masih Mahal, Lion Air Butuh Waktu Sesuaikan Tarif

Pesawat jenis Boeing 737 Max-8 milik Ethiopian Airlines itu lepas landas dari Bandara Internasional Bole, Addis Ababa, pukul 08.38 waktu setempat. Enam menit kemudian pesawat itu jatuh di Bishoftu yang berjarak 62 kilometer dari Addis Ababa. Di antara 157 orang di dalamnya, tak ada yang selamat. Perinciannya, 149 penumpang dan 8 kru pesawat.

”Penumpang dari 33 negara ada di dalam pesawat itu,” ujar CEO Ethiopian Airlines Tewolde Gebremariam. Dari keterangan resmi maskapai, ada seorang warga negara Indonesia yang turut menjadi penumpang. Namun hingga kini masih belum diketahui identitasnya.

Dari berbagai foto yang beredar, tampak pesawat tersebut sudah hancur berkeping-keping. Sepatu, tas, dan kursi pesawat terlempar ke berbagai penjuru. Pun demikian pecahan pesawat tersebut. Gebremariam sudah berada di lokasi jatuhnya pesawat. Melalui akun resmi perusahaannya, dia mengucapkan belasungkawa untuk semua korban.

Boeing 737 Max-8 milik Ethiopian Airlines merupakan jenis yang sama dengan pesawat Lion Air yang jatuh akhir Oktober tahun lalu. Kala itu pesawat yang terbang dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Jakarta, menuju Bandara Depati Amir, Pangkal Pinang, tersebut jatuh sekitar 12 menit setelah lepas landas. Sebanyak 189 orang di dalamnya tewas. Itu adalah jenis pesawat baru milik Boeing yang dirilis pada 2016. Ethiopian Airlines menggunakan Boeing 737 Max-8 sejak Juli tahun lalu.

Baca Juga:  Detik-detik Lion Air Jatuh, Kopilot Teriak 'Allahu Akbar'

Penyebab pasti kecelakaan kemarin masih diselidiki. Website Flightradar24 mengungkapkan, kecepatan vertikal pesawat Ethiopian Airlines tidak stabil setelah lepas landas. Di pihak lain, Pemimpin Redaksi Airline Ratings Geoffrey Thomas mengungkapkan, kecelakaan Lion Air berbeda dengan Ethiopian Airlines.

Pada kecelakaan Lion Air, kecepatan udara pesawat mengalami fluktuasi yang tidak teratur. Data sejak pesawat bermasalah hingga jatuh tetap terekam. Nah, pada kecelakaan Ethiopian Airlines, tidak ada gejolak di udara dan transmisi pesawat tiba-tiba hilang. ”Transmisi yang berhenti itu menunjukkan bahwa kegagalan besar telah terjadi di udara,” terang dia seperti dikutip CNN.

Jatuhnya pesawat ET302 tersebut menjadi pukulan bagi Boeing. Sebab, pesawat itu adalah produk baru Boeing dan terjadi kecelakaan dua tahun berturut-turut. ”Tim teknis Boeing disiapkan untuk membantu jika diminta dan atas pengarahan Badan Keselamatan Transportasi Nasional (NTSB) AS,” bunyi pernyataan Boeing.

Baca Juga:  Maskapai Indonesia Dilarang Terbangkan Pesawat Boeing 737 Max 8

Sementara itu, salah satu penumpang berhasil lolos dari maut. Dia adalah Ahmed Khalid yang terbang dari Dubai. Seharusnya, dia berada dalam pesawat ET302. Tapi, dia ketinggalan pesawat. Dia lalu terbang dengan pesawat lain menuju Kenya. Khalid berhasil sampai di Bandara Internasional Jomo Kenyatta dengan selamat dan disambut ayahnya.

Maskapai Ethiopian Airlines selama ini dikenal sebagai yang paling aman di Afrika. Pesawat milik maskapai tersebut kali terakhir celaka pada Januari 2010. Kala itu pesawat yang terbang dari Beirut jatuh di Laut Mediterania. Akibatnya, 90 orang di dalamnya tewas. (sha/c11/sof/jpg)

Print Friendly, PDF & Email
Tags: boeing max 8ethiopian airlineslion air
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Amazon Ngambek

Next Post

Divonis 47 Tahun, Malah Jotos Pengacara

Related Posts

Masih Mahal, Lion Air Butuh Waktu Sesuaikan Tarif
Nasional

Masih Mahal, Lion Air Butuh Waktu Sesuaikan Tarif

14 Juli 2019, 14:10
Imbas Naiknya Harga Tiket Pesawat, Biaya Perjalanan Dinas Bengkak
Nasional

Tiket Pesawat Turun Mulai 11 Juli, Tapi Ada Syaratnya

10 Juli 2019, 09:38
Tamasya, Sekeluarga Akhirnya Habis
Internasional

Hasil Investigasi Ethiopian Airlines Keluar: Pilot Berkali-kali Ulangi Sistem, Pesawat Tetap Menukik Tajam

5 April 2019, 17:00
Detik-detik Lion Air Jatuh, Kopilot Teriak ‘Allahu Akbar’
Nasional

Detik-detik Lion Air Jatuh, Kopilot Teriak ‘Allahu Akbar’

21 Maret 2019, 20:00
Ini Yang Ditunggu!! Lion Air Buka Jalur Baru Samarinda- Surabaya
Nasional

Lion Air Group Sempat Ganti Pesawat di Makassar

14 Maret 2019, 16:00
Tamasya, Sekeluarga Akhirnya Habis
Feature

Tamasya, Sekeluarga Akhirnya Habis

13 Maret 2019, 20:45

Terpopuler

  • Tak Sanggup Kembalikan Rp226 Juta, “Sultan UMKM” Bontang Pilih Akui Perbuatan di Sidang Perdana

    Tak Sanggup Kembalikan Rp226 Juta, “Sultan UMKM” Bontang Pilih Akui Perbuatan di Sidang Perdana

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Antrean Truk Solar di SPBU Tanjung Laut Bontang Kian Parah, Usaha Warga Terdampak

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dugaan Investasi Bodong Emas Digital di Bontang, Terlapor Mulai Diperiksa Polisi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ini Daftar Tempat Parkir di Bontang yang Wajib Bayar Pajak Daerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Balapan Liar Saat Salat Jumat, Puluhan Motor Diamankan Polisi di Bontang Kuala

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.