• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Nasional

Detik-detik Lion Air Jatuh, Kopilot Teriak ‘Allahu Akbar’

by M Zulfikar Akbar
21 Maret 2019, 20:00
in Nasional
Reading Time: 2 mins read
0
Isi CVR menyebutkan pilot pesawat Lion Air JT 610 hanya terdiam sesaat sebelum pesawat menukik ke laut. Sementara kopilot menyerukan kalimat takbir. (CNN)

Isi CVR menyebutkan pilot pesawat Lion Air JT 610 hanya terdiam sesaat sebelum pesawat menukik ke laut. Sementara kopilot menyerukan kalimat takbir. (CNN)

Share on FacebookShare on Twitter

Pilot pesawat Lion Air JT 610 bernomor PK-LQP dari Jakarta menuju Pangkal Pinang, Bhavye Suneja, hanya terdiam sesaat sebelum pesawat yang dia kendalikan menukik ke laut, Senin pagi 29 Oktober 2018. Sementara kopilot, Harvino, menyerukan kalimat takbir, “Allahu Akbar”.

Hal itu disampaikan oleh tiga orang sumber anonim yang mengetahui isi cockpit voice recorder (CVR) kepada kantor berita Reuters. Ini adalah pertama kalinya isi CVR terungkap ke publik. Reuters sendiri tidak memiliki rekaman maupun transkrip dari isi CVR tersebut.

Berdasarkan hasil investigasi kecelakaan yang dilansir Reuters, pilot dan kopilot sempat panik mencari solusi ketika pesawat mengalami gangguan.

Salah satu sumber yang diwawancarai oleh Reuters menyatakan dua menit setelah lepas landas, kopilot sempat melaporkan ‘masalah pada kendali penerbangan’ kepada pihak air traffic control (ATC). Dia mengatakan pihaknya ingin mempertahankan ketinggian pesawat di 5.000 kaki.

Baca Juga:  KNKT Investigasi Tergelincirnya JT 174

Kopilot tidak memerinci masalah yang dialami. Namun, menurut seorang sumber Reuters, rekaman suara kokpit menyebutkan masalah itu terkait kecepatan udara.

Sementara itu, sumber lain Reuters mengatakan ada indikator yang menunjukkan masalah pada layar pilot, bukan di layar kopilot.

Kapten pun meminta kopilot untuk memeriksa buku panduan referensi cepat, yang berisi daftar peristiwa-peristiwa abnormal.

Selama sembilan menit berikutnya, pesawat itu memperingatkan pilot terkait kondisi stall – kondisi ketika aliran udara di atas sayap pesawat terlalu lemah untuk mempertahankan agar pesawat terbang. Pilot pun merespons dengan mendorong bagian hidung pesawat ke bawah.

Pilot, menurut sumber Reuters yang sama, berupaya keras untuk menaikkan pesawat. Namun komputer, yang salah mendeteksi kondisi stall, terus menekan hidung pesawat menggunakan sistem trim.

Baca Juga:  Tiket Pesawat Turun Mulai 11 Juli, Tapi Ada Syaratnya

Normalnya, sistem trim menyesuaikan permukaan kontrol pesawat untuk memastikannya terbang lurus dan datar.

“Mereka tampaknya tidak tahu trim itu bergerak turun. Mereka hanya memikirkan kecepatan udara dan ketinggian. Hanya itu yang mereka bicarakan,” ungkap sumber Reuters.

Pilot kemudian meminta kopilot untuk menerbangkan pesawat, sementara ia memeriksa panduan untuk mencari solusi permasalahan.

Sekitar satu menit sebelum pesawat hilang dari radar, pilot kemudian meminta ATC untuk membersihkan lalu lintas lainnya di bawah 3.000 kaki dan meminta diizinkan untuk turun dari ketinggian 5.000 kaki. Permintaan itu disetujui.

Saat pilot mencoba untuk menemukan prosedur yang tepat dalam buku panduan, kopilot pesawat tidak mampu mengendalikan pesawat itu.

Baca Juga:  Dirjen Udara Evaluasi Penerapan Bagasi Berbayar Lion Air dan Wings Air

Rekaman data penerbangan menunjukkan input kolom kontrol akhir dari kopilot lebih lemah daripada yang dibuat sebelumnya oleh pilot.

“Ini seperti ujian di mana ada 100 pertanyaan dan ketika waktunya habis Anda hanya menjawab 75. Jadi, kamu panik. Ini adalah kondisi time-out,” ujar sumber ketiga, sebagaimana diberitakan Reuters.

Pesawat Lion Air JT 610 jatuh sesaat setelah terbang dari Bandara Soekarno Hatta menuju Pangkal Pinang, di perairan Karawang, Jawa Barat pada 29 Oktober 2018. Sebanyak 189 orang menjadi korban. (cnn)

Print Friendly, PDF & Email
Tags: jt610lion air
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Idrus Marham Dituntut 5 Tahun Penjara

Next Post

Kenali Equinox, Fenomena Hari Tanpa Bayangan Penanda Perubahan Musim

Related Posts

Masih Mahal, Lion Air Butuh Waktu Sesuaikan Tarif
Nasional

Masih Mahal, Lion Air Butuh Waktu Sesuaikan Tarif

14 Juli 2019, 14:10
Imbas Naiknya Harga Tiket Pesawat, Biaya Perjalanan Dinas Bengkak
Nasional

Tiket Pesawat Turun Mulai 11 Juli, Tapi Ada Syaratnya

10 Juli 2019, 09:38
Ini Yang Ditunggu!! Lion Air Buka Jalur Baru Samarinda- Surabaya
Nasional

Lion Air Group Sempat Ganti Pesawat di Makassar

14 Maret 2019, 16:00
Ethiopian Airlines Jatuh, Sejenis dengan Lion Air JT 610
Internasional

Ethiopian Airlines Jatuh, Sejenis dengan Lion Air JT 610

11 Maret 2019, 15:40
Landing saat Hujan, Lion Air JT 714 Keluar Landasan
Nasional

KNKT Investigasi Tergelincirnya JT 174

18 Februari 2019, 14:00
Insiden Kalajengking Naik Lion Air Jadi Sorotan Media Asing
Internasional

Insiden Kalajengking Naik Lion Air Jadi Sorotan Media Asing

18 Februari 2019, 10:15

Terpopuler

  • Tak Sanggup Kembalikan Rp226 Juta, “Sultan UMKM” Bontang Pilih Akui Perbuatan di Sidang Perdana

    Tak Sanggup Kembalikan Rp226 Juta, “Sultan UMKM” Bontang Pilih Akui Perbuatan di Sidang Perdana

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Antrean Truk Solar di SPBU Tanjung Laut Bontang Kian Parah, Usaha Warga Terdampak

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Balapan Liar Saat Salat Jumat, Puluhan Motor Diamankan Polisi di Bontang Kuala

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dugaan Investasi Bodong Emas Digital di Bontang, Terlapor Mulai Diperiksa Polisi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ini Daftar Tempat Parkir di Bontang yang Wajib Bayar Pajak Daerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.