<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>harga cabai meroket Arsip - Bontang Post</title>
	<atom:link href="https://bontangpost.id/tag/harga-cabai-meroket/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://bontangpost.id/tag/harga-cabai-meroket/</link>
	<description>Mencerdaskan dan Menginspirasi</description>
	<lastBuildDate>Mon, 31 Aug 2026 04:08:37 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.1.4</generator>

<image>
	<url>https://bontangpost.id/wp-content/uploads/2018/04/bp-cropped-favicon-bpost1-2-32x32.png</url>
	<title>harga cabai meroket Arsip - Bontang Post</title>
	<link>https://bontangpost.id/tag/harga-cabai-meroket/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Harga Cabai Rawit di Bontang Meroket, Tembus Rp95 Ribu Per Kilogram</title>
		<link>https://bontangpost.id/harga-cabai-rawit-di-bontang-meroket-tembus-rp95-ribu-per-kilogram/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Bontang Post]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 31 Aug 2026 03:53:06 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bontang]]></category>
		<category><![CDATA[harga cabai meroket]]></category>
		<category><![CDATA[Hargai cabai naik]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://bontangpost.id/?p=154043</guid>

					<description><![CDATA[<p>BONTANGPOST.ID, Bontang – Harga cabai rawit di Kota Bontang kembali mengalami kenaikan. Komoditas yang sebelumnya dijual sekitar Rp45 ribu-Rp50 ribu per kilogram, kini menembus Rp95 ribu per kilogram di tingkat pedagang. Kenaikan harga terjadi secara bertahap. Pedagang menyebut harga cabai rawit terus bergerak naik hampir setiap hari akibat terbatasnya pasokan yang masuk ke pasar. Salah [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/harga-cabai-rawit-di-bontang-meroket-tembus-rp95-ribu-per-kilogram/">Harga Cabai Rawit di Bontang Meroket, Tembus Rp95 Ribu Per Kilogram</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p class="isSelectedEnd"><strong>BONTANGPOST.ID, Bontang</strong> – Harga cabai rawit di Kota Bontang kembali mengalami kenaikan. Komoditas yang sebelumnya dijual sekitar Rp45 ribu-Rp50 ribu per kilogram, kini menembus Rp95 ribu per kilogram di tingkat pedagang.</p>
<p class="isSelectedEnd">Kenaikan harga terjadi secara bertahap. Pedagang menyebut harga cabai rawit terus bergerak naik hampir setiap hari akibat terbatasnya pasokan yang masuk ke pasar.</p>
<p class="isSelectedEnd">Salah satu pedagang di Pasar Taman Rawa Indah, Sulis, mengatakan kenaikan harga tidak terjadi secara drastis. Namun, harga terus mengalami peningkatan dari hari ke hari.</p>
<p class="isSelectedEnd">“Hari ini naiknya dibandingkan sebelumnya hanya Rp2.000. Tetapi terus naik ini,” kata Sulis, Minggu (30/8/2026).</p>
<p class="isSelectedEnd">Menurutnya, harga cabai rawit yang diperoleh dari distributor sudah berada di atas Rp80 ribu per kilogram. Cabai tersebut didatangkan dari Samarinda untuk memenuhi kebutuhan pasar Bontang.</p>
<p class="isSelectedEnd">Sementara itu, cabai rawit lokal justru dijual dengan harga lebih tinggi. Selisih harga tersebut membuat pedagang memilih mengambil pasokan dari luar daerah.</p>
<p class="isSelectedEnd">“Saya tidak ambil cabai lokal karena selisihnya lumayan. Tembus Rp10 ribu per kilogramnya,” ujarnya.</p>
<p class="isSelectedEnd">Kenaikan harga mulai dirasakan langsung oleh konsumen. Sejumlah warga Bontang mengaku harus mengurangi pembelian karena harga cabai rawit kini hampir dua kali lipat dibandingkan sebelumnya.</p>
<p class="isSelectedEnd">Wati, salah seorang warga, mengatakan biasanya membeli cabai rawit hingga satu kilogram untuk kebutuhan rumah tangga. Namun, dengan harga yang mencapai Rp95 ribu per kilogram, pembelian kini dikurangi menjadi setengah kilogram.</p>
<p class="isSelectedEnd">“Biasanya beli satu kilogram tetapi sekarang setengah saja. Ini tiap minggu dibeli karena masakan kalau tidak pedas kurang enak,” tuturnya.</p>
<p class="isSelectedEnd">Selain cabai rawit, sejumlah komoditas sayuran di pasar Bontang juga mengalami kenaikan harga. Dinas Koperasi, UMKM, Perindustrian, dan Perdagangan (DKUMPP) Bontang mencatat tomat, mentimun, dan kacang panjang ikut mengalami kenaikan.</p>
<p class="isSelectedEnd">Harga tomat yang sebelumnya sekitar Rp12 ribu per kilogram kini menjadi Rp14 ribu. Sementara mentimun mencapai Rp24 ribu per kilogram, naik sekitar Rp2 ribu dari harga normal.</p>
<p class="isSelectedEnd">Kenaikan sejumlah komoditas tersebut dipengaruhi keterbatasan pasokan di pasar. Kondisi ini membuat harga sejumlah kebutuhan pangan bergerak naik dan mulai membebani konsumen.</p>
<p>Di tengah kenaikan tersebut, cabai rawit menjadi salah satu komoditas dengan lonjakan paling mencolok, dari kisaran Rp45 ribu-Rp50 ribu menjadi Rp95 ribu per kilogram.<strong> (ak)</strong></p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/harga-cabai-rawit-di-bontang-meroket-tembus-rp95-ribu-per-kilogram/">Harga Cabai Rawit di Bontang Meroket, Tembus Rp95 Ribu Per Kilogram</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Harga Cabai Makin Pedas, Tembus Rp 80 Ribu Per Kilo</title>
		<link>https://bontangpost.id/harga-cabai-makin-pedas-tembus-rp-80-ribu-per-kilo/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Lutfi Rahmatunnisa']]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 08 Mar 2023 03:30:24 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bontang]]></category>
		<category><![CDATA[harga cabai meroket]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://bontangpost.id/?p=111377</guid>

					<description><![CDATA[<p>bontangpost.id – Harga cabai rawit di sejumlah pasar tradisional Kota Bontang kembali melambung. Padahal, pada akhir Februari lalu sempat mengalami penurunan harga. Marsunah, salah seorang pedagang Cabai Pasar Taman Rawa Indah mengungkapkan, kenaikan harga cabai rawit lokal sudah terjadi sejak awal Maret. Satu kilo cabai rawit lokal ia jual dengan harga Rp 80 ribu. Sementara harga [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/harga-cabai-makin-pedas-tembus-rp-80-ribu-per-kilo/">Harga Cabai Makin Pedas, Tembus Rp 80 Ribu Per Kilo</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>bontangpost.id –</strong> Harga cabai rawit di sejumlah pasar tradisional Kota Bontang kembali melambung. Padahal, pada akhir Februari lalu sempat mengalami penurunan harga.</p>
<p>Marsunah, salah seorang pedagang Cabai Pasar Taman Rawa Indah mengungkapkan, kenaikan harga cabai rawit lokal sudah terjadi sejak awal Maret. Satu kilo cabai rawit lokal ia jual dengan harga Rp 80 ribu. Sementara harga sebelumnya yakni Rp 70 ribu.</p>
<p>Berbeda dengan cabai rawit lokal, untuk cabai rawit yang dipasok dari luar daerah khususnya Samarinda ia jual dengan harga Rp 70 ribu per kilo. Padahal harga sebelumnya Rp 52 ribu per kilo.</p>
<p>&#8220;Kalau lokal itu memang lumayan mahal. Karena tidak cepat busuk,&#8221; akunya.</p>
<p>Kenaikan harga cabai rawit lokal turut diikuti cabai keriting. Bahkan, kenaikan harga sangat signifikan. Satu kilogram dibanderol Rp 70 ribu dari harga sebelumnya yakni Rp 40 ribu.</p>
<p><img fetchpriority="high" decoding="async" class="alignnone size-full wp-image-111350" src="https://bontangpost.id/wp-content/uploads/2023/03/Sticker-Puang.jpg" alt="" width="1080" height="1080" srcset="https://bontangpost.id/wp-content/uploads/2023/03/Sticker-Puang.jpg 1080w, https://bontangpost.id/wp-content/uploads/2023/03/Sticker-Puang-150x150.jpg 150w, https://bontangpost.id/wp-content/uploads/2023/03/Sticker-Puang-90x90.jpg 90w, https://bontangpost.id/wp-content/uploads/2023/03/Sticker-Puang-768x768.jpg 768w, https://bontangpost.id/wp-content/uploads/2023/03/Sticker-Puang-75x75.jpg 75w, https://bontangpost.id/wp-content/uploads/2023/03/Sticker-Puang-350x350.jpg 350w, https://bontangpost.id/wp-content/uploads/2023/03/Sticker-Puang-750x750.jpg 750w" sizes="(max-width: 1080px) 100vw, 1080px" /></p>
<p>&#8220;Iya, naiknya tinggi juga kalau cabai keriting. Saya pasoknya dari Samarinda. Soalnya di Bontang enggak ada,&#8221; sambungnya.</p>
<p>Diungkapkannya, kenaikan harga cabai saat ini karena kurangnya pasokan dari grosir. Sebab petani mengalami gagal panen akibat faktor cuaca. Pun, kenaikan harga turut dipicu momentum jelang amadan.</p>
<p>&#8220;Kalau sudah mau puasa pasti begitu. Harga cabai naik turun. Insyallah, ada saja pasokannya, cukup saja untuk pekan ini,&#8221; tuturnya.</p>
<p>Berbeda dengan cabai, harga bawang merah juga mengalami penurunan. Satu kilo bawang merah dijual dengan harga Rp 40 ribu dari harga sebelumnya Rp 45 ribu.</p>
<p>&#8220;Ya, karena stoknya ada. Jadi bisa memenuhi kebutuhan pasar. Beda dengan cabai yang stoknya sedikit. Jadi harganya naik,&#8221; tandasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/harga-cabai-makin-pedas-tembus-rp-80-ribu-per-kilo/">Harga Cabai Makin Pedas, Tembus Rp 80 Ribu Per Kilo</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Makin Pedas, Harga Cabai di Bontang Tembus Rp 120 Ribu per Kilogram</title>
		<link>https://bontangpost.id/makin-pedas-harga-cabai-di-bontang-tembus-rp-120-ribu-per-kilogram/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Lutfi Rahmatunnisa']]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 13 Jun 2022 03:23:16 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bontang]]></category>
		<category><![CDATA[harga cabai meroket]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://bontangpost.id/?p=100588</guid>

					<description><![CDATA[<p>bontangpost.id &#8211; Harga cabai rawit di Kota Bontang khususnya di Pasar Citra Mas Loktuan melambung hingga dua kali lipat. Hasna (48) salah seorang pedagang mengatakan cabai rawit mengalami kenaikan harga secara bertahap setiap harinya sejak lima hari terakhir. Saat ini, harga cabai rawit dijual Rp 120 ribu dari sebelumnya Rp 60 ribu per kilogram. Kenaikan [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/makin-pedas-harga-cabai-di-bontang-tembus-rp-120-ribu-per-kilogram/">Makin Pedas, Harga Cabai di Bontang Tembus Rp 120 Ribu per Kilogram</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>bontangpost.id &#8211;</strong> Harga cabai rawit di Kota Bontang khususnya di Pasar Citra Mas Loktuan melambung hingga dua kali lipat.</p>
<p>Hasna (48) salah seorang pedagang mengatakan cabai rawit mengalami kenaikan harga secara bertahap setiap harinya sejak lima hari terakhir.</p>
<p>Saat ini, harga cabai rawit dijual Rp 120 ribu dari sebelumnya Rp 60 ribu per kilogram. Kenaikan harga juga diikuti oleh cabai merah keriting yakni Rp 65 ribu dari harga sebelumnya Rp 45 ribu per kilogram.</p>
<p>Menurut Hasna, kenaikan harga cabai rawit ini sudah diprediksi sejak awal harga komoditi pangan terutama sayuran jenis palawija naik. Sebab, pasokan dari petani terus berkurang akibat cuaca buruk.</p>
<p>&#8220;Saya ambil dari pemasok saja sudah Rp 100 ribu. Kalau kemarin itu enggak langsung naik. Tapi bertahap naiknya Rp 5 ribu gitu,&#8221; ungkapnya saat ditemui di lapak dagangannya pada, Senin (13/6/2022).</p>
<p>Ia menuturkan, dirinya tak berani mengambil cabai dengan pasokan banyak. Karena, ia merasa harganya sangat tinggi untuk dijangkau konsumen. Sementara cabai yang ia jual adalah cabai lokal yang berasal dari Bontang.</p>
<p>&#8220;Pembeli lebih suka cabai lokal karena pedasnya terasa. Kalau saya ambil banyak terus enggak laku ya rugi karena banyak yang busuk,&#8221; keluhnya.</p>
<p>Berbeda dengan Hasna yang menjual cabai lokal, pedagang lainnya Maskur menjual cabai Rp 25 ribu lebih murah. Satu kilo cabai ia jual seharga Rp 95 ribu. Sedangkan cabai merah keriting Rp 65 ribu satu kilo.</p>
<p>&#8220;Karena saya ambil dari Sulawesi. Jadi sedikit agak murah. Tapi intinya sama saja harga cabai belakangan ini memang naik,&#8221; ucap Maskur.</p>
<p>Kata Maskur, akibat semakin mahalnya harga cabai rawit ini, omset penjualan pedagang rata-rata mengalami penurunan hingga 50 persen dibanding saat harga normal.</p>
<p>&#8220;Untuk omset benar-benar anjlok, saat harga normal saya mampu menjual 25 kilogram sehari, tapi sekarang mau jual 10 kilogram saja susah, &#8221; tandasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/makin-pedas-harga-cabai-di-bontang-tembus-rp-120-ribu-per-kilogram/">Makin Pedas, Harga Cabai di Bontang Tembus Rp 120 Ribu per Kilogram</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Akhir Tahun, Harga Cabai Tembus Rp 120 Ribu</title>
		<link>https://bontangpost.id/akhir-tahun-harga-cabai-tembus-rp-120-ribu/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Yulianti Basri]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 27 Dec 2021 07:47:05 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bontang]]></category>
		<category><![CDATA[harga cabai meroket]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://bontangpost.id/?p=94323</guid>

					<description><![CDATA[<p>bontangpost.id &#8211; Menjelang pergantian tahun harga bahan pokok melonjak tinggi. Beberapa harga komoditas seperti cabai kini terus merangkak naik. Senin (27/8/2021) harga cabai menyentuh angka Rp 120 ribu per kilogram. Kasi Pengembangan Perdagangan Dalam Negeri Diskop-UKMP Doddy Rosdian menyebut kenaikan harga tersebut baru terjadi hari ini. Sebelumnya, pada Jumat pekan lalu, harga cabai masih berada [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/akhir-tahun-harga-cabai-tembus-rp-120-ribu/">Akhir Tahun, Harga Cabai Tembus Rp 120 Ribu</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>bontangpost.id &#8211;</strong> Menjelang pergantian tahun harga bahan pokok melonjak tinggi. Beberapa harga komoditas seperti cabai kini terus merangkak naik. Senin (27/8/2021) harga cabai menyentuh angka Rp 120 ribu per kilogram.</p>
<p>Kasi Pengembangan Perdagangan Dalam Negeri Diskop-UKMP Doddy Rosdian menyebut kenaikan harga tersebut baru terjadi hari ini. Sebelumnya, pada Jumat pekan lalu, harga cabai masih berada di angka Rp 110 ribu.</p>
<p>Kenaikan harga jelang akhir tahun ini disebabkan sejumlah faktor. Di antaranya, banyak daerah produksi yang gagal panen di Jawa akibat hujan, daerah penghasil cabai di Banjarmasin terdampak banjir. &#8220;Distribusi dari Sulawesi juga terkendala angin dan gelombang tinggi,&#8221; jelasnya.</p>
<p>Selain harga cabai, harga telur juga mengalami kenaikan. Dari yang sebelumnya, Rp 45 ribu sampai Rp 50 ribu, kini naik menjadi Rp 57 ribu hingga Rp 60 ribu per piring. &#8220;Harga per butir 1.900-2.000 rupiah,&#8221; sebutnya.</p>
<p>Naiknya harga telur ayam tersebut lantaran harga pakan ayam yang mengalami peningkatan. &#8220;Ditambah tingginya permintaan di pasaran,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Sebelumnya, Pemkot Bontang telah menggelar pasar murah, guna menekan harga sembako, jelang Nataru. Berbagai komoditas pasar disediakan dalam pasar murah ini. Mulai kebutuhan sembako hingga sayuran. Di antaranya, beras 5 kilogram, telur ayam lokal, minyak goreng 900 mililiter, minyak goreng 1 liter dan gula pasir. Sedangkan untuk sayuran terdiri dari cabai rawit, jagung, sawi dan terong, dengan total 120 kupon. <strong>(*) </strong></p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/akhir-tahun-harga-cabai-tembus-rp-120-ribu/">Akhir Tahun, Harga Cabai Tembus Rp 120 Ribu</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Daerah Pemasok Diterjang Banjir Jadi Pemicu Harga Cabai Meroket</title>
		<link>https://bontangpost.id/daerah-pemasok-diterjang-banjir-jadi-pemicu-harga-cabai-meroket/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Bontang Post]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 22 Dec 2021 08:30:47 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bontang]]></category>
		<category><![CDATA[harga cabai meroket]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://bontangpost.id/?p=94148</guid>

					<description><![CDATA[<p>bontangpost.id &#8211; Jelang perayaan Natal dan tahun baru, harga sejumlah komoditas pangan di Kota Taman mengalami gejolak. Harga cabai rawit, terus mengalami peningkatan. Salah satu pedagang di samping Pasar Taman Rumiati mengatakan harga cabai rawit tiap hari belakangan terus mengalami kenaikan. Terbaru mencapai Rp 110 ribu per kilogramnya. Ia mengaku mendapatkan komoditas ini dari pasokan [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/daerah-pemasok-diterjang-banjir-jadi-pemicu-harga-cabai-meroket/">Daerah Pemasok Diterjang Banjir Jadi Pemicu Harga Cabai Meroket</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>bontangpost.id &#8211; </strong>Jelang perayaan Natal dan tahun baru, harga sejumlah komoditas pangan di Kota Taman mengalami gejolak. Harga cabai rawit, terus mengalami peningkatan.</p>
<p>Salah satu pedagang di samping Pasar Taman Rumiati mengatakan harga cabai rawit tiap hari belakangan terus mengalami kenaikan. Terbaru mencapai Rp 110 ribu per kilogramnya. Ia mengaku mendapatkan komoditas ini dari pasokan Samarinda.</p>
<p>“Dari agennya menjual Rp 94 ribu per kilogramnya. Tetapi ya begini tiap hari naik. Kemarin masih Rp 105 ribu,” kata Rumiati.</p>
<p>Semakin mahalnya harga ini membuat ia harus mengurangi penyetokan. Sebab rata-rata pembelian konsumen juga merosot. Pembelian skala besar hanya sebagian kecil. Umumnya pelaku usaha makanan. Awalnya dalan sehari ia mengaku menyetok 20 kilogram. Tetapi dengan mahalnya harga cabai menjadi 5-10 kilogram saja.</p>
<p>“Kebutuhan pedas setiap orang itu berbeda. Umumnya konsumen sekarang banyak yang hanya beli per ons,” ucapnya.</p>
<p>Apalagi jika pengambilan jumlah banyak juga berisiko. Karena cabai tidak bisa bertahan lama. Jika pembelian sedikit maka potensi cabai kurang baik kualitasnya semakin besar.</p>
<p>Dikatakan Staf Perdagangan Dalam Negeri Dinas Koperasi, UMKM dan Perdagangan (Diskop-UKMP) Anita menyebut, salah satu faktor meroketnya harga cabai lantaran daerah penghasil atau pemasok diterjang banjir. Rata-rata stok cabai diambil dari Pasar Kramat Jati, Jakarta, selanjutnya dikirim ke Samarinda.</p>
<p>&#8220;Nanti dari Samarinda, diambil sama pedagang kita di Bontang, dijual lagi,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Selain itu, pasokan juga biasa didatangkan dari Kalimantan Selatan. Namun pasokan sedikit terhambat, lantaran Kalsel diterjang banjir. &#8220;Gagal panen karena banjir. Sementara sekarang kan sudah ada kelonggaran, masyarakat sudah mulai ke luar rumah, kebutuhan juga meningkat, pasokan kurang, nah itu juga yang menjadi faktor harga naik signifikan dibanding jelang Nataru tahun sebelumnya,&#8221; jelasnya.</p>
<p>Selain itu, harga minyak goreng juga ikut mahal. Saat ini kemasan dua liter dibanderol Rp 43 ribu. Padahal sebelumnya masih Rp 39 ribu. Tak hanya itu, Rumiati juga kesusahan dalam mendapatkan pasokan komoditas ini. Sebab beberapa agen barangnya kosong.</p>
<p>“Tadi kebetulan pas ada jadi langsung beli,” tutur dia.</p>
<p>Keuntungan yang didapatkan per kemasan itu pun tidak banyak. Hanya 400-600 rupiah. Ia menjelaskan tetap menjual komoditas ini untuk memenuhi kebutuhan konsumen.</p>
<p>Imbas dari kenaikan dua komoditas ini juga berdampak bagi penjual makanan. Pemilik kedai hulor di bilangan Ir H Juanda Setio mengatakan harus menaikkan harga jual barang dagangannya. Dari 13 ribu per porsinya menjadi Rp 15 ribu.</p>
<p>“Maaf terpaksa saya naikkan karena harganya semakin mahal. Padahal itu bahan utama membuat hulor,” pungkasnya. <strong>(*/ak)</strong></p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/daerah-pemasok-diterjang-banjir-jadi-pemicu-harga-cabai-meroket/">Daerah Pemasok Diterjang Banjir Jadi Pemicu Harga Cabai Meroket</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Harga Cabai Rawit Masih Tinggi</title>
		<link>https://bontangpost.id/harga-cabai-rawit-masih-tinggi/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[BontangPost]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 10 Mar 2021 06:00:05 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bontang]]></category>
		<category><![CDATA[harga cabai meroket]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://bontangpost.id/?p=84417</guid>

					<description><![CDATA[<p>bontangpost.id &#8211; Harga jual komoditas cabai rawit masih belum stabil, selama sepekan ini. Pedagang sayuran di Pasar Citra Mas Kalsum mengaku mematok harga per kilogramnya yakni Rp 100 ribu. Nominal itu berlaku untuk produk lokal, sedangkan barang dari Sulawesi dijual Rp 95 ribu. “Masih tinggi harganya. Kalau dari Sulawesi dijual eceran Rp 95 ribu. Karena [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/harga-cabai-rawit-masih-tinggi/">Harga Cabai Rawit Masih Tinggi</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>bontangpost.id &#8211; </strong>Harga jual komoditas cabai rawit masih belum stabil, selama sepekan ini. Pedagang sayuran di Pasar Citra Mas Kalsum mengaku mematok harga per kilogramnya yakni Rp 100 ribu. Nominal itu berlaku untuk produk lokal, sedangkan barang dari Sulawesi dijual Rp 95 ribu.</p>
<p>“Masih tinggi harganya. Kalau dari Sulawesi dijual eceran Rp 95 ribu. Karena modalnya juga Rp 70 ribu,” kata Kalsum.</p>
<p>Meski mahal, ia menyatakan pasokan lancar. Hanya pedagang harus berspekulasi ketika mengambil suplai dalam jumlah besar. Lantaran tingkat penjualan pun menurun seiring kenaikan harga.</p>
<p>“Biasanya saya mengambil sampai 20 kilogram tiap harinya, namun ini hanya memasok lima kilogram,” ucapnya.</p>
<p>Pembeli rata-rata membeli dalam skala terbatas. Maksimal setengah ons. Akibatnya habisnya barang juga relatif lama. Apalagi masa tahan cabai rawit maksimal tiga hari. Selebihnya maka kualitas akan membusuk.</p>
<p>“Pembeli mengambil dikit karena mahal harganya. Belum ada informasi kapan cabai rawit turun harga,” tutur dia.</p>
<p>Tim Survei Panel Harga dari Badan Ketahanan Pangan (BKP) Kementerian Pertanian Abdul Karim mengatakan kenaikan harga dipicu jumlah pasokan yang terbatas. Akibat daerah penghasil mengalami gagal panen lantaran diterjang banjir.</p>
<p>“Pemasokan dari Samarinda kurang. Hanya cukup untuk wilayah mereka saja. Akibatnya pendistribusian ke daerah lain seperti Bontang sedikit,” kata Abdul Karim.</p>
<p>Saat ini, produk yang ada di pedagang ialah hasil panen pedagang lokal. Kondisi besarannya pun tak jauh berbeda alias terbatas. Hanya tiga karung berkisar 75-150 kilogram per harinya. Angka itu kemudian disebar ke tiga pasar yang ada di Bontang. Namun cabai lokal ini justru dijual 110-120 ribu rupiah per kilogram. Ia menjelaskan perbedaan produk lantaran hasil panen pedagang lokal lebih segar. Pendistribusiannya juga cepat karena langsung menuju pasar. Tanpa melewati durasi pengiriman yang lebih jauh.</p>
<p>“Peningkatan harga ini menyebabkan pedagang tidak berani ambil stok banyak,” pungkasnya. <strong>(*/ak)</strong></p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/harga-cabai-rawit-masih-tinggi/">Harga Cabai Rawit Masih Tinggi</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Harga Meroket, Pasokan Cabai Bergantung dari Luar Daerah</title>
		<link>https://bontangpost.id/harga-meroket-pasokan-cabai-bergantung-dari-luar-daerah/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[BontangPost]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 04 Mar 2021 01:00:04 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bontang]]></category>
		<category><![CDATA[harga cabai meroket]]></category>
		<category><![CDATA[harga sembako]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://bontangpost.id/?p=84162</guid>

					<description><![CDATA[<p>bontangpost.id &#8211; Mahalnya harga cabai rawit dikarenakan pasokan untuk pedagang Kota Bontang terbatas. Kabid Ketahanan Pangan, Dinas Ketahanan Pangan, Perikanan, dan Pertanian (DKP3) Debora Kristiani membenarkan adanya selisih antara ketersediaan dengan kebutuhan. Kurun dua hari ini ketersediaan hanya 6,13 ton. Sementara kebutuhan berjumlah 6,72 ton. Terpaut 0,59 ton. Umumnya pasokan ini berasal dari wilayah Jawa [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/harga-meroket-pasokan-cabai-bergantung-dari-luar-daerah/">Harga Meroket, Pasokan Cabai Bergantung dari Luar Daerah</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>bontangpost.id &#8211;</strong> Mahalnya harga cabai rawit dikarenakan pasokan untuk pedagang Kota Bontang terbatas. Kabid Ketahanan Pangan, Dinas Ketahanan Pangan, Perikanan, dan Pertanian (DKP3) Debora Kristiani membenarkan adanya selisih antara ketersediaan dengan kebutuhan.</p>
<p>Kurun dua hari ini ketersediaan hanya 6,13 ton. Sementara kebutuhan berjumlah 6,72 ton. Terpaut 0,59 ton. Umumnya pasokan ini berasal dari wilayah Jawa dan Sulawesi. “Suplai dari luar yang didatangkan biasanya itu tidak ada. Daerah penghasil mengalami gagal panen,” kata Debora.</p>
<p>Sementara untuk produk petani lokal pun terbatas. Hanya 20 persen dari kebutuhan. Belum lagi kualitas hasil panen petani lokal juga tidak sebanding produk kedua wilayah pemasok. Pasalnya, Kota Taman beberapa hari ini kerap dilanda hujan. Lahan produksi cabai rawit di Bontang sebagian besar diambil dari Bontang Lestari.</p>
<p>“Budidaya cabai rawit kalau hujan panennya agak terganggu. Biasanya kalau tidak berjamur ya busuk. Cuaca memang mempengaruhi produksi,” ucapnya.</p>
<p>Oleh sebab itu, Bontang sangat bergantung dari pasokan dari wilayah penghasil cabai rawit lainnya. Menurutnya jika suplai lancar dalam waktu dekat maka otomatis harga juga kembali stabil.</p>
<p>Sebelumnya, Dinas Koperasi, UMKM, dan Perdagangan (Diskop-UKMP) memantau harga jual eceran cabai rawit berkisar 100-120 ribu rupiah tiap kilogramnya. Kondisi ini telah terjadi selama sepekan ini. Pedagang Pasar Citra Mas Loktuan Husni mengaku menjual seharga Rp 100 ribu per kilogramnya. Ia menyetok cabai rawit tiap hari.</p>
<p>Biasanya jumlah pasokan yang diambil 15-20 kilogram. Sebelum terjadinya kenaikan harga. Imbas dari kondisi itu, kapasitas penyetokkan diturunkan. Sebab durasi keawetan hanya tiga hari. Jika memilih jumlah pasokan skala tinggi takut cabai membusuk.</p>
<p>“Belakangan ini saya ambil hanya 10 kilogram. Karena pembelinya sedikit. Rata-rata pembeli hanya mengambil setengah ons,” ucapnya.</p>
<p>Sementara Tim Survei Panel Harga dari Badan Ketahanan Pangan (BKP) Kementerian Pertanian, Abdul Karim mengatakan kenaikan harga dipicu jumlah pasokan yang terbatas. Akibat daerah penghasil mengalami gagal panen akibat diterjang banjir.</p>
<p>“Pemasokan dari Samarinda kurang. Hanya cukup untuk wilayah mereka saja. Akibatnya pendistribusian ke daerah lain seperti Bontang sedikit,” kata Abdul Karim.</p>
<p>Saat ini, produk yang ada di pedagang ialah hasil panen pedagang lokal. Kondisi besarannya pun tak jauh berbeda alias terbatas. Hanya tiga karung berkisar 75-150 kilogram per harinya. Angka itu kemudian disebar ke tiga pasar yang ada di Bontang.</p>
<p>Namun cabai lokal ini justru dijual 110-120 ribu rupiah per kilogram. Ia menjelaskan perbedaan produk lantaran hasil panen pedagang lokal lebih segar. Pendistribusiannya juga cepat karena langsung menuju pasar. Tanpa melewati durasi pengirimannya yang lebih jauh. <strong>(*/ak)</strong></p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/harga-meroket-pasokan-cabai-bergantung-dari-luar-daerah/">Harga Meroket, Pasokan Cabai Bergantung dari Luar Daerah</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
