• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
[the_ad_group id="8923"]
Home Bontang

Daerah Pemasok Diterjang Banjir Jadi Pemicu Harga Cabai Meroket

by Redaksi Bontang Post
22 Desember 2021, 16:30
in Bontang
Reading Time: 2 mins read
0
Harga cabai tembus Rp 110 per kilogram. (Nasrullah/bontangpost.id)

Harga cabai tembus Rp 110 per kilogram. (Nasrullah/bontangpost.id)

Share on FacebookShare on Twitter

bontangpost.id – Jelang perayaan Natal dan tahun baru, harga sejumlah komoditas pangan di Kota Taman mengalami gejolak. Harga cabai rawit, terus mengalami peningkatan.

Salah satu pedagang di samping Pasar Taman Rumiati mengatakan harga cabai rawit tiap hari belakangan terus mengalami kenaikan. Terbaru mencapai Rp 110 ribu per kilogramnya. Ia mengaku mendapatkan komoditas ini dari pasokan Samarinda.

“Dari agennya menjual Rp 94 ribu per kilogramnya. Tetapi ya begini tiap hari naik. Kemarin masih Rp 105 ribu,” kata Rumiati.

Semakin mahalnya harga ini membuat ia harus mengurangi penyetokan. Sebab rata-rata pembelian konsumen juga merosot. Pembelian skala besar hanya sebagian kecil. Umumnya pelaku usaha makanan. Awalnya dalan sehari ia mengaku menyetok 20 kilogram. Tetapi dengan mahalnya harga cabai menjadi 5-10 kilogram saja.

Baca Juga:  Harga Cabai Makin Pedas, Tembus Rp 80 Ribu Per Kilo

“Kebutuhan pedas setiap orang itu berbeda. Umumnya konsumen sekarang banyak yang hanya beli per ons,” ucapnya.

Apalagi jika pengambilan jumlah banyak juga berisiko. Karena cabai tidak bisa bertahan lama. Jika pembelian sedikit maka potensi cabai kurang baik kualitasnya semakin besar.

Dikatakan Staf Perdagangan Dalam Negeri Dinas Koperasi, UMKM dan Perdagangan (Diskop-UKMP) Anita menyebut, salah satu faktor meroketnya harga cabai lantaran daerah penghasil atau pemasok diterjang banjir. Rata-rata stok cabai diambil dari Pasar Kramat Jati, Jakarta, selanjutnya dikirim ke Samarinda.

“Nanti dari Samarinda, diambil sama pedagang kita di Bontang, dijual lagi,” ujarnya.

Selain itu, pasokan juga biasa didatangkan dari Kalimantan Selatan. Namun pasokan sedikit terhambat, lantaran Kalsel diterjang banjir. “Gagal panen karena banjir. Sementara sekarang kan sudah ada kelonggaran, masyarakat sudah mulai ke luar rumah, kebutuhan juga meningkat, pasokan kurang, nah itu juga yang menjadi faktor harga naik signifikan dibanding jelang Nataru tahun sebelumnya,” jelasnya.

Baca Juga:  Akhir Tahun, Harga Cabai Tembus Rp 120 Ribu

Selain itu, harga minyak goreng juga ikut mahal. Saat ini kemasan dua liter dibanderol Rp 43 ribu. Padahal sebelumnya masih Rp 39 ribu. Tak hanya itu, Rumiati juga kesusahan dalam mendapatkan pasokan komoditas ini. Sebab beberapa agen barangnya kosong.

“Tadi kebetulan pas ada jadi langsung beli,” tutur dia.

Keuntungan yang didapatkan per kemasan itu pun tidak banyak. Hanya 400-600 rupiah. Ia menjelaskan tetap menjual komoditas ini untuk memenuhi kebutuhan konsumen.

Imbas dari kenaikan dua komoditas ini juga berdampak bagi penjual makanan. Pemilik kedai hulor di bilangan Ir H Juanda Setio mengatakan harus menaikkan harga jual barang dagangannya. Dari 13 ribu per porsinya menjadi Rp 15 ribu.

Baca Juga:  Makin Pedas, Harga Cabai di Bontang Tembus Rp 120 Ribu per Kilogram

“Maaf terpaksa saya naikkan karena harganya semakin mahal. Padahal itu bahan utama membuat hulor,” pungkasnya. (*/ak)

Print Friendly, PDF & Email
Tags: harga cabai meroket
ShareTweetSendShare
[the_ad id="77027"]
Previous Post

Jelang Nataru, Pasokan Gas Melon Aman

Next Post

Batu Bara Menumpuk di Depan Mapolsek Bontang Barat

Related Posts

Harga Cabai Makin Pedas, Tembus Rp 80 Ribu Per Kilo
Bontang

Harga Cabai Makin Pedas, Tembus Rp 80 Ribu Per Kilo

8 Maret 2023, 11:30
Makin Pedas, Harga Cabai di Bontang Tembus Rp 120 Ribu per Kilogram
Bontang

Makin Pedas, Harga Cabai di Bontang Tembus Rp 120 Ribu per Kilogram

13 Juni 2022, 11:23
Harga Cabai Meroket, Pasokan Berkurang, Pasar Murah Bakal Digelar
Bontang

Akhir Tahun, Harga Cabai Tembus Rp 120 Ribu

27 Desember 2021, 15:47
Harga Cabai Rawit Masih Tinggi
Bontang

Harga Cabai Rawit Masih Tinggi

10 Maret 2021, 14:00
Harga Meroket, Pasokan Cabai Bergantung dari Luar Daerah
Bontang

Harga Meroket, Pasokan Cabai Bergantung dari Luar Daerah

4 Maret 2021, 09:00

Terpopuler

  • Capaian Pajak Sarang Walet di Bontang Masih Nihil

    Ironi Pajak Walet Bontang: Bangunan Ratusan, Setoran Nol

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Masuk Aturan KTR, Vape Tak Lagi Boleh Dihisap di Tempat Umum Bontang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Reshuffle Kabinet Merah Putih, Prabowo Lantik 6 Pejabat Baru

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ini Jadwal Lengkap Kapal dari Pelabuhan Loktuan Bontang Selama Mei, Ada Pelni dan Swasta

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mini Soccer HOP 1 Bontang Ditutup Mulai Mei, Proyek Lanjutan Rp17,5 Miliar Segera Dikerjakan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.