<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>jembatan mahkota ii Arsip - Bontang Post</title>
	<atom:link href="https://bontangpost.id/tag/jembatan-mahkota-ii/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://bontangpost.id/tag/jembatan-mahkota-ii/</link>
	<description>Mencerdaskan dan Menginspirasi</description>
	<lastBuildDate>Thu, 10 Jun 2021 03:26:32 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.1.4</generator>

<image>
	<url>https://bontangpost.id/wp-content/uploads/2018/04/bp-cropped-favicon-bpost1-2-32x32.png</url>
	<title>jembatan mahkota ii Arsip - Bontang Post</title>
	<link>https://bontangpost.id/tag/jembatan-mahkota-ii/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Jembatan Mahkota II Kembali Dibuka, Hanya untuk Kendaraan Tertentu</title>
		<link>https://bontangpost.id/jembatan-mahkota-ii-kembali-dibuka-hanya-untuk-kendaraan-tertentu/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[BontangPost]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 10 Jun 2021 04:00:42 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kaltim]]></category>
		<category><![CDATA[jembatan mahkota ii]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://bontangpost.id/?p=87429</guid>

					<description><![CDATA[<p>bontangpost.id &#8211; Akhirnya akses Jembatan Mahkota II akan kembali dibuka setelah sempat ditutup akibat longsor di sekitar tiang jembatan sisi Kecamatan Palaran, beberapa waktu lalu. Wali Kota Samarinda Andi Harun, mengungkapkan alasan dibukanya kembali jembatan tersebut karena arahan dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) agar melakukan pembukaan kembali Jembatan Mahkota II. &#8220;Mempertimbangkan hasil [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/jembatan-mahkota-ii-kembali-dibuka-hanya-untuk-kendaraan-tertentu/">Jembatan Mahkota II Kembali Dibuka, Hanya untuk Kendaraan Tertentu</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>bontangpost.id &#8211; </strong>Akhirnya akses Jembatan Mahkota II akan kembali dibuka setelah sempat ditutup akibat longsor di sekitar tiang jembatan sisi Kecamatan Palaran, beberapa waktu lalu.</p>
<p>Wali Kota Samarinda Andi Harun, mengungkapkan alasan dibukanya kembali jembatan tersebut karena arahan dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) agar melakukan pembukaan kembali Jembatan Mahkota II.</p>
<p>&#8220;Mempertimbangkan hasil pengukuran deformasi, analisa struktur, dan perbaikan retak telah dilakukan, maka Jembatan Mahkota II boleh dibuka kembali,&#8221; kata Andi Harun saat memimpin rapat persiapan pembukaan akses Jembatan Mahkota II, di Balai Kota, pada Rabu (9/6/2021).</p>
<p>Andi Harun mengaku ada beberapa catatan penting dari kementerian untuk membuka akses keluar masuk jembatan, salah satunya yakni dengan tetap melakukan monitoring deformasi secara berkala.</p>
<p>Sehingga melalui surat resmi, Wali Kota Samarinda akan membuka akses jembatan penghubung Kecamatan Sambutan dengan Kecamatan Palaran tersebut, sekaligus mengubah nama Jembatan Mahkota II menjadi Jembatan Achmad Amin. Acara tersebut dilaksanakan pada Kamis (10/6/2021), pada pukul 11.30 Wita.</p>
<p>Usai dilakukan acara pembukaan, jembatan sudah bisa kembali dilalui oleh kendaraan pribadi roda dua dan roda empat.</p>
<p>&#8220;Sedangkan kendaraan seperti mobil barang dan truk untuk sementara masih belum bisa melintas di jembatan ini,&#8221; jelasnya.</p>
<p>Ia pun memerintahkan Dinas PUPR dan Dinas Perhubungan (Dishub) agar segera mensosialisikannya dengan memasang plang dan road barrier agar akses jembatan hanya bisa dilintasi kendaraan tertentu.</p>
<p>&#8220;Intinya open traffic akan berlaku jika BWS Kalimantan sudah menyelesaikan pekerjaannya untuk memperbaiki longsoran akibat amblasnya tanah urukan di kisaran jembatan,&#8221; pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/jembatan-mahkota-ii-kembali-dibuka-hanya-untuk-kendaraan-tertentu/">Jembatan Mahkota II Kembali Dibuka, Hanya untuk Kendaraan Tertentu</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Pemuda yang Terseret Longsor di Bawah Jembatan Mahkota II Ditemukan Meninggal</title>
		<link>https://bontangpost.id/pemuda-yang-terseret-longsor-di-bawah-jembatan-mahkota-ii-ditemukan-meninggal/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[BontangPost]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 27 Apr 2021 02:25:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kaltim]]></category>
		<category><![CDATA[jembatan mahkota ii]]></category>
		<category><![CDATA[korban tenggelam]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://bontangpost.id/?p=86152</guid>

					<description><![CDATA[<p>bontangpost.id &#8211; Tim Gabungan Rescue Basarnas Kaltim berhasil menemukan jasad Aan. Korban yang hilang terseret longsoran tanah di proyek IPA Kalhold di bawah Jembatan Mahkota II, Selasa (27/4/2021) pukul 08.10 Wita. &#8220;Korban Aan hilang saat longsor tanah ketika memancing di bawah jembatan Mahkota II. Ditemukan sejauh kurang lebih 1 kilometerdalam kondisi meninggal dunia oleh unsur [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/pemuda-yang-terseret-longsor-di-bawah-jembatan-mahkota-ii-ditemukan-meninggal/">Pemuda yang Terseret Longsor di Bawah Jembatan Mahkota II Ditemukan Meninggal</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>bontangpost.id &#8211;</strong> Tim Gabungan Rescue Basarnas Kaltim berhasil menemukan jasad Aan. Korban yang hilang terseret longsoran tanah di proyek IPA Kalhold di bawah Jembatan Mahkota II, Selasa (27/4/2021) pukul 08.10 Wita.</p>
<p>&#8220;Korban Aan hilang saat longsor tanah ketika memancing di bawah jembatan Mahkota II. Ditemukan sejauh kurang lebih 1 kilometerdalam kondisi meninggal dunia oleh unsur SAR Gabungan,&#8221; kata Kasi Operasi Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Balikpapan, Octavianus.</p>
<p>Octa menjelaskan saat ini sedang dilaksanakan proses evakuasi jasad korban dengan Rubber Boat Milik Basarnas. &#8220;Evakuasi untuk kemudian di bawa ke RS Abdul Wahab Sjahranie guna keperluan visum dan kemudian diserahkan kepada pihak keluarga,&#8221; jelas Octa.</p>
<p>Sebelumnya, seorang pemuda 22 tahun itu hilang di Sungai Mahakam, dibawah jembatan Mahkota II, Minggu (25/4/2021) pukul 12.30 Wita.</p>
<p>Peristiwa bermula korban Aan dan rekannya, Galih, memancing di sekitar bawah Jembatan Mahkota II dekat area Perumdam. Nahas Galih dan Aan tertimpa tanah longsor. Keduanya pun melompat ke sungai karena tanah yang longsor hingga ke pinggir sungai.</p>
<p>Saat itu Galih dan korban larut hingga jarak kurang lebih 150 meter dari pinggir sungai. Galih sempat menyelamatkan diri, namun korban hilang di Sungai mahakam.</p>
<p>Selama pencarian jasad korban, unsur SAR yang terlibat yaitu dari Unit Siaga SAR Samarinda, Disdamkar Kota Samarinda, BPBD Kota Samarinda, Polsek KP3 Samarinda dan Relawan Kota Samarinda, serta rekan korban. <strong>(myn)</strong></p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/pemuda-yang-terseret-longsor-di-bawah-jembatan-mahkota-ii-ditemukan-meninggal/">Pemuda yang Terseret Longsor di Bawah Jembatan Mahkota II Ditemukan Meninggal</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Jembatan Mahkota II Ditutup</title>
		<link>https://bontangpost.id/jembatan-mahkota-ii-ditutup/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[BontangPost]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 26 Apr 2021 05:42:40 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kaltim]]></category>
		<category><![CDATA[jembatan mahkota ii]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://bontangpost.id/?p=86130</guid>

					<description><![CDATA[<p>bontangpost.id &#8211; Wali Kota Samarinda Andi Harun menyatakan penutupan jembatan Mahkota II untuk dilalui semua kendaraan mulai pukul 13.00 Wita, Senin (26/4/2021). Penutupan ini belum ditentukan kapan berakhir. &#8220;Sampai ada keadaan baru (jembatan Mahkota II dibuka kembali). Kemungkinan siang ini ada hasil penelitian, termasuk hasil investigasi. Tapi saya nggak mau spekulasi,&#8221; kata Andi. Andi Harun [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/jembatan-mahkota-ii-ditutup/">Jembatan Mahkota II Ditutup</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p data-reader-unique-id="3"><strong>bontangpost.id &#8211;</strong> Wali Kota Samarinda Andi Harun menyatakan penutupan jembatan Mahkota II untuk dilalui semua kendaraan mulai pukul 13.00 Wita, Senin (26/4/2021).</p>
<p data-reader-unique-id="12">Penutupan ini belum ditentukan kapan berakhir. &#8220;Sampai ada keadaan baru (jembatan Mahkota II dibuka kembali). Kemungkinan siang ini ada hasil penelitian, termasuk hasil investigasi. Tapi saya <em>nggak</em> mau spekulasi,&#8221; kata Andi.</p>
<p data-reader-unique-id="16">Andi Harun menegaskan dirinya akan izinkan kembali dibuka Jembatan Mahkota II bila kondisinya benar-benar aman dilalui pengendara.</p>
<p data-reader-unique-id="24">&#8220;Sampai saya betul betul yakin jembatan benar-benar aman (jembatan akan dibuka),&#8221; ujarnya.</p>
<p data-reader-unique-id="25">Sehari sebelumnya, Minggu (25/4/2021), Andi Harun menyampaikan Jembatan Mahkota 2 secara teknis struktur jembatan masih aman sampai hari ini ada pengumuman keadaan lain dari pemerintah.</p>
<p data-reader-unique-id="1">Jembatan Mahkota 2 dikhawatirkan terganggu keamananya akibat longsor.</p>
<p data-reader-unique-id="2">&#8220;Dugaan sementara kejadian tersebut dipicu oleh aktiftas pengurugan tanah pada sisi sungai sekitar jembatan pada pekerjaan intake (proyek pusat) oleh kontraktor dengan inisial PT NK,&#8221; kata Andi Harun dalam akun Facebook pribadinya.</p>
<p data-reader-unique-id="11">Dijelaskannnya, pekerjaan berlokasi sekitar 30 meter dari philon jembatan. Temuan sementara tim, pelaksana (PT NK) belum mengerjakan turap penahan. Aktivitas akan diselidiki apakah termasuk kelalaian/kesengajaan atau karena pertimbangan teknis.</p>
<p data-reader-unique-id="14">&#8220;Kami telah memerintahkan menghentikan  sementara pekerjaan di lokasi guna menghindari hal-hal diluar dugaan. Guna menghindari spekulasi “berita” dan “analisa” yang tidak didasari kajian teknis,&#8221; katanya. (myn)</p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/jembatan-mahkota-ii-ditutup/">Jembatan Mahkota II Ditutup</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Jembatan Mahkota II Kini Kurang Perhatian</title>
		<link>https://bontangpost.id/jembatan-mahkota-ii-kini-kurang-perhatian/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[M Zulfikar Akbar]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 26 Jan 2019 12:30:13 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kaltim]]></category>
		<category><![CDATA[jembatan mahkota ii]]></category>
		<category><![CDATA[samarinda]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://bontangpost.id/?p=58184</guid>

					<description><![CDATA[<p>SAMARINDA &#8211; Perhatian Pemkot pada Jembatan Mahkota II saat ini patut dipertanyakan. Kurangnya perhatian itu terlihat dari dibiarkannya portal di kedua sisi jembatan itu dalam keadaan rusak. Imbasnya ada saja truk yang berani melintas. Padahal menurut aturan yang telah di tetapkan oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Samarinda, hingga saat ini kendaraan yang [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/jembatan-mahkota-ii-kini-kurang-perhatian/">Jembatan Mahkota II Kini Kurang Perhatian</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>SAMARINDA &#8211; Perhatian Pemkot pada Jembatan Mahkota II saat ini patut dipertanyakan. Kurangnya perhatian itu terlihat dari dibiarkannya portal di kedua sisi jembatan itu dalam keadaan rusak. Imbasnya ada saja truk yang berani melintas. Padahal menurut aturan yang telah di tetapkan oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Samarinda, hingga saat ini kendaraan yang diperbolehkan melintas hanya roda dua dan kendaraan roda empat yang merupakan kendaraan pribadi.</p>
<p>Minimnya perhatian juga terlihat dari kondisi aspal jembatan di sisi Sambutan yang sudah terkelupas sehingga meninggalkan lubang yang membahayakan bagi pengguna jalan khususnya pengendara motor.</p>
<p>Dan yang terbaru adalah hancurnya traffic cone atau pembatas ruas jalan jembatan yang dipasang sejak dua pekan lalu. Kerusakan kabarnya akibat ditabrak truk yang masih berani melintas.</p>
<p>Hal lain yang juga disayangkan adalah kosongnya dua pos permanen yang semestinya dijaga petugas Dishub dan Satpol PP Kota Samarinda.</p>
<p>Kerusakan portal yang disebabkan ditabrak itu sudah sering terjadi, tapi beberapa kali kejadian sebelumnya portal itu selalu diperbaiki dan dipasang kembali.</p>
<p>Menyikapi hal ini Kepala Dinas Perhubungan Samarinda Ismansyah mengaku sudah berkoordinasi dengan Dinas PUPR untuk melakukan perbaikan portal.</p>
<p>&#8220;Ya kami usahakan secepatnya diperbaiki. Kami sudah menyampaikan perihal ini dengan PUPR,&#8221; ujar Isman.</p>
<p>Saat ditanya mengenai pengawasan, dirinya menyebut sudah ada beberapa personil dishub yang bertugas menjaga di seputar Mahkota II.</p>
<p>&#8220;Namun tidak bisa juga kita pasang 24 jam karena jumlah personil kami pun terbatas. Tapi setiap hari selalu ada yang menjaga kok. Jadi tidak mungkin dibiarkan kalau ada kendaraan muatan yang melintas. Namun sekali lagi tidak bisa 24 jam,&#8221; pungkas Isman.(oke/rm-1/beb/sapos)</p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/jembatan-mahkota-ii-kini-kurang-perhatian/">Jembatan Mahkota II Kini Kurang Perhatian</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Pernah Diragukan, Jembatan Mahkota Achmad Amins Akhirnya Selesai </title>
		<link>https://bontangpost.id/pernah-diragukan-jembatan-mahkota-achmad-amins-akhirnya-selesai/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[BontangPost]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 11 Feb 2018 03:30:38 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kaltim]]></category>
		<category><![CDATA[jembatan mahkota ii]]></category>
		<category><![CDATA[Metro Samarinda]]></category>
		<category><![CDATA[pembangunan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://bontangpost.id/?p=31504</guid>

					<description><![CDATA[<p>SAMARINDA – Jembatan Mahkota Achmad Amins sudah diresminkan Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak, Kamis (8/2) lalu di Jalan Bhayangkara Samarinda. Sejumlah pihak pernah mempertanyakan penyelesaian proyek yang digagas Achmad Amins tersebut. Pasalnya terjadi tarik ulur penyelesaian pembangunan sejak pertama kali dibangun pada 2003. Proyek yang telah menghabiskan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) sebesar Rp [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/pernah-diragukan-jembatan-mahkota-achmad-amins-akhirnya-selesai/">Pernah Diragukan, Jembatan Mahkota Achmad Amins Akhirnya Selesai </a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>SAMARINDA – Jembatan Mahkota Achmad Amins sudah diresminkan Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak, Kamis (8/2) lalu di Jalan Bhayangkara Samarinda. Sejumlah pihak pernah mempertanyakan penyelesaian proyek yang digagas Achmad Amins tersebut. Pasalnya terjadi tarik ulur penyelesaian pembangunan sejak pertama kali dibangun pada 2003.</p>
<p>Proyek yang telah menghabiskan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) sebesar Rp 245.568.534.000 tersebut memiliki sejarah panjang, baik di bidang perencanaan, pembangunan, maupun proses penyelesaiannya yang penuh tantangan.</p>
<p>Wali Kota Samarinda, Syaharie Jaang mengisahkan, jembatan tersebut pernah berkali-kali ditolak, baik oleh masyarakat, pengusaha di bidang pelayaran, maupun anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Samarinda.</p>
<p>“Sesuai undang-undang internasional dan nasional, kita tidak boleh merintangi arus pelayaran kapal. Pada awalnya, keberadaan jembatan Mahkota Achmad Amins dituding merintangi arus pelayaran kapal,” ungkap Jaang.</p>
<figure id="attachment_31256" aria-describedby="caption-attachment-31256" style="width: 357px" class="wp-caption aligncenter"><a href="https://bontangpost.id/wp-content/uploads/2018/02/JAANG.jpg"><img fetchpriority="high" decoding="async" class="wp-image-31256 size-publisher-md" src="https://bontangpost.id/wp-content/uploads/2018/02/JAANG-357x210.jpg" alt="" width="357" height="210" /></a><figcaption id="caption-attachment-31256" class="wp-caption-text">FOTO WAJAH: Syaharie Jaang(MUBIN/METRO SAMARINDA)</figcaption></figure>
<p>Salah satu cara yang harus dilakukan pemerintah kota (pemkot) yakni harus membangun pelabuhan baru untuk menggantikan Pelabuhan Yos Sudarso. Hal inilah yang melatarbelakangi pembangunan pelabuhan yang menggantikan Pelabuhan Peti Kemas.</p>
<p>Kemudian, pembangunan dilakukan pemerintah. Sehingga terbangun Pelabuhan Peti Kemas di Palaran yang memiliki fungsi membuka akses yang menutup alur pelayaran dari hilir menuju pelabuhan lama.</p>
<p>Tak sampai di situ, pemerintah dihebohkan karena jembatan yang sudah mulai terbangun pernah ditabrak kapal. Namun belakangan, setelah dicek oleh pemerintah pusat, informasi tersebut tidak benar.</p>
<p>“Heboh sekali waktu itu di masyarakat, jembatan ditabrak ponton. Ini berita hoax, karena setelah dicek Kementerian Pekerjaan Umum, alhamdulillah tidak ada masalah,” ujarnya.</p>
<p>Akhirnya, pada Idul Fitri 2017 dilanjutkan pembangunan jembatan tersebut. Sehingga pembangunannya dapat berlangsung sampai selesai di 2018. Karena itu, meski berjalan cukup panjang, jembatan ini memiliki kelebihan dibanding jembatan lain di Kaltim.</p>
<p>“Di jembatan sudah dipasang sensor otomatis. Burung yang hinggap saja bisa diketahui getarannya, apalagi manusia. Begitu pun kendaraan, bisa dimonitor setiap saat dengan sistem komputerisasi,” terangnya. <strong>(*/um)</strong></p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/pernah-diragukan-jembatan-mahkota-achmad-amins-akhirnya-selesai/">Pernah Diragukan, Jembatan Mahkota Achmad Amins Akhirnya Selesai </a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Berharap Mahkota II Jadi Ikon Kota Tepian dan Beri Manfaat bagi Masyarakat </title>
		<link>https://bontangpost.id/berharap-mahkota-ii-jadi-ikon-kota-tepian-dan-beri-manfaat-bagi-masyarakat/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[BontangPost]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 10 Feb 2018 03:31:12 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kaltim]]></category>
		<category><![CDATA[jembatan mahkota ii]]></category>
		<category><![CDATA[Metro Samarinda]]></category>
		<category><![CDATA[Pembangunan Kaltim]]></category>
		<category><![CDATA[samarinda]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://bontangpost.id/?p=31400</guid>

					<description><![CDATA[<p>Aminah Amins, istri mantan Wali Kota Samarinda, Achmad Amins menyambut baik peresmian jembatan Mahkota II yang menyertakan nama mendiang suaminya. Menurutnya, penyertaan nama Achmad Amins adalah bentuk penghargaan pemerintah terhadap perjuangan suaminya. UFQIL MUBIN, Samarinda “Saya sangat berterima pada pemerintah yang sudah memberikan nama jembatan itu dengan memasukkan nama almarhum. Karena perjuangan pembangunan jembatan itu [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/berharap-mahkota-ii-jadi-ikon-kota-tepian-dan-beri-manfaat-bagi-masyarakat/">Berharap Mahkota II Jadi Ikon Kota Tepian dan Beri Manfaat bagi Masyarakat </a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Aminah Amins, istri mantan Wali Kota Samarinda, Achmad Amins menyambut baik peresmian jembatan Mahkota II yang menyertakan nama mendiang suaminya. Menurutnya, penyertaan nama Achmad Amins adalah bentuk penghargaan pemerintah terhadap perjuangan suaminya.</p>
<p>UFQIL MUBIN, Samarinda</p>
<p>“Saya sangat berterima pada pemerintah yang sudah memberikan nama jembatan itu dengan memasukkan nama almarhum. Karena perjuangan pembangunan jembatan itu tidak mudah,” kata Aminah, Kamis (8/2) lalu.</p>
<p>Ia pernah bermimpi jembatan yang sudah dirancang sejak tahun 2002 itu jadi jembatan yang berkelas internasional. Aminah menginginkan jembatan dengan panjang 1.428 meter itu dirancang seperti jembatan Golden Gate San Francisco Amerika Serikat.</p>
<p>“Pengennya dulu seperti Golden Gate, ada dua jalur sebelah kiri dan kanan. Kemudian di sekitarnya ada taman. Tapi karena terhambat anggaran, akhirnya saya berharap yang penting terbangun, bermanfaat bagi masyarakat,” ujarnya.</p>
<p>Jembatan Mahkota II pernah berkali-kali terhenti pembangunannya karena terganjal anggaran. Selain itu, pemerintah kota (pemkot) juga disibukkan dengan protes yang mengharuskan pemkot membangun pelabuhan. Pasalnya, jembatan yang dibangun di atas Sungai Mahakam itu tidak bisa dilewati kapal pengangkut batu bara.</p>
<p>“Akhirnya pemkot disuruh bangun pelabuhan Peti Kemas, karena kapal tidak bisa lewat. Setelah pelabuhan selesai dibangun, anggaran tidak cukup untuk melanjutkan pembangunan jembatan,” ujarnya.</p>
<p>Tak berhenti sampai di situ, jembatan yang telah menghabiskan puluhan miliar Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) itu pernah ditentang anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD).</p>
<p>“Saya merasa aneh waktu itu, anggota dewan kebanyakan tinggal di Kecamatan Palaran, tetapi menolak pembangunan jembatan. Padahal lewat pembangunan jembatan itu, akan memudahkan mereka berangkat ke kantor,” ungkapnya.</p>
<p>Menurut dia, jembatan Mahkota II akan jadi ikon Samarinda. Selain itu, upaya memecahkan masalah kemacetan bisa dilakukan dengan adanya akses transportasi baru. Beberapa tahun terakhir, Kota Tepian masih bermasalah dengan kemacetan, namun dengan pembangunan jembatan tersebut bisa mengurangi kemacetan lalu lintas.</p>
<p>“Karena dengan adanya jembatan ini, masyarakat dari Sambutan dan Palaran yang mau ke Samarinda bisa lewat jembatan itu. Jadi tidak harus mutar jauh,” katanya. <strong>(*/um)</strong></p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/berharap-mahkota-ii-jadi-ikon-kota-tepian-dan-beri-manfaat-bagi-masyarakat/">Berharap Mahkota II Jadi Ikon Kota Tepian dan Beri Manfaat bagi Masyarakat </a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Rp 3,1 Miliar untuk Sensor Kabel</title>
		<link>https://bontangpost.id/rp-31-miliar-sensor-kabel/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[BontangPost]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 25 Feb 2017 05:00:42 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kaltim]]></category>
		<category><![CDATA[jembatan mahkota ii]]></category>
		<category><![CDATA[Metro Samarinda]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://bontangpost.id/?p=6995</guid>

					<description><![CDATA[<p>&#160; SAMARINDA &#8211; Tugas pembenahan Jembatan Mahakam Kota (Mahkota) II sudah dibagi. Antara pemkot dan kontraktor pelaksana sudah sepakat untuk menyegerakan pengerjaan agar jembatan yang dibangun sejak 2003 itu bisa segera beroperasi. Dari empat item rekomendasi Komisi Keamanan Jembatan dan Terowongan Jalan (KKJTJ), Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), satu di antaranya jadi tanggungan [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/rp-31-miliar-sensor-kabel/">Rp 3,1 Miliar untuk Sensor Kabel</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>&nbsp;</p>
<p>SAMARINDA &#8211; Tugas pembenahan Jembatan Mahakam Kota (Mahkota) II sudah dibagi. Antara pemkot dan kontraktor pelaksana sudah sepakat untuk menyegerakan pengerjaan agar jembatan yang dibangun sejak 2003 itu bisa segera beroperasi.</p>
<p>Dari empat item rekomendasi Komisi Keamanan Jembatan dan Terowongan Jalan (KKJTJ), Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), satu di antaranya jadi tanggungan pemkot. Yakni pemasangan sensor kabel penyangga jembatan. Untuk pengadaannya, pemkot diestimasikan memerlukan anggaran senilai Rp 3,1 miliar.</p>
<p>Item pengerjaan tersebut sedianya tidak tercantum dalam alokasi anggaran daerah tahun ini. Hanya, menurut Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Samarinda Asli Nuryadin, pengerjaannya masih bisa dimungkinkan, yakni menggunakan alokasi anggaran dari pos lain.</p>
<p>Salah satu yang dia sebutkan yakni anggaran makro Samarinda. “Bisa dari silpa (sisa lebih perhitungan anggaran) atau anggaran kegiatan yang tidak prioritas, itu yang dipakai dananya. Jadi, tidak masalah dan tidak mengganggu operasional,” terang dia.</p>
<p>Sedangkan tiga item pengerjaan lainnya menjadi tanggungan kontraktor. Di antaranya, memasang rubber bumper, memasang expansion joint atau asphaltic plug, dan membenahi permukaan jalan yang bergelombang. Tiga pengerjaan itu diperkirakan membutuhkan dana Rp 1,4 miliar. “Itu memang tanggung jawab kontraktor, dan sudah sepakat terkait pembagian tugas ini,” imbuhnya.</p>
<p>Hingga jembatan bisa dilalui, dia memperkirakan membutuhkan waktu hingga Oktober. Sebab, untuk pengadaan sensor kabel jembatan, mereka memerlukan waktu sedikitnya 1,5 bulan. Itu belum termasuk pemesanan barang dan pengerjaannya. Ditambah lagi, tidak semua alat tersedia. “Targetnya akhir bulan delapan. Tapi, diberi jeda agar bisa selesai hingga bulan 10 sudah bisa dilewati,” terang Asli.</p>
<p>Sebelumnya, anggota Komisi III DPRD Samarinda Jasno mengatakan, pemasangan sensor kabel jembatan memang jadi tanggung jawab pemkot. Sebab, tidak masuk dalam nota kerja sama dengan PT Agrabudi Karyamarga selaku kontraktor pelaksana.</p>
<p>Sedianya, pemkot menargetkan jembatan bisa dilintasi warga pada Januari. Namun, setelah melalui uji beban jembatan, KKJTJ Kementerian PUPR sebagai penguji menilai ada beberapa item yang harus dibenahi sebelum sertifikat layak fungsi dikeluarkan. (*/nyc/ndy/kpg/gun)</p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/rp-31-miliar-sensor-kabel/">Rp 3,1 Miliar untuk Sensor Kabel</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Agar Bisa Dilintasi, Pembenahan Jembatan Mahkota II Masih Perlu Rp 5,5 M Lagi</title>
		<link>https://bontangpost.id/agar-dilintasi-pembenahan-jembatan-mahkota-ii-masih-perlu-rp-55-m/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[BontangPost]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 23 Feb 2017 05:01:03 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kaltim]]></category>
		<category><![CDATA[jembatan mahkota ii]]></category>
		<category><![CDATA[Metro Samarinda]]></category>
		<category><![CDATA[pembangunan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://bontangpost.id/?p=6783</guid>

					<description><![CDATA[<p>SAMARINDA – Perlu Rp 5,5 miliar lagi jika ingin Jembatan Mahakam Kota (Mahkota) II bisa dilintasi masyarakat. Nominal itu untuk memenuhi rekomendasi pembenahan dari Komisi Keamanan Jembatan dan Terowongan Jalan (KKJTJ) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), syarat terbitnya sertifikat layak fungsi. Pemkot pun tampak tidak kesulitan untuk memenuhi nilai tersebut. Kepala badan Perencanaan [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/agar-dilintasi-pembenahan-jembatan-mahkota-ii-masih-perlu-rp-55-m/">Agar Bisa Dilintasi, Pembenahan Jembatan Mahkota II Masih Perlu Rp 5,5 M Lagi</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>SAMARINDA – Perlu Rp 5,5 miliar lagi jika ingin Jembatan Mahakam Kota (Mahkota) II bisa dilintasi masyarakat. Nominal itu untuk memenuhi rekomendasi pembenahan dari Komisi Keamanan Jembatan dan Terowongan Jalan (KKJTJ) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), syarat terbitnya sertifikat layak fungsi.</p>
<p>Pemkot pun tampak tidak kesulitan untuk memenuhi nilai tersebut. Kepala badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Samarinda Asli Nuryadin mengatakan, mereka akan menyunat anggaran belanja langsung penerangan jembatan yang senilai Rp 11 miliar. Nilai tersebut sudah mereka sertakan dalam APBD Murni 2017.</p>
<p>Sementara itu, berdasarkan pembagian tanggung jawab pengerjaan rekomendasi, pemkot hanya menanggung Rp 3,1 miliar, hanya untuk pemasangan sensor jembatan. “Jadi tidak akan ada anggaran pembangunan lainnya yang bergeser,” tuturnya.</p>
<p>Soal siapa yang bertanggung jawab dengan Rp 1,4 miliar sisanya, Asli belum tahu pasti. Itu pula menurutnya penting agar koordinasi antara pemkot dan kontraktor pelaksana bisa terjalin. “Jika itu juga dibebankan ke pemkot, kami belum tahu pasti. Lihat saja nanti. Yang jelas untuk penambahan sensor itu memang ditanggung pemkot karena belum dicantumkan dalam kontrak Mahkota II,” tegas dia.</p>
<p>Sebelumnya hal senada diungkapkan Penjabat Sekkot Samarinda Hermanto. Menurut dia, pihaknya akan mengevaluasi mana yang menjadi tanggung jawab kontraktor atau pemkot. “Sebab, ada beberapa item yang tidak tercantum dalam pembangunan mahkota II. Itu sudah pasti kami tanggung seperti sensor jembatan sedangkan untuk perbaikan aspal itu kan sebenarnya menjadi tanggungan kontraktor,” bebernya.</p>
<p>Selain itu, lanjut dia, sambungan badan jalan juga mestinya menjadi tanggungan kontraktor. “Karena mereka menggunakan beton untuk sambungan, sementara KKJTJ ingin itu menggunakan sambungan yang bisa elastis seperti karet. Soalnya pada saat uji coba, ada penurunan sambungan hingga 15 sentimeter,” tutupnya. (*/dq/ndy)</p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/agar-dilintasi-pembenahan-jembatan-mahkota-ii-masih-perlu-rp-55-m/">Agar Bisa Dilintasi, Pembenahan Jembatan Mahkota II Masih Perlu Rp 5,5 M Lagi</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Achmad Amins Diusulkan Jadi Nama Jembatan</title>
		<link>https://bontangpost.id/achmad-amins-diusulkan-jadi-nama-jembatan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[M Zulfikar Akbar]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 13 Jan 2017 07:07:27 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kaltim]]></category>
		<category><![CDATA[achmad amins]]></category>
		<category><![CDATA[jembatan mahkota ii]]></category>
		<category><![CDATA[kaltm]]></category>
		<category><![CDATA[samarinda]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://bontangpost.id/?p=3173</guid>

					<description><![CDATA[<p>MENJABAT sebagai Wali Kota Samarinda di awal otonomi daerah, Ahmad Amins langsung mencetuskan beberapa mega proyek. Diantaranya, Jembatan Mahakam Kota (Mahkota) II dan Bandara Samarinda Baru (BSB). Sayang, ia tidak sempat melihat dua pembangunan itu rampung. Makanya ada usulan jika nama Wali Kota ke-8 ini jadi nama Jembatan yang menghubungkan Kelurahan Simpang Pasir dan Sungai [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/achmad-amins-diusulkan-jadi-nama-jembatan/">Achmad Amins Diusulkan Jadi Nama Jembatan</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>MENJABAT sebagai Wali Kota Samarinda di awal otonomi daerah, Ahmad Amins langsung mencetuskan beberapa mega proyek. Diantaranya, Jembatan Mahakam Kota (Mahkota) II dan Bandara Samarinda Baru (BSB).</p>
<p>Sayang, ia tidak sempat melihat dua pembangunan itu rampung. Makanya ada usulan jika nama Wali Kota ke-8 ini jadi nama Jembatan yang menghubungkan Kelurahan Simpang Pasir dan Sungai Kapih.</p>
<p>Wali Kota Samarinda, Syaharie Jaang tak menampik jika gagasan pembangunan Jembatan Mahkota II dan BSB dari Ahmad Amins. Tetapi untuk mengabadikan nama almarhum sebagai nama lain jembatan, ia belum dapat memastikan. “Kami tentu masih perlu meminta izin pihak keluarga terlebih dahulu. Jadi belum bisa dipastikan saat ini,” ucap Jaang.</p>
<p>Kemudian, Jaang menyebutkan, selama ini nama mantan wali kota dan sekretaris kota yang pernah menjabat Ibu Kota Kaltim selalu menjadi nama jalan. Tetapi karena yang menggagas pembangunan jembatan adalah dia, menurutnya, mungkin tak masalah jika hal itu diterapkan. “Tapi nanti kami coba usulkan, karena setiap pejabat pasti diabadikan namanya,” kata Jaang. Apalagi, kabar duka meninggalnya Ahmad Amins dengan rencana peresmian Jembatan Mahkota II cukup berdekatan.</p>
<p>Jembatan tersebut sudah direncanakan Pemkot Samarinda sejak 2001. Pemancangan tiang pertama dilakukan 26 Juni 2003 oleh Suwarna yang saat itu menjadi Gubernur Kaltim dan Achmad Amins sebagai Wali Kota Samarinda. Targetnya saat itu, 2005 jembatan sudah bisa rampung.</p>
<p>Sayang banyak kendala yang menghalangi niatan itu. Terutama masalah pendanaan. Baru pada era Syaharie Jaang menjabat wali kota, dua sisi jembatan benar-benar terhubung. Bahkan, di akhir Desember 2016 secara fisik Jembatan Mahkota II sudah rampung. Namun urung dilintasi kendaraan karena belum dilakukan tes beban.</p>
<p>Terpisah, Anggota Komisi III DPRD Samarinda, Jasno menilai, wacana pemberian nama jembatan memakai nama Achmad Amins tidak jadi masalah. Tapi lebih baik ada mekanisme yang harus dilalui, lewat seleksi contohnya. “Kemudian pihak keluarga bisa menerima dan tidak keberatan serta pemberian namanya memenuhi syarat, saya rasa tidak masalah,” ujar Ketua DPD PAN Samarinda ini.</p>
<p>Ia menambahkan, sangat wajar jika ada nama tokoh yang dijadikan nama jalan atau nama bangunan. Apalagi pembangunan Jembatan Mahkota II merupakan usulan mendiang Achmad Amins. “Yang terpenting justru jembatan ini bisa bermanfaat bagi orang banyak,” paparnya.</p>
<p>Terkait dengan rencana uji beban, Jasno menyebut masih banyak yang perlu disempurnakan. Mulai aspal yang bergelombang di beberapa titik, hingga lubang aspal yang menganga. “Apakah itu pengaruh cor-coran beton atau lainnya kami belum mendapat jawaban pasti dari kontraktor. Tapi ini wajib disempurnakan,” katanya.</p>
<p>Kemudian drainase di jalan pendekat pada segmen Sungai Kapih juga belum dibuat. Alhasil, setiap turun hujan, terjadi genangan air tinggi dan luas di badan jalan. “Kalau nanti jembatan dibuka tentu ini mengganggu pengendara yang melintas. Dinas PU harus pikirkan masalah ini secepatnya,” tandasnya. (hfz/aya)</p>
<p>sumber: prokal.co</p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/achmad-amins-diusulkan-jadi-nama-jembatan/">Achmad Amins Diusulkan Jadi Nama Jembatan</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
