<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>nelayan tenggelam Arsip - Bontang Post</title>
	<atom:link href="https://bontangpost.id/tag/nelayan-tenggelam/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://bontangpost.id/tag/nelayan-tenggelam/</link>
	<description>Mencerdaskan dan Menginspirasi</description>
	<lastBuildDate>Mon, 23 Dec 2024 02:40:30 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.1.4</generator>

<image>
	<url>https://bontangpost.id/wp-content/uploads/2018/04/bp-cropped-favicon-bpost1-2-32x32.png</url>
	<title>nelayan tenggelam Arsip - Bontang Post</title>
	<link>https://bontangpost.id/tag/nelayan-tenggelam/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Pencarian Korban Kapal Tenggelam Dilanjutkan, Susuri Arus hingga ke Perairan Kutim</title>
		<link>https://bontangpost.id/pencarian-korban-kapal-tenggelam-dilanjutkan-susuri-arus-hingga-ke-perairan-kutim/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Jelita Nur Khasanah]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 23 Dec 2024 02:17:46 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bontang]]></category>
		<category><![CDATA[nelayan tenggelam]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://bontangpost.id/?p=134303</guid>

					<description><![CDATA[<p>BONTANGPOST.ID, Bontang &#8211; Pencarian korban kapal tenggelam kembali dilanjutkan, Senin (23/12/2024). Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bontang Usman menuturkan, ada sekitar 12 personel yang terlibat. Menggunakan dua kapal BPBD dan Basarnas. &#8220;Tetap kami lanjutkan (pencarian) hari ini,&#8221; katanya. Pencarian dilakukan dengan menyisir di area mulai titik tenggelamnya kapal. Kemudian menyusuri wilayah arah arus hingga [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/pencarian-korban-kapal-tenggelam-dilanjutkan-susuri-arus-hingga-ke-perairan-kutim/">Pencarian Korban Kapal Tenggelam Dilanjutkan, Susuri Arus hingga ke Perairan Kutim</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>BONTANGPOST.ID, Bontang &#8211;</strong> Pencarian korban kapal tenggelam kembali dilanjutkan, Senin (23/12/2024).</p>
<p>Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bontang Usman menuturkan, ada sekitar 12 personel yang terlibat. Menggunakan dua kapal BPBD dan Basarnas.</p>
<p>&#8220;Tetap kami lanjutkan (pencarian) hari ini,&#8221; katanya.</p>
<p>Pencarian dilakukan dengan menyisir di area mulai titik tenggelamnya kapal. Kemudian menyusuri wilayah arah arus hingga ke perairan Kutai Timur.</p>
<p>Disebutkan dia, nelayan tetap dapat beraktivitas seperti biasa di area pencarian. Namun pihaknya mengimbau masyarakat yang beraktivitas di laut untuk menyiapkan alat pelindung serta mengenakan alat keselamatan seperti pelampung.</p>
<p>&#8220;Cek juga kondisi kapal untuk meminimalisasi kecelakaan di laut,&#8221; sebut dia.</p>
<p>Sebelumnya, kapal yang ditumpangi tiga orang pemancing tenggelam di perairan Bontang.</p>
<p>Mereka berangkat dari Pelabuhan Tanjung Limau, Sabtu (21/12/2024) sekira pukul 15.00. Yakni, Gafar (59), Nardi, dan Kukuh Joko Purnomo.</p>
<p>Kukuh ditemukan selamat dengan menggunakan pelampung. Sementara Nardi meninggal. Saat ditemukan kapal penyelamat, KM Helmiati, Kukuh menyangkutkan jenazah Nardi di bagian kaki.</p>
<p>Sementara Gafar yang merupakan warga Gunung Elai masih dalam pencarian. <strong>(*) </strong></p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/pencarian-korban-kapal-tenggelam-dilanjutkan-susuri-arus-hingga-ke-perairan-kutim/">Pencarian Korban Kapal Tenggelam Dilanjutkan, Susuri Arus hingga ke Perairan Kutim</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Cerita Nelayan Bontang yang Selamat dari Kapal Tenggelam: Mengapung 9 Jam, Peluk Jenazah Teman</title>
		<link>https://bontangpost.id/cerita-nelayan-bontang-yang-selamat-dari-kapal-tenggelam-mengapung-9-jam-peluk-jenazah-teman/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[BontangPost]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 22 Dec 2024 04:47:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bontang]]></category>
		<category><![CDATA[nelayan tenggelam]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://bontangpost.id/?p=134283</guid>

					<description><![CDATA[<p>BONTANGPOST.ID, Bontang – Angin kencang dan gelombang tinggi datang tiba-tiba, membawa malapetaka bagi Kukuh Joko Purnomo (57) dan dua rekannya yang tengah memancing di perairan Bontang. Perahu kecil yang mereka tumpangi tak mampu melawan ganasnya cuaca. Dalam sekejap, kapal terbalik, dan hidup mereka bergantung pada pelampung kecil di tengah lautan. BACA JUGA: Nelayan Bontang Ditemukan [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/cerita-nelayan-bontang-yang-selamat-dari-kapal-tenggelam-mengapung-9-jam-peluk-jenazah-teman/">Cerita Nelayan Bontang yang Selamat dari Kapal Tenggelam: Mengapung 9 Jam, Peluk Jenazah Teman</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>BONTANGPOST.ID, Bontang –</strong> Angin kencang dan gelombang tinggi datang tiba-tiba, membawa malapetaka bagi Kukuh Joko Purnomo (57) dan dua rekannya yang tengah memancing di perairan Bontang.</p>
<p>Perahu kecil yang mereka tumpangi tak mampu melawan ganasnya cuaca. Dalam sekejap, kapal terbalik, dan hidup mereka bergantung pada pelampung kecil di tengah lautan.</p>
<p><strong>BACA JUGA:</strong> <strong><a href="https://bontangpost.id/nelayan-bontang-ditemukan-mengapung-di-perairan-kutim-satu-meninggal/">Nelayan Bontang Ditemukan Mengapung di Perairan Kutim, Satu Meninggal</a></strong></p>
<p><strong>BACA JUGA: <a href="https://bontangpost.id/nelayan-bontang-tenggelam-saat-mancing-satu-orang-dalam-pencarian-satu-meninggal/">Nelayan Bontang Tenggelam saat Mancing, Satu Orang dalam Pencarian, Satu Meninggal</a></strong></p>
<p>Kukuh berangkat dari Pelabuhan Tanjung Limau, Sabtu (21/12/2024) sekira pukul 15.00. Dia pergi sama Nardi, dan pemilik kapal Gapar (59).</p>
<p>Perahu kayu berukuran sekitar tujuh papan itu membawa mereka menyusuri perairan, singgah di beberapa spot favorit para pemancing. Tujuan akhir mereka adalah perairan Sangkima, Kutai Timur</p>
<p>Namun, sekitar pukul 22.00 Wita, nasib berkata lain. Cuaca yang tadinya tenang mendadak berubah. Gelombang tinggi menghantam kapal kecil mereka, membuatnya oleng. Air laut mulai masuk ke lambung perahu, dan tak lama kemudian, kapal terbalik.</p>
<p>“Perahu mulai tenggelam sekitar pukul 10 atau 11 malam. Kami langsung menyelamatkan diri masing-masing,” ujar Kukuh ketika ditemui di Tempat Pendaratan Ikan (TPI) Tanjung Limau, Ahad (22/12/2024) pagi.</p>
<p>Kukuh dan Nardi sempat berada di dekat buritan kapal, sementara Gapar berada di bagian haluan. Namun, semuanya terpisah ketika kapal terbalik.</p>
<p>Kukuh berhasil meraih pelampung, dan bersama Nardi, mereka bertahan di tengah ombak besar. Meski dilanda kepanikan dan kelelahan, Nardi tetap berpegangan pada Kukuh.</p>
<p>Namun, takdir berkata lain. Dalam pelukan Kukuh, Nardi akhirnya menyerah pada dingin dan kelelahan.</p>
<p>“Pak Nardi sempat memeluk saya sebelum meninggal. Saat itu, saya hanya bisa berusaha bertahan sambil mengikat tubuhnya ke pelampung,” cerita Kukuh dengan suara bergetar.</p>
<p>Setelah terombang-ambing selama sembilan jam, Kukuh dan jenazah Nardi akhirnya ditemukan oleh kapal penangkap ikan KM Helmiati pada pukul 08.00 Wita. Kukuh segera memberikan isyarat kepada kapal tersebut, yang kemudian membawa mereka ke daratan.</p>
<p>Pada pukul 10.00 Wita, kapal bersandar di TPI Tanjung Limau. Tim medis segera mengevakuasi Kukuh yang selamat dan Nardi yang telah meninggal dunia.</p>
<p>Kini, keduanya berada di RSUD Taman Husada untuk penanganan lebih lanjut. Nardi diketahui merupakan warga RT 15, Kelurahan Tanjung Laut Indah. <strong>(*)</strong></p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/cerita-nelayan-bontang-yang-selamat-dari-kapal-tenggelam-mengapung-9-jam-peluk-jenazah-teman/">Cerita Nelayan Bontang yang Selamat dari Kapal Tenggelam: Mengapung 9 Jam, Peluk Jenazah Teman</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Nelayan Bontang Ditemukan Mengapung di Perairan Kutim, Satu Meninggal</title>
		<link>https://bontangpost.id/nelayan-bontang-ditemukan-mengapung-di-perairan-kutim-satu-meninggal/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[BontangPost]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 22 Dec 2024 03:03:14 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bontang]]></category>
		<category><![CDATA[nelayan tenggelam]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://bontangpost.id/?p=134270</guid>

					<description><![CDATA[<p>BONTANGPOST.ID, Bontang – Seorang warga Bontang ditemukan meninggal dunia setelah kapal yang ditumpanginya tenggelam di perairan Kutai Timur. Jenazah korban ditemukan oleh nelayan di sekitar perairan Sangkima, Kutai Timur, dan tiba di  Pelabuhan Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Tanjung Limau, Ahad (22/12/2024) pukul 10.00. BACA JUGA: Cerita Nelayan Bontang yang Selamat dari Kapal Tenggelam: Mengapung 9 [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/nelayan-bontang-ditemukan-mengapung-di-perairan-kutim-satu-meninggal/">Nelayan Bontang Ditemukan Mengapung di Perairan Kutim, Satu Meninggal</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>BONTANGPOST.ID, Bontang –</strong> Seorang warga Bontang ditemukan meninggal dunia setelah kapal yang ditumpanginya tenggelam di perairan Kutai Timur.</p>
<p>Jenazah korban ditemukan oleh nelayan di sekitar perairan Sangkima, Kutai Timur, dan tiba di  Pelabuhan Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Tanjung Limau, Ahad (22/12/2024) pukul 10.00.</p>
<p><strong>BACA JUGA:</strong> <strong><a href="https://bontangpost.id/cerita-nelayan-bontang-yang-selamat-dari-kapal-tenggelam-mengapung-9-jam-peluk-jenazah-teman/">Cerita Nelayan Bontang yang Selamat dari Kapal Tenggelam: Mengapung 9 Jam, Peluk Jenazah Teman</a></strong></p>
<p><strong>BACA JUGA: <a href="https://bontangpost.id/nelayan-bontang-tenggelam-saat-mancing-satu-orang-dalam-pencarian-satu-meninggal/">Nelayan Bontang Tenggelam saat Mancing, Satu Orang dalam Pencarian, Satu Meninggal</a></strong></p>
<p>Menurut keterangan Mustapa, salah satu warga setempat, korban diketahui berasal dari Kelurahan Tanjung Laut Indah.</p>
<p>“Korban ditemukan bersama rekannya yang menggunakan pelampung. Kapal mereka tenggelam, lalu nelayan lain datang menolong dan membawa korban ke pelabuhan,” ujar Mustapa.</p>
<p>Hingga berita ini diturunkan, jenazah masih berada di TPI Tanjung Limau, sementara pihak kepolisian terus mengumpulkan informasi lebih lanjut terkait identitas korban. Di sisi lain, satu korban selamat kini tengah menjalani perawatan intensif oleh tim medis. <strong>(*)</strong></p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/nelayan-bontang-ditemukan-mengapung-di-perairan-kutim-satu-meninggal/">Nelayan Bontang Ditemukan Mengapung di Perairan Kutim, Satu Meninggal</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Nelayan Ditemukan Selamat, Bertahan di Laut Pakai Jeriken</title>
		<link>https://bontangpost.id/nelayan-ditemukan-selamat-bertahan-di-laut-pakai-jeriken/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Bontang Post]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 13 Dec 2021 06:49:16 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kaltim]]></category>
		<category><![CDATA[nelayan tenggelam]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://bontangpost.id/?p=93773</guid>

					<description><![CDATA[<p>bontangpost.id &#8211; Seorang nelayan bagan di Kampung Tanjung Batu, Kecamatan Pulau Derawan,Supardi (20), nyaris celaka. Dia diduga terjatuh dari bagan yang berada di antara Pulau Derawan dan Tanjung Batu. Peristiwa ini terjadi pada Sabtu (11/12) sekira pukul 19.00 Wita. Selamet, salah seorang warga Tanjung Batu, menuturkan, mendapatkan informasi pada Minggu (12/12) sekira pukul 09.00 Wita, [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/nelayan-ditemukan-selamat-bertahan-di-laut-pakai-jeriken/">Nelayan Ditemukan Selamat, Bertahan di Laut Pakai Jeriken</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>bontangpost.id &#8211; </strong>Seorang nelayan bagan di Kampung Tanjung Batu, Kecamatan Pulau Derawan,Supardi (20), nyaris celaka. Dia diduga terjatuh dari bagan yang berada di antara Pulau Derawan dan Tanjung Batu. Peristiwa ini terjadi pada Sabtu (11/12) sekira pukul 19.00 Wita.</p>
<p>Selamet, salah seorang warga Tanjung Batu, menuturkan, mendapatkan informasi pada Minggu (12/12) sekira pukul 09.00 Wita, bahwa ada nelayan hilang dan langsung melapor ke polsek dan Pos TNI Angkatan Laut, guna membantu melakukan pencarian.</p>
<p>“Saya dapat informasi dari teman-teman jika ada yang terjatuh dari bagan apung,” ujarnya. Setelah itu, ia bersama tim gabungan langsung menyisir lokasi terakhir korban jatuh.</p>
<p>Setelah dilakukan pencarian selama beberapa jam, korban ditemukan dalam keadaan selamat di salah satu bagan yang tidak terpakai. “Ia menggunakan jeriken lima liter untuk berenang dan bisa sampai ke bagan lainnya,” katanya.</p>
<p>Komandan Pos AL Tanjung Batu Letda Hery mengatakan, informasi dari rekan korban bahwa korban sempat membuat status di aplikasi <em>WhatsApp</em> dengan kata-kata, hari yang menjengkelkan rasa ingin melompat.</p>
<p>“Korban ini menurut keterangan warga, kerap berhalusinasi dan mengalami kerasukan. Dan saat kejadian, korban ini hanya seorang diri,” katanya.</p>
<p>Hery mengatakan, dalam proses pencarian, cuaca hujan ringan dan berombak angin dari arah barat. Diakuinya, sempat mengalami kendala dalam proses pencarian. Namun, korban berhasil ditemukan dalam keadaan selamat.</p>
<p>“Iya korban berada di bagan itu, signal tidak ada di sana, jadi susah dia menghubungi rekannya,” paparnya.</p>
<p>Korban yang selamat langsung dibawa ke Puskesmas Tanjung Batu untuk mendapatkan perawatan medis. Menurut Hery, tidak ditemukan luka pada tubuh korban, hanya membiru akibat kedinginan. “Iya dia hilangnya malam, dan baru ditemukan siang tadi dengan jarak kurang lebih 700 meter dari lokasi korban terjatuh,” pungkasnya. <strong>(hmd/kpg/kri/k16)</strong></p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/nelayan-ditemukan-selamat-bertahan-di-laut-pakai-jeriken/">Nelayan Ditemukan Selamat, Bertahan di Laut Pakai Jeriken</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Sebelum Ditemukan Meninggal, Nelayan Bontang Lestari Sempat Hubungi Keluarga</title>
		<link>https://bontangpost.id/sebelum-ditemukan-meninggal-nelayan-bontang-lestari-sempat-hubungi-keluarga/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Yulianti Basri]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 10 Apr 2021 08:06:02 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bontang]]></category>
		<category><![CDATA[Bontang Lestari]]></category>
		<category><![CDATA[nelayan tenggelam]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://bontangpost.id/?p=85471</guid>

					<description><![CDATA[<p>bontangpost.id &#8211; Seorang nelayan ditemukan di wilayah Segendis, Bontang Lestari dalam kondisi tak bernyawa, Sabtu (10/4/2021) sekira pukul 10.00 Wita. AR (22) ditemukan dalam kondisi mengapung di laut. Lengkap menggunakan pakaian. Dia diduga tenggelam saat memancing menggunakan perahu. Warga Nyerakat Kiri, Bontang Lestari tersebut diketahui berangkat dari Dermaga Segendis, Bontang Lestari, Jumat (9/4/2021) malam. Diungkapkan Kapolres [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/sebelum-ditemukan-meninggal-nelayan-bontang-lestari-sempat-hubungi-keluarga/">Sebelum Ditemukan Meninggal, Nelayan Bontang Lestari Sempat Hubungi Keluarga</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>bontangpost.id &#8211; </strong>Seorang nelayan ditemukan di wilayah Segendis, Bontang Lestari dalam kondisi tak bernyawa, Sabtu (10/4/2021) sekira pukul 10.00 Wita.</p>
<p>AR (22) ditemukan dalam kondisi mengapung di laut. Lengkap menggunakan pakaian. Dia diduga tenggelam saat memancing menggunakan perahu.</p>
<p>Warga Nyerakat Kiri, Bontang Lestari tersebut diketahui berangkat dari Dermaga Segendis, Bontang Lestari, Jumat (9/4/2021) malam.</p>
<p>Diungkapkan Kapolres Bontang AKBP Hanifa Martunas Siringoringo melalui Kasat Reskrim Polres Bontang Iptu Asriadi, Sabtu (10/4/2021) sekira pukul 03.00 dini hari, korban masih sempat menghubungi keluarga.</p>
<p>&#8220;Dia sempat bilang, &#8216;saya sudah mau pulang&#8217;,&#8221; ungkapnya.</p>
<figure id="attachment_85473" aria-describedby="caption-attachment-85473" style="width: 1280px" class="wp-caption alignnone"><img fetchpriority="high" decoding="async" class="size-full wp-image-85473" src="https://bontangpost.id/wp-content/uploads/2021/04/WhatsApp-Image-2021-04-10-at-14.39.12.jpeg" alt="" width="1280" height="960" srcset="https://bontangpost.id/wp-content/uploads/2021/04/WhatsApp-Image-2021-04-10-at-14.39.12.jpeg 1280w, https://bontangpost.id/wp-content/uploads/2021/04/WhatsApp-Image-2021-04-10-at-14.39.12-768x576.jpeg 768w, https://bontangpost.id/wp-content/uploads/2021/04/WhatsApp-Image-2021-04-10-at-14.39.12-750x563.jpeg 750w, https://bontangpost.id/wp-content/uploads/2021/04/WhatsApp-Image-2021-04-10-at-14.39.12-1140x855.jpeg 1140w" sizes="(max-width: 1280px) 100vw, 1280px" /><figcaption id="caption-attachment-85473" class="wp-caption-text">Polisi lakukan olah TKP di rumah korban. (Kasat Reskrim Polres Bontang)</figcaption></figure>
<p>Tiga jam berselang, tepatnya pukul 06.00 pagi, perahu AR yang berwarna biru dengan panjang sekira 6 meter itu ditemukan oleh seorang nelayan. Tak jauh dari pabrik PT Energi Unggul Persada (EUP). &#8220;Tapi orangnya <em>nggak</em> ada, cuma perahunya saja,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Sekira pukul 10.00 Wita, korban akhirnya ditemukan. Namun dalam kondisi tak bernyawa. Sekira 1 kilometer dari lokasi penemuan kapal yang digunakan untuk memancing.</p>
<p>Dikatakan Kasat Reskrim, penyebab kematian belum dapat dipastikan. Pihaknya masih melakukan penyelidikan. Dan menunggu hasil visum. Namun, tak ada tanda kekerasan atau hal mencurigakan dari pemeriksaan dan olah TKP yang dilakukan polisi di rumah korban dan dermaga tempat korban pertama kali berangkat melaut.</p>
<p>&#8220;Dari keterangan keluarga, korban diketahui juga tidak memiliki riwayat penyakit,&#8221; tandasnya.<strong> (*)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/sebelum-ditemukan-meninggal-nelayan-bontang-lestari-sempat-hubungi-keluarga/">Sebelum Ditemukan Meninggal, Nelayan Bontang Lestari Sempat Hubungi Keluarga</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Diduga Kejang Saat Menyelam, Warga Tihi-Tihi Meninggal Dunia</title>
		<link>https://bontangpost.id/diduga-kejang-saat-menyelam-warga-tihi-tihi-meninggal-dunia/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[M Zulfikar Akbar]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 12 Mar 2020 07:52:58 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bontang]]></category>
		<category><![CDATA[nelayan tenggelam]]></category>
		<category><![CDATA[tihi-tihi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://bontangpost.id/?p=73219</guid>

					<description><![CDATA[<p>BONTANG – Nasib nahas menimpa Jumar, warga Tihi-Tihi, Kelurahan Bontang Lestari, Kecamatan Bontang Selatan. Niatnya mencari nafkah ke laut berbuah celaka, Kamis (12/3/2020). Dari keterangan Kapolres Bontang AKBP Boyke Karel Wattimena, korban bersama temannya sekitar pukul 00.00 Wita berangkat menggunakan perahu ketinting menuju pulau Manukan untuk mencari ikan. Pencarian itu dengan cara menyelam dengan menggunakan [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/diduga-kejang-saat-menyelam-warga-tihi-tihi-meninggal-dunia/">Diduga Kejang Saat Menyelam, Warga Tihi-Tihi Meninggal Dunia</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>BONTANG – Nasib nahas menimpa Jumar, warga Tihi-Tihi, Kelurahan Bontang Lestari, Kecamatan Bontang Selatan. Niatnya mencari nafkah ke laut berbuah celaka, Kamis (12/3/2020).</p>
<p>Dari keterangan Kapolres Bontang AKBP Boyke Karel Wattimena, korban bersama temannya sekitar pukul 00.00 Wita berangkat menggunakan perahu ketinting menuju pulau Manukan untuk mencari ikan. Pencarian itu dengan cara menyelam dengan menggunakan alat tangkap busur.</p>
<p>Sekitar pukul 05.30 Wita, setelah menyelam di kedalaman 10 meter, korban terlihat kejang-kejang atau kram. Melihat itu, teman Jumar langsung membawa ke permukaan untuk diberikan pertolongan pertama.</p>
<p>“Dibawa ke perkampungan Tihi-Tihi,” ungkap Boyke saat dihubungi.</p>
<p>Lebih lanjut, rekannya tersebut langsung meminta pertolongan ke beberapa warga untuk dibawa ke Pelabuhan Tanjung Laut Indah dan dibawa ke rumah sakit dengan menggunakan ambulans bersama keluarga serta aparat kepolisian.</p>
<p>“Korban meninggal dunia,&#8221; ujarnya. (Zaenul)</p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/diduga-kejang-saat-menyelam-warga-tihi-tihi-meninggal-dunia/">Diduga Kejang Saat Menyelam, Warga Tihi-Tihi Meninggal Dunia</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Gunakan Jeriken untuk Mengapung, Ini Kronologi Jatuhnya Darman di Laut</title>
		<link>https://bontangpost.id/gunakan-jeriken-untuk-mengapung-ini-kronologi-jatuhnya-darman-di-laut/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[M Zulfikar Akbar]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 12 Apr 2019 09:57:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bontang]]></category>
		<category><![CDATA[BPBD Bontang]]></category>
		<category><![CDATA[nelayan tenggelam]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://bontangpost.id/?p=61070</guid>

					<description><![CDATA[<p>BONTANG &#8211; Darman (20), nelayan asal Donggala, Sulawesi Tengah yang hilang di perairan Kota Bontang, akhirnya berhasil ditemukan usai terjatuh ke laut kurang lebih 14 jam lamanya. Bertolak dari pelabuhan Kelurahan Berbas Pantai pukul 07.30 Wita, Kamis (11/4/2019). Saat itu korban bersama beberapa kawannya hendak menuju laut lepas untuk menjaring ikan jenis tongkol, dengan menggunakan [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/gunakan-jeriken-untuk-mengapung-ini-kronologi-jatuhnya-darman-di-laut/">Gunakan Jeriken untuk Mengapung, Ini Kronologi Jatuhnya Darman di Laut</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>BONTANG &#8211; Darman (20), nelayan asal Donggala, Sulawesi Tengah yang hilang di perairan Kota Bontang, akhirnya berhasil ditemukan usai terjatuh ke laut kurang lebih 14 jam lamanya.</p>
<p>Bertolak dari pelabuhan Kelurahan Berbas Pantai pukul 07.30 Wita, Kamis (11/4/2019). Saat itu korban bersama beberapa kawannya hendak menuju laut lepas untuk menjaring ikan jenis tongkol, dengan menggunakan kapal berukuran sekira 10&#215;3 meter.</p>
<p>Tujuh jam lebih berlalu, baru lah diketahui jika Darman terjatuh ke laut. Kawannya tak menemukannya lagi di atas kapal. Atas kejadian tersebut, Ketua RT 16 Berbas Pantai, Sony Bramantyo, melaporkan ke Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bontang, pukul 19.30 Wita.</p>
<p>Pencarian pun dilakukan keesokan harinya, Jumat (12/4/2019). BPBD yang menurunkan belasan personil dan dibantu sejumlah unsur, mulai mencari korban pukul 08.00 Wita. Hanya membutuhkan satu jam lebih, Darman pun berhasil ditemukan di laut lepas yang terombang-ambing di tengah ombak.</p>
<p>&#8220;Setelah ditemukan, korban langsung kami evakuasi ke kapal untuk diberikan pertolongan pertama,&#8221; ujar Koordinator Pencarian BPBD Bontang, Arisa.</p>
<p>Dia menjelaskan, korban bertahan di laut selama belasan jam mengapung dengan menggunakan sebuah jeriken ukuran 30 liter. Selain itu, satu buah botol air mineral ukuran 1,5 liter juga dimasukkan ke dalam baju yang dikenakan Darman.</p>
<p>&#8220;Jerikennya itu bolong atasnya. Supaya tidak tenggelam, jeriken itu dibalik sehingga di dalamnya ada udara,&#8221; jelasnya.</p>
<p>Pria ramah senyum itu pun menyampaikan, meski Darman berada di dalam air yang cukup lama, namun tidak ada luka yang dialami. Hanya saja ia kelelahan. Setelah berhasil dievakuasi ke darat, korban langsung dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan lebih lanjut.</p>
<p>Sebagai informasi, korban ditemukan oleh Team BPBD Kota Bontang di sebelah Barat, pada koordinat N 00°06&#8217;00.2’’ : E 117°50&#8217;04.1. (mam)</p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/gunakan-jeriken-untuk-mengapung-ini-kronologi-jatuhnya-darman-di-laut/">Gunakan Jeriken untuk Mengapung, Ini Kronologi Jatuhnya Darman di Laut</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kedatangan Jenazah Disambut Isak Tangis Warga </title>
		<link>https://bontangpost.id/kedatangan-jenazah-disambut-isak-tangis-warga/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[BontangPost]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 10 Jun 2018 03:55:52 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bontang]]></category>
		<category><![CDATA[bontang]]></category>
		<category><![CDATA[nelayan tenggelam]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://bontangpost.id/?p=41714</guid>

					<description><![CDATA[<p>ISAK tangis warga pecah tatkala jenazah Abdul Rahman alias Beddu diangkat dari perahu karet tim BPBD menuju rumah duka yang terletak di kampung Selambai RT 05, Kelurahan Loktuan. Ratusan warga pun menyemut mengikuti langkah kaki petugas. Situasi semakin tak terkendali ketika sudah berada di rumah duka. Keluarga pun histeris ketika petugas hendak membuka kantong jenazah. [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/kedatangan-jenazah-disambut-isak-tangis-warga/">Kedatangan Jenazah Disambut Isak Tangis Warga </a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>ISAK tangis warga pecah tatkala jenazah Abdul Rahman alias Beddu diangkat dari perahu karet tim BPBD menuju rumah duka yang terletak di kampung Selambai RT 05, Kelurahan Loktuan. Ratusan warga pun menyemut mengikuti langkah kaki petugas.</p>
<p>Situasi semakin tak terkendali ketika sudah berada di rumah duka. Keluarga pun histeris ketika petugas hendak membuka kantong jenazah. Bahkan ada salah satu keluarga yang hendak menerobos mendekati jenazah, namun warga bisa menenangkannya.</p>
<p>Abdul Rahman, di mata tetangga dipandang sebagai orang baik dan sabar. Ketika terdapat warga yang mengadakan hajatan, ia segera cekatan untuk membantu. Bukan itu saja, almarhum juga aktif berkomunikasi dengan warga lain.</p>
<p>“Kalau ada hajatan pernikahan, dia rajin sekali. Langsung segera cepat membantu,” ucap Amiluddin, tetangga korban.</p>
<p>Sebelum pergi melaut, warga merasakan ada keanehan dari korban. Amiluddin menceritakan, almarhum sempat memborong semua kue di sekitar kediamannya. Padahal sebelumnya tidak pernah melakukan hal seperti itu.</p>
<p>Tak hanya itu, korban sempat berdoa dan berpamitan dengan putranya yang berumur 6 tahun sebelum pergi.  Hal ini seolah menjadi bukti perpisahannya untuk terakhir kalinya. “Penjual heran kenapa dia begitu membeli semua, padahal sebelumnya tidak pernah. Dia juga sempat berdoa ketika mau berangkat diakhiri dengan hembusan nafas panjang,” kata Amiluddin.</p>
<p>Ia menuturkan profesi korban merupakan seorang pekerja serabutan. Sempat bekerja untuk proyek pembangunan rumah rumah susun. Namun untuk mengisi waktu luang, ia bersama rekannya sering pergi memancing. “Hobinya memang mancing, sering dia pergi ke laut bersama rekannya,” ucapnya.</p>
<p>Senada, tetangga lainnya, Taha juga membenarkan jikalau ia adalah sosok yang rajin. Bahkan sering mengikuti kegiatan gotong royong yang dilakukan di sekitar lingkungan kediamannya.</p>
<p>Taha mengenal korban sejak lima tahun yang lalu, di mana korban pertama kali bermukim di kampung Selambai. Korban tinggal seatap dengan saudara iparnya. “Orangnya baik, sering ikut kegiatan warga,” tutur Taha.</p>
<p>Setelah salat jenazah usai, almarhum lantas dibawa ke Pemakaman Umum Loktuan. (ak)</p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/kedatangan-jenazah-disambut-isak-tangis-warga/">Kedatangan Jenazah Disambut Isak Tangis Warga </a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Empat Hari Hilang, Nelayan Tewas Mengenaskan</title>
		<link>https://bontangpost.id/empat-hari-hilang-nelayan-tewas-mengenaskan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[M Zulfikar Akbar]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 09 Jun 2018 22:00:37 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bontang]]></category>
		<category><![CDATA[BPBD Bontang]]></category>
		<category><![CDATA[loktuan]]></category>
		<category><![CDATA[nelayan hilang]]></category>
		<category><![CDATA[nelayan tenggelam]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://bontangpost.id/?p=41680</guid>

					<description><![CDATA[<p>BONTANG – Pencarian terhadap Abdul Rahman alias Beddu (36), warga Kampung Selambai, Kelurahan Loktuan, yang terjatuh dari bagang di perairan Selambai dengan titik koordinat PD PSS º9’41.8104” E 117º32’10.572”, membuahkan hasil di hari keempat. Korban ditemukan tim gabungan yang dikomandoi Badan Penanggulan Bencana Daerah (BPBD) Bontang dalam kondisi tak bernyawa dan mengenaskan di perairan Pantai [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/empat-hari-hilang-nelayan-tewas-mengenaskan/">Empat Hari Hilang, Nelayan Tewas Mengenaskan</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>BONTANG – Pencarian terhadap Abdul Rahman alias Beddu (36), warga Kampung Selambai, Kelurahan Loktuan, yang terjatuh dari bagang di perairan Selambai dengan titik koordinat PD PSS º9’41.8104” E 117º32’10.572”, membuahkan hasil di hari keempat. Korban ditemukan tim gabungan yang dikomandoi Badan Penanggulan Bencana Daerah (BPBD) Bontang dalam kondisi tak bernyawa dan mengenaskan di perairan Pantai Teluk Lombok, Kutim.</p>
<p>Kepala BPBD Ahmad Yani melalui Koordinator Lapangan (Korlap) proses evakuasi Arisa mengatakan, korban ditemukan sekitar pukul 09.30 Wita. Keadaannya terapung di permukaan air, dengan posisi tertelungkup dan kondisi tubuh yang mulai terjadi proses pembusukan.</p>
<p>“Korban menggunakan baju oranye dan celana jin setengah lutut,” kata Arisa saat ditemui <em>Bontang Post</em> usai melakukan proses evakuasi korban, Sabtu (9/6) kemarin.</p>
<p>Tak hanya itu, beberapa bagian tubuh korban juga mulai hancur. Seperti pada bagian telinga, bibir, perut, bahkan sebagian kulit kepala mulai terkelupas.</p>
<p>Dikatakan Arisa, proses evakuasi sedikit mengalami kendala mengingat tim menggunakan armada besar. Lantas, ia mencoba berkoordinasi dengan tim Basarnas Kutim yang menuju lokasi dengan menggunakan perahu karet. “Kami tunggu mereka, selanjutnya bersama-sama melakukan proses evakuasi,” tuturnya.</p>
<figure id="attachment_41682" aria-describedby="caption-attachment-41682" style="width: 1024px" class="wp-caption aligncenter"><img decoding="async" class="size-full wp-image-41682" src="https://bontangpost.id/wp-content/uploads/2018/06/OPEN-1.jpg" alt="" width="1024" height="768" srcset="https://bontangpost.id/wp-content/uploads/2018/06/OPEN-1.jpg 1024w, https://bontangpost.id/wp-content/uploads/2018/06/OPEN-1-768x576.jpg 768w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption id="caption-attachment-41682" class="wp-caption-text">Warga langsung menyemut begitu jasad Beddu datang. (ADIEL KUNDHARA/BONTANG POST)</figcaption></figure>
<p>Tim memulai pencarian pada pukul 07.30 Wita dari pangkalan di Bontang Kuala. Mengingat jarak tempuh lebih dekat dibandingkan berangkat dari pangkalan lainnya.</p>
<p>Sementara itu motoris BPBD Bontang Syamsuddin memaparkan, tim melanjutkan pencarian pada blok area yang sudah dipetakan. Berdasarkan titik terakhir di hari sebelumnya, tim menuju ke arah utara sejauh 27 kilometer.  Tepatnya 5 mil dari Pantai Teluk Lombok, Kutim. “Kami menemukan korban dengan mengikuti pertemuan arus air laut,” kata Syamsuddin.</p>
<p>&#8220;Pada hari sebelumnya, sebenarnya tim sudah mendekati titik korban berada. Namun akibat terkendala cuaca dan ketersediaan bahan bakar minyak (BBM), tim memutuskan untuk kembali dan melanjutkan proses pencarian pada hari ini (kemarin, <em>Red</em>.),&#8221; lanjutnya.</p>
<p>Sebelumnya diberitakan, Beddu dilaporkan hilang pada Rabu (6/6) lalu. Paman korban yang juga bernama Abdul Rahman mendapat informasi dari kakak korban. Katanya, sekira pukul 04.00 Wita Rabu lalu korban menggoreng ikan di bagang, usai makan sahur, tiba-tiba korban terjatuh ke laut. Anak Buah Kapal (ABK) Bagang Putra Raja sempat melakukan upaya pertolongan, namun Beddu langsung menghilang di laut. (ak)</p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/empat-hari-hilang-nelayan-tewas-mengenaskan/">Empat Hari Hilang, Nelayan Tewas Mengenaskan</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Epilepsi Kumat, Nelayan Hilang di Laut</title>
		<link>https://bontangpost.id/epilepsi-kumat-nelayan-hilang-di-laut/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[M Zulfikar Akbar]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 06 Jun 2018 22:00:09 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bontang]]></category>
		<category><![CDATA[nelayan tenggelam]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://bontangpost.id/?p=41398</guid>

					<description><![CDATA[<p>BONTANG &#8211; Gara-gara epilepsi kambuh, Seorang nelayan Kapal Bagang Putra Raja bernama Abdul Rahman (36) warga RT 05 Kelurahan Loktuan, terjatuh dari atas kapal yang ditumpangi Rabu (6/6) subuh. Bahkan hingga sore kemarin, mayat pria yang karib disapa Bade ini belum ditemukan. Bade diinformasikan terjatuh dari bagang di perairan Selambai, dengan titik koordinat PD PSS [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/epilepsi-kumat-nelayan-hilang-di-laut/">Epilepsi Kumat, Nelayan Hilang di Laut</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>BONTANG &#8211; Gara-gara epilepsi kambuh, Seorang nelayan Kapal Bagang Putra Raja bernama Abdul Rahman (36) warga RT 05 Kelurahan Loktuan, terjatuh dari atas kapal yang ditumpangi Rabu (6/6) subuh. Bahkan hingga sore kemarin, mayat pria yang karib disapa Bade ini belum ditemukan. Bade diinformasikan terjatuh dari bagang di perairan Selambai, dengan titik koordinat PD PSS º9’41.8104” E 117º32’10.572”.</p>
<p>Menurut paman korban yang juga bernama Abdul Rahman (63), Bade tidak memiliki pekerjaan tetap. Terkadang dia berlayar mencari ikan, kadang juga kerja sebagai kuli. Siceritakan sang paman, Selasa (5/6) lalu sekira pukul 17.00 Wita, Bade pergi melaut bersama ABK Bagang Putra Raja lainnya yang terdiri dari kurang lebih 10 orang. “Tiba-tiba subuh tadi (kemarin, <em>Red</em><em>.</em>) sekira pukul 04.00 Wita setelah sahur dapat kabar kalau Bade hilang,” jelas Abdul Rahman saat ditemui di wilayah Selambai, Rabu (6/6) kemarin.</p>
<p>Kabar tersebut pun dia dapatkan dari kakak korban kalau adiknya jatuh ke laut dan hilang. Abdul sendiri mengaku tidak memiliki firasat apapun sebelum hilangnya Bade di laut. Hanya saja, Abdul mengakui bahwa Bade telah lama mengidap penyakit epilepsi. “Sudah lama ada penyakit ayan Bade itu, kalau kambuh mulutnya sampai mengeluarkan busa,” ujarnya.</p>
<p>Namun demikian, sebelum Bade berangkat ada hal yang tidak biasa dilakukan. “Saya melihat sebelum melaut Bade sempat duduk di kursi dan seperti sedang membaca doa, padahal biasanya tidak seperti itu,” ungkapnya.</p>
<p>Sementara itu, informasi yang dihimpun dari Kepala kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Balikpapan-Kaltimra, Gusti Anwar Mulyadi melalui Kasie Operasi dan Siaga, Oktavianto membenarkan pihaknya telah mendapat laporan orang hilang di laut Selambai.</p>
<p>Dijelaskannya, Selasa sore korban berangkat dari laut Selambai menuju dekat Pos Teluk Pandan. Sekira pukul 04.00 Wita korban jatuh dari kapal. Pihak keluarga dan masyarakat sekitar sudah melakukan pencarian namun belum ditemukan. “Sedangkan ciri-ciri kapal memiliki lampu bagang yang masih menyala dan lambung kapal warna abu-abu,” ujarnya.</p>
<p>Kata dia, korban dilaporkan terjatuh dari Bagang di sekitar wilayah Loktuan-Selambai, saat akan menindahkan Bagang dengan perahu motor bersama rekan-rekan korban. Saat proses penarikan bagang tersebut korban terjatuh dari bagang yang sedang ditarik. “Awalnya, sempat dilaksanakan upaya peryelamatan namun korban sudah tidak dapat ditemukan dan akhirnya laporan di terima oleh Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Balikpapan untuk kemudian diteruskan ke Pos SAR Kutim guna tindak lanjut pelaksanaan Operasi SAR,” bebernya.</p>
<p>Bhabinkamtibmas Kelurahan Loktuan Bripka Ahmad Bajuri mengatakan, sejak pukul 08.00 Wita Rabu pagi, para keluarga dan masyarakat Selambai ikut bersama tim gabungan untuk melakukan pencarian jasad korban. “Kami masih menunggu info, namun sampai saat ini belum ada info ter-<em>update</em>,” ujarnya.</p>
<p>Diketahui, pencarian dilakukan oleh Pos Pencarian dan Pertolongan Kutai Timur (Kutim), Polair Polres Bontang, Koramil Bontang, BPBD Bontang, TNI AL Bontang, PMI Bontang serta keluarga korban. (mga)</p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/epilepsi-kumat-nelayan-hilang-di-laut/">Epilepsi Kumat, Nelayan Hilang di Laut</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
