<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Pembunuhan TNI Arsip - Bontang Post</title>
	<atom:link href="https://bontangpost.id/tag/pembunuhan-tni/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://bontangpost.id/tag/pembunuhan-tni/</link>
	<description>Mencerdaskan dan Menginspirasi</description>
	<lastBuildDate>Fri, 08 Aug 2025 14:16:46 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.1.4</generator>

<image>
	<url>https://bontangpost.id/wp-content/uploads/2018/04/bp-cropped-favicon-bpost1-2-32x32.png</url>
	<title>Pembunuhan TNI Arsip - Bontang Post</title>
	<link>https://bontangpost.id/tag/pembunuhan-tni/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Prada Lucky Namo Tewas Diduga Dianiaya Senior, Kodam IX/Udayana Periksa Empat Terduga Pelaku</title>
		<link>https://bontangpost.id/prada-lucky-namo-tewas-diduga-dianiaya-senior-kodam-ix-udayana-periksa-empat-terduga-pelaku/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[BontangPost]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 08 Aug 2025 14:16:46 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Pembunuhan TNI]]></category>
		<category><![CDATA[TNI Aniaya TNI]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://bontangpost.id/?p=140912</guid>

					<description><![CDATA[<p>BONTANGPOST.ID &#8211; Tewasnya Prajurit Muda (Prada) Lucky Namo menjadi berita yang sangat menggemparkan. Hal ini lantaran Prada Lucky Namo tewas diduga karena mendapatkan penganiayaan oleh seniornya. Akibat penganiayaan yang diterima, Prada Lukcy Namo sampai mendapatkan perawatan di ICU RSUD Aeramo, Nagekeo, NTT. Meski telah mendapatkan perawatan di RSUD Aeramo, namun nyawa Prada Lucky Namo tidak [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/prada-lucky-namo-tewas-diduga-dianiaya-senior-kodam-ix-udayana-periksa-empat-terduga-pelaku/">Prada Lucky Namo Tewas Diduga Dianiaya Senior, Kodam IX/Udayana Periksa Empat Terduga Pelaku</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p data-reader-unique-id="2"><strong>BONTANGPOST.ID &#8211;</strong> Tewasnya Prajurit Muda (Prada) Lucky Namo menjadi berita yang sangat menggemparkan.</p>
<p data-reader-unique-id="4">Hal ini lantaran Prada Lucky Namo tewas diduga karena mendapatkan penganiayaan oleh seniornya.</p>
<p data-reader-unique-id="5">Akibat penganiayaan yang diterima, Prada Lukcy Namo sampai mendapatkan perawatan di ICU RSUD Aeramo, Nagekeo, NTT.</p>
<p data-reader-unique-id="11">Meski telah mendapatkan perawatan di RSUD Aeramo, namun nyawa Prada Lucky Namo tidak dapat diselamatkan.</p>
<p><center data-reader-unique-id="12"></center></p>
<p data-reader-unique-id="15">Dirinya menghembuskan napas terakhir pada Rabu, 6 Agustus 2025 usai menjalani perawatan akibat trauma berat yang dialaminya.</p>
<p data-reader-unique-id="16">Tentu saja kepergian Prada Lucky Namo menjadi pukulan berat bagi keluarga terlebih dirinya baru dilantik 2 bulan yang lalu.</p>
<p data-reader-unique-id="21">Kasus tewasnya Prada Lucky Namo mendapatkan sorotan dari Kodam IX/Udayana.</p>
<p data-reader-unique-id="22">Kepala Penerangan Kodam Udayana Kolonel Infanteri Chandra mengatakan akan menindak tegas pelaku penganiayaan yang menewaskan Prada Lucky Namo.</p>
<p data-reader-unique-id="23">Pangdam IX/Udayana juga telah memerintahkan agar kasus tewasnya Prada Lucky Namo dapat ditangani secara transparan.</p>
<p data-reader-unique-id="27">Kasus dugaan penganiayaan yang menewaskan Prada Lucky Namo juga akan dipantau langsung oleh Pangdam IX/udayana.</p>
<p data-reader-unique-id="28">Saat ini Polisi Militer (POM) TNI telah menahan 4 senior Prada Lucky Namo yang diduga merupakan pelaku penganiayaan.</p>
<p data-reader-unique-id="1">Keempat terduga pelaku tersebut telah diamankan di ruang tahanan Sub Datasemen Polisi Militer (Subdenpom) Ende.</p>
<p data-reader-unique-id="2">Pemeriksaan terhadap 4 senior Prada Lucky tersebut telah dilakukan sejak Rabu, 6 Agustus 2025 malam atau usai Prada Lucky Namo dinyatakan tewas.</p>
<p data-reader-unique-id="3">Meski telah ditahan, identitas terduga pelaku penganiayaan Prada Lucky Namo tidak dibeberkan oleh Letkol CZI Deny Wahyu Setiawan.</p>
<p data-reader-unique-id="8">Sebelumnya keluarga Prada Lucky Namo yang juga berlatar belakang TNI menuntut keadilan atas tawasnya prada Lucky.</p>
<p data-reader-unique-id="9">Sersan Mayor Christian Namo, ayahanda Prada Lucky Namo menyatakan akan mengejar pelaku dan menuntut keadilan atas tewasnya anak kandunya tersebut.</p>
<p><center data-reader-unique-id="10"></center></p>
<p data-reader-unique-id="15">Dirinya bahkan menyebut menemukan luka lebam di tubuh Prada Lucky Namo yang diduga merupakan bekas penganiayaan.</p>
<p data-reader-unique-id="16">Bahkan pihak RSUD Aeramo membenarkan adanya luka lebam pada tubuh Prada Lucky Namo. <strong>(jpg)</strong></p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/prada-lucky-namo-tewas-diduga-dianiaya-senior-kodam-ix-udayana-periksa-empat-terduga-pelaku/">Prada Lucky Namo Tewas Diduga Dianiaya Senior, Kodam IX/Udayana Periksa Empat Terduga Pelaku</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Serma Tengku Dian Tikam istri 12 Kali Diduga karena Diminta Berhenti Judi Online</title>
		<link>https://bontangpost.id/serma-tengku-dian-tikam-istri-12-kali-diduga-karena-diminta-berhenti-judi-online/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[BontangPost]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 27 Jul 2025 06:34:35 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Pembunuhan TNI]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://bontangpost.id/?p=140501</guid>

					<description><![CDATA[<p>BONTANGPOST.ID, Deli Serdang &#8211; Tragedi berdarah mengguncang warga Kecamatan Sunggal, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, Rabu pagi, 23 Juli 2025. Seorang anggota aktif TNI, Serma Tengku Dian Anugerah, ditangkap Polisi Militer Kodam I/Bukit Barisan setelah diduga kuat membunuh istrinya sendiri, Astri Gustina Yolanda (34), dengan cara yang brutal. Astri ditemukan bersimbah darah di kursi teras rumah mereka di [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/serma-tengku-dian-tikam-istri-12-kali-diduga-karena-diminta-berhenti-judi-online/">Serma Tengku Dian Tikam istri 12 Kali Diduga karena Diminta Berhenti Judi Online</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>BONTANGPOST.ID, Deli Serdang &#8211;</strong> Tragedi berdarah mengguncang warga Kecamatan Sunggal, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, Rabu pagi, 23 Juli 2025.</p>
<p>Seorang anggota aktif TNI, Serma Tengku Dian Anugerah, ditangkap Polisi Militer Kodam I/Bukit Barisan setelah diduga kuat membunuh istrinya sendiri, Astri Gustina Yolanda (34), dengan cara yang brutal.</p>
<p>Astri ditemukan bersimbah darah di kursi teras rumah mereka di Jalan Pabrik Gula setelah ditusuk 12 kali menggunakan sangkur milik pelaku.</p>
<p>Yang lebih mengejutkan, tindakan keji itu dilakukan di hadapan anak bungsu mereka yang masih balita, sementara dua anak lainnya sudah berangkat sekolah dan satu lagi sedang tidur.</p>
<p>Korban sempat dilarikan warga ke RSU Latersia Sunggal, namun nyawanya tidak tertolong akibat luka tusuk parah di bagian dada dan perut.</p>
<p>Berdasarkan keterangan keluarga korban, rumah tangga Astri dan Serma Tengku yang awalnya harmonis mulai retak sejak 2013, dua tahun setelah pernikahan mereka yang berlangsung pada 2011. Kakak kandung Astri, Novinda, mengungkap bahwa adiknya sering mengalami kekerasan fisik.</p>
<p>Pemicunya diduga karena pelaku tak terima diingatkan untuk berhenti bermain judi online, kebiasaan yang sudah berlangsung selama bertahun-tahun.</p>
<p>“Setiap kali Astri meminta berhenti main judi, dia dipukul. Bahkan pernah diseret ke kamar mandi dan ditendang,” ujar Novinda dengan suara bergetar. Ia mengatakan, Astri sering menangis jika pulang ke rumah orang tua.</p>
<p>Selama 12 tahun pernikahan, mereka dikaruniai empat orang anak. Meski menghadapi kekerasan dalam rumah tangga secara berulang, Astri tetap berusaha menjalankan perannya sebagai ibu.</p>
<p>Bahkan setelah memutuskan pisah rumah sejak April 2025, ia tetap mengantar anak-anak ke sekolah setiap pagi, termasuk ke rumah suaminya.</p>
<p>Keluarga menyebut bahwa kekerasan telah berlangsung diam-diam selama lebih dari satu dekade. Astri kerap menyembunyikan luka dan masalah rumah tangganya dari lingkungan sekitar demi menjaga nama baik suaminya yang merupakan anggota militer.</p>
<p>Namun, tekanan mental dan luka fisik yang terus-menerus akhirnya membuatnya menyerah.</p>
<p>Pada April 2025, Astri memilih keluar dari rumah dan tinggal bersama ibunya di Binjai. Ia membawa serta keempat anaknya dan hanya kembali sesekali untuk mengantar anak sekolah.</p>
<p>“Sebenarnya sudah tidak tahan. Tapi dia masih tetap mikirin anak-anak, makanya masih sering datang ke rumah itu,” ucap Novinda. Ia menambahkan bahwa selama beberapa bulan terakhir, Astri bahkan sudah berencana mengurus perceraian.</p>
<p><strong>Kronologi Hari Nahas</strong></p>
<p>Pada Rabu pagi, 23 Juli 2025, sekitar pukul 07.00 WIB, Astri datang seperti biasa ke rumah suaminya untuk mengantar anak-anak. Saat itu dua anak tertua sudah berangkat sekolah, sementara anak ketiga sedang tidur dan anak bungsu ikut bersamanya.</p>
<p>Baca Juga: Konflik Thailand-Kamboja Memanas! Tapi Liburan ke Thailand Masih Bisa Asal ke Tempat Ini</p>
<p>Di rumah itulah terjadi pertengkaran hebat antara Astri dan Serma Tengku Dian. Belum diketahui pasti apa yang memicu pertengkaran pagi itu, namun diduga kembali terkait permintaan Astri agar pelaku berhenti berjudi dan memperbaiki hubungan rumah tangga.</p>
<p>Pertengkaran berubah menjadi kekerasan ketika pelaku mengambil sangkur dan menikam Astri secara membabi buta sebanyak 12 kali. Anak bungsu korban yang melihat kejadian itu disebut sempat berteriak ketakutan.</p>
<p>Menurut Novinda, kabar itu pertama kali ia terima dari tetangga yang mendengar keributan. Saat ia tiba di rumah sakit, adiknya sudah dinyatakan meninggal dunia. “Anak bungsunya bahkan sempat bilang, ‘Mamak ditusuk pakai pisau’,” tutur Novinda pilu.</p>
<p>Setelah melakukan pembunuhan, pelaku sempat melarikan diri. Namun tak berselang lama, personel Polisi Militer Kodam I/Bukit Barisan berhasil meringkus pelaku dan langsung membawanya ke markas untuk pemeriksaan.</p>
<p>Hingga kini, Serma Tengku masih menjalani pemeriksaan intensif dan belum ada keterangan resmi soal pasal yang akan dikenakan.</p>
<p>Kapendam I/BB Kolonel Asrul Kurniawan menyampaikan bahwa pihak militer sedang mendalami kasus ini. Ia menyebut, latar belakang konflik rumah tangga dan kebiasaan berjudi pelaku menjadi fokus utama.</p>
<p>“Mereka sudah pisah rumah dua bulan terakhir. Pemicunya dugaan tekanan ekonomi dan kecanduan judi,” ujarnya.</p>
<p>Pihak TNI juga menegaskan bahwa proses hukum akan dilakukan sesuai prosedur militer yang berlaku.</p>
<p><strong>Kronologi Perjalanan Hubungan Astri dan Serma Tengku Dian</strong></p>
<p>2011 – Astri menikah dengan Serma Tengku Dian Anugerah. Mereka tinggal di Sunggal, Deli Serdang, dan memiliki kehidupan rumah tangga yang normal.</p>
<p>2013 – Awal muncul konflik rumah tangga. Pelaku mulai kecanduan judi online dan kerap marah jika ditegur. Kekerasan fisik pertama kali terjadi.</p>
<p>2014–2023 – Kekerasan makin sering. Astri beberapa kali mengalami luka akibat dipukul atau ditendang. Meski demikian, Astri tetap bertahan demi anak-anak dan menjaga nama baik suami di lingkungan militer.</p>
<p>April 2025 – Astri memutuskan pisah rumah, tinggal bersama ibunya di Binjai. Membawa keempat anaknya, namun tetap mengantar ke sekolah ke rumah pelaku setiap pagi.</p>
<p>Mei–Juli 2025 – Hubungan tetap dingin. Pelaku beberapa kali minta rujuk, tapi Astri menolak. Astri berencana mengurus perceraian.</p>
<p>Rabu, 23 Juli 2025 – Pukul 07.00 WIB: Astri datang ke rumah seperti biasa. Terjadi pertengkaran. Pelaku menikam Astri 12 kali menggunakan sangkur. Anak bungsu melihat langsung kejadian tersebut. Astri sempat dibawa ke rumah sakit, tapi meninggal dunia dalam perjalanan.</p>
<p>Pukul 08.00 WIB – Pelaku kabur dan berhasil ditangkap oleh Polisi Militer. Kini ditahan dan diperiksa secara militer. <strong>(kpg)</strong></p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/serma-tengku-dian-tikam-istri-12-kali-diduga-karena-diminta-berhenti-judi-online/">Serma Tengku Dian Tikam istri 12 Kali Diduga karena Diminta Berhenti Judi Online</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Warga Serang Tewas Dikeroyok, Dua Pelaku Anggota TNI AD</title>
		<link>https://bontangpost.id/warga-serang-tewas-dikeroyok-dua-pelaku-anggota-tni-ad/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[BontangPost]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 21 Apr 2025 06:26:10 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Pembunuhan TNI]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://bontangpost.id/?p=138007</guid>

					<description><![CDATA[<p>BONTANGPOST.ID &#8211; Dua anggota TNI dari Korem 064/Maulana Yusuf diduga mengeroyok Fahrul Abdilah (29), warga Serang. Pengeroyokan disebut terjadi di Jalan Ahmad Yani, Kota Serang, Banten, Selasa (15/4) dini hari. Korban meninggal setelah koma beberapa hari di RSUD Banten pada Jumat (18/4) dan dimakamkan di Sajira, Lebak. TNI minta maaf atas tewasnya seorang warga sipil [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/warga-serang-tewas-dikeroyok-dua-pelaku-anggota-tni-ad/">Warga Serang Tewas Dikeroyok, Dua Pelaku Anggota TNI AD</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<div class="page">
<p data-reader-unique-id="3"><strong>BONTANGPOST.ID &#8211; </strong>Dua anggota TNI dari Korem 064/Maulana Yusuf diduga mengeroyok Fahrul Abdilah (29), warga Serang. Pengeroyokan disebut terjadi di Jalan Ahmad Yani, Kota Serang, Banten, Selasa (15/4) dini hari.</p>
<p data-reader-unique-id="5">Korban meninggal setelah koma beberapa hari di RSUD Banten pada Jumat (18/4) dan dimakamkan di Sajira, Lebak. TNI minta maaf atas tewasnya seorang warga sipil di Serang yang dikeroyok oknum Angkatan Darat (AD).</p>
<p data-reader-unique-id="10">Kadispenad Brigjen Wahyu Yudhayana membenarkan adanya keterlibatan dua anggotanya bersama warga sipil dalam pengeroyokan berujung kematian di Serang, Banten.</p>
<p data-reader-unique-id="11">Menurutnya, kedua anggota TNI itu sudah ditahan oleh Detasemen Polisi Militer (Denpom) III/4 Serang guna pemeriksaan secara intensif.</p>
<p><center data-reader-unique-id="12"></center></p>
<p data-reader-unique-id="15">Wahyu pun mewakili TNI meminta maaf atas ulah kedua oknum yang menewaskan seorang warga sipil.</p>
<p data-reader-unique-id="16">&#8220;Mewakili institusi saya menyampaikan permohonan maaf atas peristiwa yang diduga melibatkan oknum anggota TNI AD dan merugikan warga masyarakat sipil,&#8221; ucapnya kepada wartawan Sabtu (19/4/2025)</p>
<p data-reader-unique-id="18">Adapun peristiwa itu terjadi pada Selasa, 15 April 2025 dipicu oleh persoalan pribadi dan kesalahpahaman antara para pelaku dan korban. &#8220;Memang benar ada dua Anggota dari Korem 064/Maulana Yusuf bersama sama dengan rekan rekan sipilnya yang diduga terlibat dalam tindak pidana pengeroyokan terhadap masyarakat sipil,&#8221; ungkapnya.</p>
<p data-reader-unique-id="20">Pihaknya saat ini tengah mengusut lebih lanjut kejadian tersebut. &#8220;Saat ini petugas kami dari Denpom III/4 Serang sedang bekerja, dan sama sama kita tunggu hasilnya perkembangan lebih lanjut mengenai kejadian ini akan kami sampaikan,&#8221; ungkapnya.</p>
<p data-reader-unique-id="25">Terduga pelaku sipil ditahan dan diperiksa di Polres Serang Kota karena tindakan yang dilaksanakan bersama-sama.</p>
<p data-reader-unique-id="29">Berdasarkan informasi yang diterima, kejadian berawal saat korban dan teman-temannya sedang nongkrong di depan Bank Banten yang lokasinya bersebelahan dengan Bank BJB.</p>
</div>
<div class="page">
<p data-reader-unique-id="1">Tak berselang lama, seorang teman korban datang menggunakan mobil Honda Jazz, disusul oleh sebuah mobil lain yang membawa empat orang pelaku.</p>
<p data-reader-unique-id="2">Salah satu teman korban yang berada di lokasi mengatakan bahwa para pelaku turun dari mobil dan langsung mengejar pria yang datang dengan mobil Honda Jazz tersebut.</p>
<p data-reader-unique-id="3">Diketahui sekelompok OTK tersebut pada saat itu sedang mencari orang lain, namun bukan korban yang menjadi sasaran amukan. Tapi naas, korban yang tidak kenal dengan pelaku justru menjadi sasaran sekelompok OTK tersebut.</p>
<p data-reader-unique-id="4">Tak hanya korban, sejumlah orang yang berada di lokasi juga terkena imbas pengeroyokan, termasuk seorang wanita.</p>
<p data-reader-unique-id="6">Diperkirakan lebih dari 10 orang menjadi sasaran kekerasan para pelaku. Salah satu pelaku bahkan diduga menodongkan senjata api, sementara yang lain membawa senjata tajam jenis sangkur.</p>
<p data-reader-unique-id="7">Korban dikeroyok secara brutal oleh tiga orang pelaku. Berdasarkan keterangan saksi yang tak ingin disebut namanya, korban tewas dianiaya di bagian kepala, perut, dan kaki.</p>
<p><center data-reader-unique-id="8"></center></p>
<p data-reader-unique-id="12">Ketika teman-temannya mencoba menolong, mereka diadang oleh para pelaku yang agresif. Korban akhirnya berhasil dibawa ke Rumah Sakit Sari Asih untuk mendapatkan pertolongan pertama, sebelum dirujuk ke RSUD Banten. <strong>(*)</strong></p>
<p data-reader-unique-id="12">
<p data-reader-unique-id="12">
</div>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/warga-serang-tewas-dikeroyok-dua-pelaku-anggota-tni-ad/">Warga Serang Tewas Dikeroyok, Dua Pelaku Anggota TNI AD</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Oknum TNI yang Bunuh Pacar di Balikpapan Divonis Seumur Hidup</title>
		<link>https://bontangpost.id/oknum-tni-yang-bunuh-pacar-di-balikpapan-divonis-seumur-hidup/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Bontang Post]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 24 Nov 2021 03:11:32 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kaltim]]></category>
		<category><![CDATA[pembunuhan]]></category>
		<category><![CDATA[Pembunuhan TNI]]></category>
		<category><![CDATA[Praka MAM]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://bontangpost.id/?p=92720</guid>

					<description><![CDATA[<p>bontangpost.id &#8211; Kasus pembunuhan berencana yang dilakukan Praka M Abdhul Mutholib (MAM) terhadap Riski Ramadhini alias Kiki, 1 Maret 2021 silam, memasuki babak akhir. Pada sidang pembacaan putusan, yang berlangsung Selasa (23/11), majelis hakim Pengadilan Militer I-07 Balikpapan menjatuhkan vonis hukuman penjara seumur hidup dan pemecatan dari TNI. Humas Pengadilan Militer I-07 Mayor CHK Tatang Sudjana [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/oknum-tni-yang-bunuh-pacar-di-balikpapan-divonis-seumur-hidup/">Oknum TNI yang Bunuh Pacar di Balikpapan Divonis Seumur Hidup</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>bontangpost.id &#8211; </strong>Kasus pembunuhan berencana yang dilakukan Praka M Abdhul Mutholib (MAM) terhadap Riski Ramadhini alias Kiki, 1 Maret 2021 silam, memasuki babak akhir.</p>
<p data-reader-unique-id="2">Pada sidang pembacaan putusan, yang berlangsung Selasa (23/11), majelis hakim Pengadilan Militer I-07 Balikpapan menjatuhkan vonis hukuman penjara seumur hidup dan pemecatan dari TNI.</p>
<p data-reader-unique-id="11">Humas Pengadilan Militer I-07 Mayor CHK Tatang Sudjana Krida mengatakan, setelah menghabisi nyawa Riski Ramadini, yang tak lain adalah kekasihnya, Praka MAM berusaha menghilangkan sejumlah barang bukti. Seperti handphone korban, baju korban, menghapus nomor mesin dan rangka sepeda motor korban.</p>
<p data-reader-unique-id="12">&#8220;Terdakwa dikenakan pasal 340 KUHP tentang pembunuhan dengan perencanaan serta pasal 221 mengenai mempersukar penyelidikan dengan merusak, menghilangkan barang bukti,&#8221; terangnya.</p>
<p data-reader-unique-id="13">Menanggapi vonis ini, Kuswanto, ayah mendiang Riski Ramadani mengaku menerima putusan tersebut.</p>
<p data-reader-unique-id="21">&#8220;Iya, kami terima keputusan majelis hakim. Kalau setimpal tentu belum, karena anak kami tidak bisa kembali,&#8221; kata Kuswanto usai mengikuti jalannya persidangan.</p>
<p data-reader-unique-id="22">Sementara Praka MAM dalam sidang kemarin mengaku akan mempertimbangkan apakah akan menerima putusan atau melakukan banding. Dia diberi waktu selama tujuh hari sebelum menentukan upaya hukum selanjutnya.</p>
<p data-reader-unique-id="29">Sidang pembacaan putusan kemarin dipimpin oleh Hakim Ketua Letkol Setyanto Hutomo dengan anggota Mayor CKH Tatang Sudjana Krida dan Hakim Mayor CKH Hadiriyanto.</p>
<p data-reader-unique-id="30">Diberitakan sebelumnya, Riski Ramadhini dikabarkan menghilang pada 1 Maret 2021, dan ditemukan dalam kondisi memilukan, tewas dalam kondisi sulit dikenali karena jenazahnya tinggal berupa tulang belulang di Jalan Transad Km 8 tembusan TPA Manggar, Balikpapan Utara, Selasa (13/4).</p>
<p data-reader-unique-id="31">Sebelum menghilang, korban berpamitan kepada orangtuanya ingin pergi ke kawasan Manggar untuk mengambil baju Persit yang akan digunakan untuk foto pre-wedding bersama pelaku. Saat itu ia menaiki sepeda motor Honda Beat KT 4767 ZM.</p>
<p data-reader-unique-id="32">Bukannya foto bersama, RR dihabisi secara keji oleh MAM. Mayatnya lalu ditinggal di semak-semak di sekitar Jalan Transad.<strong> (hul)</strong></p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/oknum-tni-yang-bunuh-pacar-di-balikpapan-divonis-seumur-hidup/">Oknum TNI yang Bunuh Pacar di Balikpapan Divonis Seumur Hidup</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Rekonstruksi Oknum TNI Bunuh Pacarnya, Korban Dipiting sambil Bilang &#8216;Saya Dongkol sama Kamu&#8217;</title>
		<link>https://bontangpost.id/rekonstruksi-oknum-tni-bunuh-pacarnya-korban-dipiting-sambil-bilang-saya-dongkol-sama-kamu/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[BontangPost]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 10 Jul 2021 02:20:31 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[pembunuhan berencana]]></category>
		<category><![CDATA[Pembunuhan TNI]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://bontangpost.id/?p=88399</guid>

					<description><![CDATA[<p>bontangpost.id &#8211; Kasus pembunuhan yang melibatkan oknum anggota TNI Praka MAM, 1 Maret 2021 silam memasuki babak baru. Rekonstruksi kasus pembunuhan MAM terhadap kekasihnya Riski Ramadhini (30), yang merupakan honorer tenaga pengajar ini, digelar dua hari, Kamis-Jumat, 8-9 Juli 2012. Sejumlah fakta terungkap pada rekonstruksi kasus pembunuhan tersebut. Kamis pagi, 8 Juli 2021, rekonstruksi pembunuhan [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/rekonstruksi-oknum-tni-bunuh-pacarnya-korban-dipiting-sambil-bilang-saya-dongkol-sama-kamu/">Rekonstruksi Oknum TNI Bunuh Pacarnya, Korban Dipiting sambil Bilang &#8216;Saya Dongkol sama Kamu&#8217;</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>bontangpost.id &#8211; </strong>Kasus pembunuhan yang melibatkan oknum anggota TNI Praka MAM, 1 Maret 2021 silam memasuki babak baru. Rekonstruksi kasus pembunuhan MAM terhadap kekasihnya Riski Ramadhini (30), yang merupakan honorer tenaga pengajar ini, digelar dua hari, Kamis-Jumat, 8-9 Juli 2012.</p>
<p>Sejumlah fakta terungkap pada rekonstruksi kasus pembunuhan tersebut. Kamis pagi, 8 Juli 2021, rekonstruksi pembunuhan Riski digelar Komando Daerah Militer VI/ Mulawarman. Para petugas membawa MAM ke tukang jahit pakaian di dekat Pasar Manggar.</p>
<div id="ATS_pc_mid1">
<div id="ats-insert_ads-12-wrapper" class="insert_ads insert_ads-3 show_advertisement">
<div>Di situ MAM dan Riski mengambil pakaian persit pada Senin pagi, 1 Maret 2021. Sedianya, pakaian tersebut bakal digunakan untuk melangsungkan pernikahan dua sejoli ini.</div>
</div>
</div>
<p>Setelah dari tempat pengrajin pakaian, Praka MAM dan Riski berpisah. MAM sempat kembali ke asramanya di Markas Batalyon Infanteri Raider 600/Modang Kodam VI/Mulawarman, Manggar.</p>
<p>Menjelang siang, kedua pasangan tersebut bertemu lagi. Setelah santap siang, mereka pergi ke Jalan Proklamasi, Manggar.</p>
<p>Hujan deras yang mengguyur Kota Beriman membuat rekonstruksi berjalan tak maksimal. Mengenakan pakaian tahanan berwarna kuning dan topeng hitam, tersangka kembali menjalani rekonstruksi pembunuhan, Jumat (9/7/2021) pagi.</p>
<p>Kali ini TKP-nya adalah kawasan perkebunan di Jalan Proklamasi, Manggar, lokasi pembunuhan Riski. Awalnya, MAM membawa korban dengan dalih melihat pemandangan. Dari jalan utama, tersangka membonceng korban menyusuri jalan tanah menurun. Sekitar 100 meter, MAM memarkir kendaraan dan mengajak korban berjalan.</p>
<div id="ATS_pc_mid1">
<div id="ats-insert_ads-12-wrapper" class="insert_ads insert_ads-3 show_advertisement">
<div>Di perjalanan, MAM langsung memiting korban dengan lengan kanannya. Lantaran MAM bertubuh besar, korban tak kuasa melawan. “Sudah lama saya dongkol sama kamu,” ujar MAM mempraktekan adegan ini.</div>
</div>
</div>
<p>Ketika ditanya soal perasaan dongkolnya (kesal) kepada korban. MAM mengaku korban suka mengancam. “Dia suka meminta sesuatu dan kalau tidak dipenuhi mengancam bakal menyebarkan video kami berdua,” kata dia.</p>
<p>Tersangka MAM terus saja memiting leher korban sembari terus berjalan. Sempat terpeleset dan terjatuh sampai duduk, tersangka yang sudah gelap mata tak peduli dan tetap memiting leher Riski sambil memegangi tangan korban agar tak berontak.</p>
<p>Setelah melihat tubuh Riski lemas, tersangka lantas membaringkan tubuh korban memeriksa detak jantung dengan memegang dadanya. Selanjutnya MAM membopong tubuh korban ke lereng yang jaraknya sekitar 10 meter dari lokasi pembunuhan.</p>
<p>Untuk meyakinkan bahwa korban sudah tak bernyawa, tersangka lantas mengiris nadi di tangan kiri dan kanan korban dengan pisau yang dia bawa di dalam tas selempang. “Darahnya ke luar sedikit pak,” ujar tersangka saat rekontruksi berlangsung.</p>
<div id="ATS_pc_mid1">
<div id="ats-insert_ads-12-wrapper" class="insert_ads insert_ads-3 show_advertisement">
<div>Setelah menghabisi nyawa kekasihnya, MAM lantas pulang membawa kendaraan korban.</div>
</div>
</div>
<p>Keluarga korban yang menyaksikan rekonstruksi tak kuasa membendung emosi. “Kamu bukan manusia, hukuman mati yang pantas buat kamu,” teriak ayah korban.</p>
<div align="left">
<p dir="ltr">Kapendam VI/Mulawarman Letkol Inf Taufik Hanif yang memantau jalannya seluruh rekonstruksi memastikan kasus ini akan dibuka secara gamblang. “Kalau hukuman karena ini berencana, ya pasti tuntutan seberat-beratnya. Tapi nanti itu di persidangan ya,” kata dia.</p>
</div>
<div align="left">
<p dir="ltr">Sementara soal detail rekontruksi, Taufik menyebut baru bisa memberi keterangan lebih lengkap setelah ada berkas laporan dari Pomdam VI/Mulawarman.<strong>(hul/pro) </strong></p>
</div>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/rekonstruksi-oknum-tni-bunuh-pacarnya-korban-dipiting-sambil-bilang-saya-dongkol-sama-kamu/">Rekonstruksi Oknum TNI Bunuh Pacarnya, Korban Dipiting sambil Bilang &#8216;Saya Dongkol sama Kamu&#8217;</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>DNA Korban Pembunuhan Oknum TNI di Balikpapan Diperiksa di Labfor Polda Jatim</title>
		<link>https://bontangpost.id/dna-korban-pembunuhan-oknum-tni-di-balikpapan-diperiksa-di-labfor-polda-jatim/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[BontangPost]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 04 May 2021 11:00:27 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[pembunuhan berencana]]></category>
		<category><![CDATA[Pembunuhan TNI]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://bontangpost.id/?p=86391</guid>

					<description><![CDATA[<p>bontangpost.id &#8211; Penyelidikan kasus pembunuhan oleh Oknum TNI berpangkat Praka berinisial MAM (32) kepada kekasihnya berinisial RR (30) di Balikpapan yang sempat terkuak awal Ramadan lalu, masih terus berjalan. Terbaru, pihak Pomdam VI/Mulawarman melakukan pemeriksaan DNA terhadap jasad RR, yang ditemukan dalam bentuk tulang-belulang. Saat dikonfirmasi, Kepala Penerangan Kodam VI/Mulawarman Letkol Inf  Taufik Hanif mengatakan, [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/dna-korban-pembunuhan-oknum-tni-di-balikpapan-diperiksa-di-labfor-polda-jatim/">DNA Korban Pembunuhan Oknum TNI di Balikpapan Diperiksa di Labfor Polda Jatim</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>bontangpost.id &#8211; </strong>Penyelidikan kasus pembunuhan oleh Oknum TNI berpangkat Praka berinisial MAM (32) kepada kekasihnya berinisial RR (30) di Balikpapan yang sempat terkuak awal Ramadan lalu, masih terus berjalan. Terbaru, pihak Pomdam VI/Mulawarman melakukan pemeriksaan DNA terhadap jasad RR, yang ditemukan dalam bentuk tulang-belulang.</p>
<p>Saat dikonfirmasi, Kepala Penerangan Kodam VI/Mulawarman Letkol Inf  Taufik Hanif mengatakan, pemeriksaan tersebut dilakukan untuk memastikan lagi bahwa benar korban adalah RR, guru honorer yang dibunuh oleh Praka MAM. Untuk hasilnya, diperkirakan akan diterima kembali dalam kurun waktu satu bulan ke depan.</p>
<p>“Iya, pihak kami mengirimkan DNA tersebut ke Polda Jatim yang memiliki Laboratorium Forensik (Labfor) DNA. Sudah dikirim sejak Jumat kemarin,” ujarnya, saat dihubungi oleh PROKAL.co (grup bontangpost.id).</p>
<p>Lanjut dia, diharapkan hasil pemeriksaan bisa cepat diterima pihaknya, agar bisa melanjutkan proses penyelidikan. Nantinya, setelah hasil tersebut keluar akan dilanjutkan ke tahap proses rekonstruksi perkara atau reka ulang kejadian.</p>
<p>Selain itu, disinggung mengenai pemeriksaan ponsel tersangka yang dilakukan di Polda Kaltim, Letkol Inf Taufik membenarkan hal tersebut. Namun permintaan tersebut hanya sebagai tambahan, untuk memastikan bahwa tersangka melakukan tindak kejahatan tersebut seorang diri.</p>
<p>“Iya minta bantuan pengembalian data untuk memastikan saja bahwa tersangka (murni) bertindak seorang diri,” jelasnya.</p>
<p>Dia menegaskan, pihaknya akan terus memproses kasus ini, sesuai dengan hukum yang berlaku. Ia juga mengatakan proses berjalannya kasus hingga persidangan nanti akan dijalankan secara terbuka.</p>
<p>“Tetap diproses, dan pemeriksaan akan berjalan terbuka sesuai hukum,” tutupnya. <strong>(rin/pro)</strong></p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/dna-korban-pembunuhan-oknum-tni-di-balikpapan-diperiksa-di-labfor-polda-jatim/">DNA Korban Pembunuhan Oknum TNI di Balikpapan Diperiksa di Labfor Polda Jatim</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Sebelum Bunuh Kekasih, Oknum Tentara Ajak Nikmati Pemandangan</title>
		<link>https://bontangpost.id/sebelum-bunuh-kekasih-oknum-tentara-ajak-nikmati-pemandangan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[BontangPost]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 16 Apr 2021 08:29:08 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Pembunuhan TNI]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://bontangpost.id/?p=85752</guid>

					<description><![CDATA[<p>bontangpost.id &#8211; Fakta baru terungkap dari peristiwa pembunuhan yang diduga dilakukan oknum anggota TNI berinisial MAM (32) kepada kekasihnya RR (30). Peristiwa tersebut diketahui terjadi pada Senin, 1 Maret 2021 lalu. Di semak-semak Jalan Proklamasi, Kelurahan Manggar, Balikpapan Timur (Baltim). Setelah dilakukan pemeriksaan intensif terhadap tersangka, akhirnya terungkap bagaimana proses prajurit berpangkat Prajurit Kepala (Praka) [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/sebelum-bunuh-kekasih-oknum-tentara-ajak-nikmati-pemandangan/">Sebelum Bunuh Kekasih, Oknum Tentara Ajak Nikmati Pemandangan</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>bontangpost.id &#8211;</strong> Fakta baru terungkap dari peristiwa pembunuhan yang diduga dilakukan oknum anggota TNI berinisial MAM (32) kepada kekasihnya RR (30). Peristiwa tersebut diketahui terjadi pada Senin, 1 Maret 2021 lalu. Di semak-semak Jalan Proklamasi, Kelurahan Manggar, Balikpapan Timur (Baltim).</p>
<p>Setelah dilakukan pemeriksaan intensif terhadap tersangka, akhirnya terungkap bagaimana proses prajurit berpangkat Prajurit Kepala (Praka) itu menghabisi nyawa kekasihnya.</p>
<p>Korban yang merupakan guru honorer di salah satu SD di Balikpapan, awalnya diajak tersangka ke tempat tersebut untuk melihat pemandangan. Saat tiba di TKP, tersangka dan korban hanya berdua. Kemudian tersangka mencekik leher korban dengan tangan kanan sampai dengan meninggal dunia.</p>
<p>“Itu pengakuan dari tersangka. Jadi tidak ada menggunakan senjata tajam. Penusukan dan lainnya enggak ada, tangan kosong,” kata Kapendam VI/Mulawarman Letkol Inf Taufik Hanif saat ditemui di ruang kerjanya, Jumat (16/4/2021).</p>
<p>Usai melancarkan aksinya, tersangka pergi meninggalkan jasad korban. Dua minggu kemudian, tersangka kembali ke TKP untuk menghilangkan jejak. “Dia mengambil jaket dan jilbab korban, kemudian dibuang di tempat lain sekitar dua atau tiga kilometer dari TKP. Itu pengakuannya,” ujar Letkol Inf Taufik Hanif.</p>
<p>Meski telah berusaha menghilangkan jejak, aksi kejahatannya tetap saja terbongkar. Setelah orang tua korban melaporkan terkait kehilangan anaknya.</p>
<p>Selanjutnya, pada 9 April 2021 tersangka MAM diperiksa secara intensif di Pomdam VI/Mulawarman. Hingga akhirnya jasad korban ditemukan pada 12 April 2021. “Penemuan jasad korban itu berdasarkan pengakuan dari tersangka setelah diperiksa di Pomdam. Tersangka mengakui bahwa pada 1 Maret 2021 dia bersama dengan korban. Dia mengakui membunuh, termasuk tempat pembuangan mayat juga diakui,” ungkapnya.</p>
<p>Untuk motifnya, lanjut Letkol Inf Taufik Hanif, masih sama yang disampaikan sebelumnya. Bahwa korban mendesak untuk menikah. “Sampai sekarang pengakuan tersangka motifnya tetap, korban mendesak untuk nikah. Tidak ada pengakuan dari tersangka bahwa korban hamil. Alasannya tersangka belum siap menikah, masih ingin sekolah,” ucapnya.</p>
<p>Ditanya soal hukuman, karena melakukan pembunuhan berencana maka tersangka dikenakan Pasal 340 KUHP dengan ancaman hukuman mati. “Selain itu secara militer juga dipecat,” tandasnya. <strong>(Fredy Janu/Kpfm)</strong></p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/sebelum-bunuh-kekasih-oknum-tentara-ajak-nikmati-pemandangan/">Sebelum Bunuh Kekasih, Oknum Tentara Ajak Nikmati Pemandangan</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Ini Curhatan Terakhir Korban Pembunuhan Oknum TNI kepada Ayahnya</title>
		<link>https://bontangpost.id/ini-curhatan-terakhir-korban-pembunuhan-oknum-tni-kepada-ayahnya/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[BontangPost]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 15 Apr 2021 06:00:08 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kaltim]]></category>
		<category><![CDATA[pembunuhan berencana]]></category>
		<category><![CDATA[Pembunuhan TNI]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://bontangpost.id/?p=85638</guid>

					<description><![CDATA[<p>bontangpost.id &#8211; Kepergian Rizki Rahmadani (30), wanita yang diduga dibunuh oleh kekasihnya yang merupakan oknum TNI di Balikpapan Praka MAM dari kesatuan Yonif 600/R Modang VI/Mulawarman, menjadi pukulan hebat bagi keluarga. Bagaimana tidak, dengan alasan tak ingin diminta menikah, tersangka dengan tega menghabisi nyawa korban dan menyembunyikan fakta tersebut selama satu bulan lebih. Sebagai seorang [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/ini-curhatan-terakhir-korban-pembunuhan-oknum-tni-kepada-ayahnya/">Ini Curhatan Terakhir Korban Pembunuhan Oknum TNI kepada Ayahnya</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>bontangpost.id &#8211;</strong> Kepergian Rizki Rahmadani (30), wanita yang diduga dibunuh oleh kekasihnya yang merupakan oknum TNI di Balikpapan Praka MAM dari kesatuan Yonif 600/R Modang VI/Mulawarman, menjadi pukulan hebat bagi keluarga. Bagaimana tidak, dengan alasan tak ingin diminta menikah, tersangka dengan tega menghabisi nyawa korban dan menyembunyikan fakta tersebut selama satu bulan lebih.</p>
<p>Sebagai seorang ayah dan sosok yang paling dekat dengan sang putri, Kuswanto (60) bercerita, dirinya memang sudah menangkap gelagat aneh dari Kiki,- panggilan akrab korban, sejak Februari. Kiki selalu menampilkan wajah sedih dan murung. &#8220;Saya tanya, ada apa. Tapi dia tidak pernah menjawab,&#8221; kata Kuswanto, saat ditemui dikediamannya , Rabu (14/4).</p>
<p>Memang diakui, Kiki adalah orang yang pendiam. Namun saat itu diamnya jauh berbeda seperti biasanya.</p>
<p>&#8220;Terus saya tanyakan, akhirnya dijawab. Itu seminggu sebelum menghilang, tepatnya 25 Februari. Dia bilang kalau pihak keluarga si pria menolaknya dengan alasan tidak ingin memiliki menantu dari luar pulau,&#8221; terangnya.</p>
<p>Dalam perjalanan hubungan asmara Kiki dengan tersangka selama dua tahun, rupanya mereka memang berencana untuk menikah dan telah mempersiapkan banyak hal. Persiapan itu mereka urus bersama tanpa paksaan.</p>
<p>Tapi, dari cerita Kiki lagi sebelum menghilang, tersangka nampak ingin menyudahi hubungan mereka, di tengah semua persiapan itu. Alasan MAM, karena sudah dijodohkan oleh keluarganya dengan seorang wanita yang berada di Jawa.</p>
<p>Puncaknya, pada 1 Maret, hari pertama Kiki dinyatakan menghilang. Sebelumnya, almarhumah sempat pamit kepada orang tuanya untuk mengubah data BPJS dan akan mengambil baju persit di penjahit yang berada di Pasar Manggar.</p>
<p>Namun hari itu, hingga malam hari korban tidak bisa dihubungi. Tengah malamnya, Kuswanto pun teringat MAM  dan menghubungi untuk meminta tolong mencari putrinya.</p>
<p>&#8220;Tapi dari malam itu ditelpon berdering saja, tidak diangkat dan dikirimi pesan tidak dibalas. Besoknya baru dia menghubungi balik dan bertanya ada apa, saya minta dia bertemu saya di rumah dan kami bertemu pukul 17.00 Wita,&#8221; tutur dia.</p>
<p>Kuswanto sempat menanyakan, apakah Praka MAM bertemu dengan Kiki. Tersangka mengaku sempat bertemu saat mengambil baju persit korban pada siang hari dan menjadi pertemuan terakhir mereka. Setelah itu, kata pelaku, mereka berpisah di jalan setelah mengunjungi penjahit.</p>
<p>&#8220;Kata dia (pelaku) anak saya ditunggu oleh teman ceweknya di pinggir jalan. Katanya cewe gemuk, baju hitam, pakai motor Vario. Jadi karena anak saya sama temannya, dia bilang tidak mengantar dan kembali ke asrama,&#8221; ucap dia.</p>
<p>Segala upaya pencarian korban dilakukan oleh pihak keluarga, dengan melapor ke polisi sektor, Polresta, hingga Polda Kaltim. Namun tak membuahkan hasil. Kuswanto juga tetap berhubungan dengan Praka MAM, dan tersangka selalu mengatakan masih berupaya melakukan pencarian.</p>
<p>Sampai pada 9 April 2021, tersangka akhirnya dipanggil POMDAM VI/Mulawarman untuk menjalani pemeriksaan, setelah pihak POMDAM menerima informasi hilangnya korban dari pihak keluarga. Selain karena tersangka merupakan anggota TNI AD, MAM juga merupakan pacar dan orang terakhir yang bertemu korban pada 1 Maret itu.</p>
<p>Setelah diperiksa, tepat pada 12 April 2021, Praka MAM secara resmi ditahan sebagai tersangka pembunuhan. Pengakuan Praka MAM tersebut, menjadi awal terbongkarnya misteri hilangnya korban secara tiba-tiba.</p>
<p>Dari pengakuan Praka MAM pula, penyidik militer pun berhasil menemukan lokasi disembunyikannya jasad korban di Jalan Transad KM 8, tembusan TPA Manggar, Balikpapan Timur. Pada 13 April 2021, jasad yang tersisa tulang-belulang itupun ditemukan dan dievakuasi menuju rumah sakit untuk menjalani autopsi.</p>
<p>Sementara pengakuan Kuswanto, sampai saat ini pihak keluarga masih belum mendapat keterangan pasti dari para penyidik terkait detail kasus ini. Selain dirinya hanya menerima informasi-informasi dari rekannya, yang menyebut kondisi jasad anaknya saat ditemukan sangat mengenaskan.</p>
<p>&#8220;Lalu dari informasi juga, anak saya itu tergeletak di TKP ditutupi semak-semak, kemudian dua minggu kemudian tersangka datang kembali. Kulit-kulit dagingnya dilepasin untuk bisa mengelabui kalau itu orang,&#8221; jelasnya.</p>
<p>Selama masa penyelidikan, Kuswanto menyebut penyidik militer juga berhasil menemukan motor putrinya, barang bukti yang digunakan korban pada hari kejadian, di sebuah bengkel di Manggar. Sedangkan beberapa barang lain seperti emas dan handphone belum ditemukan.</p>
<p>Saat <em>PROKAL.co</em> (grup bontangpost.id) berada di rumah duka, pihak keluarga dan kerabat memulih bungkam, sembari menunggu kedatangan jasad Kiki. Ketika mobil jenazah dari RSKD tiba, tangis hingga teriakan histeris pun pecah dari para pelayat, keluarga, hingga kerabat almarhum. Ibu korban Sugiyem (52) yang paling tak kuasa menahan emosinya.</p>
<p>Air mata terus mengalir diselingi teriakan amarah kepada pelaku. Gema lainnya juga diteriakkan oleh pihak keluarga korban yang meminta tersangka mendapat hukuman mati.</p>
<p>Untuk terakhir kalinya, keluarga tetap tidak bisa melihat putrinya karena jenazahnya sudah berada di dalam peti dan terbungkus rapi. Hanya usapan di peti dan lantunan doa yang bisa mereka lakukan. Setelahnya, jenazah Kiki diantar ke tempat peristirahatan terakhir di Tempat Pemakaman Muslim Kariangau. <strong>(rin/pro)</strong></p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/ini-curhatan-terakhir-korban-pembunuhan-oknum-tni-kepada-ayahnya/">Ini Curhatan Terakhir Korban Pembunuhan Oknum TNI kepada Ayahnya</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
