<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>pengentasan stunting Arsip - Bontang Post</title>
	<atom:link href="https://bontangpost.id/tag/pengentasan-stunting/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://bontangpost.id/tag/pengentasan-stunting/</link>
	<description>Mencerdaskan dan Menginspirasi</description>
	<lastBuildDate>Mon, 07 Jul 2025 05:07:29 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.1.4</generator>

<image>
	<url>https://bontangpost.id/wp-content/uploads/2018/04/bp-cropped-favicon-bpost1-2-32x32.png</url>
	<title>pengentasan stunting Arsip - Bontang Post</title>
	<link>https://bontangpost.id/tag/pengentasan-stunting/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Pemberian Makanan Tambahan dan Susu Gratis untuk Anak Bontang Diberikan Bulan Ini</title>
		<link>https://bontangpost.id/pemberian-makanan-tambahan-dan-susu-gratis-untuk-anak-bontang-diberikan-bulan-ini/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[BontangPost]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 07 Jul 2025 05:07:29 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bontang]]></category>
		<category><![CDATA[pengentasan stunting]]></category>
		<category><![CDATA[stunting]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://bontangpost.id/?p=139896</guid>

					<description><![CDATA[<p>BONTANGPOST.ID, Bontang &#8211; Dinas Kesehatan Bontang memastikan pemberian makanan tambahan (PMT) bagi anak yang masuk kategori stunting dimulai bulan ini. Kepala Diskes Bontang Bachtiar Mabe mengatakan pemberian makanan ini akan berlangsung selama 58 hari. Baik itu PMT maupun susu gratis. “Juli ini kami akan mulai. Penyedianya sudah on progress (mulai berjalan),” kata Mabe. Mengingat anggaran [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/pemberian-makanan-tambahan-dan-susu-gratis-untuk-anak-bontang-diberikan-bulan-ini/">Pemberian Makanan Tambahan dan Susu Gratis untuk Anak Bontang Diberikan Bulan Ini</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p data-reader-unique-id="2"><strong>BONTANGPOST.ID, Bontang &#8211;</strong> Dinas Kesehatan Bontang memastikan pemberian makanan tambahan (PMT) bagi anak yang masuk kategori stunting dimulai bulan ini.</p>
<p data-reader-unique-id="8">Kepala Diskes Bontang Bachtiar Mabe mengatakan pemberian makanan ini akan berlangsung selama 58 hari. Baik itu PMT maupun susu gratis. “Juli ini kami akan mulai. Penyedianya sudah on progress (mulai berjalan),” kata Mabe.</p>
<p data-reader-unique-id="9">Mengingat anggaran untuk PMT sudah masuk di APBD Bontang 2025. Dengan durasi dua bulan maka pelaksanaan PMT akan berakhir pada September mendatang.</p>
<p data-reader-unique-id="9">Khusus untuk penyaluran nantinya dipercayakan kepada tiap puskesmas di Bontang. “Diskes konteksnya hanya mengawasi,” ucapnya.</p>
<p data-reader-unique-id="11">Skema ini dipilih karena di tiap puskesmas lebih cepat dalam menjangkau sasaran. Sesuai dengan tupoksi wilayah kerjanya.</p>
<p data-reader-unique-id="11">Apalagi di tiap Puskesmas juga sudah ada ahli gizi. “Distribusi juga puskesmas melalui pokmas. Mencari penyedia itu puskesmas,” tutur dia.</p>
<p data-reader-unique-id="12">Jikalau semua terpusat ke Diskes maka kegiatan ini melalui proses pengadaan. Kondisi ini membuat pelaksana agak sulit. Jumlah sasarannya juga cukup banyak.</p>
<p data-reader-unique-id="12">“Kalau Diskes berapa yang mengantar, tetapi puskesmas tinggal dibagi jumlah sasaran itu lebih gampang,” terangnya.</p>
<p><center data-reader-unique-id="13"></center></p>
<p data-reader-unique-id="17">Mengacu hasil penimbangan serentak, 1.219 balita yang akan mendapatkan PMT. Kelurahan Loktuan yang paling tinggi. Angkanya yakni 176 balita yang akan menerima PMT.</p>
<p data-reader-unique-id="18">Kemudian Tanjung Laut Indah 129, Bontang Lestari 118, Tanjung Laut 107, Satimpo 38, Berbas Pantai 82, Berebas Tengah 86, Bontang Kuala 37, Bontang Baru 43, Api-Api 77, Gunung Elai 70, Guntung 92, Kanaan 13, Gunung Telihan 72, dan Belimbing 79 balita.</p>
<p data-reader-unique-id="21">Khusus PMT, anggarannya mencapai Rp 4 miliar sedangkan pembagian susu itu Rp 900 juta. Terkait PMT, setiap porsi akan dibanderol harga Rp 32 ribu.</p>
<p data-reader-unique-id="21">Nominal tersebut termasuk biaya pengantaran sejumlah Rp 2.240 dan administrasi Rp 1.600 untuk tiap porsinya. Sisanya ialah biaya untuk memasak PMT. <strong>(*)</strong></p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/pemberian-makanan-tambahan-dan-susu-gratis-untuk-anak-bontang-diberikan-bulan-ini/">Pemberian Makanan Tambahan dan Susu Gratis untuk Anak Bontang Diberikan Bulan Ini</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Hasil Operasi Timbang di Bontang; 1.219 Anak Stunting, Dapat Bantuan Makanan Tambahan</title>
		<link>https://bontangpost.id/hasil-operasi-timbang-di-bontang-1-219-anak-stunting-dapat-bantuan-makanan-tambahan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Edwin Agustyan]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 26 May 2025 05:40:47 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bontang]]></category>
		<category><![CDATA[pengentasan stunting]]></category>
		<category><![CDATA[stunting]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://bontangpost.id/?p=138952</guid>

					<description><![CDATA[<p>BONTANGPOST.ID, Bontang &#8211; Pemkot Bontang akhirnya memiliki data valid terkait angka stunting. Jumlah itu berdasarkan hasil operasi timbang yang dilakukan beberapa hari lalu. Diketahui, terdapat 10.047 anak yang menjalani operasi timbang. Setara dengan 99,94 persen jumlah balita di Bontang. Terdapat 1.752 anak pendek di Bontang. Dari angka itu 1.219 anak masuk kategori stunting atau tengkes. “Kami [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/hasil-operasi-timbang-di-bontang-1-219-anak-stunting-dapat-bantuan-makanan-tambahan/">Hasil Operasi Timbang di Bontang; 1.219 Anak Stunting, Dapat Bantuan Makanan Tambahan</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>BONTANGPOST.ID, Bontang &#8211;</strong> Pemkot Bontang akhirnya memiliki data valid terkait angka stunting. Jumlah itu berdasarkan hasil operasi timbang yang dilakukan beberapa hari lalu.</p>
<p>Diketahui, terdapat 10.047 anak yang menjalani operasi timbang. Setara dengan 99,94 persen jumlah balita di Bontang.</p>
<p style="text-align: left;">Terdapat 1.752 anak pendek di Bontang. Dari angka itu 1.219 anak masuk kategori stunting atau tengkes.</p>
<p>“Kami sudah konsultasikan dengan dokter spesialis anak. Jadi tidak semua anak pendek itu stunting,” kata Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni.</p>
<p>Sejumlah catatan menjadi fokus Neni. Dia meminta agar dalam 56 hari angka stunting sudah berkurang.</p>
<p>Untuk mendukung itu, disiapkan anggaran Rp4 miliar. Duit tersebut akan dibelanjakan untuk pemberian makanan tambahan (PMT) dan susu.</p>
<p>“Pengadaan langsung dilakukan oleh Puskesmas melalui e-Katalog,” kata Neni, ditemui di Rujab Wali Kota, Senin (26/5/2025).</p>
<p><strong>Loktuan Terbanyak</strong></p>
<p>Mengacu data Dinas Kesehatan Bontang, Kelurahan Loktuan menjadi yang terbanyak anak stunting. Yakni sebanyak 176 anak. Lalu diikuti Tanjung Laut Indah 129 anak.</p>
<p>Selanjutnya Bontang Lestari (118), Tanjung Laut (107), dan Guntung (92). Diikuti Berebas Tengah (86), Berbas Pantai (82), Belimbing (79), serta Api-Api (77).</p>
<p>Kelurahan lainnya, Gunung Telihan (72), Gunung Elai (70), Bontang Baru (43), Satimpo (38), Bontang Kuala (37), dan terakhir Kanaan (13). <strong>(*)</strong></p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/hasil-operasi-timbang-di-bontang-1-219-anak-stunting-dapat-bantuan-makanan-tambahan/">Hasil Operasi Timbang di Bontang; 1.219 Anak Stunting, Dapat Bantuan Makanan Tambahan</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Pemkot Bontang Anggarkan Rp 4,9 Miliar untuk Makanan Tambahan dan Susu bagi Anak Stunting</title>
		<link>https://bontangpost.id/pemkot-bontang-anggarkan-rp-49-miliar-untuk-makanan-tambahan-dan-susu-bagi-anak-stunting/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[BontangPost]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 15 May 2025 05:31:03 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bontang]]></category>
		<category><![CDATA[pengentasan stunting]]></category>
		<category><![CDATA[stunting]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://bontangpost.id/?p=138676</guid>

					<description><![CDATA[<p>BONTANGPOST.ID, Bontang &#8211; Dinas Kesehatan (Diskes) Bontang telah melakukan operasi timbang serentak beberapa waktu lalu. Hasilnya, 1.753 balita masuk kategori pendek. Kepala Diskes Bontang Bachtiar Mabe mengatakan, dari angka tersebut nantinya dikonsultasikan dengan dokter spesialis anak. Tujuannya untuk mengetahui, mana balita yang masuk kategori stunting berdasarkan ukuran tinggi badan. Termasuk balita yang pendek tetapi secara pemenuhan gizi cukup. “Dokter [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/pemkot-bontang-anggarkan-rp-49-miliar-untuk-makanan-tambahan-dan-susu-bagi-anak-stunting/">Pemkot Bontang Anggarkan Rp 4,9 Miliar untuk Makanan Tambahan dan Susu bagi Anak Stunting</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p class="p1"><span class="s1"><strong>BONTANGPOST.ID, Bontang &#8211; </strong>Dinas Kesehatan (Diskes) Bontang telah melakukan operasi timbang serentak beberapa waktu lalu. Hasilnya, 1.753 balita masuk kategori pendek.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Kepala Diskes Bontang Bachtiar Mabe mengatakan, dari angka tersebut nantinya dikonsultasikan dengan dokter spesialis anak. </span><span class="s1">Tujuannya untuk mengetahui, mana balita yang masuk kategori stunting berdasarkan ukuran tinggi badan. Termasuk balita yang pendek tetapi secara pemenuhan gizi cukup.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">“Dokter spesialis anak yang akan memberikan rekomendasi. Karena stunting itu sudah pasti pedek. Tetapi pendek belum tentu stunting,” kata Mabe.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Menurutnya, dari rekomendasi itu dipakai untuk penyaluran bantuan berupa pemberian makanan tambahan (PMT) dan susu. Pemkot pun sudah menganggarkan untuk penyaluran PMT dan susu.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">“Khusus PMT, anggarannya mencapai Rp4 miliar sedangkan pembagian susu itu Rp900 juta,” ucapnya.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Sebelumnya, Pemkot Bontang belum memiliki data yang valid terkait jumlah balita yang masuk kategori stunting. Hasil rekomendasi itu juga nantinya bisa dipakai untuk penyaluran dana CSR perusahaan untuk penanganan stunting. &#8220;</span><span class="s1">Berapa yang dibantu oleh perusahaan A, B, dan C itu nanti kami akan pilah,” tutur dia.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Terkait PMT, setiap porsi akan dibanderol harga Rp32 ribu. Nominal tersebut termasuk biaya pengantaran sejumlah Rp2.240 dan administrasi Rp1.600 untuk tiap porsinya. Sisanya ialah biaya untuk memasak PMT.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Sebelumnya, Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni menegaskan, bantuan PMT ini akan disalurkan kepada anak yang masuk kategori stunting selama tiga bulan. Proses pemasakannya melibatkan pihak ketiga atau katering.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">“Diharapkan dengan PMT ini dapat menekan angka stunting di Kota Bontang,” terangnya.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Sementara untuk penyaluran dosis susu akan menyesuaikan dengan rekomendasi dokter spesialis. Diskes akan memperhatikan takaran gizi balita supaya tidak menimbulkan permasalahan lain seperti masuk kategori obesitas. <strong>(kp)</strong></span></p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/pemkot-bontang-anggarkan-rp-49-miliar-untuk-makanan-tambahan-dan-susu-bagi-anak-stunting/">Pemkot Bontang Anggarkan Rp 4,9 Miliar untuk Makanan Tambahan dan Susu bagi Anak Stunting</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Anak Stunting di Bontang Bakal Dapat Makan Gizi Gratis</title>
		<link>https://bontangpost.id/anak-stunting-di-bontang-bakal-dapat-makan-gizi-gratis/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Bontang Post]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 24 Apr 2025 01:02:15 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bontang]]></category>
		<category><![CDATA[pengentasan stunting]]></category>
		<category><![CDATA[stunting]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://bontangpost.id/?p=138086</guid>

					<description><![CDATA[<p>BONTANGPOST.ID, Bontang &#8211; Pemkot Bontang melakukan terobosan untuk penanganan stunting. Mereka memprogramkan pemberian makanan bergizi gratis bagi anak stunting. Berdasarkan data terdapat sekira 1.500 balita yang mengalami gizi bermasalah. “Program ini dalam rangka pemenuhan gizi. Karena stunting itu menyangkut gizi, sanitasi, dan penyakit kronis yang harus diobati,” kata Neni. Nantinya pemkot menyalurkan makanan bergizi sehari [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/anak-stunting-di-bontang-bakal-dapat-makan-gizi-gratis/">Anak Stunting di Bontang Bakal Dapat Makan Gizi Gratis</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p data-reader-unique-id="3"><strong>BONTANGPOST.ID, Bontang &#8211; </strong>Pemkot Bontang melakukan terobosan untuk penanganan stunting. Mereka memprogramkan pemberian makanan bergizi gratis bagi anak stunting. Berdasarkan data terdapat sekira 1.500 balita yang mengalami gizi bermasalah.</p>
<p data-reader-unique-id="7">“Program ini dalam rangka pemenuhan gizi. Karena stunting itu menyangkut gizi, sanitasi, dan penyakit kronis yang harus diobati,” kata Neni.</p>
<p data-reader-unique-id="7">Nantinya pemkot menyalurkan makanan bergizi sehari dua kali. Per porsinya senilai Rp15 ribu. Sehingga total dalam sehari untuk satu anak anggaran yang dipatok ialah Rp30 ribu. “Dari angka ini diharapkan untuk makanan itu Rp25 ribu. Lima ribu rupiahnya untuk pengantaran,” ucapnya.</p>
<p data-reader-unique-id="8">Namun untuk pendistribusian pemkot tidak lagi memakai skema kelompok masyarakat (pokmas). Jika memakai bantuan operasional kesehatan (BOK) memang diwajibkan untuk membentuk pokmas. Tetapi program ini nantinya bersumber dari APBD Bontang.</p>
<p data-reader-unique-id="13">“Kami akan melibatkan anak muda. Mulai dari saka bhakti husada, saka kencana, mahasiswa, hingga KNPI,” tutur dia.</p>
<p data-reader-unique-id="13">Diharapkan dengan keterlibatan anak muda ini bisa menjadi pengalaman. Sebab di masa depan mereka akan mempunyai anak juga. Tujuannya agar mereka memahami bagaimana terkait dengan penanganan stunting. “Keterlibatan mereka ini supaya anak muda memiliki peran sehingga ada kebanggan untuk menyukseskan program pemerintah,” terangnya.</p>
<p data-reader-unique-id="13">Meski demikian anak muda ini akan didampingi. Termasuk untuk memasaknya bakal ada pengelola. Pun demikian dengan takaran gizi juga perlu pengamatan dari ahli.</p>
<p data-reader-unique-id="23">Neni menyebut program ini berbeda dengan makan bergizi gratis milik pemerintah pusat. Jika MBG skemanya terpusat maka pengelolaan ini dipetakan berdasarkan wilayah. “Misalnya untuk Bontang Lestari nanti yang masak warga sekitar,” sebutnya.</p>
<p data-reader-unique-id="27">Dengan program ini diharapkan kurun 56 hari stunting di Kota Bontang sudah zero. Neni juga akan melakukan koordinasi dengan Wakil Wali Kota Bontang Agus Haris untuk menentukan skemanya.<strong> (*)</strong></p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/anak-stunting-di-bontang-bakal-dapat-makan-gizi-gratis/">Anak Stunting di Bontang Bakal Dapat Makan Gizi Gratis</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Rapat Pembahasan Stunting Molor, Wawali AH Semprot ASN dan Singgung Tingkat Disiplin yang Rendah</title>
		<link>https://bontangpost.id/rapat-pembahasan-stunting-molor-wawali-ah-semprot-asn-dan-singgung-tingkat-disiplin-yang-rendah/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[BontangPost]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 09 Apr 2025 07:52:38 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bontang]]></category>
		<category><![CDATA[pengentasan stunting]]></category>
		<category><![CDATA[stunting]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://bontangpost.id/?p=137653</guid>

					<description><![CDATA[<p>BONTANGPOST.ID, Bontang – Kinerja program prioritas Pemerintah Kota Bontang terancam tak maksimal akibat rendahnya kedisiplinan Aparatur Sipil Negara (ASN). Hal ini mengemuka dalam rapat penanganan stunting dan kemiskinan ekstrem yang digelar di Kantor Wali Kota pada Rabu (9/4/2025) siang. Rapat tersebut semestinya dimulai pukul 14.00 Wita. Namun, molornya kehadiran pegawai menyebabkan agenda baru bisa dimulai [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/rapat-pembahasan-stunting-molor-wawali-ah-semprot-asn-dan-singgung-tingkat-disiplin-yang-rendah/">Rapat Pembahasan Stunting Molor, Wawali AH Semprot ASN dan Singgung Tingkat Disiplin yang Rendah</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>BONTANGPOST.ID, Bontang</strong> – Kinerja program prioritas Pemerintah Kota Bontang terancam tak maksimal akibat rendahnya kedisiplinan Aparatur Sipil Negara (ASN). Hal ini mengemuka dalam rapat penanganan stunting dan kemiskinan ekstrem yang digelar di Kantor Wali Kota pada Rabu (9/4/2025) siang.</p>
<p>Rapat tersebut semestinya dimulai pukul 14.00 Wita. Namun, molornya kehadiran pegawai menyebabkan agenda baru bisa dimulai 30 menit kemudian. Ketidaktepatan waktu ini memicu kekecewaan Wakil Wali Kota Bontang Agus Haris, yang memimpin rapat tersebut.</p>
<p>Menurut AH, sapaanya, ketidakdisiplinan ASN merupakan persoalan serius yang berdampak langsung pada pelayanan publik. Ia menekankan, jika rapat terus-menerus molor, maka akumulasi waktu yang terbuang dalam setahun akan sangat besar. “Jangan ada lagi kejadian seperti ini,” katanya.</p>
<p>Kekecewaan juga semakin memuncak ketika stunting dianggap remeh oleh sebagian pegawai. Padahal, program penanganan stunting dan kemiskinan ekstrem telah dijanjikan oleh Pemkot Bontang untuk diselesaikan dalam 100 hari kerja. Agus Haris menyebut, jika target itu tidak tercapai, maka rasa malu terhadap publik harus dirasakan oleh seluruh jajaran.</p>
<p>Ditegaskan AH, disiplin merupakan kunci utama keberhasilan program pemerintah. Persoalan ini tidak bisa dianggap sepele karena secara langsung memengaruhi kinerja dan kepercayaan masyarakat terhadap pelayanan pemerintahan.</p>
<p>Sebelum rapat digelar, AH juga melakulan sidak ke sejumlah kantor pelayanan. Dia mendapati bahwa 45 persen ASN tidak hadir tepat waktu pada jam kerja pagi. Kondisi ini dianggap sangat mengganggu karena pelayanan publik biasanya mulai ramai sejak pagi hari.</p>
<p>“Jika pegawai terlambat, maka Tunjangan Penghasilan Pegawai (TPP) harus dipotong sebagai bentuk konsekuensi,” ujar Agus Haris.</p>
<p>Rapat penanganan stunting saat ini masih berlangsung dan turut dihadiri oleh perwakilan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) serta Badan Pusat Statistik (BPS) Bontang. <strong>(*)</strong></p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/rapat-pembahasan-stunting-molor-wawali-ah-semprot-asn-dan-singgung-tingkat-disiplin-yang-rendah/">Rapat Pembahasan Stunting Molor, Wawali AH Semprot ASN dan Singgung Tingkat Disiplin yang Rendah</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Catatan Merah Penurunan Stunting, Bontang Tempati Posisi Paling Buncit</title>
		<link>https://bontangpost.id/catatan-merah-penurunan-stunting-bontang-tempati-posisi-paling-buncit/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[BontangPost]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 25 Jul 2024 05:16:50 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bontang]]></category>
		<category><![CDATA[pengentasan stunting]]></category>
		<category><![CDATA[stunting]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://bontangpost.id/?p=129057</guid>

					<description><![CDATA[<p>bontangpost.id &#8211; Penanganan stunting di Bontang mendapat catatan merah. Hasil Survei Kesehatan Indonesia (SKI) menempatkan Bontang pada posisi paling buncit alias terakhir penurunan stunting pada 2023 untuk kabupaten/kota di Kaltim. Bontang mengalami kenaikan prevelansi stunting sebesar 6,4 persen berdasarkan data SKI. Dari 21 menjadi 27,4 persen. Atas raihan itu, Pj Gubernur Kaltim Akmal Malik memberikan [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/catatan-merah-penurunan-stunting-bontang-tempati-posisi-paling-buncit/">Catatan Merah Penurunan Stunting, Bontang Tempati Posisi Paling Buncit</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p class="p1"><span class="s1"><strong>bontangpost.id &#8211;</strong> Penanganan stunting di Bontang mendapat catatan merah. Hasil Survei Kesehatan Indonesia (SKI) menempatkan Bontang pada posisi paling buncit alias terakhir penurunan stunting pada 2023 untuk kabupaten/kota di Kaltim.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Bontang mengalami kenaikan prevelansi stunting sebesar 6,4 persen berdasarkan data SKI. Dari 21 menjadi 27,4 persen.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Atas raihan itu, Pj Gubernur Kaltim Akmal Malik memberikan penghargaan di sela acara peringatan Harganas di Mangrove Park, Bontang Utara. </span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Dikatakan Akmal, penghargaan itu sebagai alarm bagi Pemkot Bontang agar penanganan stunting bisa lebih maksimal. </span></p>
<p class="p1"><span class="s1">“Silahkan pemkot memanggil SKI untuk memadukan datanya, jadi bisa klarifikasi,” kata Akmal. </span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Selain Bontang, dua daerah lainnya, yakni Kutai Timur dan Penajam Paser Utara juga mencatat hasil kurang baik dalam penanganan stunting. </span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Berbanding terbalik dengan Kutai Kartanegara, Paser, dan Kutai Barat, yang mendapat nilai positif. </span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Terpisah, Wali Kota Bontang Basri Rase menegaskan akan memberikan hukuman kepada OPD yang tidak serius menangani stunting. </span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Meski begitu, dia akan lebih dulu melakukan klarifikasi terhadap data SKI. “Dijadwalkan Agustus nanti,” ungkapnya. </span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Data SKI memang berbeda dengan hasil intervensi Pemkot Bontang. Di mana pemkot justru mencatat angka stunting mengalami penurunan, yakni berada di angka 18,4 persen. <strong>(*)</strong></span></p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/catatan-merah-penurunan-stunting-bontang-tempati-posisi-paling-buncit/">Catatan Merah Penurunan Stunting, Bontang Tempati Posisi Paling Buncit</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Target 11 Persen Prevalensi Stunting di Bontang, Wilayah Rawan Turut Jadi Atensi</title>
		<link>https://bontangpost.id/target-11-persen-prevalensi-stunting-di-bontang-wilayah-rawan-turut-jadi-atensi/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Jelita Nur Khasanah]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 24 Mar 2024 09:32:57 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bontang]]></category>
		<category><![CDATA[pengentasan stunting]]></category>
		<category><![CDATA[stunting]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://bontangpost.id/?p=124925</guid>

					<description><![CDATA[<p>bontangpost.id &#8211; Penurunan stunting di Kota Bontang masih menjadi perhatian serius. Pasalnya saat ini, prevalensi stunting masih sekitar 19,6 persen. Sementara target di Kota Bontang ialah 11 persen. Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Pemkot Bontang Dasuki mengatakan, upaya penurunan angka stunting terus dikejar. &#8220;Kami pantau terus melalui penimbangan di posyandu,&#8221; katanya. Kendati demikian, [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/target-11-persen-prevalensi-stunting-di-bontang-wilayah-rawan-turut-jadi-atensi/">Target 11 Persen Prevalensi Stunting di Bontang, Wilayah Rawan Turut Jadi Atensi</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>bontangpost.id &#8211;</strong> Penurunan stunting di Kota Bontang masih menjadi perhatian serius. Pasalnya saat ini, prevalensi stunting masih sekitar 19,6 persen. Sementara target di Kota Bontang ialah 11 persen.</p>
<p>Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Pemkot Bontang Dasuki mengatakan, upaya penurunan angka stunting terus dikejar. &#8220;Kami pantau terus melalui penimbangan di posyandu,&#8221; katanya.</p>
<p>Kendati demikian, tingkat kunjungan ke posyandu di beberapa kelurahan masih berada di bawah 80 persen. &#8220;Enggak semuanya, karena ada yang bahkan mencapai 90 persen,&#8221; tuturnya.</p>
<p>Di samping itu, pihaknya juga memberi atensi pada kawasan pesisir seperti Gusung. Mengingat daerah tersebut termasuk wilayah rawan. &#8220;Jadi tidak luput dari pendataan,&#8221; sambung dia.</p>
<p>Diungkapkan, sejumlah langkah masif pun dilakukan, seperti pemberian makanan tambahan di posyandu. Lebih lanjut, peningkatan sanitasi melalui perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), pemberian tablet tambah darah, serta edukasi mengenai asupan makanan bergizi seimbang juga dilaksanakan. &#8220;Karena semuanya itu berkaitan,&#8221; ungkapnya.</p>
<p>Jika demikian, ia mengharapkan hasil Survei Kesehatan Indonesia (SKI) nantinya menunjukkan penurunan prevalensi stunting. &#8220;Insyaallah hasilnya (prevalensi stunting) lebih rendah dari tahun sebelumnya,&#8221; tutupnya. <strong>(*)</strong></p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/target-11-persen-prevalensi-stunting-di-bontang-wilayah-rawan-turut-jadi-atensi/">Target 11 Persen Prevalensi Stunting di Bontang, Wilayah Rawan Turut Jadi Atensi</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Webinar Komunikasi dan Perubahan Perilaku Dalam Tahap Pengentasan Stunting oleh PT KPI</title>
		<link>https://bontangpost.id/webinar-komunikasi-dan-perubahan-perilaku-dalam-tahap-pengentasan-stunting-oleh-pt-kpi/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[BontangPost]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 16 Mar 2021 12:00:01 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Society]]></category>
		<category><![CDATA[KPI]]></category>
		<category><![CDATA[pengentasan stunting]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://bontangpost.id/?p=84681</guid>

					<description><![CDATA[<p>bontangpost.id &#8211; Telah menjadi komitmen PT Kaltim Parna Industri (KPI) untuk mendukung pembangunan dan kesehatan secara konsisten bagi Kota Bontang. Hal itu telah diterapkan sejak Maret 2020 lalu dengan meresmikan program bertajuk Insting Mitra KPI Berdaya, yaitu intervensi stunting melalui kemitraan dengan PT KPI dan pemberdayaan masyarakat. Mengambil lokus di Posyandu Mekar Sari dan Posyandu [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/webinar-komunikasi-dan-perubahan-perilaku-dalam-tahap-pengentasan-stunting-oleh-pt-kpi/">Webinar Komunikasi dan Perubahan Perilaku Dalam Tahap Pengentasan Stunting oleh PT KPI</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>bontangpost.id &#8211; </strong>Telah menjadi komitmen PT Kaltim Parna Industri (KPI) untuk mendukung pembangunan dan kesehatan secara konsisten bagi Kota Bontang. Hal itu telah diterapkan sejak Maret 2020 lalu dengan meresmikan program bertajuk Insting Mitra KPI Berdaya, yaitu intervensi stunting melalui kemitraan dengan PT KPI dan pemberdayaan masyarakat. Mengambil lokus di Posyandu Mekar Sari dan Posyandu Mawar, bekerjasama dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bontang.</p>
<p>Sejak ditandatanganinya nota kesepahaman, sejumlah kegiatan sudah dilaksanakan, di antaranya penyuluhan pemberian makanan bayi dan anak (PMBA) untuk kader, pengadaan antropometri kits, edukasi dan konseling orangtua balita terkait pola asuh dan pola makan yang tepat. Juga melakukan pemberian makanan tambahan kepada 31 anak yang mengalami berat badan rendah selama 12 hari, pemberian nutrisi tambahan berupa susu formula bagi 12 bayi dua tahun (baduta) berstatus gizi stunting selama 180 hari, serta pemberian obat cacing, sekaligus sosialisasi ketahanan pangan dan pemanfaatan pekarangan rumah.</p>
<p>Masih dari bagian Program Insting Mitra KPI Berdaya, Selasa (16/3/2021) PT KPI mengadakan zoom webinar dengan topik “Komunikasi dan Perubahan Perilaku Dalam Tahap Pencegahan Stunting”. Dengan mengundang 480 kader posyandu, Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Kota, Promkes, camat dan lurah dari 15 kelurahan. Mengundang narasumber Dr dr Tan Shot Yen M.Hum, seorang dokter Filsuf dan Ahli Gizi Komunitas serta dr M Taufik Sp.An dari RSUD Taman Husada Bontang.</p>
<p>Hari Supriyadi selaku Presiden Direktur PT KPI dalam sambutannya menyampaikan, webinar kesehatan ini merupakan rangkaian program dari Insting Mitra KPI Berdaya. Ia berharap, para kader mempunyai kapasitas dalam menyampaikan komunikasi. Mengingat strategi komunikasi perubahan perilaku menjadi hal yang sangat penting dalam upaya pencegahan stunting.</p>
<p>“Kami berharap, webinar ini dapat meningkatkan pengetahuan, wawasan, dan menjadi ajang berkomunikasi bagi kader, sebagai garda terdepan perpanjangan tangan di bidang pembangunan kesehatan di Kota Bontang,” harap Hari Supriyadi.</p>
<p>Sementara, Asisten Pemerintahan dan Kesra Kota Bontang, M Bahri mengharapkan dapat bersinergi untuk mengurangi stunting dengan komitmen merencanakan hingga memberi dukungan dana dalam membantu percepatan pengentasan stunting, yang juga merupakan salah satu program prioritas nasional di bidang pembangunan kesehatan. Lanjut Bahri yang juga menjabat Ketua POKJANAL Posyandu Kota Bontang, mengucapkan terima kasih atas dukungan dan komitmen PT KPI dalam menjalankan CSR-nya yang turut membantu percepatan penurunan angka stunting di Bontang, khususnya di Berbas Pantai.</p>
<p>“Bahwa kesehatan adalah faktor penting yang tidak dapat dinegosiasi, perlu dilakukan intervensi pola hidup sehat dalam mendukung Generasi Indonesia Sehat yang bebas stunting,” tuturnya.</p>
<p>Masuk pada sesi utama yang dijelaskan oleh Dr dr Tan Shot Yen M.Hum terkait Literasi Gizi Membangun Negeri. Dijelaskan, pola makan salah dapat bermula sejak ibu hamil (mengandung), bayi, anak-anak, remaja, sampai dewasa. Yang berdampak pada malnutrisi saat ibu mengandung, tumbuh kembang anak berujung stunting, hingga kesehatan dan produktivitas saat dewasa.</p>
<p>Perkembangan di medio 2009-2017, bayi maupun anak-anak telah menerima atau mengonsumsi bahan <em>food addivities</em>, seperti gula, garam, lemak, perisa, penguat rasa melalui produk olahan pabrik. Dengan alasan pangan praktis disukai lidah, bahkan pengolahan industri dibuat menyerupai keaslian bahan alaminya.</p>
<p>“Mulai dari produk massal industri seperti roti, sereal, pangan kemasan yakni coklat, pasta, biskuit, permen, es krim, margarin, selai, yoghurt berbagai rasa, dan lainnya,” papar dr Tan.</p>
<p>Ia pun mengajak peserta zoom webinar untuk memulai perilaku hidup sehat dengan cara memahami isi piring yang akan dikonsumsi. Terdiri dari makanan pokok, sayuran, buah-buahan dan lauk. Tak lupa untuk cuci tangan pakai sabun, minum air 8 gelas sehari, serta aktivitas fisik 30 menit per hari.</p>
<p>Pun Dr M Taufik Sp.An yang bertindak sebagai moderator Dinkes membahas terkait Stunting and Faltering Growth. Adapun stunting dapat terjadi karena gangguan pertumbuhan, bisa diawali sejak bayi dalam kandungan. <strong>(adv)</strong></p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/webinar-komunikasi-dan-perubahan-perilaku-dalam-tahap-pengentasan-stunting-oleh-pt-kpi/">Webinar Komunikasi dan Perubahan Perilaku Dalam Tahap Pengentasan Stunting oleh PT KPI</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
