<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>pengolahan limbah Arsip - Bontang Post</title>
	<atom:link href="https://bontangpost.id/tag/pengolahan-limbah/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://bontangpost.id/tag/pengolahan-limbah/</link>
	<description>Mencerdaskan dan Menginspirasi</description>
	<lastBuildDate>Mon, 05 Mar 2018 13:54:01 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.1.4</generator>

<image>
	<url>https://bontangpost.id/wp-content/uploads/2018/04/bp-cropped-favicon-bpost1-2-32x32.png</url>
	<title>pengolahan limbah Arsip - Bontang Post</title>
	<link>https://bontangpost.id/tag/pengolahan-limbah/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Fasilitas Pengelolaan Limbah Belum Ada, Tapi Gencar Pembangunan Pasar </title>
		<link>https://bontangpost.id/fasilitas-pengelolaan-limbah-belum-ada-tapi-gencar-pembangunan-pasar/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[BontangPost]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 06 Mar 2018 03:03:14 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Breaking News]]></category>
		<category><![CDATA[Pembangunan Pasar]]></category>
		<category><![CDATA[pengolahan limbah]]></category>
		<category><![CDATA[Sangatta Post]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://bontangpost.id/?p=33360</guid>

					<description><![CDATA[<p>SANGATTA &#8211; Pemerintah Kabupaten Kutai Timur memang terus berupaya mencapai target pembangunan lima pasar per tahun, namun hingga saat ini tak ada pengelolaan limbah di seluruh pasar Kutim. Hal tersebut dibenarkan oleh Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kutim, Edward saat diwawancarai usai forum coffe morning di Kantor Bupati, Senin (5/3). Dirinya mengungkapkan bahwa pengelolaan pasar [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/fasilitas-pengelolaan-limbah-belum-ada-tapi-gencar-pembangunan-pasar/">Fasilitas Pengelolaan Limbah Belum Ada, Tapi Gencar Pembangunan Pasar </a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>SANGATTA &#8211; Pemerintah Kabupaten Kutai Timur memang terus berupaya mencapai target pembangunan lima pasar per tahun, namun hingga saat ini tak ada pengelolaan limbah di seluruh pasar Kutim. Hal tersebut dibenarkan oleh Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kutim, Edward saat diwawancarai usai forum coffe morning di Kantor Bupati, Senin (5/3).</p>
<p>Dirinya mengungkapkan bahwa pengelolaan pasar sudah disepakati menjadi Unit Pelaksana Teknis (UPT), berdasarkan ketetapan Undang-Undang.</p>
<p>&#8220;Semua sistem pengelola pasar sekarang sudah menjadi UPT. Kami hanya melakukan semua sesuai dengan peraturan perundang-undangan,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Lebih lanjut dia mengungkapkan kucuran dana dari Pemerintah Provinsi Kaltim, hingga saat ini tak ada perolehan sama sekali. Dengan dalih terlambat membuat program sehingga tak sempat mengajukan ke Pemprov.</p>
<p>&#8220;Dari provinsi kita belum mendapat dana. Hal tersebut karena keterlambatan mengajukan program. Sehingga lambat pula dikonfirmasi,&#8221; paparnya.</p>
<p>Sementara itu, Edward mengungkapkan bahwa dari keseluruhan pasar yang telah dibangun pada 2017 lalu. Pasar di kutim masuk pada 100 peringkat terbaik, yakni berada di Rantau Pulung dan akan diresmikan oleh presiden dalam waktu dekat.</p>
<p>&#8220;Kabar membahagiakan bagi warga Kutim, pasalnya dari ribuan pasar yang ada. Kutim menduduki peringkat 100 besar menjadi kategori pasar terbaik. Prestasi yang cukup membanggakan,&#8221; kata Edward.</p>
<p>Namun dirinya menyayangkan karena ada beberapa pasar yang seharusnya dibangun dengan anggaran Rp 14 miliar rupiah, namun hanya diberikan dana sekira Rp 5 lima miliar. Sehingga hal tersebut berimbas kepada pembangunan pasar yang dipaksakan. Dimana seharusnya yang dibangun adalah pasar tipe A, namun hanya dibuat tipe B. Hal tersebut dilakukan demi menyelamatkan program 5.000 pasar di Indonesia.</p>
<p>&#8220;Seharusnya memang membangun pasar tipe A. Tapi anggaran yang sedang kita alami tidak stabil seperti tahun sebelumnya. Defisit menjadi kendala pembangunan. Sehingga kita hanya dapat membangun pasar tipe B,&#8221; jelasnya.</p>
<p>Sementara itu saat dirinya ditanyai mengenai pengelolaan air dan limbah pasar, Edward mengungkapkan bahwa hal tersebut memang menjadi kendala, karna dengan anggaran terbatas tentunya hal tersebut tidak terpenuhi. Dia berharap perolehan dana hibah untuk menutupi keterbatasan tersebut. Dirinya juga tak menyangkal kalau semua pasar di Kutim tak memiliki pengelolaan limbah dan air.</p>
<p>&#8220;Hampir semua pasar kita belum ada pengelolaan limbahnya. Hal tersebut menjadi tuntutan yang harus diperhatikan. Kami akan mengupayakan agar seluruh pasar di Kutim dapat mengelola limbah dengan baik&#8221; tutupnya. (*/la)</p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/fasilitas-pengelolaan-limbah-belum-ada-tapi-gencar-pembangunan-pasar/">Fasilitas Pengelolaan Limbah Belum Ada, Tapi Gencar Pembangunan Pasar </a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>IPAL Pasar Induk Rusak, Tak Bisa Kelola Limbah</title>
		<link>https://bontangpost.id/ipal-pasar-induk-rusak-tak-bisa-kelola-limbah/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[BontangPost]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 22 Jan 2018 10:54:22 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Breaking News]]></category>
		<category><![CDATA[pasar tradisional]]></category>
		<category><![CDATA[pengolahan limbah]]></category>
		<category><![CDATA[Sangatta Post]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://bontangpost.id/?p=29329</guid>

					<description><![CDATA[<p>SANGATTA – Ativitas dipasar tentu menyisahkan limbah. Untuk itu Instalasi Pengelolaan Air Limbah (IPAL) diperlukan untuk mengelohnya. Di Pasar Induk Jalan Ilham Maulana, Kecamatan Sangatta Utara jiga memiliki IPAL, tapi sayang sekarang alat tersebut rusakan. Akibatnya limbah tidak dapat diolah. Kepala Unit Pelaksana Tugas (UPT) Pasar Bohari menjelaskan, alat IPAL berfungsi untuk mengolah limbah air [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/ipal-pasar-induk-rusak-tak-bisa-kelola-limbah/">IPAL Pasar Induk Rusak, Tak Bisa Kelola Limbah</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>SANGATTA – Ativitas dipasar tentu menyisahkan limbah. Untuk itu Instalasi Pengelolaan Air Limbah (IPAL) diperlukan untuk mengelohnya. Di Pasar Induk Jalan Ilham Maulana, Kecamatan Sangatta Utara jiga memiliki IPAL, tapi sayang sekarang alat tersebut rusakan. Akibatnya limbah tidak dapat diolah.</p>
<p>Kepala Unit Pelaksana Tugas (UPT) Pasar Bohari menjelaskan, alat IPAL berfungsi untuk mengolah limbah air maupun sampah yang beredar di pasar khusus yang melewati irigasi atau got. Lewat alat ini air yang kotor dapat kembali jernih sehingga bisa dibuang keselokan atau parit di luar pasar.</p>
<p>“Mesin penyedotnya rusak, sudah kita anggarkan. Semoga segera disetujui ditengah keadaan keuangan defitsit seperti ini,” ujar Bohari di kantornya, Kamis (18/1).</p>
<p>Dia pun menambahkan, selain dukungan IPAL, jaringan irigasi atau got di pasar juga mesti dibenahi. Terutama area penjualan ikan dan daging, Pasalnya, di sana paritnya berukurang kecil karena di lokasi iyu harusnya mejadi area pasar sayur, namun sekarang pasar ikan. Sehingga selokan berukuran selebar papan itu kerap mengalami penyumbatan. Sama halnya got bawah tanah yang ada di dalam pasar yang sudah lama buntu.</p>
<p>“Ukuran parit kecil. Karena dulu di situ peruntukanya bukan pasar basah tapi untuk sayuran,” tuturnya.</p>
<p>Dia juga menjelaskan bahwa pihaknya segera berkonsultasi terkait pembenahan pasar agar lebih refresentatif dan tertata. Perlahan para pedagang kembali didata agar dalam penarikan retribusi sebagai penambah PAD bisa ditingkatkan.</p>
<p>“Pedangan pelahan didata karena sejumlah lapak nampak kosong,” terangnya.</p>
<p>Seperti diketahui IPAL bertujuan mengumpulkan limbah air dan sampah. menyaring kemudian membersihkan air yang sudah tercermar. Hasilnya air dari IPAL kembali jernih seperti air pada umumnya. Sehingga jika dilepas kegot atau sungai bisa digunakan kembali sesuasi kebutuhan. Tidak mencemari air sungai lain dan biota-biota yang ada disungai.</p>
<p>Pengelola Barang UPT Pasar Alyusni menambahkan IPAL dipasar iduk sudah cukup memadadai. Tanki yang ada cukup menampung dari sampah maupun air limbah.</p>
<p>“Didalam tangki itu terbagi. ada untuk sampah dan air limbah. 3 sampai 4 hari sampah kita ambil, dan air limbah yang sudah jernih kita lepas ke got besar,” ungkapnya. (hd)</p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/ipal-pasar-induk-rusak-tak-bisa-kelola-limbah/">IPAL Pasar Induk Rusak, Tak Bisa Kelola Limbah</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kreatif! Koran Bekas Jadi Kursi dan Meja</title>
		<link>https://bontangpost.id/kreatif-koran-bekas-jadi-kursi-dan-meja/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[BontangPost]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 20 Jan 2018 03:00:47 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Feature]]></category>
		<category><![CDATA[karya seni]]></category>
		<category><![CDATA[pengolahan limbah]]></category>
		<category><![CDATA[Sangatta Post]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://bontangpost.id/?p=29081</guid>

					<description><![CDATA[<p>SANGATTA &#8211; Sebagai pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), Omih Ratu mampu merubah sampah menjadi benda bermanfaat. Bahkan dapat menghasilkan nilai profit. Dimulai sejak tahun 2004 dirinya mengaku menjadi sukarelawan di Bumi Pelatihan dan Percontohan Usaha Tani Konservatif (BPPUTK) yang dikelola PT.KPC. &#8220;Saya aktif di BPPUTK sejak masih sedikit volunteer,&#8221; tuturnya. Bekerja sosial sudah [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/kreatif-koran-bekas-jadi-kursi-dan-meja/">Kreatif! Koran Bekas Jadi Kursi dan Meja</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>SANGATTA &#8211; Sebagai pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), Omih Ratu mampu merubah sampah menjadi benda bermanfaat. Bahkan dapat menghasilkan nilai profit. Dimulai sejak tahun 2004 dirinya mengaku menjadi sukarelawan di Bumi Pelatihan dan Percontohan Usaha Tani Konservatif (BPPUTK) yang dikelola PT.KPC.</p>
<p>&#8220;Saya aktif di BPPUTK sejak masih sedikit volunteer,&#8221; tuturnya.</p>
<p>Bekerja sosial sudah menjadi kegemaran baginya. Mulai dari kegiatan sebagai kader Tuberculosis, kader jentik, kader posyandu hingga kegiatan daur ulang ia jalani.</p>
<p>Ditangannyalah beragam barang bekas dapat diubah menjadi pundi rupiah. Salah satunya menyulap koran bekas menjadi keranjang, guci, kursi dan meja, pot bunga, lampu tidur atau sesuai keinginan pembeli.</p>
<p>Dari penjelasannya, ada beberapa kendala yang dihadapi saat pemasaran sehari-hari. Hal tersebut dikarenakan masih minimnya minat warga terhadap barang daur ulang.</p>
<p>&#8220;Saya sangat merasa sulit saat pemasaran sehari-hari. Sepertinya warga Sangatta memang kurang minat sama daur ulang&#8221;, jelasnya.</p>
<p>Ia menyampaikan harapannya mengenai Kecamatan Sangatta Selatan agar dapat membuat daur ulang.</p>
<p>&#8220;Semoga kedepannya kecamatan bisa membuat sendiri, saya siap berbagi ilmu. Jadi jika ada pameran dimanapun menampilkan hasil sendiri. Bukan pinjaman lagi&#8221;, harapnya.</p>
<p>Dirinya pun berharap agar memiliki galeri daur ulang sendiri disuatu saat nanti. (*/la).</p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/kreatif-koran-bekas-jadi-kursi-dan-meja/">Kreatif! Koran Bekas Jadi Kursi dan Meja</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
