SANGATTA – Sebagai pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), Omih Ratu mampu merubah sampah menjadi benda bermanfaat. Bahkan dapat menghasilkan nilai profit. Dimulai sejak tahun 2004 dirinya mengaku menjadi sukarelawan di Bumi Pelatihan dan Percontohan Usaha Tani Konservatif (BPPUTK) yang dikelola PT.KPC.
“Saya aktif di BPPUTK sejak masih sedikit volunteer,” tuturnya.
Bekerja sosial sudah menjadi kegemaran baginya. Mulai dari kegiatan sebagai kader Tuberculosis, kader jentik, kader posyandu hingga kegiatan daur ulang ia jalani.
Ditangannyalah beragam barang bekas dapat diubah menjadi pundi rupiah. Salah satunya menyulap koran bekas menjadi keranjang, guci, kursi dan meja, pot bunga, lampu tidur atau sesuai keinginan pembeli.
Dari penjelasannya, ada beberapa kendala yang dihadapi saat pemasaran sehari-hari. Hal tersebut dikarenakan masih minimnya minat warga terhadap barang daur ulang.
“Saya sangat merasa sulit saat pemasaran sehari-hari. Sepertinya warga Sangatta memang kurang minat sama daur ulang”, jelasnya.
Ia menyampaikan harapannya mengenai Kecamatan Sangatta Selatan agar dapat membuat daur ulang.
“Semoga kedepannya kecamatan bisa membuat sendiri, saya siap berbagi ilmu. Jadi jika ada pameran dimanapun menampilkan hasil sendiri. Bukan pinjaman lagi”, harapnya.
Dirinya pun berharap agar memiliki galeri daur ulang sendiri disuatu saat nanti. (*/la).







