<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>prostitusi pelajar Arsip - Bontang Post</title>
	<atom:link href="https://bontangpost.id/tag/prostitusi-pelajar/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://bontangpost.id/tag/prostitusi-pelajar/</link>
	<description>Mencerdaskan dan Menginspirasi</description>
	<lastBuildDate>Sun, 03 Mar 2019 10:14:45 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.1.4</generator>

<image>
	<url>https://bontangpost.id/wp-content/uploads/2018/04/bp-cropped-favicon-bpost1-2-32x32.png</url>
	<title>prostitusi pelajar Arsip - Bontang Post</title>
	<link>https://bontangpost.id/tag/prostitusi-pelajar/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Siswi Terjebak Prostitusi, Bukti Kondisi Kejiwaan Terganggu</title>
		<link>https://bontangpost.id/siswi-terjebak-prostitusi-bukti-kondisi-kejiwaan-terganggu/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[M Zulfikar Akbar]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 03 Mar 2019 12:00:12 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bontang]]></category>
		<category><![CDATA[prostitusi online]]></category>
		<category><![CDATA[prostitusi pelajar]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://bontangpost.id/?p=60043</guid>

					<description><![CDATA[<p>BONTANG – Fenomena yang lagi viral di Kota Taman ialah maraknya pelaku prostitusi di kalangan pelajar. Kasus ini terkuak setelah dua orang muncikari yakni RR (18) dan NR (16) ditangkap oleh jajaran Polres Bontang. Psikolog dari Lembaga Psikologi Insan Cita, Laela Siddiqah mengatakan, pelajar yang terjebak dalam prostitusi mengalami psikologis yang tidak seimbang. Alhasil, tidak [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/siswi-terjebak-prostitusi-bukti-kondisi-kejiwaan-terganggu/">Siswi Terjebak Prostitusi, Bukti Kondisi Kejiwaan Terganggu</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>BONTANG – Fenomena yang lagi viral di Kota Taman ialah maraknya pelaku prostitusi di kalangan pelajar. Kasus ini terkuak setelah dua orang muncikari yakni RR (18) dan NR (16) ditangkap oleh jajaran Polres Bontang.</p>
<p>Psikolog dari Lembaga Psikologi Insan Cita, Laela Siddiqah mengatakan, pelajar yang terjebak dalam prostitusi mengalami psikologis yang tidak seimbang. Alhasil, tidak mampu menentukan hal-hal yang menjadi prioritas dalam hidupnya. “Ini berpengaruh terhadap kemampuannya untuk berpikir kritis dan membuat keputusan,” kata Laela.</p>
<p>Disebutkannya, faktor gaya hidup membuat pelajar ingin terjun dalam prostitusi. Keinginan untuk serba cepat mewah membuat segala jalan diterjangnya.Oleh sebab itu, diperlukan sikap selektif dalam bergaul.</p>
<p>“Remaja yang sehat ialah mereka yang mampu memilih dan memilah berbagai hal yang dapat mempengaruhi hidupnya,” ucapnya.</p>
<p>Selain itu, faktor lingkungan juga memegang andil besar dalam kejiwaan seorang pelajar. Pengaruh lingkungan yang buruk menjadi godaan bagi remaja yang lemah untuk mendapatkan perhatian dan menunjukkan eksistensinya.</p>
<p>“Dengan kondisi jiwa anak yang sehat, anak mampu membangun pertahanan yang baik. Dalam membendung sisi negatif pergaulan. Untuk mengarahkan diri pada hal-hal yang positif dan produktif bagi masa depannya,” paparnya.</p>
<p>Menurutnya, proteksi orangtua dipandang perlu untuk mencegah anak terlibat prostitusi. Kadar proteksi pun berada di level tengah-tengah. Tidak sangat protektif maupun longgar. Bentuknya berupa pemberian perhatian, interaksi, dan komunikasi yang menciptakan rasa aman dan nyaman kepada anak.</p>
<p>“Sehingga terbangun ikatan emosional yang positif dan sehat di antara kedua belah pihak,” terangnya.</p>
<p>Diberitakan sebelumnya, sejak awal Januari 2019, RR mengaku mulai menjadikan prostitusi <em>online</em> sebagai ladang usaha mendapatkan pundi rupiah. RR mempunyai latar belakang yang kurang baik. Pasalnya, ia kabur dari rumah dengan adanya alasan masalah keluarga.</p>
<p>Selanjutnya, RR menyewa indekos dan menikah siri dengan NR. Keduanya tinggal berdua, hingga tiba-tiba Bunga disebut datang ke indekos untuk menawarkan diri dijajakan kepada lelaki hidung belang.</p>
<p>Adapun tarif ngamar berkisar Rp 400–800 ribu untuk <em>short time</em>. Sementara tarif <em>long time</em> (lt) seharga Rp 1 juta. Tarif ini pun berbeda jika pelanggan ingin menikmati tubuh pelaku prostitusi tanpa memakai alat kontrasepsi. (ak/prokal)</p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/siswi-terjebak-prostitusi-bukti-kondisi-kejiwaan-terganggu/">Siswi Terjebak Prostitusi, Bukti Kondisi Kejiwaan Terganggu</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>DPPKB Siap Dampingi Anak yang Terlibat Prostitusi Online</title>
		<link>https://bontangpost.id/dppkb-siap-dampingi-anak-yang-terlibat-prostitusi-online/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[M Zulfikar Akbar]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 28 Feb 2019 11:30:26 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bontang]]></category>
		<category><![CDATA[DPPKB]]></category>
		<category><![CDATA[prostitusi online]]></category>
		<category><![CDATA[prostitusi pelajar]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://bontangpost.id/?p=59977</guid>

					<description><![CDATA[<p>SUDAH menjadi tugas pokok dan fungsi (tupoksi) Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (DPPKB) mendampingi anak yang terlibat proses hukum. Salah satunya korban prostitusi online, Bunga (14). Rabu (27/2) pertemuan dengan korban dilakukan. Pemkot Bontang, melalui Kasi Pemenuhan Hak Anak DPPKB Bontang, Trully Tisna mengaku sangat prihatin dengan adanya kasus prostitusi online yang terjadi di Bontang. “Ini [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/dppkb-siap-dampingi-anak-yang-terlibat-prostitusi-online/">DPPKB Siap Dampingi Anak yang Terlibat Prostitusi Online</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SUDAH</strong> menjadi tugas pokok dan fungsi (tupoksi) Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (DPPKB) mendampingi anak yang terlibat proses hukum. Salah satunya korban prostitusi <em>online</em>, Bunga (14). Rabu (27/2) pertemuan dengan korban dilakukan.</p>
<p>Pemkot Bontang, melalui Kasi Pemenuhan Hak Anak DPPKB Bontang, Trully Tisna mengaku sangat prihatin dengan adanya kasus prostitusi online yang terjadi di Bontang.</p>
<p>“Ini tak diinginkan siapa saja, tetapi kenyataan yang harus dihadapi oleh Bontang,” jelas Trully saat ditemui di ruangannya, Rabu (27/2).</p>
<p>Dia sudah berkoordinasi dengan pihak terkait yakni penyidik, dan akan ada perhatian lebih dari pihaknya.</p>
<p>“Kami sudah janjian hari ini (kemarin) akan bertemu dengan korban,” ujarnya.</p>
<p>Kasus seperti ini, kemungkinan ada dan terjadi di masyarakat. Tetapi yang ini tereskpos sehingga banyak masyarakat tahu. Perempuan atau anak yang menjadi korban kejahatan harus lebih berani mengungkapkan ke publik.</p>
<p>“Kami sudah laporan ke atasan dan ke kepala daerah,” terang dia.</p>
<p>Trully menyebut perlu melakukan asesmen untuk menyesuaikan langkah-langkah ke depan.</p>
<p>“Kami tupoksinya lebih ke anak, insyaallah melakukan pendampingan dan memonitor perkembangan kasus, dan rajin koordinasi dengan pihak terkait,” pungkasnya. <strong>(mga</strong><strong>/dwi/k16/prokal</strong><strong>)</strong></p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/dppkb-siap-dampingi-anak-yang-terlibat-prostitusi-online/">DPPKB Siap Dampingi Anak yang Terlibat Prostitusi Online</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Tarif Prostitusi Online Pelajar, Pakai Kondom Rp 800 Ribu, Tak Pakai Lebih Mahal</title>
		<link>https://bontangpost.id/tarif-prostitusi-online-pelajar-pakai-kondom-rp-800-ribu-tak-pakai-lebih-mahal/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[M Zulfikar Akbar]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 28 Feb 2019 11:00:33 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bontang]]></category>
		<category><![CDATA[polres bontang]]></category>
		<category><![CDATA[prostitusi online]]></category>
		<category><![CDATA[prostitusi pelajar]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://bontangpost.id/?p=59975</guid>

					<description><![CDATA[<p>BONTANG – Prostitusi online yang melibatkan pelajar di Bontang membuat banyak pihak tercengang. Jaringannya terorganisasi dengan baik. Terbukti dengan adanya penghubung atau muncikari, serta tarif yang dipatok. Dua di antara tiga pelaku yang terlibat merupakan anak di bawah umur. Bunga (14)–bukan nama sebenarnya—selaku korban atau yang menjajakan diri. Adapun RR (18) dan NR (16) adalah penghubung. Bunga [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/tarif-prostitusi-online-pelajar-pakai-kondom-rp-800-ribu-tak-pakai-lebih-mahal/">Tarif Prostitusi Online Pelajar, Pakai Kondom Rp 800 Ribu, Tak Pakai Lebih Mahal</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>BONTANG</strong> – Prostitusi <em>online </em>yang melibatkan pelajar di Bontang membuat banyak pihak tercengang. Jaringannya terorganisasi dengan baik. Terbukti dengan adanya penghubung atau muncikari, serta tarif yang dipatok.</p>
<p>Dua di antara tiga pelaku yang terlibat merupakan anak di bawah umur. Bunga (14)–bukan nama sebenarnya—selaku korban atau yang menjajakan diri. Adapun RR (18) dan NR (16) adalah penghubung. Bunga dan NR merupakan anak putus sekolah.</p>
<p>Tarif yang dikenai bukan sekadar Rp 400–800 ribu untuk <em>short time </em>saja. Ada ketentuan lain ketika pelanggan ingin menyelesaikan birahinya hingga tuntas. Tarif Rp 700 ribu itu jika pelanggan mau memakai pengaman alias kondom.</p>
<p>“Kalau tidak pakai alat kontrasepsi, tarifnya lebih mahal,” aku Bunga kepada polisi.</p>
<p>Pelanggannya sudah sekitar 20 orang. Dalam sehari Bunga bisa melayani 3–4 pelanggan. Rata-rata pelanggannya lelaki yang biasa dipanggil om. Tersangka RR mengaku sempat ada pelanggan dari kalangan pelajar, namun mereka menolaknya.</p>
<p>Terpisah, Kapolres Bontang AKBP Siswanto Mukti melalui Kasat Reskrim AKP Ferry Putra Samodra mengatakan, tersangka RR dan NR banyak tertutup. Pun dalam hal jumlah pekerjanya alias wanita yang menjajakan diri.</p>
<p>“Masih tertutup tersangkanya, makanya mau dikembangkan lagi,” ujar Ferry.</p>
<p>Kata dia, saat dipancing <em>cha</em><em>t</em><em>ting</em> melalui media sosial, tersangka memamerkan berbagai macam model foto. Usai melakukan negosiasi secara <em>online</em>, komunikasi dilanjutkan melalui aplikasi <em>WhatsApp</em> untuk bertemu di salah satu hotel melati di Kota Taman.</p>
<p>“Harga sudah sepakat, sang papi (RR) mengantarkan Bunga ke lokasi yang disepakati,” sebutnya.</p>
<p>Saat penawaran harga awal Rp 1 juta untuk sekali kencan. Negosiasi dilakukan agar turun harga hingga Rp 700 ribu.</p>
<p>“Mereka minta bayar di awal Rp 200 ribu untuk buka kamar, sisanya dibayar saat Bunga dibawa ke kamar,” ungkapnya.</p>
<p>Bunga dan RR merupakan anak putus sekolah yang tinggal di indekos di kawasan Lengkol Tanjung Laut.</p>
<p>“Dari pengakuan Bunga, tersangka NR juga pernah bekerja seperti dirinya (jual diri),” pungkasnya.</p>
<p>Sebelumnya diberitakan Polres Bontang mengungkap kasus prostitusi online yang melibatkan pelajar di Kota Taman. Dua tersangka diamankan Kamis (21/2) lalu di salah satu hotel melati. Kedua tersangka kini sedang menikmati dinginnya jeruji besi. <strong>(mga</strong><strong>/dwi/k16/prokal</strong><strong>)</strong></p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/tarif-prostitusi-online-pelajar-pakai-kondom-rp-800-ribu-tak-pakai-lebih-mahal/">Tarif Prostitusi Online Pelajar, Pakai Kondom Rp 800 Ribu, Tak Pakai Lebih Mahal</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Praktik Prostitusi Pelajar Terbongkar, “Ngamar” untuk Bayar Indekos</title>
		<link>https://bontangpost.id/praktik-prostitusi-pelajar-terbongkar-ngamar-untuk-bayar-indekos/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[M Zulfikar Akbar]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 27 Feb 2019 12:37:42 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bontang]]></category>
		<category><![CDATA[prostitusi online]]></category>
		<category><![CDATA[prostitusi pelajar]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://bontangpost.id/?p=59924</guid>

					<description><![CDATA[<p>BONTANG–Demi bertahan hidup, siswi SMP dan siswa SMK di Bontang ini rela menjajakan diri kepada para lelaki hidung belang. Aksi jual diri itu dilakukan melalui aplikasi di smartphone. Bunga (14)—bukan nama sebenarnya–menjadi pelaku prostitusinya, sementara RR (18) dan NR (16) merupakan muncikari. RR mengaku mulai menjadikan prostitusi online sebagai bisnis dan mata pencarian sejak awal [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/praktik-prostitusi-pelajar-terbongkar-ngamar-untuk-bayar-indekos/">Praktik Prostitusi Pelajar Terbongkar, “Ngamar” untuk Bayar Indekos</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>BONTANG–Demi bertahan hidup, siswi SMP dan siswa SMK di Bontang ini rela menjajakan diri kepada para lelaki hidung belang. Aksi jual diri itu dilakukan melalui aplikasi di smartphone. Bunga (14)—bukan nama sebenarnya–menjadi pelaku prostitusinya, sementara RR (18) dan NR (16) merupakan muncikari.</p>
<p>RR mengaku mulai menjadikan prostitusi online sebagai bisnis dan mata pencarian sejak awal Januari 2019. Mengingat, dia kabur dari rumah dengan alasan masalah keluarga. RR menyewa indekos dan menikah siri dengan NR. Keduanya tinggal berdua, hingga tiba-tiba Bunga disebut datang ke indekos untuk menawarkan diri dijajakan kepada lelaki hidung belang. “Lewat aplikasi di handphone istri saya,” aku RR di Polsek Bontang Selatan, Selasa (26/2).</p>
<p>Bunga datang dengan temannya meminta dicarikan lelaki yang ingin memakai jasanya. Sekali “ngamar” tarif short time (ST) Rp 400–800 ribu. Sementara tarif long time (lt) seharga Rp 1 juta. Eksekusi dilakukan di hotel. “Dalam sehari, Bunga bisa melayani 3–4 pelanggan. Hasilnya kami pakai bersama, untuk bayar kost dan makan sehari-hari,” ungkapnya.</p>
<p>Disinggung besarnya penghasilan yang didapatkan, RR hanya tersenyum. Pelanggannya dari berbagai profesi, mulai pekerja tambang hingga pelatih golf. “Kalau dia (Bunga) lagi pengen, dia cari sendiri pakai HP istri saya. Kadang malam pukul 20.00–21.00 Wita, tapi kadang siang pukul 13.00–14.00 Wita,” ujar siswa kelas XII itu.</p>
<p>Dia mengaku menyesali perbuatannya. Namun, karena mendesak dan butuh uang maka dia bersama istrinya melakukan hal itu. “Saya tak tahu apa-apa, hanya diminta antar, tiba-tiba di hotel langsung ditodong pistol,” terang RR.</p>
<p>RR diamankan Unit Opsnal Polres Bontang sejak Kamis (21/2) sekira pukul 21.00 Wita di hotel di Jalan KS Tubun, Kelurahan Tanjung Laut Indah, Bontang. Kapolres Bontang AKBP Siswanto Mukti mengatakan, pihaknya mengamankan RR terlebih dahulu di salah satu hotel di Rawa Indah. Saat dimintai keterangan, ternyata RR tak sendiri, ada tersangka NR di belakangnya. Walhasil, NR diciduk di indekos.</p>
<p>“Awalnya kami pancing dengan chatting melalui aplikasi, dan betul ternyata terjadi prostitusi online. Ini sudah cukup terorganisasi,” kata Siswanto.</p>
<p>Saat ini, pihaknya masih melakukan pengembangan terhadap jaringan prostitusi online yang melibatkan pelajar di Kota Taman. Kapolres juga menegaskan, kedua tersangka tidak ada keterlibatan dengan kasus prostitusi online di Samarinda yang tersangkanya warga Bontang.</p>
<p>Kedua tersangka diduga telah melakukan tindakan eksploitasi seksual terhadap anak dan melanggar Pasal 78, atau Pasal 82, dan Pasal 88 Undang-Undang 35 Tahun 2014 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman pidana penjara paling lama 10 tahun, atau denda maksimal Rp 200 juta. (mga/dwi/k8/prokal)</p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/praktik-prostitusi-pelajar-terbongkar-ngamar-untuk-bayar-indekos/">Praktik Prostitusi Pelajar Terbongkar, “Ngamar” untuk Bayar Indekos</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
