<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>rekapitulasi suara Arsip - Bontang Post</title>
	<atom:link href="https://bontangpost.id/tag/rekapitulasi-suara/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://bontangpost.id/tag/rekapitulasi-suara/</link>
	<description>Mencerdaskan dan Menginspirasi</description>
	<lastBuildDate>Sun, 08 Jul 2018 16:11:28 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.1.4</generator>

<image>
	<url>https://bontangpost.id/wp-content/uploads/2018/04/bp-cropped-favicon-bpost1-2-32x32.png</url>
	<title>rekapitulasi suara Arsip - Bontang Post</title>
	<link>https://bontangpost.id/tag/rekapitulasi-suara/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Proses Rekapitulasi Suara Dijaga Ketat Ratusan Personel Kepolisian</title>
		<link>https://bontangpost.id/proses-rekapitulasi-suara-dijaga-ketat-ratusan-personel-kepolisian/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[BontangPost]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 09 Jul 2018 03:37:56 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Breaking News]]></category>
		<category><![CDATA[keamanan]]></category>
		<category><![CDATA[Metro Samarinda]]></category>
		<category><![CDATA[pilgub kaltim 2018]]></category>
		<category><![CDATA[rekapitulasi suara]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://bontangpost.id/?p=43574</guid>

					<description><![CDATA[<p>SEBANYAK 740 personel kepolisian disiagakan mengamankan rapat pleno terbuka rekapitulasi hasil perhitungan suara Pemilihan Gubernur (Pilgub) Kaltim 2018 di Hotel Bumi Senyiur, Minggu (8/7) kemarin. Kapolresta Samarinda, Kombes Pol Vendra Riviyanto mengatakan, pengamanan ini dilakukan untuk menjaga kondusifitas proses penghitungan surat suara kabupaten/kota di seluruh Kaltim. &#8220;Karena ini kan tingkat provinsi, kami ingin agar kegiatan [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/proses-rekapitulasi-suara-dijaga-ketat-ratusan-personel-kepolisian/">Proses Rekapitulasi Suara Dijaga Ketat Ratusan Personel Kepolisian</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>SEBANYAK 740 personel kepolisian disiagakan mengamankan rapat pleno terbuka rekapitulasi hasil perhitungan suara Pemilihan Gubernur (Pilgub) Kaltim 2018 di Hotel Bumi Senyiur, Minggu (8/7) kemarin.</p>
<p>Kapolresta Samarinda, Kombes Pol Vendra Riviyanto mengatakan, pengamanan ini dilakukan untuk menjaga kondusifitas proses penghitungan surat suara kabupaten/kota di seluruh Kaltim. &#8220;Karena ini kan tingkat provinsi, kami ingin agar kegiatan pilkada dapat dinikmati semua pihak dengan aman,&#8221; kata dia.</p>
<p>Lebih lanjut Vendra mengatakan, pengamanan ini merupakan gabungan antara TNI dan Polri. Dan proses pengamanan akan terus dilakukan hingga 10 Juli mendatang. &#8220;Pengamanan tidak hanya dari Polresta Samarinda. Namun juga gabungan dari personel Polda Kaltim dan Korem,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Menurut pantauan media ini, pengamanan dilakukan dengan sangat ketat. Setiap orang yang masuk ke ruang rekapitulasi KPU Kaltim harus memiliki ID card khusus dan harus melalui alat sensor manusia. Anggota kepolisian berjaga di sekitar pintu masuk tersebut.</p>
<p>Selain itu, petugas pun melakukan pengecekan terhadap semua barang bawaan untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.</p>
<p>Di depan pintu ruang rapat pleno, ada sekira lima personel kepolisian yang berjaga. Karena ruang rapat pleno terletak di lantai 2, proses pemeriksaan dilakukan di lantai satu dan dijaga sekira tiga anggota brimob bersenjata lengkap, tiga polisi wanita (polwan) yang bertugas melakukan pengecekan barang, dan beberapa personel gabungan lainnya yang siaga di dalam hotel.</p>
<p>Tidak hanya di dalam hotel, personel kepolisian juga berjaga di luar wilayah hotel. Dari pintu masuk dan keluar, area parkir, maupun di pos penjagaan. Mobil kepolisian pun tampak <em>standby</em> di sekitar pintu masuk dan keluar tersebut.</p>
<p>&#8220;Alhamdulillah proses rekapitulasi berjalan dengan tertib sesuai SOP KPU Kaltim. Saat masuk ke ruang rapat Komisioner KPU kabupaten/kota serta tamu undangan juga kooperatif sehingga memudahkan pelaksanaan pamnya,&#8221; pungkas Vendra. <strong>(*/dev)</strong></p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/proses-rekapitulasi-suara-dijaga-ketat-ratusan-personel-kepolisian/">Proses Rekapitulasi Suara Dijaga Ketat Ratusan Personel Kepolisian</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Pemenang Pilgub Belum Diputuskan</title>
		<link>https://bontangpost.id/pemenang-pilgub-belum-diputuskan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[BontangPost]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 09 Jul 2018 03:36:33 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Breaking News]]></category>
		<category><![CDATA[Metro Samarinda]]></category>
		<category><![CDATA[pilgub kaltim 2018]]></category>
		<category><![CDATA[rekapitulasi suara]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://bontangpost.id/?p=43571</guid>

					<description><![CDATA[<p>SAMARINDA – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kaltim telah menyelenggarakan rekapitulasi suara hasil Pemilihan Gubernur (Pilgub) Kaltim, Minggu (8/7) kemarin. Namun walau rekapitulasi telah dilakukan, tidak berarti seluruh tahapan kontestasi lima tahunan tersebut usai. Pasalnya  KPU masih menunggu penyelesaikan aduan dan kemungkinan munculnya sengketa di Mahkamah Konstitusi (MK). Ketua KPU Kaltim, Mohammad Taufik mengungkapkan, sejatinya dari [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/pemenang-pilgub-belum-diputuskan/">Pemenang Pilgub Belum Diputuskan</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>SAMARINDA – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kaltim telah menyelenggarakan rekapitulasi suara hasil Pemilihan Gubernur (Pilgub) Kaltim, Minggu (8/7) kemarin. Namun walau rekapitulasi telah dilakukan, tidak berarti seluruh tahapan kontestasi lima tahunan tersebut usai. Pasalnya  KPU masih menunggu penyelesaikan aduan dan kemungkinan munculnya sengketa di Mahkamah Konstitusi (MK).</p>
<p>Ketua KPU Kaltim, Mohammad Taufik mengungkapkan, sejatinya dari hasil rekapitulasi tersebut telah diketahui perolehan suara empat pasangan calon (paslon) gubernur dan wakil gubernur yang meramaikan Pilgub Kaltim 2018.</p>
<p>Namun aturan KPU mengharuskan penyelenggara pemilu memberikan peluang pada peserta pilgub agar dapat mengadukan keberatan dan aduan di Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP), dan MK.</p>
<p>“Setelah rekapitulasi ini, nanti ada waktu tiga hari. Nanti kami akan melakukan kegiatan di MK untuk menghadiri gugatan. Tetapi kalau selama tiga hari tidak ada, maka penetapan akan dilakukan setelah tiga hari dari sekarang (kemarin, <em>Red.</em>),” ungkap Taufik, Ahad (8/7) kemarin.</p>
<p>Tenggat waktu gugatan tersebut berlaku secara umum di seluruh daerah yang menyelenggara pemilihan kepala daerah (pilkada) serentak. “Jadi kita tunggu saja, siapa yang mengajukan gugatan. Yang jelas KPU tetap memegang teguh regulasi dan peraturan perundang-undangan yang berlaku,” sebutnya.</p>
<p>Ketua Bawaslu Kaltim Saipul menyebut, masa jeda tiga hari setelah rekapitulasi suara tersebut diatur dalam Peraturan KPU (PKPU) Nomor 9 Tahun 2018 Tentang Rekapitulasi Hasil Penghitungan Suara dan Penetapan Hasil Pilkada.</p>
<p>“Semua paslon bisa mengajukan keberatan terhadap sesuatu yang mereka anggap belum klir di KPU. Termasuk juga PHPU (Perselisihan Hasil Pemilihan Umum, <em>Red.</em>),” ujarnya.</p>
<p>Kata Saipul, pengajuan sengketa di MK memiliki syarat tertentu. Syaratnya, adanya selisih maksimal 2,5 persen paslon pemenang dan penggugat. Khusus di Kaltim, selisih antar paslon pemenang dan kalah melebihi standar tersebut.</p>
<p>“Namun di sisi lain, besok (hari ini, <em>Red.</em>) Bawaslu akan menyampaikan status laporan paslon nomor urut 4. Tentu saja berdasarkan penelusuran, kajian, serta pengumpulan keterangan dan alat bukti,” terangnya.</p>
<p>Dari pantauan Metro Samarinda, hasil rekapitulasi tersebut menunjukkan Andi Sofyan Hasdam-Rizal Effendi mendapat 288.166 suara dan Syaharie Jaang-Awang Ferdian Hidayat 302.987 suara. Kemudian Isran Noor-Hadi Mulyadi memperoleh 417.711 suara dan Rusmadi-Safaruddin mengantongi 324.226 suara.</p>
<p>Secara keseluruhan, suara sah dalam Pilgub Kaltim 2018 yakni sebanyak 1.333.090 suara dan suara tidak sah sebanyak 50.110. Jika dikalkulasi, suara sah dan suara tidak sah sebanyak 1.383.200 suara.</p>
<p>Dengan begitu, paslon nomor urut 3, Isran-Hadi menempati urutan tertinggi dibanding tiga paslon lainnya. Pasangan yang diusung Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra), dan Partai Amanat Nasional (PAN) tersebut unggul di lima kabupaten/kota. Antara lain Kabupaten Berau, Samarinda, Kutai Kartanegara, Paser, dan Penajam Paser Utara (PPU).</p>
<p>Posisi berikutnya diraih paslon nomor urut 4, Rusmadi-Safaruddin. Paslon tersebut berhasil mengungguli pasangan lain khususnya di Balikpapan dan Kutai Barat.</p>
<p>Sementara Jaang-Ferdi menempati posisi ketiga, unggul di Kutai Timur dan Mahakam Ulu. Kemudian posisi terendah diraih paslon nomor urut 1, Sofyan-Rizal. Paslon yang diusung Partai Golongan Karya (Golkar) dan Partai Nasional Demokrat (NasDem) tersebut hanya berhasil unggul di Bontang (<em>selengkapnya lihat info grafis</em>).</p>
<p>WALK OUT, SAKSI RASA TUNTUT REKAPITULASI DITUNDA</p>
<p>Rekapitulasi suara hasil Pemilihan Gubernur (Pilgub) Kaltim 2018 yang dilaksanakan KPU Kaltim, Ahad (8/7) kemarin di Hotel Bumi Senyiur Samarinda diwarnai kericuhan. Halini dikarenakan adanya adu argumentasi antara penyelenggara pemilu dan saksi pasangan calon (paslon) Gubernur dan Wakil Gubernur Rusmadi-Safaruddin (RASA).</p>
<p>Koordinator Saksi dan Guru Ahli paslon RASA, Agus Salim menyatakan, pihaknya meminta rekapitulasi ditunda. Penundaan pelaksanaan rekapitulasi diperlukan untuk menghargai proses penyelesaian aduan paslon nomor urut 4 tersebut di Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kaltim.</p>
<p>“Mengapa? Bahwa kami dari koordinator saksi telah menemukan kejanggalan-kejanggalan dan kesalahan-kesalahan dari pihak penyelenggara pilkada (pemilihan kepala daerah, <em>Red.</em>). Ada sebanyak 1.211 TPS (Tempat Pemungutan Suara) yang bermasalah,” ujar Agus.</p>
<p>Usalan penundaan tersebut tentu saja tidak diterima oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU), Bawaslu, dan saksi-saksi tiga paslon lainnya. Dengan catatan, mayoritas penyelenggara dan peserta pemilu menginginkan agar pleno dan rekapitulasi tetap dilanjutkan.</p>
<p>Merasa tak terima atas keputusan tersebut, Agus Salim bersama dua saksi paslon RASA lainnya memilih keluar dari ruangan. Karenanya, perwakilan saksi paslon tersebut tidak mengikuti tahapan rekapitulasi dan pleno KPU Kaltim.</p>
<p>Agus Salim berdalih, aksi <em>walk out</em> sebagai bentuk protes saksi paslon karena tuntutannya tidak terpenuhi. Dia berpendapat, seharusnya KPU menghargai proses penyelesaian laporan yang sedang berlangsung di Bawaslu.</p>
<p>“Tentu ada ruang yang harus diberikan. Kami meminta KPU untuk menunda pelaksanaan pleno ini sampai jelas dan terang apa yang kami ajukan di Bawaslu,” klaim Agus. Dia mengaku heran KPU tetap memaksakan kehendak untuk melaksanakan pleno. Padahal kegiatan tersebut dapat ditunda pada hari berikutnya.</p>
<p>“Kenapa buru-buru rekap atau pleno dan tidak menunggu penyelesaikan masalah di Bawaslu? Jika rekapitulasi ini dipercepat, maka akan menutup hak dari paslon nomor 4 untuk mencari kebenaran dan keadilan,” kata dia.</p>
<p>Menambahkan Agus Salim, Koordinator Bidang Hukum paslon RASA, Supriyana berpendapat, semua hasil yang diputuskan KPU tetap akan diterima oleh timnya. Namun demikian, KPU juga diminta untuk menghargai tahapan penyelesaikan laporan di Bawaslu.</p>
<p>“Jadi aduan kami itu hanya menjadi koreksi bagi penyelenggara. Persoalan menang dan kalah itu biasa. Dan pasangan calon nomor urut 4 istikamah menerima hasil apapun di pilgub ini,” sebutnya.</p>
<p>Karena itu, jika kasus tersebut tidak diselesaikan dengan baik di Bawaslu Kaltim, pihaknya akan mengadukannya pada Bawaslu RI di Pusat. Kemudian apabila ditemukan pelanggaran yang sengaja dilakukan penyelenggara pemilu, tim paslon RASA tak segan mengadukannya pada Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP).</p>
<p>“Juga tidak menutup kemungkinan kami akan mengadukan masalah ini ke MK (Mahkamah Konstitusi, <em>Red.</em>). Tetapi kami tunggu dulu hasil rekapitulasi dan pleno ini. Sebenarnya kami ingin masalah ini diselesaikan di tingkat KPU dan Bawaslu Kaltim. Tetapi jika tidak sesuai dengan harapan, maka kami akan adukan di pusat,” ucapnya.</p>
<p>Menanggapi aksi tersebut, Ketua KPU Kaltim, Mohammad Taufik berpendapat, walk out yang dilakukan saksi paslon nomor 4 dalam rekapitulasi dan pleno tidak mempengaruhi tahapan kegiatan tersebut. Pasalnya semua aduan yang berkaitan dugaan pelanggaran dalam Pilgub Kaltim dapat diselesaikan di tingkatan masing-masing.</p>
<p>Jika pelanggaran dilakukan di TPS, maka yang bersangkutan dapat menyelesaikannya dengan Panitia Pemungutan Suara (PPS). “Kemudian silakan proses di Bawaslu berjalan dan rekapitulasi ini berjalan sesuai jadwalnya masing-masing,” jelas Taufik.</p>
<p>Senada, Ketua Bawaslu Kaltim, Saipul mengaku penyelesaikan masalah yang diajukan paslon nomor 4 sedang diproses di Bawaslu. Karena penetapan jadwal rekapitulasi atau pleno KPU dan tahapan penyelesaikan kasus tersebut berjalan sesuai dengan tugas dan fungsi masing-masing penyelenggara.</p>
<p>“Rekapitulasi itu kewenangan dari KPU. Kemudian untuk penanganan pelanggaran itu kewenangan Bawaslu. Semuanya ini sedang berproses. KPU juga sedang berjalan. Begitu juga dengan Bawaslu,” ungkap Saipul.</p>
<p>Disinggung kemungkinan pengajuan penundaan rekapitulasi dan pleno dari Bawaslu, Saipul menyebut, KPU tidak meminta pendapat dari Komisioner Bawaslu. “Karena rekapitulasi dan pleno ini tugasnya KPU. Sedangkan kami hanya mengawasi saja. Kalau tidak diminta memberikan masukan, ya kami tidak sampaikan,” ujarnya.</p>
<p>Di sisi lain, aduan yang disampaikan tim paslon nomor urut 4 belum dibuktikan dengan pelanggaran yang secara nyata mengganggu jalannya Pilgub Kaltim. Maka bisa saja pleno tersebut ditunda oleh KPU atas rekomendasi Bawaslu.</p>
<p>“Tetapi aduan itu kan hanya bersifat administratif. Pembuktiannya nanti juga hanya bersifat administratif. Karena bukti yang disampaikan itu terkait dengan hal-hal yang bersifat administratif di TPS,” terangnya. <strong>(*/um)</strong></p>
<p>REKAPITULASI HASIL PILGUB KALTIM 2018</p>
<p><strong>Berau</strong></p>
<p>Sofyan-Rizal                     : 13.060</p>
<p>Jaang-Ferdi                       : 23.476</p>
<p>Isran-Hadi                        : 23.650</p>
<p>Rusmadi-Safaruddin       : 15.738</p>
<p>Suara sah                          : 75.925</p>
<p>Suara tidak sah                : 2.275</p>
<p>Suara sah dan tidak sah  : 78.199</p>
<p><strong>Balikpapan</strong></p>
<p>Sofyan-Rizal                     : 82.488</p>
<p>Jaang-Ferdi                       : 22.115</p>
<p>Isran-Hadi                        : 68.647</p>
<p>Rusmadi-Safaruddin       : 83.491</p>
<p>Suara sah                          : 256.741</p>
<p>Suara tidak sah                : 11.750</p>
<p>Suara sah dan tidak sah  : 267.491</p>
<p><strong>Bontang</strong></p>
<p>Sofyan-Rizal                     : 26.882</p>
<p>Jaang-Ferdi                       : 5.864</p>
<p>Isran-Hadi                        : 19.423</p>
<p>Rusmadi-Safaruddin       : 13.097</p>
<p>Suara sah                          : 65.266</p>
<p>Suara tidak sah                : 1.363</p>
<p>Suara sah dan tidak sah  : 66.628</p>
<p><strong>Samarinda </strong></p>
<p>Sofyan-Rizal                     : 43.575</p>
<p>Jaang-Ferdi                       : 81.741</p>
<p>Isran-Hadi                        : 113.372</p>
<p>Rusmadi-Safaruddin       : 73.746</p>
<p>Suara sah                          : 313.434</p>
<p>Suara tidak sah                : 12.542</p>
<p>Suara sah dan tidak sah  : 324.976</p>
<p><strong>Kutai Barat</strong></p>
<p>Sofyan-Rizal                     : 3.198</p>
<p>Jaang-Ferdi                       : 25.992</p>
<p>Isran-Hadi                        : 9.891</p>
<p>Rusmadi-Safaruddin       : 24.657</p>
<p>Suara sah                          : 63.738</p>
<p>Suara tidak sah                : 1.026</p>
<p>Suara sah dan tidak sah  : 64.764</p>
<p><strong>Kutai Kartanegara</strong></p>
<p>Sofyan-Rizal                     : 58.007</p>
<p>Jaang-Ferdi                       : 59.736</p>
<p>Isran-Hadi                        : 96.045</p>
<p>Rusmadi-Safaruddin       : 57.729</p>
<p>Suara sah                          : 271.517</p>
<p>Suara tidak sah                : 11.217</p>
<p>Suara sah dan tidak sah  : 282.734</p>
<p><strong>Kutai Timur</strong></p>
<p>Sofyan-Rizal                     : 17.254</p>
<p>Jaang-Ferdi                       : 32.464</p>
<p>Isran-Hadi                        : 30.949</p>
<p>Rusmadi-Safaruddin       : 20.296</p>
<p>Suara sah                          : 100.963</p>
<p>Suara tidak sah                : 2.092</p>
<p>Suara sah dan tidak sah  : 103.055</p>
<p><strong>Mahakam Ulu</strong></p>
<p>Sofyan-Rizal                     : 404</p>
<p>Jaang-Ferdi                       : 7.434</p>
<p>Isran-Hadi                        : 2.748</p>
<p>Rusmadi-Safaruddin       : 2.917</p>
<p>Suara sah                          : 13.503</p>
<p>Suara tidak sah                : 117</p>
<p>Suara sah dan tidak sah  : 13.620</p>
<p><strong>Paser</strong></p>
<p>Sofyan-Rizal                     : 20.716</p>
<p>Jaang-Ferdi                       : 24.257</p>
<p>Isran-Hadi                        : 29.715</p>
<p>Rusmadi-Safaruddin       : 17.185</p>
<p>Suara sah                          : 91.873</p>
<p>Suara tidak sah                : 3.798</p>
<p>Suara sah dan tidak sah  : 95.671</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Penajam Paser Utara</strong></p>
<p>Sofyan-Rizal                     : 22.582</p>
<p>Jaang-Ferdi                       : 19.908</p>
<p>Isran-Hadi                        : 23.271</p>
<p>Rusmadi-Safaruddin       : 15.370</p>
<p>Suara sah                          : 81.131</p>
<p>Suara tidak sah                : 3.931</p>
<p>Suara sah dan tidak sah  : 85.062</p>
<p><strong>Total Suara</strong></p>
<p>Sofyan-Rizal                     : 288.166</p>
<p>Jaang-Ferdi                       : 302.987</p>
<p>Isran-Hadi                        : 417.711</p>
<p>Rusmadi-Safaruddin       : 324.226</p>
<p>Suara sah                          : 1.333.090</p>
<p>Suara tidak sah                : 50.110</p>
<p>Suara sah dan tidak sah  : 1.383.200</p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/pemenang-pilgub-belum-diputuskan/">Pemenang Pilgub Belum Diputuskan</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Isran-Hadi Belum Ingin Tanggapi Rekapitulasi </title>
		<link>https://bontangpost.id/isran-hadi-belum-ingin-tanggapi-rekapitulasi/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[BontangPost]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 07 Jul 2018 03:33:20 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Breaking News]]></category>
		<category><![CDATA[pilgub kaltim 2018]]></category>
		<category><![CDATA[rekapitulasi suara]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://bontangpost.id/?p=43396</guid>

					<description><![CDATA[<p>KOMISI Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten/Kota telah melakukan rekapitulasi suara Pemilihan Gubernur (Pilgub) Kaltim 2018. Sebagian besar hasil tersebut menempatkan pasangan calon (paslon) Isran Noor dan Hadi Mulyadi unggul ketimbang tiga paslon lainnya. Paslon yang diusung Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra), Partai Keadilan Sejahtera (PKS), dan Partai Amanat Nasional (PAN) tersebut unggul di Kabupaten Paser, Penajam [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/isran-hadi-belum-ingin-tanggapi-rekapitulasi/">Isran-Hadi Belum Ingin Tanggapi Rekapitulasi </a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>KOMISI Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten/Kota telah melakukan rekapitulasi suara Pemilihan Gubernur (Pilgub) Kaltim 2018. Sebagian besar hasil tersebut menempatkan pasangan calon (paslon) Isran Noor dan Hadi Mulyadi unggul ketimbang tiga paslon lainnya.</p>
<p>Paslon yang diusung Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra), Partai Keadilan Sejahtera (PKS), dan Partai Amanat Nasional (PAN) tersebut unggul di Kabupaten Paser, Penajam Paser Utara (PPU), dan Samarinda.</p>
<p>Sementara di Balikpapan, suara terbanyak diraih oleh paslon nomor urut 4 Rusmadi dan Safaruddin (RASA). Kemudian di Kutai Timur, paslon Syaharie Jaang dan Awang Ferdian Hidayat menempati posisi teratas.</p>
<p>Penghitungan suara oleh KPU di Balikpapan menunjukkan paslon RASA mendapat suara83. 491 suara, disusul Andi Sofyan Hasdam-Rizal Effendi 82.488 suara. Sedangkan Isran-Hadi mendapat 68.647 suara, dan JADI sebanyak 22.155 suara.</p>
<p>Selain itu, di Kutai Timur, paslon nomor urut 2, JADI mengantongi suara terbanyak dengan 32.464 suara dan Isran-Hadi 30.949 suara. Posisi selanjutnya RASA 20.296 suara, dan Sofyan-Rizal 17.254 suara.</p>
<p>Jika dilihat dari hasil <em>real count</em> yang dirilis Tim Tabulasi dan Saksi paslon nomor urut 3 pada awal akhir bulan Juni lalu, Isran-Hadi dinyatakan unggul di Kutai Timur.</p>
<p>Ketua Tim Pemenangan Isran-Hadi, Aji Sofyan Alex mengaku tak ingin berkomentar banyak terkait hasil rekapitulasi yang dilakukan KPU Kabupaten/Kota tersebut. Menurutnya, hasil rekapitulasi belum sepenuhnya rampung.</p>
<p>“Tunggu saja nanti yang di KPU Kaltim. Soal ada perbedaan dengan hasil <em>quick count </em>dan <em>real count</em> yang kami lakukan kemarin, itu biasa saja,” ucapnya.</p>
<p>Sementara itu, Isran Noor mengatakan, dirinya tidak kaget dengan perbedaan hasil rekapitulasi di kabupaten/kota dengan hasil hitung cepat dan <em>real count</em> yang diinisiasi paslon nomor urut 3.</p>
<p>Pasalnya, antara hitung cepat memiliki <em>margin of error </em>yang kemungkinan besar menggeser persentase suara antara satu paslon dengan paslon lainnya. Sementara rekapitulasi yang dilakukan oleh KPU, didasarkan pada seluruh suara yang berasal dari Tempat Pemungutan Suara (TPS).</p>
<p>“Jadi biasa saja itu. Aku enggak kaget. Paling perbedaannya ada 100 suara sampai 200 suara. Persentasenya 0,01 persen dari hasil <em>quick count</em>,” katanya.</p>
<p>Meski begitu, dirinya tetap yakin akan memenangkan kontestasi lima tahunan tersebut. Pasalnya <em>real count</em> yang dilakukan Tim Tabulasi dan Saksi paslon nomor urut 3 dan rekapitulasi KPU jumlah suaranya tidak berbeda jauh.</p>
<p>“Kami percayakan pada KPU yang diawasi Bawaslu (Badan Pengawas Pemilu). Aku yakin pemilukada kali ini berjalan dengan baik. Sangat baguslah,” ucapnya. <strong>(*/um)</strong></p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/isran-hadi-belum-ingin-tanggapi-rekapitulasi/">Isran-Hadi Belum Ingin Tanggapi Rekapitulasi </a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Sah, AnNur “Kuasai” Bontang</title>
		<link>https://bontangpost.id/sah-annur-kuasai-bontang/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[BontangPost]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 06 Jul 2018 03:55:53 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Breaking News]]></category>
		<category><![CDATA[pilgub kaltim 2018]]></category>
		<category><![CDATA[Rapat Pleno]]></category>
		<category><![CDATA[rekapitulasi suara]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://bontangpost.id/?p=43301</guid>

					<description><![CDATA[<p>BONTANG – Tahapan Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur (Pilgub) Kalimantan Timur sudah memasuki tahapan rekapitulasi di tingkat Kota Bontang. Hasilnya, pasangan calon nomor urut 1 yakni Andi Sofyan Hasdam dan Rizal Effendi atau AnNur masih menguasai Bontang dengan hasil jumlah suara sebanyak 26.882 suara. Baik di Bontang Utara, Bontang Selatan, maupun Bontang Barat, paslon nomor [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/sah-annur-kuasai-bontang/">Sah, AnNur “Kuasai” Bontang</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>BONTANG – Tahapan Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur (Pilgub) Kalimantan Timur sudah memasuki tahapan rekapitulasi di tingkat Kota Bontang. Hasilnya, pasangan calon nomor urut 1 yakni Andi Sofyan Hasdam dan Rizal Effendi atau AnNur masih menguasai Bontang dengan hasil jumlah suara sebanyak 26.882 suara.</p>
<p>Baik di Bontang Utara, Bontang Selatan, maupun Bontang Barat, paslon nomor urut 1 yang paling unggul. Disusul dengan pasangan nomor urut 3 yakni Isran Noor dan Hadi Mulyadi sebanyak 19.432 suara, lalu pasangan nomor urut 4 Rusmadi Wongso dan Safaruddin sebanyak 13.097 suara, dan pasangan nomor urut 2 yakni Syaharie Jaang dan Awang Ferdian Hidayat sebanyak 5.864 suara.</p>
<p>Sebelumnya, dari hasil hitung cepat AnNur juga unggul untuk di Bontang. Terbukti hasil hitung cepat pasangan nomor urut 1 memperoleh sebanyak 26.804 suara, paslon nomor urut 3 sebanyak 19.339 suara, paslon nomor urut 4 sebanyak 13.102 suara, dan paslon nomor urut 2 sebanyak 5.896 suara.</p>
<p>Ketua KPU Bontang, Suardi mengatakan berbagai tahapan Pilgub Kaltim 2018 telah dilalui dengan baik. “Perjalanan Pilgub sudah sampai di akhir tahapan, rekapitulasi tingkat kota ini dijadwalkan mulai tanggal 4 hingga tanggal 6 Juli, makanya kami laksanakan tanggal 5 ini,” jelas Suardi di Hotel Oaktree, Kamis (5/7) kemarin.</p>
<p>Dikatakan Suardi, dalam Rapat Pleno Rekapitulasi Hasil Penghitungan Suara Tingkat Kota Bontang Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi Kaltim, KPU Bontang melakukan penjumlahan data dari seluruh kecamatan dalam wilayah kota yang masuk dalam formulir model DA1-KWK. Hasil rekapitulasinya, lanjut dia, akan dituangkan dalam formulir Model DB1-KWK.</p>
<p>Selain itu, Suardi merincikan jumlah suara sah sebanyak 65.266, jumlah suara tidak sah sebanyak 1.362. Sedangkan jumlah seluruh suara baik yang sah maupun tidak sah ada sebanyak 66.628 suara.</p>
<p>Anggota KPU Provinsi Kaltim, Rudiansyah yang juga hadir dalam acara tersebut mengucapkan rasa syukurnya karena proses Pilgub Kaltim berjalan aman dan damai. “Ini sesuatu yang sangat berharga karena kontestasi dalam memilih kepala daerah berjalan dengan aman. Ini patut disyukuri,” ungkapnya.</p>
<p>Setiap pelaksanaan Pilkada serentak tentu ada kelebihan dan kekurangannya. Kata Rudiansyah, untuk Pilgub Kaltim, kelebihannya nol persen Pemungutan Suara Ulang (PSU). Artinya, semua prosedur pelaksanaan Pilgub Kaltim dapat dilaksanakan dengan benar. Hanya memang, ada kekurangannya yakni tingkat partisipasi pemilih yang masih rendah. “KPU Kaltim memprediksikan tingkat partisipasi Pilgub kaltim 27 Juni lalu di kisaran 59 sampai 60 persen, kami katakan kisaran karena belum ada penetapan di KPU Provinsi Kaltim,” ujarnya.</p>
<p>Hari Kamis, kemarin, terdapat 5 kabupaten kota di Kaltim yang melaksanakan pleno rekapitulasi tingkat kota, sebelumnya pada Rabu (4/7) lalu sudah dilaksanakan di 4 kota, dan tersisa 1 kabupaten lagi yakni Kutai Kartanegara (Kukar), yang akan dilaksanakan Jumat (6/7) hari ini. (mga)</p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/sah-annur-kuasai-bontang/">Sah, AnNur “Kuasai” Bontang</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
