<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>sekolah negeri Arsip - Bontang Post</title>
	<atom:link href="https://bontangpost.id/tag/sekolah-negeri/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://bontangpost.id/tag/sekolah-negeri/</link>
	<description>Mencerdaskan dan Menginspirasi</description>
	<lastBuildDate>Tue, 21 Jul 2020 01:51:26 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.1.4</generator>

<image>
	<url>https://bontangpost.id/wp-content/uploads/2018/04/bp-cropped-favicon-bpost1-2-32x32.png</url>
	<title>sekolah negeri Arsip - Bontang Post</title>
	<link>https://bontangpost.id/tag/sekolah-negeri/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Infrastruktur Sekolah di Bontang Butuh Perhatian, Perlu Skala Prioritas Perbaikan</title>
		<link>https://bontangpost.id/infrastruktur-sekolah-di-bontang-butuh-perhatian-perlu-skala-prioritas-perbaikan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Bontang Post]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 21 Jul 2020 05:00:48 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bontang]]></category>
		<category><![CDATA[disdikbud bontang]]></category>
		<category><![CDATA[dprd bontang]]></category>
		<category><![CDATA[infrastruktur sekolah]]></category>
		<category><![CDATA[maming]]></category>
		<category><![CDATA[sekolah negeri]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://bontangpost.id/?p=78074</guid>

					<description><![CDATA[<p>bontangpost.id – Sejumlah sekolah negeri di jenjang SMP ke bawah perlu mendapat perhatian khusus di aspek infrastruktur bangunan. Lantaran masih banyaknya sarana yang tidak memadai untuk menunjang kegiatan belajar-mengajar. Anggota Komisi I DPRD Bontang Maming menilai, dibutuhkan perencanaan yang tersusun rapi oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Bontang tiap tahunnya. “Jadi harusnya ada skala prioritas [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/infrastruktur-sekolah-di-bontang-butuh-perhatian-perlu-skala-prioritas-perbaikan/">Infrastruktur Sekolah di Bontang Butuh Perhatian, Perlu Skala Prioritas Perbaikan</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>bontangpost.id</strong> – Sejumlah sekolah negeri di jenjang SMP ke bawah perlu mendapat perhatian khusus di aspek infrastruktur bangunan. Lantaran masih banyaknya sarana yang tidak memadai untuk menunjang kegiatan belajar-mengajar.</p>
<p>Anggota Komisi I DPRD Bontang Maming menilai, dibutuhkan perencanaan yang tersusun rapi oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Bontang tiap tahunnya.</p>
<p>“Jadi harusnya ada skala prioritas per tahun berapa yang direnovasi. Ini saya lihat tidak demikian,” kata Maming, Senin (20/7/2020).</p>
<p>Meskipun, politisi PDI Perjuangan ini menyebut proses renovasi itu dilakukan secara bertahap. Bergantung dari besaran APBD per tahunnya. Belum lagi dari total 20 persen yang digelontorkan untuk sektor pendidikan masih terbagi. Baik ke pengembangan sumber daya manusia maupun pemenuhan aspek infrastruktur.</p>
<p>“Beban Pemkot Bontang terbilang lebih ringan. SMA sudah diambil wewenangnya oleh Pemprov Kaltim. Saya meminta untuk fokus terhadap perbaikan gedung yang tidak laik di jenjang SMP ke bawah,” ucapnya.</p>
<p>Berkenaan dengan adanya ruangan yang konstruksinya dinding di SMPN 1 Bontang yang bolong dan lapangan sekolah yang kerap terendam banjir, ia mengharapkan untuk segera diperbaiki. Pasalnya jika dibiarkan kerusakan bakal menjadi lebih parah.</p>
<p>“Pasti ada namanya standar gedung. Itu perlu dipenuhi. Segala infrastruktur harus diperhatikan. Tentunya berdasarkan skala prioritas,” sebut dia.</p>
<p>Sehubungan dengan kurangnya ruang kelas di SMPN 2 Bontang telah ditanyakan ke dinas terkait. Ia membenarkan jika pandemi Covid-19 membuat pos anggaran itu mengalami <em>refocusing</em>. Maming meminta agar pembangunan dilakukan tahun depan.</p>
<p>“Tahun depan harus bisa (ditambah ruang kelasnya),” pungkasnya. (*/ak/rdh/kpg)</p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/infrastruktur-sekolah-di-bontang-butuh-perhatian-perlu-skala-prioritas-perbaikan/">Infrastruktur Sekolah di Bontang Butuh Perhatian, Perlu Skala Prioritas Perbaikan</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>PGS Minta Akomodir Guru Swasta ke Sekolah Negeri</title>
		<link>https://bontangpost.id/pgs-minta-akomodir-guru-swasta-ke-sekolah-negeri/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[M Zulfikar Akbar]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 09 Apr 2019 09:00:20 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bontang]]></category>
		<category><![CDATA[guru swasta]]></category>
		<category><![CDATA[pgs]]></category>
		<category><![CDATA[sekolah negeri]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://bontangpost.id/?p=60957</guid>

					<description><![CDATA[<p>BONTANG – Penurunan daya tampung siswa sekolah swasta pada pelaksanaan penerimaan peserta didik baru (PPDB) tahun lalu berdampak. Pasalnya besaran jumlah siswa secara tidak langsung erat kaitannya dengan pendapatan guru. Ketua Persatuan Guru Swasta (PGS) Baidlowi mengatakan, guru swasta bergantung pada jam mengajar. Semakin dikit jumlah rombongan belajar (rombel) mempengaruhi besaran jam mengajar. “Kalau muridnya [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/pgs-minta-akomodir-guru-swasta-ke-sekolah-negeri/">PGS Minta Akomodir Guru Swasta ke Sekolah Negeri</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>BONTANG – Penurunan daya tampung siswa sekolah swasta pada pelaksanaan penerimaan peserta didik baru (PPDB) tahun lalu berdampak. Pasalnya besaran jumlah siswa secara tidak langsung erat kaitannya dengan pendapatan guru.</p>
<p>Ketua Persatuan Guru Swasta (PGS) Baidlowi mengatakan, guru swasta bergantung pada jam mengajar. Semakin dikit jumlah rombongan belajar (rombel) mempengaruhi besaran jam mengajar.</p>
<p>“Kalau muridnya sedikit otomatis pendapatannya pun kecil,” kata Baidlowi.</p>
<p>Pendapatan guru swasta berasal dari dua sumber. Berupa gaji dari pihak yayasan dan insentif dari Pemkot Bontang. Diketahui, gaji guru swasta per pertemuan berkisar empat ribu sampai tujuh ribu rupiah.</p>
<p>Baidlowi berujar berdasarkan peraturan daerah, untuk pemberian insentif harus memenuhi 24 jam. Jika ingin mendapatkan 100 persen. “Kalau tidak sampai 24 jam hanya mendapat 70-80 persen dari total besaran yang semestinya diterima,” ujarnya.</p>
<p>Menanggapi pertambahan rombel di sekolah negeri, Baidlowi meminta kepada Pemkot Bontang untuk mengakomodir guru swasta yang minim jam mengajarnya. Tentunya, guru swasta tersebut sesuai dengan kualifikasi bidang studi yang dibutuhkan.</p>
<p>“Itu jalan keluar yang tetap. Karena masyarakat antusias menyekolahkan putra-putrinya di sekolah negeri. Akibatnya banyak sekolah swasta yang tidak mendapatkan siswa,” ucap Baidlowi.</p>
<p>Selain itu, pelaksanaan PPDB wajib menggunakan mekanisme bina lingkungan. Agar pemerataan kualitas pendidikan terjadi. “Jangan ada sekolah yang hanya mengambil siswa–siswi yang pintar. Radius 100-200 meter harus diterima,” pintanya.</p>
<p>Di samping itu, Badlowi meminta kepada sekolah swasta memenuhi 8 standar nasional pendidikan. Pasalnya, jika tidak maka potensi untuk mendapatkan siswa di setiap ajaran baru kalender pendidikan semakin sulit.</p>
<p>Diberitakan, beberapa sekolah swasta tahun lalu mengalami penurunan jumlah rombel. Akibat dari meningkatnya jumlah rombel di sekolah negeri. Salah satunya yang terjadi di SMP Muhammadiyah. Dua tahun lalu, sekolah yang berlokasi di Jalan Gamelan ini membuka empat rombel. Namun, tahun lalu hanya tersisa dua rombel.</p>
<p>“Sepertinya tahun ini ada bertambah lagi. Informasi yang saya dapat ada tiga rombel di dua sekolah negeri,” pungkas Kepala Sekolah SMP Muhammadiyah Syamsuddin. (ak/prokal)</p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/pgs-minta-akomodir-guru-swasta-ke-sekolah-negeri/">PGS Minta Akomodir Guru Swasta ke Sekolah Negeri</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Sekolah Negeri Tambah Rombel, Sekolah Swasta Menjerit</title>
		<link>https://bontangpost.id/sekolah-negeri-tambah-rombel-sekolah-swasta-menjerit/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[M Zulfikar Akbar]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 05 Apr 2019 11:00:14 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bontang]]></category>
		<category><![CDATA[disdikbud bontang]]></category>
		<category><![CDATA[PPDB]]></category>
		<category><![CDATA[sekolah negeri]]></category>
		<category><![CDATA[Sekolah Swasta]]></category>
		<category><![CDATA[smp muhammadiyah bontang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://bontangpost.id/?p=60861</guid>

					<description><![CDATA[<p>BONTANG – Jumlah siswa kelas VII SMP Muhammadiyah mengalami penurunan dibanding tahun sebelumnya. Tak tanggung-tanggung merosotnya hingga 50 persen. Pada kalender pendidikan 2017/2018, sekolah di Jalan Gamelan, Kelurahan Bontang Baru, itu menerima 120 siswa. Namun, setahun berselang hanya 60 murid yang mendaftar. Kepala SMP Muhammadiyah Syamsuddin menyebut dua faktor yang mengakibatkan itu. Yakni jumlah rombongan [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/sekolah-negeri-tambah-rombel-sekolah-swasta-menjerit/">Sekolah Negeri Tambah Rombel, Sekolah Swasta Menjerit</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>BONTANG – Jumlah siswa kelas VII SMP Muhammadiyah mengalami penurunan dibanding tahun sebelumnya. Tak tanggung-tanggung merosotnya hingga 50 persen.</p>
<p>Pada kalender pendidikan 2017/2018, sekolah di Jalan Gamelan, Kelurahan Bontang Baru, itu menerima 120 siswa. Namun, setahun berselang hanya 60 murid yang mendaftar.</p>
<p>Kepala SMP Muhammadiyah Syamsuddin menyebut dua faktor yang mengakibatkan itu. Yakni jumlah rombongan belajar (rombel) dan kuota daya tampung.</p>
<p>“Jadi rombel di SMP negeri bertambah satu. Ditambah kuota daya tampung tiap rombelnya naik. Semula satu rombel diisi 32, lalu menjadi 34 siswa,” kata Syamsuddin.</p>
<p>Dua tahun lalu, sekolah ini membuka empat rombel. Adapun tahun lalu hanya dua rombel yang terisi. Meski demikian, Syamsuddin menampik penambahan rombel ini hanya berdampak kepada sekolah yang dipimpinnya. Beberapa sekolah swasta lainnya pun terimbas.</p>
<p>Berdasar regulasi tahun lalu, minimal tiap rombel diisi 20 siswa. Dan maksimal 32 siswa. Syamsuddin menargetkan tahun ini membuka tiga rombel. Hal ini sesuai jumlah infrastruktur kelas yang dimiliki.</p>
<p>“Kelas VIII sekarang empat kelas, kelas VI dua kelas. Maka idealnya pelaksanaan PPDB nanti mengakomodasi tiga rombel,” ujarnya.</p>
<p>Meski demikian, tantangan pun muncul pada pelaksanaan penerimaan peserta didik baru (PPDB) tahun ini. Berdasarkan informasi yang didapatkannya saat mengikuti pertemuan dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Bontang, ada penambahan rombel kembali pada sekolah negeri.</p>
<p>“Ada dua SMP negeri yang saya tahu akan bertambah rombelnya. Kemarin saya ngotot saat di Disdikbud berkenaan wacana ini,” tuturnya.</p>
<p>Berkenaan dengan prestasi, Syamsuddin menegaskan tidak mengalami penurunan. Baik di sisi akademik maupun non-akademik. “Prestasi selalu stabil. Kalau non-akademik di sini memang terkenal dengan bela dirinya,” tegasnya.</p>
<p>Sementara itu, Kepala Seksi Kurikulum Pendidikan Dasar Disdikbud Bontang Badi belum dapat membocorkan jumlah rombel dan kuota daya tampung PPDB tahun ini. Rencananya, keputusan diambil pekan depan. Setelah jajaran Disdikbud menggelar rapat akhir.</p>
<p>“Pekan depan saja, tidak bisa saya mendahului walau konsepnya sudah ada,” kata Badi.</p>
<p>Diberitakan, kenaikan jumlah rombel dan daya tampung di sekolah negeri tahun lalu berimbas kepada pendaftar di sekolah swasta. Tercatat penurunannya mencapai 14,5 persen atau 254 siswa. Sementara jumlah siswa yang diterima di SMP negeri mengalami peningkatan 13,6 persen atau 168 siswa. <strong>(ak</strong><strong>/dwi/k16/prokal</strong><strong>)</strong></p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/sekolah-negeri-tambah-rombel-sekolah-swasta-menjerit/">Sekolah Negeri Tambah Rombel, Sekolah Swasta Menjerit</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
