<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>telihan Arsip - Bontang Post</title>
	<atom:link href="https://bontangpost.id/tag/telihan/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://bontangpost.id/tag/telihan/</link>
	<description>Portal resmi Bontang Post, menyajikan berita terkini dari wilayah Bontang, Kalimantan Timur, Nasional, dan Internasional.</description>
	<lastBuildDate>Thu, 16 Jan 2020 06:20:33 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9.4</generator>

<image>
	<url>https://bontangpost.id/wp-content/uploads/2018/04/bp-cropped-favicon-bpost1-2-32x32.png</url>
	<title>telihan Arsip - Bontang Post</title>
	<link>https://bontangpost.id/tag/telihan/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Proyek Jalan Denpasar Mandek, Ditengarai Terkendala Tanah Yayasan</title>
		<link>https://bontangpost.id/proyek-jalan-denpasar-mandek-ditengarai-terkendala-tanah-yayasan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[M Zulfikar Akbar]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 16 Jan 2020 11:00:30 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bontang]]></category>
		<category><![CDATA[jalan denpasar]]></category>
		<category><![CDATA[proyek jalan]]></category>
		<category><![CDATA[telihan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://bontangpost.id/?p=68661</guid>

					<description><![CDATA[<p>BONTANG &#8211; Warga RT 06, 07, dan 16 meminta pembangunan Jalan Denpasar 6, Kelurahan Gunung Telihan dilanjutkan kembali. Ketua RT 06 Sugeng Harianto mengatakan pengerjaan ini terhenti sejak 2012. Namun semenisasi justru berbelok ke tengah permukiman. Sementara rencana jalan utama saat ini masih dipenuhi oleh semak belukar. Ia mempertanyakan penyebab pembuatan jalan itu terhenti. Pasalnya, [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/proyek-jalan-denpasar-mandek-ditengarai-terkendala-tanah-yayasan/">Proyek Jalan Denpasar Mandek, Ditengarai Terkendala Tanah Yayasan</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>BONTANG &#8211; Warga RT 06, 07, dan 16 meminta pembangunan Jalan Denpasar 6, Kelurahan Gunung Telihan dilanjutkan kembali. Ketua RT 06 Sugeng Harianto mengatakan pengerjaan ini terhenti sejak 2012. Namun semenisasi justru berbelok ke tengah permukiman. Sementara rencana jalan utama saat ini masih dipenuhi oleh semak belukar.</p>
<p>Ia mempertanyakan penyebab pembuatan jalan itu terhenti. Pasalnya, rencana akses itu dijadikan jalan utama di lingkungan tersebut.</p>
<p>&#8220;Pertanyaan saya kenapa sebagian jalan bisa disemenisasi tetapi ini tidak. Padahal ini satu paket dulunya. Bukan permintaan baru,&#8221; kata Sugeng.</p>
<p>Jika terealisasi, akses ini menghubungkan tiga RT sekaligus. Ukuran jalan yakni panjang sekira 500 meter dan empat meter. Lebar ditambah dua meter di sisi kanan dan kiri jalan sebagai saluran drainase.</p>
<p>Konon, status lahan menjadi masalah pembangunan ini terhenti. Karena lahan yang bakal dipakai jalan merupakan milik yayasan salah satu perusahaan. Akan tetapi ia mempertanyakannya jika itu menjadi alasan utama. Sebab, terdapat sebagian jalan yang bisa dibangun.</p>
<p>&#8220;Kalau lahan kenapa sebelumnya ada yang bisa. Kan bisa dengan sistem pinjam pakai,&#8221; tegasnya.</p>
<p>Sugeng menjelaskan sudah tiga kali pertemuan dengan pihak terkait. Namun, pembangunan urung juga terealisasi. Adapun jalan yang telah tersemenisasi sepanjang 175 meter. Pengerjaan itu merupakan usulan sejak 2006.</p>
<p>Sementara warga Gunung Telihan, Dina menuturkan kehadiran sambungan jalan itu sangat diperlukan warga. Nantinya akses itu mempermudah armada pemadam kebakaran jika terjadi musibah di lokasi tersebut. Dikarenakan jalan lingkungan yang ada sangat sempit. &#8220;Tahun 2004 ada kebakaran di sini kesulitan saat itu mobil pemadam susah masuk,&#8221; ucapnya.</p>
<p>Selain itu, akses yang ada selama ini nanti bakal berubah fungsi menjadi jalur alternatif. Sehingga proses evakuasi bagi warga menjadi beragam terutama saat terjadi musibah kebakaran. Ia berharap agar jalan tersebut segera dilanjutkan pembangunannya.</p>
<p>&#8220;Bagian tepi jalan ini ada sekira 30 kepala keluarga,&#8221; pungkasnya. (*/ak/kpg)</p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/proyek-jalan-denpasar-mandek-ditengarai-terkendala-tanah-yayasan/">Proyek Jalan Denpasar Mandek, Ditengarai Terkendala Tanah Yayasan</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Waduh, Penopang Jembatan Jalan Pontianak Longsor</title>
		<link>https://bontangpost.id/waduh-penopang-jembatan-jalan-pontianak-longsor/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[M Zulfikar Akbar]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 15 Jan 2020 07:30:38 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bontang]]></category>
		<category><![CDATA[Dinas PUPRK]]></category>
		<category><![CDATA[jalan pontianak]]></category>
		<category><![CDATA[jembatan]]></category>
		<category><![CDATA[telihan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://bontangpost.id/?p=68621</guid>

					<description><![CDATA[<p>BONTANG -Retakan sepanjang delapan meter dan lebar satu sentimeter terlihat di jembatan Jalan Pontianak, Kelurahan Gunung Telihan, Kecamatan Bontang Barat. Kondisi itu terjadi disebabkan penyangga bagian bawah jembatan longsor. Hal itu membuat khawatir warga sekitar ketika melintas di atasnya. Mengingat daerah tersebut masuk klasifikasi jalan lingkungan dengan angka lalu-lalang kendaraan cukup intensif. Diduga, longsornya penopang [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/waduh-penopang-jembatan-jalan-pontianak-longsor/">Waduh, Penopang Jembatan Jalan Pontianak Longsor</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>BONTANG -Retakan sepanjang delapan meter dan lebar satu sentimeter terlihat di jembatan Jalan Pontianak, Kelurahan Gunung Telihan, Kecamatan Bontang Barat. Kondisi itu terjadi disebabkan penyangga bagian bawah jembatan longsor. Hal itu membuat khawatir warga sekitar ketika melintas di atasnya. Mengingat daerah tersebut masuk klasifikasi jalan lingkungan dengan angka lalu-lalang kendaraan cukup intensif.</p>
<p>Diduga, longsornya penopang bagian bawah jembatan ini akibat terkikis air sungai yang begitu kencang saat musim penghujan tiba maupun air kiriman dari hulu.</p>
<p>“Jembatan itu berpotensi patah kalau ada truk bermuatan berat lewat,&#8221; ungkap Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota (PUPRK) Bina Antariansyah, saat ditemui di Kantor Sekretariat DPRD Bontang Jalan Moeh Roem, Kelurahan Bontang Lestari, Kecamatan Bontang Selatan.</p>
<p>Sebab itu, Pemerintah Kota Bontang segera melakukan pembaharuan atau pembangunan ulang jembatan yang diperkirakan mencapai panjang 12 meter dan lebar 6 meter, dengan mengganti kaki jembatan lebih kuat lagi, yaitu memakai baja. Selain itu, badan jalan akan berbeda dari sebelumnya yag hanya semenisasi, namun yang baru akan dibaluti aspal.</p>
<p>“Jalannya juga akan di <em>overlay</em>,” paparnya.</p>
<p>Pekerjaan yang direncanakan tahun ini diakuinya bukan menggunakan dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Bontang, melainkan melalui dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yaitu melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) fisik 2020.</p>
<p>“Anggaran yang dibutuhkan sebesar Rp 6,3 miliar,&#8221; sebutnya. (Zaenul)</p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/waduh-penopang-jembatan-jalan-pontianak-longsor/">Waduh, Penopang Jembatan Jalan Pontianak Longsor</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Terdampak Banjir, 40 KK di Telihan Akan Direlokasi</title>
		<link>https://bontangpost.id/terdampak-banjir-40-kk-di-telihan-akan-direlokasi/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[M Zulfikar Akbar]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 19 Jul 2019 23:00:25 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bontang]]></category>
		<category><![CDATA[Banjir Bontang]]></category>
		<category><![CDATA[telihan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://bontangpost.id/?p=63750</guid>

					<description><![CDATA[<p>BONTANG – Sekira sebanyak 40 kepala keluarga (KK) di Kelurahan Telihan, Kecamatan Bontang Barat akan direlokasi oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang. Hal ini lantaran rumah warga terdampak banjir. Lurah Gunung Telihan, Hamdani menerangkan warga yang termasuk dalam dua lokasi yaitu RT 25 dan 29. Walaupun curah hujan rendah, air akan merendam kediaman warga. Apalagi saat [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/terdampak-banjir-40-kk-di-telihan-akan-direlokasi/">Terdampak Banjir, 40 KK di Telihan Akan Direlokasi</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>BONTANG – Sekira sebanyak 40 kepala keluarga (KK) di Kelurahan Telihan, Kecamatan Bontang Barat akan direlokasi oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang. Hal ini lantaran rumah warga terdampak banjir.<br />
Lurah Gunung Telihan, Hamdani menerangkan warga yang termasuk dalam dua lokasi yaitu RT 25 dan 29.</p>
<p>Walaupun curah hujan rendah, air akan merendam kediaman warga. Apalagi saat air sungai meluap.<br />
Pasalnya daerah tersebut merupakan cekungan. Katanya, daerah tersebut memang sulit terhindar dari banjir, lantaran air akan mengalir ke wilayah tersebut. “Sudah kami usulkan ke Pemkot,” ungkapnya, beberapa waktu lalu.</p>
<p>Meski dirinya belum bertemu langsung dengan warga, Hamdani mengklaim warga telah setuju untuk direlokasi ke tempat lebih aman. Informasi itu didapatkan dari ketua RT setempat, yang telah berbicara langsung dengan warganya. “Pak RT yang bilang warga mau dipindahkan,” ucapnya.</p>
<p>Menurut rencana Pemkot Bontang, warga tersebut akan dipindahkan ke tempat yang lebih aman, yaitu dibangunkan rumah susun milik (Rusunami),  dengan menggunakan anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD). “Bukan rusunawa tapi rusunami,” ujarnya.</p>
<p>Namun dia belum bisa memastikan, kapan warga tersebut akan direlokasi. Serta di manakah lokasi akan dibangunnya rusunami tersebut. “Saya berharap nanti sistemnya bukan ganti rugi, tapi ganti untung,” katanya.</p>
<p>Di lokasi rumah warga saat ini, rencananya akan dibangun tampungan air yang berguna menjadi daerah resapan air. Ini menjadi salah satu langkah dalam menanggulangi banjir yang melanda Kota Taman. “Warga dipindahkan, tempat itu akan dijadikan polder,” ucapnya. (Zaenul)</p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/terdampak-banjir-40-kk-di-telihan-akan-direlokasi/">Terdampak Banjir, 40 KK di Telihan Akan Direlokasi</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Api Habiskan Atas Rumah di Telihan</title>
		<link>https://bontangpost.id/api-habiskan-atas-rumah-di-telihan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[M Zulfikar Akbar]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 12 Jun 2019 01:08:49 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bontang]]></category>
		<category><![CDATA[Breaking News]]></category>
		<category><![CDATA[kebakaran]]></category>
		<category><![CDATA[telihan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://bontangpost.id/?p=62615</guid>

					<description><![CDATA[<p>BONTANG &#8211; Warga Jalan Tarakan RT 18 Kelurahan Gunung Telihan dihebohkan dengan kepulan asap hitam melambung. Asap itu berasal dari sebuah rumah tingkat berwarna hijau bernomor rumah 11. Dari pantauan Bontangpost.id saat ini si jago merah telah melahap bagian atas rumah tersebut. Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkartan) Bontang yang di lengkapi truk pemadam dan [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/api-habiskan-atas-rumah-di-telihan/">Api Habiskan Atas Rumah di Telihan</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>BONTANG &#8211; Warga Jalan Tarakan RT 18 Kelurahan Gunung Telihan dihebohkan dengan kepulan asap hitam melambung. Asap itu berasal dari sebuah rumah tingkat berwarna hijau bernomor rumah 11.</p>
<p>Dari pantauan <em>Bontangpost.id</em> saat ini si jago merah telah melahap bagian atas rumah tersebut. Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkartan) Bontang yang di lengkapi truk pemadam dan peralatan lengkap lainnya tengah berjibaku melakukan pemadaman.</p>
<p>hingga berita ini diturunkan, belum diketahui secara pasti penyebab musibah ini terjadi. Tidak hanya Disdamkartan Bontang, nampak Kapolres Bontang AKBP Siswanto Mukti juga turun langsung memantau kejadian tersebut. (Zaenul)</p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/api-habiskan-atas-rumah-di-telihan/">Api Habiskan Atas Rumah di Telihan</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Hari Terakhir Ramadan Tanpa Sahur</title>
		<link>https://bontangpost.id/hari-terakhir-ramadan-tanpa-sahur/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[M Zulfikar Akbar]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 04 Jun 2019 01:19:03 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bontang]]></category>
		<category><![CDATA[Banjir Bontang]]></category>
		<category><![CDATA[guntung]]></category>
		<category><![CDATA[telihan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://bontangpost.id/?p=62388</guid>

					<description><![CDATA[<p>HARI terakhir Ramadan terpaksa dilalui sebagian besar warga Kelurahan Guntung dengan susah payah. Mereka harus berjibaku dengan banjir. Terburuk dari banjir-banjir sebelumnya. Saat sebagian asyik menyantap sahur, mereka sibuk menyelamatkan diri. Atau mengamankan barang-barang berharga. Seperti yang dilakukan Sudirman. Warga RT 11, Kelurahan Guntung, itu harus sahur sambil berdiri. Air menerjang masuk sampai satu meter. [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/hari-terakhir-ramadan-tanpa-sahur/">Hari Terakhir Ramadan Tanpa Sahur</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>HARI terakhir Ramadan terpaksa dilalui sebagian besar warga Kelurahan Guntung dengan susah payah. Mereka harus berjibaku dengan banjir. Terburuk dari banjir-banjir sebelumnya.</p>
<p>Saat sebagian asyik menyantap sahur, mereka sibuk menyelamatkan diri. Atau mengamankan barang-barang berharga.</p>
<p>Seperti yang dilakukan Sudirman. Warga RT 11, Kelurahan Guntung, itu harus sahur sambil berdiri. Air menerjang masuk sampai satu meter. “Padahal sebelumnya tidak pernah kebanjiran,” katanya.</p>
<p>Nasib sama juga dialami warga Kelurahan Gunung Telihan, Djumad Raja (40) yang terbangun lantaran dikejutkan sirene air oleh petugas, sekitar pukul 02.00 wita. Setelah beranjak dari tempat tidurnya, air telah tergenang di sekitar rumahnya, sehingga dia langsung mengevakuasi istri dan dua anaknya ke pinggir Jalan Soekarno Hatta.</p>
<p>Naas ketika kembali ke rumahnya, air sudah masuk ke dalam, sehingga dia hanya menyelamatkan kendaraan roda duanya saja dan barang elektronik yang dipindahkan ke tempat lebih tinggi. “airnya tinggi sampai sebadan,&#8221; ucapnya. (Edwin/Zaenul)</p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/hari-terakhir-ramadan-tanpa-sahur/">Hari Terakhir Ramadan Tanpa Sahur</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
