• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Kaltim

Urusan Tanah di Sekitar IKN Masih Rawan, SDM Lokal Mesti Dikembangkan

by BontangPost
24 Mei 2021, 15:03
in Kaltim
Reading Time: 3 mins read
0
Salah satu kawasan yang masuk IKN.

Salah satu kawasan yang masuk IKN.

Share on FacebookShare on Twitter

bontangpost.id – Penajam Paser Utara (PPU) mesti mampu menjadi surga bagi masyarakatnya sendiri. Terlebih dengan wacana pemindahan ibu kota negara (IKN) ke Kaltim, mitigasi konflik sosial budaya sangat penting agar tidak merugikan warga lokal.

Dalam bincang Kaltim Post Talk Show (grup bontangpost.id), Jumat (21/5/2021) sore, wartawan senior Kaltim Post Ajid Kurniawan mengundang dua narasumber dari dunia akademisi sekaligus pengamat. Yakni, pengamat sosial yang juga dosen FISIP Universitas Mulawarman Daryono, serta Direktur Pascasarjana Universitas Balikpapan Rendy Susiswo Ismail.

Dikatakan Daryono, konflik sosial yang terjadi di daerah yang kini menjadi calon IKN baru tidak hanya persoalan tanah, tapi juga kemiskinan dan kriminalitas pun harus diperhatikan. Serta mengingatkan pemerintah akan tanah yang merupakan aset daerah mesti diselamatkan agar ke depan bisa digunakan demi kepentingan publik.

Tanpa perlu membangun atau membentuk lembaga baru, menurut dia, keberadaan dinas terkait kini harus lebih meningkatkan quality control-nya. Supaya kaum marginal tidak menjadi korban seperti kasus-kasus yang sudah ada sebelumnya. Tanah mereka direbut paksa, sekalipun memiliki sertifikat.

Baca Juga:  Sambut IKN, Kota Taman Butuh PTN

Agar tidak terjadi kecemburuan dan kesenjangan sosial lainnya, Daryono juga menuturkan, para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di daerah harus diberi bekal serta pengalaman. Sebab, UKM memiliki potensi besar dalam nilai perekonomian. Pembekalan mulai dari ide, marketing, hingga budgeting bila memang diperlukan. Serta melibatkan mereka dalam berbagai pameran ataupun mengikutsertakan di berbagai perlombaan.

“Bekal dan pengalaman penting, ibarat keran harus dibuka lebar supaya (pelaku UMKM) mereka mendapatkan akses, siap bila ada pendatang dari luar dan siap bersaing. Karena UMKM punya kontribusi dalam penguatan ekonomi nasional sehingga harus diperhatikan,” ungkapnya.

Lanjut dia, pengembangan sumber daya manusia (SDM) tidak hanya bagi pelaku UMKM, tetapi para pejabat publik atau masyarakat mulai dari RT hingga kepala daerah, harus capable, memiliki integritas, dan visioner.

Baca Juga:  Dampak IKN, PPU Tumbuh 15 Persen, Jembatan Tol Teluk Balikpapan Digodok

“Jangan sampai kaya rencana, tapi tidak ada aksi. Supaya tidak ada ketimpangan, SDM lokal harus dikembangkan. Agar kota penyangga maupun IKN sama-sama memiliki SDM yang berkualitas,” tegasnya.

Rendy menilai, pemindahan IKN ke PPU, harus direspons tidak hanya oleh PPU itu sendiri, tetapi juga Kutai Kartanegara, Balikpapan, maupun kota penyangga lainnya, seluruh Kaltim. Dalam rencana strategis, pemerintah harus membangun sinergitas. Sebab, IKN bukan hanya kepentingan pusat, tapi juga melibatkan pemerintah provinsi dan kabupaten/kota.

Sejauh ini, dia melihat regulasi atau pendekatan bantuan bagi UMKM tidak jelas. Wajar bila terjadi kekhawatiran dari masyarakat marginal. Begitupun regulasi pertanahan sampai sekarang dirasa masih sangat rumit. Membuat konflik dan gejolak sosial tidak bisa dihindari, baik dengan pemerintah maupun korporasi.

“Konflik kepentingan tidak hanya dengan pemerintah tapi juga korporasi, yang melakukan eksploitasi dan tindakan represif terhadap masyarakat lokal. Maka, bila tidak segera disikapi dengan regulasi yang tepat konflik itu terus terjadi. Membuat ongkos sosial dan target pembangunan sulit tercapai,” tuturnya.

Baca Juga:  Kompetensi dan Potensi 18 Ribu ASN di Sekitar IKN Akan Diuji oleh BKN

Reformasi di bidang agraria masih dipertanyakan. Draf rancangan reformasi regulasi pertanahan belum ada. Sentralisasi terkait pertanahan, kata Rendy, merugikan masyarakat. Banyak kasus ditemukan, masyarakat lokal terusir dan kehilangan tanah leluhur yang telah mereka jaga dari generasi ke generasi.

Kalah dengan penguasa atau korporasi maupun pemilik kepentingan hanya dalam waktu relatif singkat. Sehingga membuat keberadaan sertifikat kini bukan lagi jaminan.

Di samping itu, dia mengimbau seluruh instansi dan stakeholder bisa duduk bersama demi wujudkan pembangunan IKN di Kaltim. Mencerna masalah atau konflik dan membuat solusi bersama. Dia mengingatkan pula kepada pemerintah untuk bisa melibatkan para akademisi maupun para ahli atau spesialis lokal, bukan hanya mengandalkan orang dari luar daerah atau luar negeri. (lil/dwi/k8)

Tags: ikn
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Komisi III DPRD Bontang Klaim Air di Waduk Kanaan Tak Laik Konsumsi

Next Post

Faisal Nilai Waduk Kanaan Cocok untuk Tempat Wisata

Related Posts

Akses Tol dari Bandara Sepinggan ke IKN Ditarget Tuntas 2028
Bontang

Akses Tol dari Bandara Sepinggan ke IKN Ditarget Tuntas 2028

14 Oktober 2026, 13:00
Regulasi Berbenturan, 15 Ribu Pekerja Tambang di Lingkar IKN Terancam PHK Massal
Kaltim

Regulasi Berbenturan, 15 Ribu Pekerja Tambang di Lingkar IKN Terancam PHK Massal

6 Juli 2026, 08:00
Tangis Warga Adat di Tengah Pembangunan IKN, Kini Air Bersih pun Harus Dibeli
Lingkungan

Tangis Warga Adat di Tengah Pembangunan IKN, Kini Air Bersih pun Harus Dibeli

25 Mei 2026, 15:17
4.236 Hektare Tambang Ilegal Kepung IKN, Smart Forest City Terancam
Kaltim

4.236 Hektare Tambang Ilegal Kepung IKN, Smart Forest City Terancam

14 Mei 2026, 17:00
IKN Diserbu 143 Ribu Pengunjung saat Lebaran, UMKM Raup Omzet Belasan Juta
Kaltim

IKN Diserbu 143 Ribu Pengunjung saat Lebaran, UMKM Raup Omzet Belasan Juta

30 Maret 2026, 09:00
Lebaran 2026: IKN, hingga Labuan Cermin Jadi Magnet Wisata di Kaltim
Kaltim

Lebaran 2026: IKN, hingga Labuan Cermin Jadi Magnet Wisata di Kaltim

25 Maret 2026, 12:00

Terpopuler

  • Seng Penutup Jalan Gotong Royong Dibongkar Paksa, Wali Kota Neni; Fasilitas Publik Tidak Boleh Ditutup

    Seng Penutup Jalan Gotong Royong Dibongkar Paksa, Wali Kota Neni; Fasilitas Publik Tidak Boleh Ditutup

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Jalan yang Dibangun dengan APBD Rp13 Miliar Ditutup Seng, Warga Kampung Gotong Royong Bontang Terdampak

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Wanita di Loktuan Bontang Diringkus Polisi, Sabu Ditemukan di Pinggir Jalan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Akses Jalan Gotong Royong Ditutup, Warga Klaim Belum Terima Ganti Rugi Lahan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Polisi Pastikan Isu Jasad Bayi Ditukar Bantal di Bontang Rekayasa, Perempuan Akui Tak Hamil

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.