BONTANGPOST.ID, Bontang – Pengetahuan tentang alat pemadam api ringan (APAR) yang selama ini dipelajari siswa SMKN 1 Bontang melalui teori, kini diuji langsung lewat praktik. Ratusan siswa mendapat kesempatan mencoba cara menggunakan APAR bersama petugas Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkartan) Bontang.
Sebanyak 144 siswa kelas X dari jurusan Kimia Industri dan Kimia Analis mengikuti edukasi pencegahan kebakaran yang digelar Disdamkartan, Jumat (2/10/2026).
Dalam kegiatan tersebut, petugas penyuluh tidak hanya menjelaskan fungsi APAR. Siswa juga diperkenalkan dengan langkah awal menghadapi api, penggunaan handuk basah, hingga prosedur keselamatan yang perlu diperhatikan saat terjadi kebakaran.
Praktik penggunaan APAR menjadi bagian yang paling banyak mendapat perhatian. Siswa dan sejumlah guru diberi kesempatan mencoba langsung alat tersebut agar tidak hanya mengetahui tahapan penggunaannya, tetapi juga memiliki pengalaman ketika harus mengoperasikannya dalam kondisi darurat.
Guru Kimia SMKN 1 Bontang Inggar Pratiwi mengatakan materi penggunaan APAR sebenarnya sudah diperoleh siswa dalam pembelajaran di sekolah. Namun, praktik bersama petugas membuat pemahaman mereka menjadi lebih lengkap.
“Di sekolah sebenarnya sudah ada materi penggunaan APAR. Tetapi dengan adanya praktik langsung dari Disdamkartan, anak-anak jadi lebih memahami bagaimana cara menggunakannya,” ungkapnya.
Menurut Inggar, pengalaman tersebut juga menjadi bekal yang dapat digunakan siswa di luar lingkungan sekolah. Pengetahuan dasar mengenai penanganan api dinilai penting karena situasi kebakaran dapat terjadi di berbagai tempat.
“Ini sangat membantu sebagai perbekalan anak-anak, bukan hanya di sekolah tetapi juga ketika mereka berada di rumah atau di tempat lain,” ujarnya.
Edukasi tersebut dipandu Petugas Penyuluh Kebakaran Disdamkartan Bontang Rudy Wicaksono dan Sunarto. Penyampaian materi dibuat lebih banyak melalui praktik agar peserta dapat memahami cara menggunakan APAR sekaligus mengetahui batas aman ketika melakukan penanganan awal kebakaran.
Disdamkartan berharap kegiatan serupa dapat membantu memperluas pemahaman mengenai pencegahan kebakaran sejak usia pelajar. Dengan begitu, siswa tidak hanya mengetahui langkah yang harus dilakukan ketika muncul api, tetapi juga memahami pentingnya keselamatan sebelum mencoba melakukan penanganan.
“Untuk memperkuat pemahaman masyarakat mengenai pencegahan kebakaran sejak usia pelajar,” ungkapnya. (*)







