bontangpost.id – Penyaluran dosis kedua booster bagi tenaga kesehatan akan kembali dilaksanakan dalam waktu dekat. Setelah Dinas Kesehatan (Diskes) mendapatkan suplai 167 vial vaksin merek Pfizer dari Kementerian Kesehatan.
Jubir Satgas Penanganan Covid-19 Adi Permana mengatakan vaksin ini datang Selasa (23/8) sekira 22.00. Langsung disimpan di Gedung Farmasi Kesehatan.
Namun demikian pendistribusian nantinya dipastikan bertahap. Sebab dengan jumlah vaksin yang datang belum menjangkau seluruh sumber daya manusia di bidang kesehatan. “Yang datang hanya 1.002 dosis sementara kebutuhan itu 2.900 dosis,” kata Adi.
Sasaran utama ialah nakes yang bersentuhan langsung dengan pelayanan pasien. Mengingat mereka yang berisiko terpapar virus dari Tiongkoktersebut. Mulai dari dokter, perawat, bidan, dan petugas laboratorium. Sementara untuk manajemen fasilitas kesehatan diharapkan tahap berikutnya. Karena logistiknya yang datang jumlahnya tidak sesuai dengan total SDM Kesehatan di Kota Taman.
“Jumlah ini masih belum cukup. Memang semua nakes sudah berhak dapat lagi. Utamanya yang sudah dapat booster pertama. Tetapi kami minta bagianpelayanan dulu sedangkan supporting nanti,” ucapnya.
Rencananya dalam waktu dekat penyaluran akan diberikan. Skemanya tetap yakni Diskes akan mendistribusikan vaksin ke tiap fasilitas kesehatan. Adapun faskes berskala kecil bakal digabung. Langkah ini lebih mudah dalam pengawasan pendistribusian. “Karena yang mengerti nakesnya ialah faskes masing-masing,” tutur dia.
Sejatinya sebelumnya Diskes telah membuka booster kedua nakes ini terpusat di gedung Arena MTQ sejak pekan lalu. Tetapi karena ketersediaan vaksin terbatas hanya bisa menjangkau staf Diskes dan beberapa nakes di Puskesmas. Ia menerangkan kebutuhan vaksin booster kedua sangat diperlukan. Sebab tenaga kesehatan merupakan garda terdepan dalam memerangi pandemi covid-19. Termasuk ikut dalam menyalurkan vaksinasi kepada masyarakat.
“Pandemi belum berakhir. Sementara kekebalan tubuh ketika sudah menginjak enam bulan pasca vaksinasi sebelumnya itu sudah menurun. Jadi butuh dosis kedua booster,” terangnya.
Pemerintah pusat telah mengeluarkan kebijakan jika booster pertama menggunakan Moderna maka booster kedua bisa menggunakan merek serupa atau Pfizer. Namun untuk Moderna saat ini mengalami hambatan terkait stok. Dengan ketentuan untukpemberian Pfizer ialah setengah dosis atau 0,15 mililiter. Berdasarkan cakupan vaksinasi per 23 Agustus untuk booster kedua nakes baru 85 orang tersalurkan atau 4,5 persen. Padahal jumlah yang telah mendapatkan booster pertama sebesar 2.514 nakes. (ak)

