BONTANG – Jumlah kebakaran tahun ini mengalami peningkatan. Jika pada 2017 terdapat 26 kejadian, pada 2018 bertambah tiga kebakaran. Sebagian besar merupakan kebakaran lahan.
Data yang dihimpun Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkartan) Bontang, terjadi 11 kebakaran lahan. Sementara kebakaran rumah tinggal, gudang, atau jenis bangunan lainnya yang menimbulkan kerugian besar berhasil ditekan. Jika 2017 lalu terjadi 9 kasus, tahun ini menjadi 6 kasus.
Komandan Pleton Disdamkartan Rudi Pancoro mengatakan, kebakaran lahan banyak terjadi di Kelurahan Bontang Lestari. Jenis kebakaran ini meningkat 3 kali lipat dari tahun sebelumnya. Puncaknya, kata dia, saat musim kemarau yang cukup panjang antara Agustus-November lalu.
Untuk menekan kasus kebakaran, pihaknya pada awal 2019 akan gencar melakukan sosialisasi ke kecamatan-kecamatan. Utamanya kecamatan yang paling banyak terjadi kasus kebakaran.
“Berdasarkan data kami, wilayah Kecamatan Bontang Selatan yang lebih sering terjadi kebakaran,” ujarnya, Sabtu (21/12).
Pihaknya pun juga juga mengucapkan terima kasih kepada beberapa masyarakat yang selalu sigap membantu petugas Disdamkartan dalam menekan terjadinya musibah kebakaran besar melalui penyelamatan dini sehingga tidak sampai menimbulkan kerugian yang lebih besar.
Beberapa kasus kebakaran kecil tersebut seperti korsleting, kebakaran dinding dan plafon rumah, kebakaran kabel listrik milik PLN, kebocoran selang kompor gas, kebakaran wajan, kebakaran cerobong asap, hingga kebakaran KWH listrik.
“Meski tetap menimbulkan kerugian, tetapi tidak sebesar jika semuanya hangus terbakar. Dalam penanganan saat kebakaran pun kami juga selalu berupaya semaksimal mungkin. Agar api tidak merembet ke bangunan lainnya,” tuturnya.
Ke depan Rudi berharap, masyarakat bisa lebih meningkatkan kewaspadaan. Sehingga angka kebakaran dapat ditekan.
Di sisi lain, Disdamkartan bakal mendapat tambahan armada. Dua tangki dan 2 mobil penyemprot. Rudi menyebut, banyak armada Damkar yang telah rusak. Yang saat ini digunakan juga sudah tua. “Semoga dengan penambahan ini nanti kinerja kami bisa lebih maksimal lagi,” harapnya.
Tidak hanya armada, tahun depan pos jaga Disdamkartan juga akan ditambah di dua titik. Yaitu di wilayah Kelurahan Berebas Tengah dan Kelurahan Loktuan. Hal ini untuk mempercepat penanganan ketika terjadi kebakaran.
“Selama ini ketika ada kebakaran, kami selalu berangkat dari Mako Damkar. Nantinya jika di suatu wilayah ada terjadi kebakaran, pos terdekat bisa bantu mem-back up,” terangnya,
Penambahan pos ini, juga dibarengi dengan penambahan personel. Nantinya jika anggaran mencukupi, penambahan akan dilakukan melalui open recrutmen.
“Rencananya setelah Berebas Tengah dan Loktuan, kami berencana mendirikan di wilayah Bontang Lestari karena lokasi tersebut juga rawa terjadi kebakaran. Khususnya kebakaran lahan,” tukasnya.
Sebelumnya diberitakan, dari 11 unit armada milik Disdamkartan, hanya 4 unit yang masih laik digunakan. Selebihnya, kondisinya sudah rusak parah. Akibatnya, armada yang berjumlah tujuh unit tersebut hanya mangkrak di halaman belakang kantor Disdamkartan. (bbg)
DATA KEBAKARAN SELAMA 2017-2018 DI BONTANG
JENIS 2017 2018
Kebakaran Rumah/Gudang/Bangunan Lainnya 9 6
Kebakaran Lahan 4 11
Kebakaran Ringan/Lainnya 12 12
Sumber: Disdamkartan Bontang







