• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Nasional

337 Juta Data Dukcapil Diduga Bocor dan Dijual di Dark Web

by Redaksi Bontang Post
18 Juli 2023, 13:24
in Nasional
Reading Time: 1 min read
0
Share on FacebookShare on Twitter

bontangpost.id – Sekitar 337 data warga Indonesia di Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) diduga bocor dan diduga dijual di situs Dark Web.

Dugaan Kebocoran data tersebut diungkap oleh pendiri Ethical Hacker Indonesia, Teguh Aprianto lewat akun Twitter pribadinya @secgron pada Minggu (16/7). Dijelaskan bahwa data yang bocor adalah nama, NIK, nomor KK, tanggal lahir, alamat, nama ayah, nama ibu, NIK ayah, NIK ibu, nomor akta kelahiran/nikah dan lain-lain.

“Kali ini yang bocor adalah data kita semua di Dukcapil sebanyak 337 juta,” ungkap akun Twitter @secgron.

Dalam unggahannya, Teguh meminta Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kemendagri untuk segera melakukan tindakan atas kebocoran data tersebut karena merugikan masyarakat.

Menanggapi kasus tersebut, Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) telah menggandeng Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) dan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) untuk melakukan investigasi terkait dugaan kebocoran data.

Kasus peretasan dan kebocoran data di Indonesia bukan hal yang baru lagi. Sering kali data penting masyarakat menjadi sasaran empuk para hacker untuk melakukan peretasan. Kasus lainnya yaitu seperti dugaan peretasan data paspor WNI, kebocoran data Bank Syariah, kebocoran data BPJS Ketenagakerjaan, hingga pribadi data pejabat alami hal serupa. (Jawapos) 

Print Friendly, PDF & Email
Tags: Data bocor
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Diduga Terkikis Banjir, Jembatan Menuju SMK Nusantara Ambrol

Next Post

Penduduk Miskin di Kaltim Berkurang 11 Ribu Orang

Related Posts

No Content Available

Terpopuler

  • Sekolah Swasta Bontang Tolak Penambahan Kelas di SMA 1 dan 2, Guru Terancam Menganggur

    Sekolah Swasta Bontang Tolak Penambahan Kelas di SMA 1 dan 2, Guru Terancam Menganggur

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Wanita Bontang Ditipu Pria Ngaku Pengusaha Tambang, Modus Bergaya Sultan Rugikan Rp1,1 Miliar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sektor Tambang Tertekan, PHK di Kaltim Berpotensi Tembus 1.500 Orang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pro-Kontra Rombel, Komite SMAN 1 Bontang Pilih Dukung Penambahan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • RSUD Bontang Tambah Layanan Urologi, Pasien Tak Perlu Dirujuk ke Luar Daerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.