bontangpost.id – Sebanyak 453 warga Bontang mengikuti pelatihan di berbagai bidang. Pelatihan itu diselenggarakan oleh Dinas Ketenagakerjaan. Utamanya agar kemampuan masyarakat meningkat.
Kepala Dinas Ketenagakerjaaan Bontang Abdu Safa Muha mengungkapkan bahwa kegiatan dilaksanakan menggunakan APBD murni 2023. Meski begitu, dengan adanya proyeksi APBD perubahan senilai Rp 2,2 triliun, ia berharap dapat menggelar kegiatan serupa.
“Ya kalau ada alokasi dari APBD perubahan, enggak menutup kemungkinan bisa mengadakan kegiatan ini lagi. Karena memang peningkatan kemampuan masyarakat, terlebih untuk dunia kerja sangat diperlukan,” ucapnya.
Rata-rata pelatihan diadakan di Kota Bontang. Namun pelatihan satpam akan dilakukan di Tenggarong karena peserta harus menginap di asrama.
“Kalau output dari pelatihan adalah sertifikat. Khusus untuk satpam akan dapat sertifikat dan ijazah. Istilahnya ijazah kan lebih ‘mahal’. Sekarang pun banyak peminatnya. Jumlah peserta sementara ada 18 orang,” tambahnya.
Untuk diketahui, saat ini yang berhak mengadakan pelatihan satpam ialah Mabes Polri ataupun badan usaha jasa pengamanan (BUJP). Dengan Polda dan Polres sebagai instruktur. Pun penerbitan surat izin operasional (SIO), kartu tanda anggota (KTA), dan surat izin penggunaan borgol dan tongkat dilakukan oleh pusat. (*)

