bontangpost.id – Kecelakaan lalu lintas di Bontang mengalami peningkatan. Selama Januari hingga Juni 2022 ini, Satlantas Polres Bontang telah mencatat 25 kasus kecelakaan. 14 di antaranya meninggal.
Kendati tidak signifikan namun angka ini mengalami peningkatan dibanding tahun 2021. Periode yang sama, kecelakaan tercatat 24, dengan korban meninggal sebanyak 8 orang.
Dikatakan Kasat Lantas Polres Bontang AKP Edy Haruna, kecelakaan tak hanya terjadi di wilayah kota, tapi kebanyakan juga di jalan poros Bontang. Seperti Muara Badak dan Marangkayu. Akibatnya, tak hanya 14 orang meninggal, 1 orang lainnya mengalami luka berat, dan 14 orang mengalami luka ringan.
“24 orang tidak mengalami luka, hanya kerugian material,” ujarnya usai mengikuti apel gabungan Operasi Patuh Mahakam, Senin (13/6/2022) di halaman Mapolres Bontang.
Rata-rata kecelakaan diakibatkan kelalaian pengendara atau out of control. “Ada juga karena faktor alam, jalanan licin, mengakibatkan kecelakaan,” ujarnya.
Mereka yang terlibat kecelakaan lalu lintas hingga membuat fasilitas umum mengalami kerusakan, diminta untuk bertanggung jawab. “Yang membuat tanaman, trotoar, dan lain-lain rusak, mereka ganti itu, tanggung jawab,” jelasnya.
Kasat Lantas mengingatkan kepada pengendara agar lebih berhati-hati dan mematuhi aturan berlalu lintas. “Jangan kebut-kebutan, jaga keselamatan bukan hanya untuk diri sendiri, tapi pengendara lain juga,” pungkasnya. (*)







