Perbaikan Jembatan Sambera di Kecamatan Muara Badak yang dilakukan Pemkab Kukar kurang dirasakan manfaatnya oleh warga. Kerusakan yang muncul berkali-kali, mengundang reaksi dari banyak pihak.
bontangpost.id – Sejumlah perusahaan migas dan batu bara melakukan perbaikan Jembatan Sambera, Rabu (15/6). Padahal, jembatan itu belum lama diperbaiki Pemkab Kukar dengan anggaran sekitar Rp 1,1 miliar.
Sayangnya, perbaikan jembatan sementara tersebut tak berlangsung lama. Pelat baja yang dipasang pada jembatan justru sering terbuka dan dianggap membahayakan pengendara.
Anggota Komisi I DPRD Kukar Ma’ruf Marjuni mengaku geram dengan hasil perbaikan berkali-kali tapi tidak bertahan lama. Ia pun mengkritisi besarnya anggaran yang dialokasikan pada jembatan tersebut. Namun, ternyata justru belum memberikan manfaat yang besar bagi warga setempat.
Ia juga mempertanyakan perencanaan perbaikan sementara Jembatan Sambera. Ia membandingkan dengan perbaikan yang dilakukan oleh perusahaan secara swadaya, justru lebih baik.
“Kalau bisa kontraktor PU bisa belajar juga ke perusahaan. Bagaimana memperbaiki jembatan tersebut,” kata Ma’ruf.
Tak hanya itu, Ma’ruf juga meminta agar proses pemilihan kontraktor lebih selektif lagi, sehingga kualitas proyek benar-benar dirasakan manfaatnya. “Dalam pemilihan kontraktor harapannya tidak main-main dan lebih selektif,” tambahnya.
Ironinya, kata dia, perbaikan jembatan yang menelan biaya miliaran rupiah, hasilnya tak maksimal. Terpisah, Ketua KNPI Muara Badak Muhammad Habibi mengatakan, pihaknya kecewa dengan hasil perbaikan jembatan tersebut.
Terlebih lagi, jalur tersebut menurutnya sangat vital dan menjadi urat nadi perekonomian warga Muara Badak dan sekitarnya. “Tolong jangan main-main kalau mengerjakan proyek di Muara Badak. Karena jika hasilnya tidak baik, pasti akan kami kritisi,” kata Habibi.
Ia mengatakan, sering mengabarkan kondisi jembatan tersebut kepada Dinas PU Kukar. Sempat dilakukan perbaikan, namun jembatan tersebut kembali rusak. “Saat ini yang melakukan perbaikan kembali jembatan pihak perusahaan,” tambahnya.
Diwartakan sebelumnya, setelah dilakukan perbaikan sementara, Jembatan Sambera kembali mengalami kerusakan. Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kukar berencana membangun jembatan permanen tahun depan.
Kabid Bina Marga Dinas PU Kukar Restu Irawan mengatakan, rusaknya jembatan diduga akibat banyaknya kendaraan yang melintas melebihi standar yang ditetapkan.
Beban kendaraan yang melintas untuk jembatan hanya 8 ton. Namun, kendaraan yang melintas ada yang mencapai 12 ton. “Jadi banyak yang melintas melebihi dari kapasitas atau kemampuan jalan,” katanya. (qi/kri/k16)






