bontangpost.id – Jalur penyeberangan Bontang-Mamuju melalui Pelabuhan Loktuan terus diupayakan Pemerintah Kota Bontang. Dalam hal ini kapal perintis diusulkan sebagai armada dalam jalur tersebut.
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Bontang Ahmad Suharto mengatakan sejauh ini wacana tersebut masih dalam proses. Meski belum diketahui pasti kapan jalur tersebut dibuka.
“Kami mengusulkan itu. Jenis kapal perintis apa yang akan beroperasi kami masih belum tahu,” ujarnya Selasa (23/8/2022).
Sebelumnya, kapal cepat Jetliner yang memiliki ukuran sama dengan KM Binaiya digadang menjadi kapal dengan rute Bontang-Mamuju. Namun, wacana itu diurungkan lantaran banyak kendala.
Seperti, fasilitas pelabuhan Mamuju tidak memenuhi standar lantaran hanya memiliki luasan 60 meter. Padahal kapal Jetliner memiliki ukuran sekitar 99,80 meter. “Otomatis kapal tidak bisa sandar di pelabuhan Mamuju,” imbuhnya.
Dikatakan Suharto, wacana pembukaan trayek Bontang-Mamuju turut mencuri perhatian swasta yang ingin menawarkan diri dalam rute tersebut.
“Jadi ada dua opsi sejauh ini. Pelni mau lihat dulu kapal yang pas seperti apa. Baik yang diajukan pemerintah maupun dari swasta. Tapi, kami masih belum bisa bocorkan nama perusahaan swasta itu,” timpalnya.
Terpisah, Kepala PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) Samarinda-Bontang Syarif Hidayat mengungkapkan sejauh ini pihak Direktorat Lalu Lintas dan Angkutan Laut (Dirlala) Kementerian Perhubungan masih menimbang dua opsi tersebut.
“Belum ada keputusan. Kalau sudah bisa dipastikan baru usulan lain bisa diajukan untuk rute Bontang, Palu, Mamuju, dan Karongkong. Pembahasan kemarin rapat baru sebatas kapal perintis,” sebutnya.
Pria yang akrab disapa Ujang ini bilang, apabila rute baru tersebut disetujui menggunakan kapal perintis maka, Pemerintah Kota Bontang diminta untuk menyediakan bahan bakar minyak bersubsidi.
“Untuk jaga-jaga saja. Jadi, pemerintah tidak kaget dan sudah mempersiapkan dengan matang apabila opsi itu jadi keputusan,” tandasnya. (*)





