bontangpost.id – Masalah banjir di Kota Taman harus segera diurai. Sebab pada tahun ini musibah ini sudah terjadi empat kali. Wakil Ketua DPRD Agus Haris mengatakan masyarakat dianggap wajar jika marah kepada eksekutif maupun legislatif. Sebab kedua institusi ini yang bisa mengambil kebijakan terkait penyelesaian masalah banjir.
“Saya ingin mendorong kepada eksekutif ayo segera selesaikan banjir. Ini tugas bersama. Bukan hanya eksekutif,” kata pria yang juga akrab disapa AH ini.
Politikus Partai Gerindra ini bakal menyisir APBD Perubahan tahun ini. Utamanya bagi kegiatan yang tidak bersifat mendesak maka harus dialihkan untuk penanganan banjir. Sebab jika tidak segera diatasi warga bakal menjerit dengan keadaan ini. Khususnya mereka yang berdomisili di wilayah dampak banjir.
“Tidak usah terlalu jauh terkait dampak material yang dirasakan korban. Memindahkan barang dari kepungan air dan mengembalikannya itu sudah berjuang benar,” ucapnya.
Bentuknya dengan normalisasi sungai dan pembuatan parit besar agar bisa menyimpan volume debit air yang banyak. Sebelum dibuang ke laut. Selain itu, ia juga berpandangan perlu pengoptimalan Waduk Kanaan. Sebab ketika limpasan air dari hulu sangat tinggi maka infrastruktur itu bisa menjadi tempat penampungan sementara.
“Saat ini volume tampung Waduk Kanaan belum maksimal. Jika dikeruk lagi sampai 4-5 meter dari luasan yang ada maka percaya debit tinggi sisa 20 persen,” tutur dia.
Angka itu yang dialirkan ke daerah aliran sungai Bontang. Nantinya jika kondisi air laut surut maka tampungan di Waduk Kanaan bisa dilepas perlahan-lahan.
Berdasarkan perencanaan yang dilakukan pada 2013 kapasitas tampung dari dasar danau sampai muka air tertinggi yakni lima meter. Dengan area luasan genangan delapan hektare. Artinya volume air yang ditampung berdasarkan kajian itu 400 ribu kubik.
Namun saat ini kapasitas tampungnya masih ditaksir 300 ribu kubik. Mengacu hasil optimalisasi Waduk Kanaan pada tahun lalu. Dari jumlah itu 100 ribu kubik bersifat tampungan mati. Artinya ketika musim kemarau volume air sejumlah itu masih tersisa di infrastruktur tersebut.
“Ketika itu dilakukan maka banjir bisa teratasi,” sebutnya.
Diketahui lima kelurahan terendam pada Senin (5/9) lalu. Meliputi Kelurahan Guntung, Api-Api, Gunung Telihan, Gunung Elai, dan Tanjung Laut. Akibat luapan air dari DAS Bontang dan Guntung. Ketinggian air kala itu hampir mencapai satu meter. (Adv)







