bontangpost.id – Komisi II DPRD Bontang menggelar kunjungan lapangan ke lokasi proyek pembangunan Pasar Citra Mas Loktuan, Senin (5/9/2020) pagi. Kunjungan dalam rangka meninjau progres pembangunan pasar semimodern itu.
Kunjungan dipimpin Ketua Komisi II DPRD Bontang Rustam HS. Diikuti 4 anggotanyaa. Siti Yara, Sumaryono, Ridwan, dan Suhartono. Pun didampingi Kadiskop-UKMP Bontang Asdar Ibrahim.
Rustam mengatakan secara keseluruhan, progres pembangunan pasar telah mencapai 90 persen. Di bagian pasar basah, yang berada di sisi kiri proyek pembangunan, sudah siap ditempati. Meja-meja pedagang ikan dan daging, sudah siap semua.
Sementara di sisi kiri, bagian pasar kering, yang secara design dibangun dua tingkat. Pun nyaris rampung. Untuk di lantai dua, pekerja tengah mengerjakan rolling door atau pintu lipat. Itupun tinggal sedikit lagi.
“Saya lihat progres sudah 90 persen. Tinggal sarana dan prasarana seperti air dan listrik saja lagi ini,” beber Rustam kepada media.
Lanjutnya, yang mesti jadi perhatian seluruh pihak. Ialah memastikan saluran pembuangan limbah pasar nantinya tidak bermasalah. Sebab saluran pembuangan sampah masuk hingga ke permukiman warga.
Hal lain disoroti. Agar Diskop-UKMP bersama UPT Pasar belajar dari relokasi pedagang Pasar Taman Rawa Indah (Tamrin). Jangan sampai pengundian lapak menuai polemik. Pun hadir persoalan berlarut. Seperti yang terjadi di Pasar Tamrin hingga kini.
“Itu saja evaluasi kami. Sejauh ini progres oke. Kami berharap kontraktor bisa selesaikan pengerjaan sesuai deadline,” tandasnya.
Sementara Project Manager PT Faza Jaya Pratama Yulius Karub mengatakan, ketika mulai pengerjaan, struktur bangunan pasar sudah berdiri. Dikerjakan kontraktor berbeda.
Sementara pihaknya bertanggungjawab untuk pembangunan lanjutan Pasar Taman Citra Mas. Mulai pemasangan meja di pasar basah, pintu tralis, rolling door, jaringan instalasi listrik dan air. Dan bagian lain di luar pasar.
Adapun saat ini kontaktor tengah mengerjakan turap, yang nyaris mengelilingi pasar, bak instalasi pengelolaan air limbah (Ipal), 3 tipe saluran pembuangan yang berbeda. Kemudian tandon air bersih, groud tank fire hydrant, bak sampah, dan rolling door.
“Di dalam tinggal rolling door. Kalau di luar tinggal penataan ini saja,” bebernya.
Kontaktor mulai bekerja pertengahan Juli 2020. Dengan masa pengerjaan selama 160 hari. Atau mesti rampung 27 Desember 2020. Dengan nilai kontrak Rp 9,9 miliar. Yang bersumber dari APBD Bontang tahun anggaran 2020.
Untuk memastikan proyek rampung sesuai kontrak, PT Faza Jaya Pratama melibatkan sebanyak 100 pekerja. Tapi besar kemungkinan jumlah pekerja bakal ditambah, plus jam kerja naik. Lantaran masa pembayaran kontrak dari Pemkot Bontang akan ditutup 21 Desember 2020.
“Kalau begitu kami bakal tambah pekerja,” pungkasnya. (*)







