bontangpost.id – Cuaca ekstrem yang melanda Indonesia termasuk Kota Bontang, Kalimantan Timur berdampak serius. Salah satunya memicu terjadinya kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).
Akibat cuaca ekstrem tersebut, BPBD Bontang mencatat total 7,5 hektare lahan di kawasan Bontang Lestari hangus terbakar. Bencana alam tersebut berlangsung dalam rentang waktu satu hari.
Kasi Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Bontang Roni Apriansyah menyebut kejadian pertama berlangsung di Jalan Soekarno Hatta, Kelurahan Bontang Lestari pada 24 April lalu. Akibat amukan si jago merah 1,52 hektare area hutan lindung terbakar.
Sehari setelahnya, yakni pada 26 April Karhutla terjadi sebanyak dua kali. Titik pertama berada di Jalan Prestasi RT 07, Bontang Lestari. Akibatnya 1,32 hektare lahan terbakar.
Sementara itu, lokasi kedua berada di Nyerakat Kiri RT 10, Kelurahan Bontang Lestari. Semak belukar yang kering mempercepat kobaran api. Sehingga, 4,66 hektare lahan tidak bisa diselamatkan.
“Semua lahan ada pemiliknya. Beruntung dalam semua kasus tidak ada korban jiwa. Karena lokasinya memang persis di tengah hutan gitu,” ucapnya kepada redaksi bontangpost.id saat dijumpai.
Diungkapkannya, dampak yang ditimbulkan dari cuaca panas ekstrem memang tidak secara langsung. Melainkan ditimbulkan akibat gesekan dahan kering antara satu dengan lainnya. Sehingga memicu terjadinya Karhutla.
Pihaknya mencatat, setidaknya di Kota Bontang sendiri suhu panas ekstrem paling parah bisa mencapai 39 derajat celcius. Oleh sebab itu, pihaknya mengajak masyarakat untuk bijak memanfaatkan lahan. Dengan tidak membuka lahan sembarangan.
“Info dari BMKG puncak gelombang panas akibat cuaca ekstrem terjadi pada Juli sampai Agustus nanti. Dan potensi karhutla bisa jadi marak terjadi. Maka dari itu kami imbau untuk tidak membuka lahan lebih dulu,” bebernya. (*)







